
Tiba di toko, Cem di dudukkan di salah satu kursi, setelah ia menemukan sandal yang cocok, sambil berlutut di depan istrinya Reza memasangkan sandal Cem.
"Mas, aku bisa pake sendiri. Sudah bangun cepat," memegang bahu Reza,
merasa malu, karena baru pertama kali diperlakukan seperti putri.
"Udah, biar Mas pasangin," Cem yang masih dalam keadaan duduk itu, menatap suaminya dengan penuh kasih.
"aku rasa aku jatuh cinta," batinnya.
Setelah membayar Reza membalikkan tubuhnya, berjongkok membelakangi Cem lagi. "Ayo, sudah selesei. Cepat naik, keretanya tidak berhenti lama,"
Cem hanya bisa tertawa, kemudian memukul punggung Reza pelan dan berdiri. "Ayo Mas, kita balik."
Berdiri Reza berhadapan lagi menatap Cem. Memegang kedua pipinya, mengarahkan pandangannya pada istrinya.
"Mas serius, Cem bakalan mas gendong kapanpun Cem mau," mencium kening istrinya agak lama.
Cem yang agak terkejut, diam saja. Tapi kemudian sadar sedang ada di tempat umum. Lalu menarik tangan Reza keluar dari toko.
Mereka berjalan pelan, sambil bergandengan.
"Mas berasa kayak anak TK yang lagi jalan-jalan sama temannya," kata Reza tiba-tiba.
"engg??anak TK? kenapa?" tanya Cem bingung.
"Ya, lihat aja. Kita gandengan sambil jalan terus tangannya di ayun-ayunin gini," Cem hanya tersenyum.
"Kalau begini??" Cem memasukkan setiap jari-jari kanannya ke selah jari-jari tangan kiri Reza, kemudian mengaitkan lengan mereka.
Sore itu, berlalu dengan cepat, setelah makan malam, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar.
Menaiki lift, Reza mengeratkan pelukannya untuk Cem, takut istrinya merasa panik. Cem hanya tersenyum senang dalam hatinya.
Tiba di kamar, Reza yang khawatir menanyakan Cempaka terus menerus.
Akhirnya, Cem menyentuh pipi Reza dan mengatakan. "Aku baik-baik aja. Asalkan jangan sendiri aku bakalan baik-baik aja." Mengecup bibir Reza.
Reza balik menciumnya. Menatap satu sama lain.
Menggebu-gebu perasaan kedua orang tersebut.
Mereka mulai berciuman, ciuman lembut berubah menjadi ciuman berubah saling mendominasi bibir satu sama lain.
Reza kemudian menggendong Cempaka seperti pengantin baru dan membawanya ke dalam kamar kemudian merebahkannya dengan lembut di atas kasur. Ia mulai mencium istrinya dengan lembut, belaian, kecupan-kecupan.
Perlahan mereka mulai menanggalkan pakaian satu sama lain.
Malam itu, malam dimana mereka mengikat janji tanpa tanpa kata-kata.
Cempaka yang meruntuhkan pertahanannya, mempercayakan hati dan raganya pada Reza, begitu juga Reza yang menyerahkan hati dan raganya pada Cempaka.
Janji yang terucap lewat bisikan lembut menyebut nama satu sama lain dalam desahan yang hanya mereka berdua yang mendengarnya.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali alarm sudah berbunyi. Kedua insan yang terlelap karena kelelahan itu masih menggeliat di atas tempat tidur.
Mereka harus kembali hari ini. Bulan madu mereka sudah berkahir.
__ADS_1
Mereka memutuskan untuk kembali lebih awal dikarenakan jadwal kampanye Ayahnya yang akan dimulai besok lusa.
Dan Cem merupakan salah satu tim sukses, yang akan mengurus keperluan ayahnya.
Meskipun masih merasa lelah karena semalam, tapi mereka harus pulang hari ini, agar Cem juga bisa banyak beristirahat sebelum kegiatan dimulai.
Reza yang terbangun dan siap-siap lebih dulu, mendengar desahan Cem.
"ya, mas Reza,"
tersenyum kecil Reza, memerah wajahnya mengingat adegan semalam. Kemudian ia menatap wajah istrinya dan mengecup bibirnya.
"Cem? Cem? bangun sayang, kita harus siap-siap," mengelus lengan Cem.
Cem masih menggeliat di balik selimut "besok aja pulangnya, istirahatnya di sini aja" suaranya yang masih mengantuk.
"Kamu yakin bisa istirahat? bukannya niat melakukan yang tidak-tidak?" tanya Reza bercanda.
Terduduk, hilang kantuknya setelah mengingat apa yang nereka lakukan tadi malam. Pipinya merubah menjadi merah dan merasa panas.
"Ya udah, mandi dulu." Berjalan cepat ke kamar mandi sambil menarik selimut yang ia pakai menutup tubuhnya.
"Tapi Mas sudah mandi, sudah ganti baju. Ya udah gak apa-apa deh mas mandi lagi." Goda Reza sambil berpura-pura membuka kancing bajunya.
Cem mengintip lewat celah pintu setelah mendengar ucapan Reza, kaget melihat Reza yang membuka kancing bajunya.
"maa, mau ngapain?" tanyanya panik.
"Kan tadi di ajak mandi?" pura-pura bodoh.
"Siapa yang ngajakin? kan aku bilang mandi dulu," sambil melemparkan selimut yang sudah digulung ke arah Reza kemudian menutup pintu kamar mandi.
Setelah selesei bersiap-siap. Akhirnya mereka pun berangkat dan siap kembali ke rumah.
Lantai atas sudah direnovasi dan disiapkan untuk pasangan tersebut.
Ketika pernikahan Anita dan Romi, dia tak sesenang ini. Karena tak suka dengan Anita. Meskipun tak menunjukkannya.
Sebenarnya, hubungan Anita dan Reza bukan rahasia untuk keluarga Rahadi dan herannya kenapa Anita malah melamar Romi,
Ingin menolaknya tapi saat itu Romi sendiri yang menerimanya.
Hari ini, karena kepulangan pengantin baru itu. Anita dan Romi juga ikut makan siang.
Sementara itu, pasangan pengantin baru asyik bercanda di atas mobil.
"Cem, kamu kalau tidur emang ileran yah?" kaget mendengar pertanyaan Reza langsung memukul dada Reza agak keras.
"aawww....kenapa?" tanya Reza.
"kan Mas Reza lihat sendiri. Aku ileran apa gak, kalau tidur aku mana tau mulut aku kebuka atau ketutup," jawabnya serius.
"tapi kenapa bahas ileran sih??
"aku kan pengen tau kebiasaan istriku. Kalo ngorok?" merasa kesal dengan pertanyaan Reza, Cem menggigit lengan Reza.
"aahhh...ahh..Cem..!Kenapa?" tanya Reza mengelus tangannya yang digigit.
"apa gak bisa pertanyannya yang romantis? kayak makanan kesukaan, warna kesukaan, ini malah bahas iler, ngorok. Apaan sih. hemm," pura-pura merajuk.
__ADS_1
Reza yang gemas melihat tingkah Cem, mencubit pipi istrinya yang cubby itu dan mendekatkan wajahnya.
"Jadi, Cem mau romantis-romantisan sama Mas?" Goda Reza.
"nngg..enggaaak, maksudnya Cem," tak meneruskan kata-katanya karena malu ia membenamkan wajahnya di dada Reza.
"Jangan mesum-mesum di atas mobil. Ntar nyampe rumah, mas izinin deh cium dadanya mas," sambil bersandar di mobil dan memeluk Cempaka.
"apaan sih..orang cuma mau meluk di tuduhnya mesum, kalo mesum tuh kayak gini"
Cempaka kemudiam memegangi wajah Reza dengan kedua tangannya dan membanjiri wajah Reza dengan kecupan-kecupan.
Reza terkejut dengan perlakuan Cem, tapi dia tersenyum lebar dan senang.
"Tuh kan, ambil kesempatan? Mas gak suka."
kemudian membalas apa yang dilakukan Cem.
Cem hanya tertawa geli. Ketika bibirnya menyentuh bibir Cem, mereka saling memandang dan memulai ciuman panas.
Reza mengangkat Cem duduk di atas pangkuannya saling berhadapan tangannya bergerayangan di belakang Cem, sementara tangan Cem membelai bagian kepala dan kedua pipi Reza. Mendesah, mereka tenggelam dalam ciuman panas.
Supir yang melihat hanya tersenyum dan geleng-geleng melihat pasangan pengantin baru itu.
"Tuan, non, kita sudah tiba." Mobil sudah berhenti dan supir itu membukakan pintu.
Semua keluarga sudah berdiri menunggu. Kenapa kedua orang yang sudah di tunggu itu belum keluar juga? Kurang lebih 2 menitan, Mama yang sudah gak sabaran kemudian melihat ke dalam mobil.
Melihat adegan tak senonoh anak dan menantunya. Merah wajahnya, menyuruh orang-orang yang tadi menunggu di pintu agar masuk terlebih dulu.
Tiba-tiba datang dari gerbang, sepupu Reza dan Romi yang bernama Ina.
"Pak Man, kenapa masih disini? semua orang kan sudah masuk?" menegur Pak Man yang masih berdiri di samping mobil dengan pintu terbuka sementara semua orang sudah masuk.
Dan dia menengok ke dalam mobil, sambil sedikit berteriak.
"ooooohhh....myyy Goooodddd.. my eyes"
Reza dan Cem sontak kaget melepaskan diri satu sama lain. Kemudian memperbaiki penampilan mereka.
Cem melihat keluar, mereka sudah ada didepan rumah dan disitu ada Ina
"Mas?" suaranya gugup.
Reza keluar terlebih dulu dan membantu Cem yang keluar dengan gugup.
Melihat wajah Reza yang sok tak perduli dan Cem yang gugup, Ina berusaha menahan tawanya.
"buahahahahhahaha...kalian tau berapa lama ditungguin Pak Man?" melihat ke arah pak Man "kasih tau Pak"
"10 menitan Non."
Cem hanya bisa melotot kaget.
10 menit, jangan-jangan tadi mama lihat.
Sementara Reza hanya menjawab "terus kenapa? aku kan nyium istriku," sambil melingkarkan tangan kirinya ke tubuh Cem.
"Ayo masuk sayang, gak usah perdulikan wanita kelelawar ini," menarik tubuh Cem.
__ADS_1
Sementara Cem, wajahnya yang sudah memerah, merasa berat untuk masuk karena malu, kalau sampai Mama atau Papa melihatnya.
*bersambung......