Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku

Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku
Sisi Gelap


__ADS_3

Anita tanpa sadar telah melemparkan dirinya ke dalam penjara yang tidak terlihat.


Setelah mengantarkan Anita melihat kamarnya. Gun kembali ke ruang kerja Romi.


"Sepertinya Nona, tidak terlihat memikirkan atau menyetujuinya. Tuan".


"Mau tak mau dia harus menandatanganinya. Dan jangan sampai Pak Didi mengetahuinya. Dia bisa menghancurkan semua rencanaku."


"Baik, Tuan. Kalau begitu say..." belum selesei bicara. Tiba-tiba pintu ruang kerja terbuka dengan keras.


"Tidak. Aku tak akan menandatangani ini. Kamu pikir aku bodoh? Kenapa aku harus menyetujui perjanjian bodoh ini?" sambil marah-marah dan melemparkan surat perjanjian ke meja Romi.


"plak" tiba-tiba tamparan mendarat di pipi kiri Anita.


"Apa ya......."


"plak" mendarat lagi di pipi kanannya.


"Gun, hentikan," perintah Romi. Gun mundur tiga langkah dari Anita.


Romi bangun berdiri dan mendekati Anita. Anita hanya berdiri mematung dan takut, seluruh tubuhnya gemetaran. Darah terlihat di sudut bibirnya dan pipinya memerah bengkak.


"Gun, kenapa kau menamparnya?" tangannya naik ingin menyentuh pipi Anita. Reflek, Anita mundur selangkah.


Romi hanya tersenyum "Gun, dia ini istriku. Kenapa menamparnya, bagaimana jika ada yang melihat pipi merahnya besok?"


"Maafkan saya Tuan, lain kali saya akan membuatnya menerima hukuman di tempat yang tak terlihat."


Kaget mendengar hal itu. Anita hanya bisa melotot dan ketakutan. Seumur hidupnya, ini adalah pertama kali seseorang menamparnya. Dia langsung merasa pusing, merasakan denyut jantung di kepala dan kupingnya.


Romi kembali duduk di kursinya


Dan menatap lurus ke arah Anita.


"Nona, jangan pernah meninggikan nada bicara anda di depan Tuan. Dan jangan pernah membuka pintu manapun tanpa izin Tuan jika Tuan berada di dalamnya." Jelas Gun pada Anita.


Anita, hanya diam mematung, tapi air matanya sudah mengalir. Ia menangis tanpa suara.


"Apakah ini wujud asli Romi?" batinnya.


"Apa yang membuat istri tercintaku begitu marah?" ucap Romi dengan nada yang mengejek.


"Jika memang kamu mengetahui niatku menikahimu. Kenapa kamu menikahiku?"


"Kenapa tidak? jika aku mendapatkan banyak keuntungan darimu.


Kamu yang sudah menawarkan hidupmu untukku, hanya demi mendapatkan perhatian Reza. Aku hanya menerima tawaranmu" jawab Romi.


"Baiklah. Aku minta maaf. Tapi...Aku..aku tidak mau menandatangani kertas itu," pinta Anita melembutkan suaranya.


"hahahhaha," dia tertawa seperti penjahat yang ada di film-film horor.


"Kamu tahu? Aku sudah memberimu banyak waktu untuk minta maaf dan menghindari pernikahan ini. Dua bulan sebelum pernikahan. Sial, bahkan aku menunggumu berlari keluar ketika aku mengucapkan sumpah pernikahan." Ucap Romi yang semakin kesal.

__ADS_1


Anita yang bergetar dan takut kemudian berlutut " Aku benar-benar minta maaf. Aku..."


dia berhenti bicara ketika melihat Romi yang bangun dari tempat duduk dan berjalan ke arahnya.


Romi kemudian membungkuk dan mencengkram kedua lengan Anita dengan lumayan keras. Dia membuat Anita berdiri.


Sementara Anita meringis kesakitan dan berdiri.


"Dengarkan, kamu sudah menjadi istriku. Jadi nikmati waktumu. Aku akan melepaskanmu di saat aku ingin melepaskanmu.


Kamu tahu, bisnis antara keluarga kita akan membuahkan keuntungan yang sangat besar"


Romi menyentuh dagu Anita mangangkat wajahnya yang menunduk " Kamu memang cantik, wanita pertama Reza juga cantik. Anak itu memang pandai memilih wanita"


Mendengar hal itu, Anita langsung ketakutan ngeri.


"hahahahahaha... tapi tidak usah khawatir. Aku tidak akan menyentuh wanita yang disukai Reza" melepaskan dagu Anita dan sedikit mendorongnya.


"Berikan dia kompres untuk wajahnya, supaya pelayan lain tidak melihat memar di wajahnya."


"Baik Tuan, akan saya siapkan," jawab Gun.


"pergilah ke kamar, karena malam ini belum ada pelayan. Kamu boleh tidur di kamar manapun kamu mau," perintahnya pada Anita.


Tapi dia sangat ketakutan dan tak tahu apa yang akan dia lakukan sekarang. Kakinya seperti tak mau bergerak.


Melihat Anita yang belum juga bergerak,


"Antarkan dia keluar ruangan," kata Romi gusar.


"Suruh pelayan-pelayan itu datang subuh besok."


"Baik Tuan. Dan Tuan, Pelayan kiriman Pak Didi juga ada di antara mereka." Melaporkan pada Romi.


"Apa dia masuk sembunyi-sembunyi?"


"Tidak Tuan, wanita itu langsung memperkenalkan dirinya sebagai orang kiriman Pak Didi."


"Hah, dasar laki-laki licik. Sekarang dia sudah mulai terang-terangan memataiku."


"Dilihat dari situasi Tuan yang meminta pisah rumah dan menikahi Nona Anita, bukankah itu sudah terduga, Tuan"


Romi dan Gun sama-sama dididik oleh Pak Didi. Jadi mereka sangat tahu karakter Pak Didi.


Tuan Wisnu dinilai terlalu lembut untuk mendidik Romi sebagai penerus. Meskipun tak tega, akhirnya Tuan Wisnu membiarkan Pak Didi yang mendidik Romi.


"Baiklah, kamu boleh pergi. Aku akan disini sebentar lagi."


Kemudian Gun pergi meninggalkan Romi dan kembali ke kamarnya.


Romi membuka laptopnya, dan melihat gambar-gambar yang dia ambil ketika pergi bersama Cem.


Semua waktu yang dia habiskan bersama Cem.

__ADS_1


Saat itu ia dan Cem terlihat sangat bahagia.


Akankah aku bisa kembali pada Cem? dan akankah ia datang padaku


jika aku melepaskan semua ini?


Alasan Romi, sederhana. Karena marah ia dijadikan sebagai alat oleh Anita. Seolah memandang rendah harga dirinya. Dan itu semua karena hanya ingin mendapatkan Reza kembali.


Tapi setidaknya, akan ada keuntungan bisnis dari transaksi ini, fikirnya.


Tak selang beberapa bulan. Romi menikah dengan Windi. Windi sedang mengandung.


Selain Tuan Wisnu, Pak Didi dan Gun, tidak ada yang mengetahui pernikahan itu.


Romi yang tiba-tiba dipanggil ayahnya menebak-nebak apa yang akan di bahas.


"Apa yang sudah kamu lakukan?" Tanya Tuan Wisnu pada Romi, melemparkan beberapa foto pernikahan Romi dan Windi di hadapan Romi.


"Apa kamu ingin membuat mamamu menggila? meskipun tidak suka dengan Anita bukan berarti dia tidak akan membelanya."


"Ayah, aku tidak berkhianat pada Anita. Anita tahu aku menikahi Windi," jawabnya datar.


"lantas untuk alasan apa kamu menikahi Anita? Kamu tahu Mamamu sangat membenci laki-laki yang tidak bisa menghargai dan menghormati perempuan."


Tuan Wisnu, apapun yang dilakukannya, hampir semuanya berpatokan pada istrinya.


Pak Didi kali ini kecolongan, atas pernikahan Tuan Romi dan Windi.


Yang mereka tahu, Windi adalah sahabatnya sejak mereka masih kecil. Karena itu pak Didi tidak menduga kalau mereka akan menikah.


"Apa tidak cukup, kamu menghancurkan kehidupan seorang gadis dengan menghasutnya dan membuat adikmu bersalah atas itu semua?"


Romi hanya tersenyum mengingatnya.


"Setidaknya dia akan sibuk dan tak terlalu santai," jawab Romi.


Dulu, ketika Reza dan Dini berpacaran, Romi adalah orang yang merendahkan dan menghina Dini sehingga gadis itu hilang kepercayaan dirinya. Romi bahkan menghasut teman lainnya agar mengajak Dini ke dalam lingkar sosial buruk mereka.


Romi, laki-laki ini akan melakukan apapun demi kepuasan hatinya. Tapi ia tak pernah melakukan kesalahan dalam rencananya.


Tapi tak banyak orang yang mengetahui kenyataan ini.


Ia tidak membenci Reza, hanya tak suka melihat Reza lebih banyak bersenang-senang.


Karena itu ia membuat wanita polos itu menggila.


Tuan Wisnu tak tahu apa yang harus dilakukan terhadap Romi. Tapi dia juga tak ingin istrinya khawatir.


Romi bahkan pernah di bawa ke psikiatris diam-diam.


"Kamu boleh pergi, jangan sampai Mamamu mengetahuinya." Perintah Tuan Wisnu.


Ia merasa tak memiliki hak untuk marah pada Romi, karena ia tahu tak banyak yang ia lakukan untuk putra sulungnya itu.

__ADS_1


Dan Romi pun pergi meninggalkan Papanya yang sedih dan bingung.


*bersambung......


__ADS_2