
Adam membantu Hazel berdiri, pria yang beberapa hari tak memikirkan dirinya, salah bertahun-tahun. Wajah yang dulu tampan dan dingin bagaikan harimau yang baru lahir, melihat betapa indahnya dunia, tapi sekarang seperti harimau yang lelah menghadapi dunia. Sekalipun ada mangsa di depannya, seolah merasa jijik dan tak menginginkannya.
"Kita bicara dengan tuan Azraf tuan,"
"Ya, aku akan menemuinya. Aku akan coba meminta padanya."
Benar saja, selepas kepergian Kayla. Mobil yang mengantarkan Hazel berhenti di salah satu anak perusahaan tuan Azraf. Adam berbicara pada salah satu resepsionis dan resepsionis pun menghubungi atasannya dan menyuruh Jack serta Hazel di bawa ke hadapannya.
Kini sampailah mereka di sebuah ruangan yang memperlihatkan tuan Azraf sedang memeriksa dokumen. Tuan Azraf melirik ke depan, perlahan mengangkat wajahnya. Pria inilah yang mempermainkan hidup istri dan putrinya.
"Apa yang ingin kamu katakan? Aku tidak bisa mengabulkan permintaan mu."
Tuan Azraf bersandar pada sisi kursi empuknya. "Aku memafkan mu dan melupakan apa yang kau lakukan pada putri ku karena kau ayah dari cucu ku."
"Kau sudah memiliki Adel, untuk apa mengganggu kehidupan tentram cucu ku? Apakah tuan Hazel tidak puas membuat orang menderita."
__ADS_1
"Aku ingin mengejar cinta Kayla, aku ingin memperbaiki semuanya."
"Kahilangan sosok seorang ibu yang Kayla percayakan pada mu, tapi kau malah menghancurkannya, kau memberikan harapan palsu dan kebohongan yang sangat menyakitinya. Dia melakukan semuanya demi ibunya, tapi apa yang kau lakukan? Kau justru membuatnya kehilangan ibunya."
"Apa maksud mu tuan Azraf?" tanya Adam. Penjelasan panjang lebar dengan satu inti bahwa tuannya tidak merawat ibu dari Kayla dengan tidak benar.
Tuan Azraf berdiri, dia langsung menunjuk Hazel. "Kau menyuruh Dokter merawat ibu Kayla dengan kebohongan. Kau menyuruh Dokter untuk berpura-pura merawat Sari dengan baik, padahal tidak."
"Tuan, tuan Hazel bahkan meminta pengobatan yang terbaik." Sanggah Adam. Ia tidak bisa membiarkan begitu saja ketika fitnah datang pada tuannya.
Sedangkan Hazel terdiam, ia membiarkan tuan Azraf melakukan semaunya, sekalipun mencekiknya ia tidak akan melawan.
"Adel yang datang pada ku dan Kayla, dia mengatakan dan membeberkan kebejatan suaminya, Hazel."
Bagaikan ledakan bom nuklir, Hazel menatap tak percaya. Apa Adel? Adel telah bertemu dengan Kayla dan tuan Azraf, lalu mengatakan yang tidak-tidak.
__ADS_1
"Lihatlah, dia diam. Berarti memang benar dia melakukannya. Untung saja Adel mengatakannya, kalau saja mungkin aku akan tertipu dengan wajah pria bajingan sepertinya."
"Tidak Dad, aku tidak pernah melakukannya," Elak Hazel. Karena selama ini ia sendiri yang memerintahkan Dokternya untuk memperhatikan ibu Kayla.
Brak
"Kau tau, awalnya aku merasa bersalah karena aku mengatakan sebenarnya pada Ghava, kau meninggalkan mereka karena Adel. Aku ingin memberikan mu kesempatan dan aku melihat diriku pada dirimu. Aku melihat kesedihan Kayla dan pada waktu itu aku sadar, apa yang aku lakukan salah. Tapi sekarang, karena aku sudah tau seberapa menjijikkannya dirimu. Aku tidak menyesal, biarkan Ghava anak mu, putra mu sendiri membenci mu karena kamu ...." Ucapan tuan Azraf menggantung, kedua matanya berair.
"Dad, aku mohon percaya pada ku Daddy."
"Jangan pernah memanggilku dengan sebutan Daddy, aku tidak mau sebutan itu keluar dari mulut kotor mu." Sarkas Tuan Azraf. "Keluarlah, aku sudah cukup mengeluarkan kesakitan di hati ku, beruntungnya aku tidak menjadikan wajah mu seperti semula."
"Daddy, aku melangkah keluar dari ruangan ini bukan berarti aku mengakui aku salah, aku akan membuktikan kalau aku tidak bersalah," ucap Hazel. Satu-satunya tujuannya sekarang adalah Adel. Ia ingin menyelidiki Adel, ia pun menoleh pada Adam dan Adam mengangguk. Pria itu tau apa yang harus di lakukannya.
"Kita ke sekolah Ghava."
__ADS_1
#### Bentar lagi tamat ya kak, entar mampir yang suka fantasi roman ya😊😊😊