Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku

Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku
Kencan Terakhir


__ADS_3

"Bi, semuanya sudah selesei disiapkan kan?" tanya Cempaka mencomot buah yang ada di keranjang yang akan di bawa pergi.


"Mama, ezca mau!" ucap Rezka yang berdiri memegang kaki Cem. Dia lalu menyuapi Rezka buah stroberi yang masam pada Rezka


Wajah gadis mungil itu berubah jadi kerutan, sementara Cem hanya tersenyum melihatnya.


Badan Rezka sampai menggeliat karena rasa kecut, jadi Cem memberikannya air.


"Sayang, ini minum airnya. hhehehehehe"


"Non, itu kan buah untuk Non, karena lagi pengen yang kecut. Bibi pilihin yang kecut dengan sengaja." Ucap bibi menegerutkan wajahnya mengikuti ekspresi Rezka dan menelan air liurnya yang keluar melihat reaksi Rezka.


"Kenapa?" Anita yang tiba-tiba masuk ikut mencomot buah yang sama.


Anita melihat wajah Rezka, lalu dia menunduk menggoda Rezka." Ezca mau? eemmm...enyaakk..tante makan enyakkk," menyodorkan buah stroberi ke mulut Rezka.


Rezka menutup mulutnya berlari ke arah ruang keluarga berteriak memanggil papanya.


"Papaaaaa...."


"Rezka, pelan-pelan sayang!" teriak Cem yang mengangkat tubuhnya dari kursi mengikuti Rezka, karena perut buncitnya memperlambat gerakannya.


Ia tengah hamil tua, 7 bulan mendekati 8 bulan.


Sementara Anita baru hamil 3 bulan karena Romi dan dia memulai program hamil belum lama ini.


"Bi, buahnya masih banyak kan?" tanya Anita.


"Masih non. Mau bibi tambah lagi buahnya?"


"Iya bi, makasih, hamil gini selain yang kecut begini yang lain gak mau masuk," ucap Anita tersenyum memakan buah stroberi itu.


Bibi menambahkan buah stroberi ke dalam keranjang yang akan mereka bawa.


Anita menyusul Cem dan Rezka ke ruang keluarga.


Mereka semua terlihat sangat bahagia.


Anita merasa semua masa lalu yang telah ia lewati menuntunnya ke dalam keluarga Rahadi.


Tidak sedikitpun dia menyesal, menikahi Romi, mencintai Romi dan memutuskan untuk tetap di sisinya meski saat itu semua orang mempertanyakan keputusannya.


Sudah 2 tahun, sejak penawaran Pak Didi pada Romi.


Dan Romi sudah memutuskan menerima tawaran Pak Didi dan akan mulai bekerja minggu depan.


Romi, sangat bersyukur Anita memutuskan untuk tetap berada disisinya, mencintainya, bahkan di waktu terkelamnya tidak menyerah padanya.


Mengingat apa yang pernah dilakukannya pada gadis itu.


Ia berjanji akan mencintai Anita dengan segenap hatinya.


Mereka berencana menghabiskan waktu bersama sebelum Romi dan Reza kembali sibuk.


Mereka akhirnya pergi ke tempat yang di tuju.


"Mas, lihat!" Cem menunjuk ke arah danau.

__ADS_1


"Sekarang sudah ada bebek dayungnya. Kita bisa naik itu kan?"


Reza melirik Cem dari atas kepala sampai kakinya, lalu geleng-geleng.


"Kamu mau rusakin bisnis orang?"


Cem langsung memukul lengan kanan Reza dengan kencang. Dia hanya mengaduh, karena Rezka sedang ada digendongannya.


"Papa..bebek!" Rezka menunjuk ke arah danau.


"Rezka mau naik itu?" Menanyakan Rezka dengan suara imutnya. Cem memutar bola matanya mendengar reapon Reza.


Rezka mengangguk, Reza langsung melangkah ke arah Danau tanpa menunggu Cem.


"Mas Rezaaa!" Cem akhirnya merajuk.


Begitu Reza sampai dekat danau, Reza menyerahkan Rezka pada Mamanya


"Princess sama kakek dan nenek dulu yah? Papa mau jemput Ibu Ratu dulu." Rezka mengangguk dan Reza kembali pada Cem.


Cem merajuk tak mau melihat Reza yang sudah mengulurkan tangannya.


"Sayang?? Sayangku?istriku?cantikku?"


Anita dan Romi yang mendengar mereka dari tempat yang tak jauh.


"ueeeekkk" Anita pura-pura mual.


"Hah, sayang. Kamu tau gak mereka berdua manggil satu sama lain apa?" ucap Reza mengolok Romi dan Anita.


Selama ini, Romi dan Anita hanya memanggil dengan panggilan sayang kalau tak ada orang.


"Apaan?" tanya Cem penasaran.


"Kamu gak akan percaya. Hahahahhaha."


Anita yang malu, langsung memeluk suaminya.


"my waifi, dan hobi"


"emmm? bukannya itu bahasa inggris?" tanya Cem.


"Sayang, ada lanjutannya.


Mas waktu itu gak sengaja dengar mereka ngomong. buahahahahha, menggelikan," hina Reza.


"Mas, Apaan?" Cem semakin penasaran.


"My waifiku yang tanpamu aku tak bisa teehubung dengan dunia luar.


My hobi yang setiap waktuku kuhabiskan untukmu. Hahahahahaha"


Bulu kuduk Cem langsung berdiri.


"iiihhhhhh, mas lihat tangan Cem!" menunjukkan bulu badannya yang berdiri.


Anita menutup wajahnya dengan kedua tangannya, malu.

__ADS_1


Romi yang kupingnya sudah memerah, akhirnya bergerak mengejar Reza.


Reza pun berlari ke arah pohon di mana Tuan Wisnu, Pak Didi, Nyonya besar dan Rezka duduk.


Belum sempat tiba ke tempat yang di tuju. Romi memiting leher Reza.


"aaah...ahh...kak Romi.."sambil memukul lengan Romi yang melingkar dilehernya.


"aahh..Rezka, tolong Papa!" teriaknya pura-pura minta tolong.


Rezka yang mendengarnya, langsung berdiri dari pangkuan kakeknya dan berjalan ke arah paman dan ayahnya.


Rezka langsung memukul kaki Pamannya.


"ah, ah,ah," Romi berpura-pura kesakitan dan melepaskan tangannya dari leher Reza.


"yeeeyy..papa bebas," Reza langsung menggendong Rezka. Romi lalu bangun berpura-pura jadi zombie.


"aarrgg...." Rezka yang melihatnya teriak menggeliat menyuruh papanya lari.


Mereka pun bermain seperti itu, sampai kehabisan energi. Rezka yang masih mempunyai energi masih ingin mengajak main Paman dan Papanya.


"aaaaahhh, tolong beri tahu aku. Obat apa yang dimiliki anak-anak yang punya energi tidak habis-habis?"


Cem dan Anita yang sejak tadi sudah duduk melihat indahnya danau dan melihat indahnya keluarga mereka dan melihat suami mereka yang lelah hanya karena seorang gadis kecil. Tak terbayangkan jika lebih banyak anak kecil.


Apalagi mama mertuanya, yang sejak kembalinya Romi jadi jauh lebih semangat.


Tak pernah hilang senyum dari wajahnya.


Kadang di depan cermin ia harus menekan pipinya agar tidak terlihat terlalu bahagia.


"Papa!!" Rezka memanggil papanya mengajak bermain. Reza dengan wajah memelas melihat Cem agar membiarkan dia istirahat sejenak. Cem tertawa melihat suaminya dan memanggil nama anaknya


"Rezka mau ma'am cheese cake?"


Rezka langsung berlari ke arah Cem dan meminta kuenya.


Mereka pun menyantap bekal yang sudah di bawa.


Setelah kenyang, mereka duduk menunggu matahari terbenam.


Rezka sudah tertidur dipangkuan Reza yang duduk berdampingan dengan Cem.


Romi tertidur di pangkuan Anita yang bersandar di pohon sambil menyapu jari-jarinya di rambut Romi.


Nyonya, Tuan Wisnu dan Pak Didi perlu kembali dan menghadiri acara amal.


"Sayang! kamu ingat gak apa yang kita obrolin waktu pertama kita datang ke sini?" ucap Reza.


"Ingatlah, mana bisa aku lupa. Kencan resmi pertama kita."


"Kita akan membawa keluarga kita ke sini dan kita mewujudkannya."


"Aahh...hari ini begitu menyenangkan." Cem menyandarkan kepalanya di bahu Reza sementara Rezka masih di pangkuan Reza.


"Aku gak tahu bagaimana kehidupan kita kedepannya. Tapi aku tahu, kita akan menghadapinya dengan baik. Menggertakan gigi dan melakukan yang terbaik untuk mencintai, menyayangi dan melindungi keluarga kita." ucap Cem mengecup pipi Reza dan kembali meletakkan kepalanya di bahu Reza dan menikmati matahari terbenam sore itu.

__ADS_1


KEBAHAGIAAN BUKAN HANYA TENTANG MENDAPATKAN APA YANG KAMU INGINKAN, TAPI JUGA MENIKMATI APA YANG KAMU MILIKI. BY: UNKNOWN


Tamat.


__ADS_2