Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku

Ku Sewakan Rahim Ku Pada Kakak Tiri Ku
#part7


__ADS_3

Adel menarik sebelah tangan Kayla, lalu mendorongnya, namun dengan cepat Kayla malah memutar tubuh Adel.


"Adel!" pekik Mommy Mona.


"Mom, tolong." Adel mencoba meraih ke tepi. Namun sayang, salah satu kakinya langsung kram. "Om, ummmp."


"Adel! Cepat kalian tolong Adel." Teriak Mommy Mona. Dia panik dan takut terjadi sesuatu pada putri kesayangannya itu.


Bibi Lin pun yang ketakutan, segera dia berlari dan berteriak memanggil dua penjaga dan memanggil beberapa pelayan untuk membantu Adel.


Salah satu penjaga menceburkan dirinya dan membantu Adel menariknya ke tepi.


"Adel sayang, bangun." Mommy Mona menekam dada Adel. Hingga air keluar dari mulut Adel.


"Mom," lirih Adel.


"Sayang." Mommy Mona menangis dan menatap tajam Kayla. "Ini semua gara-gara kamu sialan, Hazel tidak akan mengampuni mu." Mommy Mona mengekori satu bodyguard yang menggendong Adel.


...

__ADS_1


Mendengarkan cerita Mommy Mona, seketika Hazel naik pitam. Dia pun keluar dari ruangannya dengan langkah tergesa-gesa. Setiap langkahnya seakan mengeluarkan api. Hanya butuh beberapa menit, mobil yang di tumpangi oleh Hazel sampai di kediamannya. Ia sangat takut terjadi sesuatu pada istrinya itu.


"Sayang." Hazel melihat sang istri yang duduk lemah.


Hazel mengepalkan kedua tangannya, dia pun langsung berbalik dan mencari keberadaan Mikayla. Dalam hitungan detik, tubuh Mikayla terlempar ke lantai.


Mikayla merasakan pipinya terasa terbakar, sakit dan perih.


"Tuan," Bibi Lin menutup mulutnya melihat Hazel tanpa basa basi menampar Mikayla dengan keras.


"Sialan! Kau ingin membunuh Adel." Bahkan dia tak segan-segan membalas siapa pun orang yang menyentuh istrinya.


"Tuan, hentikan. Tuan tidak bisa memperlakukan Nona Kayla seperti ini." Bibi Lin tidak bisa tinggal diam. Dia langsung memeluk Kayla dan melindunginya dengan tubuhnya.


Hazel menatap tajam, kilatan petir seakan membelah tubuh orang di depannya. "Hampir saja aku kehilangan Adel dan gara-gara sialan ini." Tunjuk Hazel. "Aku tau Bibi mengurus ku semenjak kecil, tapi bukan berarti Bibi Lin ikut campur urusan ku."


Deg


Untuk pertama kalinya kedua mata Bibi Lin berkaca-kaca, dia tidak pernah di bentak oleh anak asuhnya ini. Ia seakan tidak mengenal Hazelnya.

__ADS_1


"Iya, aku hanya memang ibu Asuh mu tuan Hazel. Tapi bukan berarti kau seenaknya saja menyakiti seseorang. Nona Kayla juga hampir kehilangan nyawanya."


Bibi Lin membantu Kayla berdiri, dia membawa Kayla ke kamarnya.


"Bibi merasa kau bukan Hazel yang dulu."


Bibi Lin membantu Kayla duduk di tepi ranjangnya. Ia menyelinapkan anak rambutnya ke belakang telinga Kayla, lalu menarik dagunya. Bibi Lin merasa sakit hati, tamparan Hazel membuat lebam dan sudut bibi Kayla berdarah.


"Tunggu di sini, Bibi akan mengobati mu."


Bibi Lin mengambil kotak p3k di laci, dia buru-buru membersihkan darah yang keluar dari sudut bibir Kayla.


"Aa ..."


"Sakit?" Dengan hati-hati Bibi Lin mengelap luka di wajah Kayla. Dia merasa kasihan pada gadis di depannya. Dia yakin, Kayla gadis yang baik dan penurut.


"Maafkan Hazel," Bibi Lin memohon sebagai ibu pengasuhnya, bahkan terkadang dia memanggil dengan nama Hazel tanpa embel-embel sang tuan.


Kayla menatap wajah Bibi Lin. Dia langsung memeluk Bibi Lin dan menangis terisak dalam pelukannya. "Aku salah apa Bi? Aku salah apa? Kenapa sangat sakit?" Dadanya seakan di himpit oleh batu yang tajam dan menusuknya. "Aku, aku salah apa?"

__ADS_1


Bibi Lin membalas pelukan Kayla, dia mencium pucuk kepalanya. "Tidak sayang, kamu tidak salah apa-apa. Aku yakin, hari esok pasti kamu akam bahagia.Bersabar lah, Bibi mohon bersabarlah.


__ADS_2