
Apa kau akan melepaskan aku?
Suara Kayla terngiang-ngiang di kepalanya, air mata yang tertahan di pelupuk matanya itu membuat getaran aneh di hatinya. Dia meneguk segelas wiskey di depannya dalam sekali teguk.
Batinnya begitu tersiksa melihat Kayla menangis, setitik ketidakrelaan di hatinya pada Kayla. Dia pun bernajak, bergegas keluar dan menuruni anak tangga.
Sepulang dari pertemuan itu, perkataan Kayla mengusiknya. Tangannya dengan cekatan membuka handle pintu kamarnya.
Dia mendekat, mengamati wajah Kayla yang tertidur pulas. Kedua manik birunya naik turun melihat tubuh Kayla menggunakan handuk kimono. Sepertinya karena kelelahan wanita di depannya tertidur tanpa mengganti pakaiannya. Bahkan tak ad selimut yang menutupi tubuhnya, sebelah pahanya terlihat dan membuat Hazel meneguk ludahnya susah payah.
Dengan nafas memburu dan berat, Hazel duduk di samping ranjang Kayla, tangan kanannya menekuk leher Kayla. Perlahan bibir menyatu dan membuat Kayla membuka kedua matanya. Kedua mata jernihnya manangkap sosok yang begitu tampan, kelembutan di bibirnya membuat gelenyar aneh di seleuruh tubuhnya. Seakan ada magnet di bibirnya yang menarik seluruh tubuhnya.
Kayla memejamkan kedua matanya, ia merasakan bibirnya terasa manis tanpa ada duanya.
Emmmm
Dada Kayla naik turun, ia merasakan sesuatu yang masuk ke dadanya. Sentuhan demi sentuhan membuatnya tubuhnya semakin aneh, di bawah sana terasa ada sesuatu.
__ADS_1
Hazel melepaskan pakainnya, perlahan dia tubuhnya naik dan mengukung tubuh Kayla yang berada di bawahnya.
Emmm
Kayla membuka kedua matanya, akalnya telah hilang dan pandangannya kabur. Dia mengalungkan kedua lengannya ke leher Hazel. Perlahan mengangkat kepalanya, mencium bibir tebal dan lengkungan indah di bawah hidungnya.
Hazel membalas ciuman Kayla, ia semakin terbuai dengan Kayla yang membalas ciumannya. Lidahnya menari-nari di mulut Kayla. Dia melepaskan bibir Kayla, menuruni leher putih dan mulusnya, meninggalkan beberapa jejak. Lalu turun ke bahunya yang mulus memberikan kenangan dari bibirnya.
Ummmm
Aemmm
Kayla merasa geli, namun nyaman. Ia meremas rambut milik Hazel, kadang mengusapnya.
Cap
Hazel berpindah ke satunya, Kayla menekan kepala Hazel. Sedangkan tangan Hazel mengelus sebelah kaki Kayla. Dia mengangkat sedikit dan satu kali tancapannya membuat Kayla membuka kedua matanya.
__ADS_1
Hazel menyudahi ciumannya, dia menatap kedua menik Kayla. Tidak ada suara, namun kedua mata itu saling mendamba. Seakan Kayla mempercayai seorang Hazel. Kayla kembali memejamkan kedua matanya. Dia terus mencium setiap inci tubuh Kayla.
Kedua tangannya menelantangkan kedua tangan Kayla dan menggenggamnya, ia ajukan tonggak miliknya dengan pelan dan lembut.
Ah
Kayla menggigit bibir bawahanya, Hazel langsung mencium bibir Kayla tak ingin membuat wanita itu terluka. Ia dorong dan menarik tonggak miliknya beberapa kali.
Kayla mengeratkan pelukannya merasakan nyilu dan nyilu, hingga tak terasa nyilu.
Uh
Suara merdu itu membut Hazel semakin gila, ia mendorong tonggak saktinya beberapa kali dengan ritme lebih cepat. Peluh keringat membasahi keduanya. Suara merdu saling bersahutan, dinginnya Ac tak membuat tubuh mereka kedingina justru panas yang semakin menekan di sertai hangat.
Kayla meremas seprai di depannya, kini Hazel membalikkan tubuhnya dengan posisi tengkurap. Hazel menarik kepala Kayla ke samping dan menciumnya sambil memajukan tonggaknya.
"Kayla .... Ha h h h ...." Hazel mencium punggung Kayla sambil memejamkan kedua matanya.
__ADS_1