Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku

Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku
Perjodohan Cempaka


__ADS_3

Reza menarik lengan Cempaka sampai lantai atas.


Dia mencengkram bahu Cem dan mendorongnya sampai punggungnya menempel di tembok.


"Jadi ini targetmu masuk ke rumahku? menghancurkan keluargaku, nama baik ayahku," masih mencengkram bahu Cempaka dan menggoyangkannya di setiap pertanyaan yang dia ajukan.


"Aku gak ngerti, maksud Tuan Reza apa," semakin dia berpura-pura bodoh semakin Reza mengeraskan cengkramannya.


"Jawab!!"teriak Reza lagi.


"Aaahhh...sakiit.. lepasin aku dulu," dia berusaha melepaskan tangan Reza dari bahunya. Akhirnya ia hanya memegang tangan Reza yang masih mencengkram erat.


Ia menggigit bagian dalam bibir bawahnya menahan tangis, karena saat ini Cempaka sangat ketakutan.


Air mata di pelupuk mata hampir jatuh. Matanya yang berkaca-kaca itu melihat dan menatap mata tuan mudanya itu berusaha memberanikan diri.


Orang yang di hadapannya ini bukanlah orang yang dia kenal dulu.


"Apa yang sebenarnya kakak harap aku jawab? aku sudah bilang kan, setelah kak Dini di bawa ke rumah sakit aku gak pernah ketemu lagi sama dia, bibi langsung nyerahin aku ke panti asuhan, aku di sini tulus gak punya niat apa-apa," tangannya masih memegang tangan Reza yang masih di bahunya.


"Kamu tahu apa yang aku maksudkan sejak kemarin, kenapa kamu pura-pura bodoh?heeh? Dan apa alasan kamu gak mau di adopsi? Apa kamu punya target lain?Menggoda Papaku?" Reza mengayunkan tubuh gadis itu lagi. Meskipun tak terbilang mungil, tapi itu juga menyakiti gadis itu.


"Kenapa aku harus perduli, itu urusan kak Reza dan Kak Dini. aku gak tau menahu apa yang kalian lakukan, apa yang terjadi sama kalian.


Jadi jangan ikut sertakan aku dalam masalah kalian.


Target? terserah kakak mau tuduh aku apa, kakak gak ada disini sejak 5 tahun lalu dan kakak gak tau apa-apa tetang hubungan aku dengan Papa seperti apa.


Lepasin aku, sekarang aku harus cepat cari solusi buat masalah bapak," gadis itu kemudian menurunkan tangan Reza yang sudah mulai mengendor cengkramannya.


Reza merasa bingung, ketika Cem memanggilnya kakak, dia merasa kembali ke masa lalu yang sempat bercanda dengan gadis di depannya ini.


Sejak kejadian dengan Dini, Reza lebih suka berinteraksi dengan gadis-gadis yang blak-blakan mendekatinya karena uang. Dia sangat membenci gadis yang sederhana, polos dan pura-pura tak menginginkan apa-apa dari sekelilingnya. Dan dia sudah lama tak berinteraksi dengan gadis yang pura-pura polos.


Setidaknya itu yang dia katakan pada dirinya.


Dan entah kenapa, ada sedikit rasa bersalah karena menyalahkan gadis yang saat itu tak tahu apa-apa.


Ketika Cem mulai jalan ke bawah.


"mama lagi istirahat, jadi Papa bilang jangan ada yang ganggu. Besok dipikirkan solusinya." Jelas Reza.


Cempaka yang masih ketakutan, tangannya bergetar, dan dia harus melewati Reza lagi jika ingin kembali ke kamarnya. Dia mengepalkan tangannya, untuk menghilangkan ketakutan tadi.


"iya udah, besok aja ngomong sama Ibu dan Bapak." Dia melewati Reza dengan cepat dan masuk ke kamarnya dan menguncinya.

__ADS_1


Dia bersandar di pintu kamarnya, dia silangkan tangannya di kedua bahunya, di mana Reza mencengkramnya tadi dan terduduk.


Air mata yang sejak tadi di tahan keluar akhirnya mengalir jatuh. Ia berlari ke kamar mandi, untuk meredam suara tangisnya.


"Apa iya laki-laki itu begitu dangkalnya berfikir? apa salahku, kenapa ia lampiaskan padaku? jika memang ia marah pada kak Dini, harusnya dia marah saja sama kak Dini."


Cem sudah memikirkan solusi dalam kepalanya untuk disampaikan besok. Jadi dia siap-siap mengemas barang-barangnya ke dalam koper.


Kesesokan harinya, setelah sarapan mereka pun membahas solusi untuk masalah skandal Tuan Besar yang disebabkan oleh gambar Tuan Wisnu dan Cempaka.


"Bagaimana kalau saya sembunyi saja dulu, sampai semuanya mereda?" kata Cem.


"sepertinya itu bukan ide yang baik, karena mereka akan menduga kalau kita menyingkirkan wanita simpanan Tuan Wisnu," sambung salah seorang pengacara.


"Yang jadi permasalahannya, meskipun Mbak Cem di sini dianggap putri, tapi kita tidak bisa menjelaskan dan memberi bukti kalau Mbak Cem itu putri Tuan dan juga orang tidak akan semudah itu percaya. CCTV hotelpun tidak banyak membantu."


Reza dari tadi hanya diam saja, mendengarkan perbincangan orang-orang dalam ruangan.


"Mbak Cem punya pacar atau calon suami?"


"engg? apaaa? " Cem kaget mendengar pertanyaan itu.


"hubungannya apa pacarku sama masalah ini.


tunggu dulu....."


"ngapain juga ikut penasaran?"


"eeehhhh...jangan bilang suruh aku tunangan atau menikah?" Cem akhirnya paham ke mana arah pertanyaannya.


"apa-apan ini? menikah?? dan nikah sama siapa coba?" batin Cem.


"Aku gak punya pacar ataupun laki-laki yang bisa aku ajak nikah," jawab Cempaka.


"Kenapa gak kita jodohin aja sama Reza?" celetuk Nyonya besar yang baru saja masuk.


"Apaaa? gila apa aku dijodohin sama orang emosian kayak dia. Mungkin kalo sifatnya masih kayak Kak Eca dulu aku masih mau.


kalo yang ini mah Big Noooooo. Lagian dia benci banget sama aku."


Cempaka hanya tersenyum palsu dengan matanya melotot melihat ke arah Nyonya.


Semua melihat ke arah Nyonya besar dan berfikir masing-masing.


Reza yang tadi hanya diam pun terlihat sedang berfikir.

__ADS_1


"Bu, hahahahhahaha. Emangnya nikah segampang itu? Tuan Reza mungkin sudah punya pacar dan Tuan Reza pun gak suka sama saya," sahut Cem.


"Reza gak suka sama Cem? kalaupun gak suka, ntar setelah nikah bakalan suka kok," tambah Nyonya besar itu.


Memang sudah sejak awal dia berencana menjodohkan kedua orang ini, sejak Cempaka menolak untuk jadi putri angkat, dia sangat berusaha ingin membuat gadis itu menjadi anggota keluarga Rahadi.


"Sebenarnya, saya rasa itu ide yang sangat pas, karena saat ini Mbak Cempaka, sudah tinggal di rumah ini dan jika diberitakan kalau mbak Cem adalah calon menantu di rumah ini dengan pernikahan bersama Mas Reza akan lebih meyakinkan.


Apalagi kalau mereka sama-sama belum punya pasangan," salah seorang anggota pendukung Tuan Wisnu.


"eenggg? walopun tuan Reza ganteng, tapi kalau dia menakutkan aku gak mauuuu. Perempuan mana yang mau nikah sama laki-laki seperti itu? pokoknya aku harus cari alasan atau cari orang lain.


"Apa ibu atau bapak punya kenalan yang kebetulan pengen nikah? kan bisa di tawarin, aku juga gak masalah nikah muda," tanya Cem.


Yang punya nama sejak tadi hanya diam berfikir. Entah apa yang ada difikirannya. Hanya dia dan Tuhan yang tahu.


"Reza kamu gimana? Lagian ngapain cari jauh-jauh. Kalian sama-sama jomblo. Di coba aja dulu, siapa tau bisa cocok," tambah Nyonya besar.


"Ini serius, aku mau di jodohin sama orang barbar yang sedikit-sedikit curiga dan marah-marah? Tuhan, hamba percaya kalau kau akan mendatangkan jodoh yang baik buat hamba" Doa Cempaka dalam hati.


"Iya, udah aku juga setuju. Daripada makin banyak pihak luar yang ikut campur lagi. Dan mengira sengaja carikan jodoh karena menyembunyikan status wanita simpanan," jawab Reza.


"apaaaa? Ka... Tuan Reza mau nikah sama aku?" sedikit teriak dan melototi Tuan Reza.


yang arti lototannya "udah gila? apa sih yang kamu pikirkan?"


Reza hanya mengangkat bahu, pura-pura bodoh. Dia sendiri juga heran, kenapa dia memilih menyetujui usul Mama nya itu.


"Ya udah kalo gitu , fix, Reza bakalan Nikah sama Cem," kata Nyonya besar itu sambil menepuk tangan dengan bahagia, seolah itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan.


"Tunggu dulu, aku udah siap-siap buat sembunyi kok malah dijodohin gini sih?"


"Baiklah kalau begitu, saya akan segera mengurus pernikahannya, tapi kita terpaksa mempublikasikan kehidupan pribadi Tuan Reza dan Mba Cem." Ujar salah satu asisten.


"udah, gitu aja??"


"Tunggu, kenapa harus dipublikasikan, bukannya cukup nikah terus nunjukin bukti-bukti? lagian kita kan bukan artis," protes Reza.


"Gak lama mas Reza, hanya sampai masa kampanye selesei, kebetulan mbak Cem bakalan bantu Tuan Wisnu kan? jadi gak bakalan canggung lagi seandainya Mbak Cem dan Tuan terlihat bersama," kata salah satu promotor.


Reza dan Cem terpaksa menerima semua publikasi untuk kehidupan mereka.


Tapi apa orang-orang akan percaya mereka mencintai satu sama lain?


Di sisi lain, Nyonya dan Tuan Besar tampak senang dengan solusi skandal yang terjadi.

__ADS_1


"Gak nyangka yah, ternyata skandal Papah bakalan jadi berkah," kata nyonya besar berbisik di telinga suaminya.


*bersambung......


__ADS_2