Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku

Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku
Sibuk


__ADS_3

"ya sudah, kalian istirahat."


papa dan Mama turun ke lantai bawah.


"ya ma, pa." jawab Cem.


Setelah itu, Cem dan Reza membersihkan diri dan berganti pakaian.


Reza yang lebih dulu selesei menunggu Cem di atas kasur.


Cem naik ke atas kasus dan langsung memeluk Reza.


Tak lama kemudian, mereka tenggelam dalam dunia mimpi masing-masing


Niat untuk membuka dan membagi oleh-oleh yang dibeli akhirnya sirna karena kelelahan.


Sampai waktu makan malam tiba, mereka masih belum terbangun. Sisa kelelahan setelah perjalanan jauh, membuat mereka enggan untuk bangun.


Mereka sudah tidur selama 5 jam. Sekitar pukul 11 Malam Reza terbangun karena lapar.


"Cem...Cem..." mengelus pipi istrinya supaya bangun.


"eemmm?? jam berapa sekarang? Udah malam?" dengan suara kantuknya.


"sekarang udah jam 11. Kamu gak lapar?" Cem lalu bangun mengucek matanya. Melihat istrinya yang imut, dia langsung mencubit pipinya dengan kencang.


"aaaawww...sakiiit" sambil memukul tangan suaminya. Dilihat hasil cubitannya, yang membuat pipi Cem memerah Reza langsung meminta maaf.


"Sayang? Cem, maaf yah??"


"Gak usah, mau makan apa? biar aku masakin," tanyanya judes.


"bilang dulu maafin aku," rayu Reza.


"ya udah kalau gak mau jawab, bukan aku yang rugi nggak makan." Cem lalu bangun dan berjalan menuju dapur.


Sebenarnya Cem tidak benar-benar marah, tapi sedikit kesal karena cubitan Reza tadi benar-benar sakit.


Reza pun ikut bangun, mengikuti Cem dari belakang.


Setibanya di dapur. Cem langsung memeriksa tempat biasa menyimpan makanan.


"Kayaknya aku gak perlu masak, bibi udah nyisain makanan buat kita. Tinggal aku panasin."


Setelah menyelesaikan makan malam, Cem kembali ke kamar dan membuka koper yang berisikan barang dan oleh-oleh yang dia beli di luar negeri. Dia memilah-milah berdasarkan tujuan oleh-oleh yang akan dibagikan.


Reza pun ikut membantu. "Sayang, kenapa masih pakai baju tidur itu, kalau ada yang ini?"


menunjukkan salah satu baju tidur yang agak terbuka pada Cem. Dia sendiri tidak tahu kenapa ia membelinya.


Cem merebutnya kembali dan menyembunyikannya.


"Baju tidurku masih bagus, dan ini baru beberapa bulan yang lalu." Baju tidur bermotif permen-permen lengan panjang dan berkain kaos.


Setelah berbenah, akhirnya mereka merebahkan tubuh masing-masing di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Cem, besok baju tidurnya pakenya yang baru kamu beli aja." mendekati tubuh istrinya.


Merasa malu, Cem kemudian berbalik menghadap kiri memunggungi Reza.


Reza langsung melingkarkan tangan kanannya ke tubuh Cem.


"Sayang, kita kan baru selesei makan, kamu gak mau olahraga?" bisik Reza pada Cem dan meletakkan dagunya dekat leher sensitif Cem.


"iihh..olahraga apaan sih, jam segini?Olahraga mesum yang ada." Menjawab suaminya.


Reza yang sudah memasukkan tangannya kedalam baju istrinya, dan menyentuh kulit perut Cem. Dan bibir Reza yang sejak tadi dileher Cem mebuat kegiatan itu terlaksanakan.


Dan akhirnya terjadilah kegiatan olahraga tengah malam yang dilakukan pasangan yang tengah dimabuk asmara tersebut.


Keesokan paginya, Cem yang biasanya bangun pagi pukul 5 pagi. Belum menunjukkan batang hidungnya karena masih tertidur pulas dalam pelukan suaminya.


Pukul 7 pagi, semua orang yang sejak tadi memasak tengah menyiapkan sarapan keluarga Rahadi.


Dan Cem baru saja terbangun.


"Astagaaa, sekarang sudah jam 7?" teriaknya bangun dari tempat tidur tiba-tiba dan terjatuh tak sadar jika kakinya masih lemas dan tak menggunakan pakaian akibat olahraga mesum dengan suaminya.


Reza sontak kaget mendengar suara jatuh istrinya.


"Sayang, kamu gak apa-apa?" tanyanya khawatir dan turun dari ranjang.


"Sttoooppp!" teriak Cem, ia tak mau melihat Reza dalam keadaan saat lahir, begitu juga ia tak mau Reza melihatnya tak mengenakan pakaiannya.


Tapi ketika Reza bangun, ia sudah mengenakan celana pendek miliknya. "Kamu kapan pake celananya?" tanya Cem.


"iiihhh, kenapa aku malah bahas yang tidak penting sih."


Cem langsung berlari ke kamar mandi dengan cepat. Reza hanya geleng-geleng tersenyum melihat tingkah Cem.


Heran kenapa dia berusaha keras menutupinya, padahal mereka sudah melihat tubuh satu sama lain.


Setelah Cem tiba di dapur, semua mata mengarah pada Cem. Karena ternyata Reza juga mengekor di belakangnya.


Cem yang langsung membantu kegiatan dapur, sementara Reza hanya menonton kegiatan itu.


"Mas kamu kenapa sih gak nunggu di kamar, atau lakuin sesuatu yang lain?"


"Kan besok kamu bakalan sibuk, aku juga akan mulai kerja dan hari ini, aku akan puas-puasin ngelihatin kamu." Kata Reza dengan imut dan tak tahu malu.


Merinding semua bulu kuduk pelayan yang mendengar ucapan Reza. Mereka hanya bisa geleng-geleng.


Setelah sarapan. Reza mengambilkan oleh-oleh dan membagikannya pada penghuni rumah. Sebentar lagi, mereka akan langsung ke panti. Karena kebetulan hari Minggu, hari libur semuanya pasti sedang asyik rekreasi di halaman panti.


Semuanya terlihat sangat bahagia. Reza yang terlihat bercanda dan bersenda gurau bersama anak-anak mengingatkan kenangan masa kecilnya ketika pertama kali bertemu Reza.


Cem kecil yang awalnya jual mahal, tak ingin bicara dengan Reza. Tapi Reza berhasil mengajak Cem berinteraksi.


Setelah kembali dari panti sekitar pukul 9 malam. Mereka langsung istirahat. Mama dan Papa juga sudah tidur.


Karena akan berangkat pukul 4 pagi.

__ADS_1


Begitu juga dengan Cempaka.


Hari ini Reza memeluk istrinya dengan erat. Karena mereka tidak akan bertemu 4 hari kedepan karena Cem akan bergabung bersama ayahnya yang sedang kampanye.


"aahhh... Padahal aku dan Cem baru saja memulai hubungan kita,"


keluh Resa dalam hati.


Ketika waktu perpisahan tiba, ia bahkan tak mau melepaskan pelukannya.


"Sayang? Cem? Papa kan ada Pak Didi yang urusin. Mama juga ada Silvi yang menemani" keluh Reza sambil memeluk istrinya dan bernafas dalam menarik aroma dari rambut dan leher istrinya.


"Mas, aku kan bakalan bantuin Papa. Jadi sekarang aku masih proses belajar managemen sama Pak Didi."


Masih memeluk erat istrinya.


"Sudah Reza, kita paling cuma pergi 4 hari, setelah itu istirahat lagi balik ke sini." Ujar mamanya yang sudah tak tahan melihat sikap anaknya yang terlalu bergantung pada istrinya.


Akhirnya, dengan terpaksa Reza pun melepaskan kepergian Cem. Karena dia juga akan mulai bekerja hari ini.


Baru 3 hari terpisah, Reza sangat kesepian dan rindu pada Cem.


Setiap hari selalu menelepon atau video call dengan Cem, mereka hanya bisa bicara 30 menit, karena Cem kelelahan, belajar hal-hal baru.


Banyaknya pembenci, pendukung, penghujat dari segala penjuru pesaing politik dan bagaimana cara Cem mengatasinya.


Hari ke empat di salah satu bangunan tempat tim sukses Tuan Wisnu menjadikan Camp nya.


"Mbak Cem, bisa tolong serahkan ini pada Pak Didi? dan katanya harus Mbak yang mengantarkannya," salah satu anggota menyerahkan amplop cokelat, yang di depannya tertulis EXECUTIVE ONLY yang menandakan bahwa berkas ini hanya pihak atas atau eksekutif yang bisa melihatnya.


Semakin penasaran Cem dibuatnya. Dan Kenapa harus dia yang mengantarkannya?


Begitu sampai di depan ruangan Pak Didi, Cem mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk.


Pak Didi yang duduk di kursi di balik meja berjalan ke depan mejanya, melepas kacamatanya dan bersandar dimejanya.


"Apakah Nona sudah melihat isi amplop tersebut?" tanya Pak Didi.


"apa saya boleh melihatnya?" tanya Cem ragu.


"iya Nona, silahkan."


Begitu ia membukanya, sampai bergetar tangan Cem melihat apa isi amplop tersebut. Terbelalak tak percaya.


Berkali-kali ia membolak-balik kertas itu, dan memastikan bahwa apa yang dilihat dan bacanya adalah benar.


Pak Didi yang mengerti lanjut menjelaskan, "Saya bisa memastikan 100% apa yang Nona lihat merupakan benar adanya."


"Apa maksudnya memperlihatkan saya semua ini?" tanya Cem gemetar.


"Solusi, yang saya minta adalah solusi. Apa yang akan Nona lakukan untuk informasi itu? karena jika sampai terbeber, semua akan terkena dampaknya Tuan Besar, perusahaan bahkan keluarga Rahadi," tutur laki-laki itu datar.


Lagi-lagi dia membaca file di tangannya, yang merupakan foto copy akta nikah Romi dengan seorang wanita bernama Windi beserta akta nikah bersama Anita.


*bersambung......

__ADS_1


__ADS_2