
Romi Ananda Rahadi, merupakan putra sulung tuan Wisnu Rahadi.
Yang akan menjadi penerus perusahaan keluarga Rahadi.
Berbeda dengan Tuan Wisnu, yang dikenal hangat, berwibawa dan ramah.
Romi dikenal dengan sikap berwibawa, dingin, dan terlihat angkuh.
Meski begitu para wanita selalu mengaguminya. Entah apa yang difikirkan wanita mengagumi laki-laki dingin seperti itu.
Romi sepanjang hidupnya, dihabiskan untuk belajar ilmu pengetahuan dan ilmu kepemimpinan. Ia tak punya waktu untuk bermain.
Sejak kecil ia sudah di ajarkan bahwa tanggung jawab perusahaan akan jatuh ke pundaknya.
Karena kerja keras dan keuletannya, dia menyelesaikan sekolahnya lebih cepat dari anak-anak sebayanya.
Di usia 20 tahun Ia sudah dikenalkan pada perusahaan.
Bahkan ia sudah melakukan pekerjaan dengan baik. Dengan ide-idenya untuk kemajuan perusahaan.
Tuan Wisnu tentu merasa senang dengan pancapaian Romi.
Tapi ia khawatir anaknya terlalu fokus pada kehidupan perusahaan.
Romi tidak pernah menunjukkan ketertarikannya terhadap wanita.
Ia tak pernah jatuh cinta.
Tapi semuamya berubah ketika orang tuanya membawa seorang gadis ke rumah mereka.
Cempaka.
Tentu saja ia tak langsung begitu saja jatuh cinta padanya. Tapi Cempaka sangat mudah dicintai.
Dan lama-kelamaan mengenal Cempaka, ia merasa bahwa Cempaka sangat mirip dengannya.
Orang-orang yang dewasa pada usia belia.
Hal itu yang membuat ia semakin tertarik dengan Cempaka.
Bedanya, saat ini Cempaka lebih bisa menunjukkan perasaannya, tapi Romi masih selalu menyembunyikannya.
Bahkan ketika Cempaka berusia 17 tahun hampir menginjak 18 tahun. Romi pernah mangajaknya menikah. Saat itu ia masih 25 tahun.
Tapi usia yang terpaut jauh, membuat Cem tak pernah menganggapnya selain hanya sebagai Kakak.
"Cem, nanti kalau Cem sudah besar, atau siap menikah. Apa Cem mau menikah dengan Kak Romi?"
"iihhh..kak Romi kan sudah seperti Kakak Cem sendiri. Masa sih nikah?" jawab Cem polos.
Meski merasa terluka oleh penolakan Cem, tapi Romi tak mau menyerah. Bahkan Romi mengajaknya makan malam, nonton dan nelakukan semua hal yang biasa untuk membuat wanita jatuh hati.
"Apa jawaban Cem?" tanya Nyonya pada Romi.
"Dia hanya menganggapku kakak," jawab Romi datar. Karena Romi tidak akan menyerah untuk mendapatkan Cempaka.
Nyonya besar, benar-benar ingin menjadikankan Cempaka sebagai anggota keluarga.
Jadi Romi juga tahu kalau Mamanya itu juga berencana menjodohkan Reza dengan Cempaka kalau ia tak berhasil merebut hati Cempaka.
__ADS_1
Tapi tak perduli apapun yang dilakukan Romi perasaan Cem tak pernah terarah ke Romi.
Di mata Cem, Romi adalah kakak yang baik, hangat dan penyayang.
Iya, Romi hanya hangat pada orang-orang yang ia inginkan.
Hal yang dia perdulikan adalah bahwa ia tak boleh membuat kesalahan dalam pekerjaannnya.
Sebelum bertemu Cem, perusahaan Keluarga Rahadi adalah satu-satunya hal yang ia perdulikan.
Seluruh penghuni rumah tahu kalau Romi sangat menyayangi Cem dan Cem juga menyayangi Romi. Meski bukan rasa sayang yang di harapkan Romi.
Dan tak beberapa lama kemudian, keluarga Anita datang melamar keluarga Rahadi.
Mereka fikir akan melamar Reza, tapi justru melamar Romi.
Hubungan Anita dan Reza, meski tak dibeberkan, tentu saja keluarga Rahadi mengetahuinya.
Sejak saat itu, Nyonya Rahadi tak begitu menyukai Anita.
Tapi entah kenapa, jawaban Romi yang menerima lamaran itu lebih mengejutkan lagi.
Setelah keluarga Anita pulang.
"Kenapa kamu bisa menerima lamaran Anita? kamu kan tau hubungannya dengan Reza," ungkap Nyonya dengan kesal.
"Mereka sudah berpisah, jika tidak kenapa dia melamarku?"
"Bagaimana dengan Cempaka apa kamu sudah menyerah?"
"Dia sudah beekali-kali menolakku," jawab Romi tersenyum getir.
"yah..yah. kalau Romi sudah buat keputusan, Mama tau gak ada yang bisa merubahnya" masih kesal dan hanya menerima keputusan anaknya.
Dua bulan kemudian, pernikahanpun digelar dengan mewah.
Karena yang menikah adalah Putra sulung Rahadi dan Putri bungsu Cendana. Keluarga Anita salah satu keluarga pengusaha yang sukses.
Setelah pernikahan di gelar, Romi membawa Anita ke rumah yang sudah dia siapkan.
Romi sedang berada di ruang kerjanya.
"Apa semuanya sudah siap?"
"Iya Tuan." Asistennya yang bernama Gun menyerahkan map yang berisi surat perjanjian.
Romi dan Gun, sama-sama di didik oleh Pak Didi untuk masa depan perusahaan keluarga Rahadi semenjak kecil.
Gun nerupakan anak terlantar, karena itu ia sangat senang dibesarkan di dalam rumah Rahadi.
"Di mana wanita itu?"
"Di ruang keluarga Tuan," jawab Gun
Sementara Anita, yang sejak tadi bingung. Di rumah yang besar ini tak terlihat satu pelayanpun. Dia bahkan masih memakai gaun yang ia gunakan untuk resepsinya tadi.
Apalagi sikap dingin Romi, membuat ia tak tahu bagaimana harus merespon.
Karena sebelumnya pun, mereka hanya saling menegur sopan.
__ADS_1
Ketika melihat Romi datang, ia segera berdiri.
"Duduklah!" perintah Romi yang juga duduk menyilangkan kaki, melipat tanganya dan bersandar pada sofa.
Mengaggukkan kepalanya, tanda menyuruh Gun memberikan map pada Anita.
"apa ini?" tanya Anita heran.
"Karena aku sudah mengikuti permainanmu. Sekarang saatnya kau mengikuti aturan mainku. Buka dan bacalah, kemudian tanda tangani.
Aku hanya akan memberikanmu waktu sampai besok"
"apa yang kamu maksudkan?"
"ayolah Anita, aku tahu alasanmu melamarku. kau ingin Reza menghentikanmu dan membawamu kembali bukan? Jadi sekarang giliranku memanfaatkanmu."
Romi kemudian kembali ke ruang kerjanya.
Anita sontak kaget, bagaimana bisa Romi tahu apa yang ia lakukan. Ia hanya bisa tertegun dan tiba-tiba merasa takut.
Ia pernah mendengar tentang Romi yang dingin. Tapi ia tak begitu percaya dengan rumor.
"Nona, mari saya perlihatkan kamar nona," tegas Gun membuyarkan lamunan Anita.
Gun mengantarkan Anita pada sebuah kamar utama yang sangat besar, lanjut ke ruang kamar ganti. Di dalam ruangan itu ada pintu lagi, Gun mebuka pintu itu, ada kamar kecil berukuran 3x3 m dengan tempat tidur dan meja rias.
"apa ini?" tanyanya heran
"ini adalah kamar Nona, jika Tuan besar memutuskan untuk tidur di kamar utama" jelas Gun
"jika ia tak ingin tidur denganku kenapa ia tak memberikanku kamar lain?" Anita mulai kesal.
"tidak boleh ada yang mengetahui hal ini" Gun menunjuk ke arah map yang sejak tadi dipegang.
*harus ada keuntungan yang diberikan keluarga Cendana pada keluarga Rahadi.
*Anita tak akan bisa meminta cerai, kecuali Romi yang memutuskannya.
*tak boleh ada yang mengetahui transaksi ini kecuali pihak yang terlibat dan saksi-saksi.
*Anita akan mengikuti aturan yang dibuat Romi.
*Jika suatu saat skandal buruk terjadi , maka Anita adalah pihak yang salah.
"apa kamu sudah gila?" dia meremas pinggir map di tangannya.
"Nona bisa memikirkannya malam ini. Dan yang terbaik adalah Nona menyetujuinya. Karena nona tidak akan penasaran atas apa yang akan lakukan Tuan terhadap Nona maupun keluarga Nona"
Anita merasa sangat marah dan kesal.
"kalian benar-benar bodoh kalau berfikir aku akan menandatanganinya."
Gun tersenyum "Nona, saya sarankan jangan memancing kemarahan Tuan Romi. Nona adalah orang yang memulai hal ini. Berfikir bisa bermain dengan Tuan. Tapi Nona sudah menyiakan hidup nona."
"apa kamu mengancamku?" tanya Anita kesal.
"tidak nona, saya hanya menyarankan. Kalau begitu, selamat istirahat Nona"
Gun meninggalkan Anita dan pergi menemui Romi.
__ADS_1
*bersambung......