Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku

Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku
Perasaan Anita


__ADS_3

"Saya mengerti, cara ini terlihat kejam buat Nona. Tapi inilah kenyataannya Nona. Bukankah orang-orang itu juga menggunakan foto Anda dan Tuan Wisnu sebagai alat untuk menjatuhkan Tuan? Saya fikir, Nona sudah belajar banyak saat kampanye kemaren." tegas pak Didi.


"Baiklah. Aku akan melakukannya," jawab Cempaka mantap.


Pak Didi kemudian memberikan Cem kunci mobil dan surat-suratnya dan juga sebuah voice recorder.


"Mulai hari ini Nona bisa menggunakan mobil ini, jika ingin pergi sendirian. Atau bisa meminta salah satu supir mengantarkan Nona. Dan rekamlah semua pembicaraan Nona."


Dua jam lagi, Cem akan pergi menemui Anita, Pak Didi yang sudah membuatkan janji temu.


Sementara itu Cem membuat surat perjanjian.


Cem sudah lebih dulu menunggu Anita di ruang VIP di sebuah restoran mewah.


Flashback, Anita POV


Aku sangat bodoh, aku melakukan hal bodoh karena Reza, berharap ia akan datang menghentikan pernikahanku.


Ketika masih menjadi sahabatnya, yang aku lakukan adalah mendukung dan menyemangatinya.


Tapi setelah menjadi kekasihnya, entah kenapa aku tak rela mendengar ia mengucapkan kata cinta pada wanita lain meskipun wanita itu tak waras, meskipun karena terpaksa.


Bahkan ia tega melepaskanku, karena dia fikir aku tak mampu menerima kesalahan masa lalunya.


Karena pada kenyataannya aku akan selalu mempertanyakan perasaannya.


Aku sudah tak tahu apa yang harus aku lakukan, sehingga berfikiran jika aku memanfaatkan Romi untuk membuatnya cemburu.


Mungkin dia akan sadar, fikirku. Tapi ia hanya melarangku menikahi Romi agar aku tidak membuat keputusan yang salah.


Benar saja, keputusan terburuk yang pernah kubuat dalam hidupku.


Aku fikir Romi akan sama baiknya dengan Reza.


Ketika dia menerima lamaranku, aku berfikir akan memberikan kesempatan pada pernikahanku. Aku akan berusaha mencintaninya, itu yang aku fikirkan.


Tapi apa yang aku dapatkan, sangat jauh dari harapanku.


Dia tahu, alasanku menikahinya.


Bahkan sampai ke detail apa yang membuatku berpisah dengan Reza. Ia pun juga tahu tentang Dini.


Apa yang ku harapkan, tentu saja mereka akan tahu semuanya.


Karena itu, dia memanfaatkan hubungan pernikahan kita untuk keuntungan. Meskipun perusahaan ayahku juga mendapatkan keuntungannya.


Seperti ucapannya, di hari pernikahan kita. Dia tidak akan menyentuhku.

__ADS_1


Iya, dia sama sekali tak menyentuhku selayaknya seorang wanita.


Tapi berbeda jika kita sudah berada di luar kamar. Orang-orang akan mengira kami adalah pasangan yang tanpa perkara.


Beberapa bulan kemudian, aku mengetahui, bahwa ia menikahi seorang wanita bernama Windi.


Aku tahu Romi tidak mencintai Windi. Tapi mendengar pernikahannya, aku pun merasa geram.


Meskipun dia tak mencintaiku dan meskipun aku tak mencintainya. Setidaknya, hargai posisiku dan juga keluargaku.


Dan aku juga lebih tau, aku jangan berharap banyak pada Romi.


Sejak awal memasuki rumah ini, aku sudah tahu siapa yang dicintai Romi.


Ada 3 bingkai di meja kerjanya, tak satupun tanpa foto Cempaka. Foto pernikahan kami hanya di sudut ruang keluarga.


Di ruang kerjanya, terlihat seperti foto keluarga dengan bingkai besar tapi tanpa Reza di dalamnya.


Hingga suatu hari, Entah apa yang membuatku berani melawan setelah Gun menamparku saat itu.


Aku mengetahui bahwa salah satu pelayan adalah mata-mata Pak Didi. Aku berusaha minta tolong padanya, agar membantuku bercerai.


Tapi aku lebih dulu ketahuan oleh Gun.


Hari itu, Gun mencambuk tubuhku di dalam ruang kerja Romi dan Romi hanya duduk melihatku. Dia tidak mempunyai ekspresi apapun ketika melihatku disiksa.


Diapun mengerti, kenapa aku marah, dan menjelaskan padaku. Bahwa dia dan Windi adalah sahabat. Dan dia menikahinya untuk membantu Windi urusan anaknya.


Entah kenapa, setelah mendengar ceritanya. Aku tak merasa marah lagi. Ia bahkan menjelaskan, bahwa ia tak mungkin menyentuhku karena aku adalah wanitanya Reza dan dia juga mencintai wanita lain.


Dia akan melepaskanku, ketika waktunya tiba.


Tapi meski begitu, keinginanku untuk lepas terkadang muncul. Sehingga tak jarang, aku mendapatkan hukuman dan Romi kembali mengobatinya.


Begitu seterusnya, setiap aku melakukan sebuah kesalahan yang menurutnya fatal.


Karena itu, aku sangat berhati-hati.


Hampir tiga tahun, aku bertahan seperti ini di rumah itu.


Keinginanku untuk pergi, mulai berkurang.


Tapi semuanya berubah, ketika kabar pernikahan Cem dan Reza tersebar di media.


Romi mengajakku untuk berkunjung ke rumahnya. Karena Reza sudah pulang dan ia ingin menyelamati adiknya.


Aku tau, kalau dia tidak benar-benar tulus.

__ADS_1


Saat menyapa Reza, Romi pura-pura memperkenalkanku. Dan sepertinya, Reza juga berfikir kalau keluarganya tidak tahu hubungan kita.


Ketika melihat Reza, aku tidak begitu merindukannya. Tetapi, semua kenangan yang kita lalui bersama muncul dibenakku.


Tapi aku masih tidak terima, kabar pernikahannya. Jadi aku berusaha menghentikannya.


Aku sangat terkejut, ketika aku tahu calon istrinya adalah Cem.


Cem adalah gadis yang baik. Meski susah didekati, tapi ia sangat mudah dicintai begitu mengenalnya.


Gadis yang katanya, sangat dibenci Reza. Ketika masih berpacaran dengan Reza, aku sering mendengar namanya disebut Mamanya Reza.


Setelah kita mengunjungi Keluarga Rahadi hari itu,


"Apa kamu sudah bernostalgia dengan kekasihmu?" tanya Romi datar.


"Ia, tak menginginkanku lagi. Dia menyuruhku bahagia bersamamu."


Romi terlihat muram hari itu. Dia sangat bersedih. Entah kenapa, aku merasa iba padanya.


Tahu rasanya, ketika kamu mencintai seaeorang sangat banyak, tapi orang itu tak membalas cintamu sebanyak yang kamu punya.


Bahkan di hari pernikahan, aku masih berusaha membuat Reza meninggalkan Cem.


Alsannya, bukan karena aku benar-benar berharap Reza kembali padaku. Tapi agar Romi bisa bersama Cem. Itu yang dikatakan Romi, setelah melepaskanku. Ia akan kembali pada Cempaka.


Gila memang, tapi tinggal bersama Romi selama hampir 3 tahun membuatku tahu.


Bahwa ia melakukan semuanya dengan memikirkan keuntungan apa yang akan ia peroleh demi perusahaan keluarganya.


Bahwa ia akan kembali pada Cem, suatu hari nanti.


Meskipun sekarang aku sudah tak ingin lepas, tapi dia sudah lama berjanji akan melepaskanku.


Di malam pernikahan Cem dan Reza, aku melihat Romi menangis. Entah kenapa, aku juga menagis melihatnya. Apa begitu besar cintanya pada Cempaka?


Setelah Reza dan Cem kembali dari bulan madu, mengetahui mereka sudah melakukan ritual malam pertama, melihat Reza yang memainkan jari Cem, menyulut amarah Romi.


Begitu sampai di rumah, dia membanting semua foto-foto yang ada diruangannya dan kemudian menangisi semua fotonya.


Aku merasa sangat sedih untuk Romi. Aku kemudian memeluk Romi dan ikut menangis bersamanya.


"Aku, akan merebut Reza dari sisi Cempaka, sehingga kamu bisa bersamanya," itu adalah kata-kata yang ku ucapkan pada Romi.


end of flashback.


Hari itu, Anita bertekad meminta bantuan Pak Didi, agar dia bisa terlepas dari Romi. Begitulah rencana mereka. Tapi ada hal yang tak terduga. Ternyata yang datang adalah Cempaka.

__ADS_1


*bersambung......


__ADS_2