Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku

Kubenci Kau Dengan Segenap Hatiku
Ketetapan Hati Cempaka


__ADS_3

Pak Didi, laki-laki yang berusia 47 tahun itu duduk menatap Cem. Laki-laki yang hampir 40 tahun lamanya bersama Tuan Wisnu dan menjadi tangan kanannya.


"Jadi, apa yang akan Nona Cem lakukan?" tanya Pak Didi pada Cem.


"Aku masih belum mempercayainya. Kalau aku tidak menanyakannya langsung pada Kak Romi"


Cem yang berfikir keras. Apa yang dilakukan Romi? Kenapa dia menikah lagi? Bagaimana huhungannya dengan Anita? Apa Kak Romi akan setega ini? Apa Mama sudah tahu, tapi jika Mama sudah mengetahuinya bukankah Mama akan sangat sedih?


Melihat Cem yang kebingungan, akhirnya Pak Didi bicara lagi.


"Tidak ada yang tahu akan hal ini, hanya beberapa orang. Tapi Nona tau sendiri kan. Manusia itu tak dapat dipercaya. Mereka akan melakukan sesuatu yang menguntungkan bagi diri mereka sendiri."


"aaa..aaku.." Cem masih bingung.


"Bukankah Nona juga pernah merasakannya?


Untuk orang-orang seperti kita, merasakan ketulusan keluarga Rahadi adalah sebuah berkah bukan? Karena itu nona memilih mendampingi Tuan dan Nyonya bukan?" Pak Didi memperhatikan wajah Cempaka yang sedang berfikir keras.


"Nona, ini adalah masalah pertama yang akan saya berikan. Berkali-kali Nona selalu bilang ingin belajar seperti saya dan mendampingi Tuan. Dan saya berharap Nona bisa menjamin bahwa hal ini akan tetap terjaga kerahasiaannya."


Pak Didi kemudian memberikan kartu ATM tanpa limit di hadapan Cem.


"Anda bisa menggunakannya tanpa batas. Nona hanya harus menulis rincian penggunaannya".


"Tunggu dulu Pak Didi, aku masih memikirkannya," ucap Cem yang masih bingung.


"Nona, apa yang Nona rasakan ketika pertama kali melihat isi map tersebut?"


"Tentu saja Aku kaget, tapi kemudian sedih dan sekarang aku masih belum percaya. Kak Romi tidak mungkin mengkhianati istrinya dan jika sampai Mama tahu. Mama akan sangat sedih."


"Jadi, yang perlu Nona lakukan sekarang adalah menjamin hal ini agar jangan sampai diketahui orang lain. Dan Nona, harusnya Nona tidak merasa sedih, karena perasaan Nona hanya akan membuat pekerjaan Nona berantakan."


"Ini sudah 2 tahun lebih. Pasti sudah banyak yang mengetahuinya. Jika tidak, bukankah Pak Didi sudah melakukan solusi untuk menutupinya?"


"ya, saya sudah melakukannya. Tapi pernikahan Nona dan Tuan Reza mendorong beberapa orang untuk berbuat nekat dan merusak apa yang sudah saya lakukan," ucap Pak Didi datar.


"siapa? kenapa? pernikahanku dengan Mas Reza?"


Dan satu-satunya orang yang muncul di kepala Cem hanyalah Anita.


"Anita?" ucapnya pelan.


"Menurut Nona, kenapa Nona Anita masih di sisi Tuan Romi jika ia masih begitu mencintai Tuan Reza? Siapa yang dicintai Nona Anita?" Semakin bingung Cem dibuatnya.


Sebelumnya, Cem fikir Anita benar-benar menyukai Romi. Karena dia yang melamar Romi begitu juga Romi karena menerimanya.


Jika memang Romi tak menyukai Anita, kenapa menerimanya?


"Nona, sebenarnya saya sangat kecewa dengan Nona saat ini. Saya fikir kita berdua adalah orang yang serupa. Tapi ternyata tidak," tambah Pak Didi.

__ADS_1


"Apa maksud Pak Didi?"


"Apakah Nona benar-benar polos, selalu mempercayai semua orang?"


Marah. "Lantas, apakah Pak Didi, selalu meragukan Papa dan ketulusannya?"


Tersenyum "Tentu saja tidak Nona, Nyonya dan Tuan berbeda, saya selalu berada di samping mereka. Selain waktu tidur, saya melihat Tuan hampir 40 tahun setiap hari, dan Nyonya selama hampir 29 tahun.


Berbeda dengan Tuan Romi dan Tuan Reza."


Cem mengerti, Cem tak pernah benar-benar berada di sekitar Romi hampir 24 jam dan mengenal dekat 2 tahun dan sekedar bicara 3 tahunan. Tapi dia begitu mempercayainya. Bahkan, ia tak tahu apa yang Romi lakukan ketika diluar.


"Nona, kadang meragukan seseorang adalah cara kita untuk bertahan hidup dan tak melukai perasaan kita sendiri," ucap pak Didi lagi.


"Aku akan mencari solusinya, berikan aku kesempatan memikirkannya dan menata perasaanku," ucap Cem getir.


Cem merasa sangat sedih. Benarkah ia tidak boleh mempercayai seseorang sepenuhnya?


Diingat, semua orang yang pernah meninggalkannya sendirian. Bertahun-tahun, akhirnya ia menemukan tempat di mana ia bisa percaya dan tenang bahwa ia tak akan ditinggalkan lagi.


"Baiklah Nona, nona bisa memikirkannya. Untuk 2 minggu ke depan Nona bisa menyelesaikan masalah itu. Dan tak perlu menemani Tuan Besar berkeliling. Saya akan menunggu solusi dari nona." Berjalan menuju pintu dan membukakannya untuk Cem, mempersilahkannya untuk keluar.


Empat hari yang berat sudah dilalui Cem, apalagi hari terakhirnya, terasa seperti hari yang sangat panjang dan melelahkan.


Di dalam mobil, Cem hanya diam. Tuan Wisnu yang mengetahui penyebabnya hanya diam dan merasa iba pada Cem.


Sebenarnya, ia tak tega. Ia ingin agar Cem hanya menikmati waktunya sebagai menantu dan hidup bahagia bersama Reza.


Nyonya besar sudah tidur lelap di bahu suaminya.


Sementara itu, di rumah. Reza yang sudah tak sabar menunggu kepulangan istrinya.


Reza tersenyum lebar, ketika melihat istrinya turun dari mobil. Tapi hanya di balas senyum lelah dari istrinya.


"Cem.." langsung memeluk istrinya, Cem membalas pelukannya dengan erat dan mencengkram baju bagian belakang Reza.


Reza langsung merangkul istrinya naik dan ke kamar.


"Kamu mau mandi dulu? biar mas siapkan airnya."


Cem hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


Setelah selesei menyiapkan air untuk Cem "Sayang, sudah siap," berjalan keluar kamar mandi.


"makasih mas," mengecup pipi suaminya dan berjalan ke kamar mandi.


Sambil menunggu istrinya, Reza ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan dan buah untuk Cem.


Setelah ia kembali, Cem sudah selesei berganti pakaian di ruang ganti dan sedang termenung. Suara Reza menyadarkannya.

__ADS_1


"Cem, ini aku bawakan buah sama cemilan. Aku letakkan di dekat tempat tidur yah?"


Reza berjalan, ke arah tempat tidur. Dan tiba-tiba Cem memeluknya dari belakang. Melingkarkan tangannya ke pinggang Reza.


Mereka berdua terdiam beberapa saat.


"Kenapa?" tanya Reza dengan nada lembut.


"Tunggu, tunggu sebentar. Biarin aku nikmatin ini dulu," meletakkan kupingnya di punggung Reza, ia bisa mendengar detak jantung, merasakan pergerakan nafasnya dan merasakan kehangatan punggung Reza.


"Apa aku juga harus meragukan Mas Reza?


Bagaimana aku bisa meragukannya. Dia adalah laki-laki pertama yang menggendongku, yang memberikanku kehangatan dan terlebih lagi adalah laki-laki pertama yang aku cintai," agak lama ia berdiri memeluk Reza.


"Cem??"


"emmm??"


"kamu benar gak apa-apa?"


Reza kemudian melepaskan pelukan Cem berbalik dan menatap wajah Cem.


Begitu melihat wajah Reza yang sangat khawatir, Cem langsung menangis tersedu di dada suaminya


"Mas, aku bisa kan percaya sepenuhnya sama kamu? kamu gak akan pernah ninggalin aku kan? " menangis tersedu di dada Reza sambil meremas baju Reza.


Reza sedikit terkejut, tapi menjawab istrinya "Kamu, bisa percaya sama Mas sepenuhnya. Mas gak akan pernah ninggalin kamu."


Memeluk dan mendekap istrinya dengan erat. Agak lama menangis, setelah Cem mulai tenang dia mengajak Cem duduk di atas tempat tidur saling berhadapan.


"sudah tenang kan?"


"enggg" mengangguk sambil mengusap air matanya.


"kamu di suruh apa aja sama Pak Didi makanya sampe kayak gini?"


Mendengar pertanyaan Reza Cem hanya tertawa. Bagaimana bisa suaminya tau kalau sumbernya adalah pak Didi.


Fikir Reza, mungkin Pak Didi memarahinya karena sesuatu atau mengatakan sesuatu.


Memang bagi Reza yang tak pernah dimarahi seperti Romi pun, menganggap Pak Didi adalah orang yang tegas. Meskipun mendidik Romi tak jarang juga selalu menasehati Reza.


Mendengar pertanyaan Cem, pasti lagi-lagi mengatakan "Jangan mudah Percaya pada orang lain. Itu adalah cara bertahan dan melindungi diri. Seolah-olah semua orang di dunia ini adalah orang jahat," bathinnya.


Reza kemudian mengajak Cem untuk tidur. Merka berbaring saling memeluk dengan eratnya. Cem sangat senang mendengar detak jantung Reza.


"Aku akan percaya sepenuhnya dan juga melindunginya.


Aku akan percaya dan juga meragukannya. Aku hanya manusia normal, tentu saja aku akan bersedih, akan marah dan kesal. Mungkin aku terdengar serakah. Tapi aku akan melindungi keluarga ini dan juga membuat mereka tetap bahagia bersamaku". Cem sudah menetapkan hatinya, ia akan menjadi serakah dan melakukan semuanya untuk melindungi keluarga Rahadi.

__ADS_1


Tapi, apakah semua akan mudah untuknya?


*bersambung......


__ADS_2