Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 23 - Kepanikan Di Edo


__ADS_3

Di saat yang bersamaan, di luar Alam sadar Tsuki. Siang hari sudah tiba, dan Di kamar Tsuki masih ramai dengan orang - orang, namun Tsuki sudah berhenti bergetar seperti tadi malam.


"Ahhh, syukur anakku sudah berhenti bergetar." Ucap Shimizu dengan lega, sambil mengelus lembut kepala Tsuki.


Semua nya yang ada di dalam kamar Tsuki juga ikut lega, mereka merasa senang melihat Tsuki yang sudah baikan, walaupun Tsuki belum kunjung bangun dari tidurnya.


Tetapi sekarang sedang terjadi kepanikan di tengah - tengah Edo, karena Asahi menghilang dari rumahnya.


Saat pagi hari sebelumnya, di pagi itu para pembantu beraktivitas seperti biasanya, begitu juga dengan Tobi dan Zax, biasanya sebelum sarapan mereka setiap pagi selalu berlatih dulu di halaman.


'BUGH!'


'BUGH!'


'BUGH!'


Tobi dan Zax sedang latihan bertarung hanya dengan tangan kosong saja, agar fisik mereka selalu kuat di setiap saat.


"Ahhh, sebaiknya kau menyerah Tobi, atau aku akan menggunakan jurus rahasiaku." Ucap Zax dengan sombong.


"Sejak dulu kau selalu saja bilang begitu, Zax!" Ucap Tobi sambil menendang Zax dengan keras.


"DUGH! "


Namun tendang dari Tobi berhasil di tangkis oleh Zax. Zax pun dengan cepat langsung menyerang balik, ia meninju perut Tobi, tapi Tobi berhasil menghindar dan ia langsung mundur ke belakang. Setelah itu mereka langsung menundukkan kepala mereka, yang menandakan latihan telah selesai


"Hahaha, kau sudah semakin gesit ya, Zax." Ucap Tobi sambil memuji serangan Zax yang tadi.


"Ya kau juga Tobi, jika kau memakaikan kakimu dengan aura Ki milik mu, tangan kananku sudah pasti akan patah. Hahaha. " Balas Zax yang juga memuji tendangan Tobi, sambil memegangi tangannya yang sakit. Mereka pun masuk ke dalam karena sudah lapar.


Di sisi lain, Para koki di dapur masih sedang memasak untuk para penjaga dan Asahi sarapan. Bau masakan para Koki sangat enak.


Bau ini benar - benar enak sekali. " Ucap Zax yang mencium baru enak dari dapur.


"Yaa kau benar Zax, bau ini membuat perutku semakin lapar.. " Ucap Tobi sambil memegangi perutnya yang sudah lapar.


Mereka segera menuju ruang makan, di sana sudah banyak sekali penjaga yang duduk berkumpul di meja makan sambil menunggu makanan mereka mereka.


"Oi, oi, kalian semua kalau soal makanan cepat ya." Ucap Tobi dengan bercanda dari belakang.


Para penjaga terkejut melihat Tobi dan Zax yang ada di belakang mereka.


"TOBI-SAN, ZAX-SAN! " Teriak para penjaga sambil menundukkan kepala mereka,


"Hahaha, sudah - sudah angkat kepala kalian, Tobi tadi hanya bercanda saja kok. " Ucap Zax sambil menertawai para penjaga yang takut dengan Tobi. Mereka berdua pun segera duduk di tempat duduk mereka dan menunggu makanan mereka datang.


Tidak lama kemudian makan pun datang, para pelayanan perempuan mengantarkan makanan ke para penjaga dan menyidangkan nya di atas meja.

__ADS_1


"Akhirnya makanan datang juga" Ucap para penjaga dengan serempak, mereka pun langsung memakan makanan mereka. Begitu juga dengan Tobi dan Zax yang ikut memakan makanan mereka.


"Permisi, Tobi-san, aku akan memberikan sarapan ni ke Asahi-sama ya." Ucap Pelayan perempuan lembut sambil membawa sarapan Asahi.


"Ya, kunci kamar Asahi ada di sana. " Jawab Tobi sambil menunjuk ke arah kunci kamar Asahi.


Pelayanan perempuan itu segera mengambil kunci kamar Asahi, dan langsung jalan ke kamar Asahi. Sesampainya di depan pintu kamar Asahi, ia langsung mengetuk pintu Asahi


"Tok... Tok.. Tok... Asahi-sama, ini sarapan mu." Panggil Pelayanan perempuan itu dengan lembut. Namun tidak ada jawaban dari dalam, itu pun membuat Pelayanan perempuan itu menjadi bingung.


"Apa Asahi-sama masih tidur ya? " Gumam Pelayan perempuan itu yang mengira Asahi masih Tidur. " Tapi, biasanya Asahi-sama selalu bangun pagi, dan jika ada yang mengetuk pintu kamarnya ia pasti akan bangun dan langsung menjawab panggilan ku. " Lanjut nya sambil menempelkan kupingnya ke pintu kamar Asahi.


"Tok... Tok..Tok. Asahi-sama tolong jawab panggilan ku, atau aku akan membuka pintu ini dengan paksa. " Pelayan perempuan itu mengetuk sekali pintu kamar Asahi dengan keras, sambil memanggilnya lagi.


Pelayan Perempuan itu bisa saja membuka pintu kamar Asahi langsung, karena ia mempunyai kunci kamar Asahi yang di berikan oleh Tobi tadi. Namun itu tidak akan sopan, jika ia membuka pintu majikannya tanpa seijin dari nya.


Asah sama sekali tidak bisa membuka pintu dari dalam, yang dapat membuka pintu hanya dari orang luar yang sudah memegang kunci kamar Asahi. Namun jika tidak dapat Izin membuka pintu kamar nya, maka semua orang tidak ada yang boleh membukanya.


Namun masih tidak ada jawaban dari dalam, Pelayanan itu pun mulai panik dan bingung harus melakukan apa lagi.


"Apa ada yang salah, Kana? " Tanya kepala pelayan dari belakang nya.


Tiba - tiba, datang Ketua pelayan di belakang Pelayan perempuan itu.


"Aika-san! Da-dari tadi Asahi-sama sama sekali tidak menjawab panggilan ku. " Jawab pelayan perempuan.


"Tentu saja, bahkan aku sudah mengetok pintu nya berkali - kali. " Jawab Pelayanan perempuan itu yang panik."


"Tok... Tok... Tok..., Tuan muda, ini sarapan mu sudah ada loh. " Ucap Aika dengan lembut.


Namun tetap tidak ada jawaban dari Asahi, mereka berdua pun saling bertatapan satu sama lain, karena bingung dan panik.


Aika-san, apa kita buka paksa saja pintu kamar, Asahi sama?


"Kana! Cepat bawa Tobi dan Zax ke sini! " Teriak Aika sambil menyuruh Kana untuk cepat memanggil Tobi dan Zax.


"Iyaa! " Jawab Kana.


Kana pun dengan cepat langsung berlari lagi ke ruang makan. "Tobi-san! Zax-san" Teriak Kana dengan sangat keras.


"Uhk...Uhuk...Uhk. Ada apa?!" Tanya Tobi dan Zax yang tersedak makanan karena terkejut mendengar teriakan Kana di depan mereka.


"A-ada yang aneh dengan Asahi-sama! " Teriak Kana sambil menghampiri tempat duduk Tobi dan Zax.


"Ada yang aneh? Apa maksud mu?!" Tanya Tobi dan Zax yang bingung dengan perkataan Kana. Para penjaga yang sedang makan juga terkejut mendengar nya, dan langsung menatap ke arah Kana dengan tajam.


"Sudah ikut aja dengan ku!" Ucap Kana sambil menarik tangan Tobi dan Zax, mereka berdua pun hanya bisa pasrah dan mengikuti Kana.

__ADS_1


Sesampai di depan pintu kamar Asahi mereka bertiga langsung bertemu dengan Aika yang sedang mengetok - ngetok pintu kamar Asahi.


"Aikan-san, aku sudah membawa Tobi-san dan Zax-san ke sini. " Ucap Kana sambil menyerahkan Tobi dan Zax kepada Aika.


"Ohhh, kerja bagus Kana!" Ucap Aika sambil mengacungkan jempol nya ke Kana. Kana pun membalasnya dengan senyuman manisnya.


"Aika-san, apa ada yang salah? "Tanya Tobi dan penasaran dengan apa yang terjadi.


"Iya, memangnya ada yang salah dengan Tuan Muda? "Tanya Zax yang juga penasaran.


"Ini dari tadi, Tuan muda sama sekali tidak menjawab panggilan dari kami berdua, bahkan aku tidak mendengar suara apapun daru dalam kamarnya. " Ucap Aika yang menceritakan kejadian tadi.


Setelah mendengar nya, Tobi dan Zax pun langsung mengetok - ngetok kamar Asahi lagi, untuk memastikannya nya sekali lagi.


"Tok... Tok... Tok..., Tuan muda apa kau tidak apa - apa? "


Namun tetap tidak ada jawaban dari dalam, karena mereka merasa ada yang aneh, Tobi dan Zax pun menggunakan Shu mereka untuk merasakan aura Asahi di dalam.


"Ehhh!"


Mereka berdua terkejut karena tidak meraskan Aura dari Asahi, karena panik mereka berdua langsung mendobrak pintu kamar Asahi dengan keras, pintu kamar Asahi pun terpental ke ujung kamar.


"DUGH!!! "


"TUAN MUDA! " Teriak Zax dan Tobi dengan sangat keras yang baru masuk ke kamar Asahi.


Mereka semua pun terkejut melihat nya, karena Asahi tidak ada di dalam.


"Di-dimana Tuan mudah?!! Teriak Aika yang panik dan bingung. "


Tobi dan Zax langsung memeriksa lebih dalam di kamar Asahi, dan mereka pun terkejut menemukan sebuah terowongan bawah tanah yang lumayan dalam.


"Tuan muda telah kabur dari rumah ini... " Ucap Tobi dengan lemas. Ke empat orang itu pun menjadi lemas dan panik.


"Aku akan meminta para penjaga untuk mencari


Asahi-sama! " Teriak Kana sambil berlari kencang ke ruang makan kembali.


"Semuanya Asahi-sama telah menghilang!!" Teriak Kana dengan sangat keras.


Semua orang yang ada di sana pun langsung menengok ke arah Kana dengan tatapan yang tajam.


"A-apa benar Asahi-sama telah menghilang?" Tanya seorang penjaga.


"Iya! Sudah ayo kita cari Asahi-sama!" Teriak Kana sambil mengajak untuk mencari Asahi yang hilang.


Mereka dengan cepat langsung mencari Asahi di sekitar rumah, dan mencari - cari bukti di kamar Asahi.

__ADS_1


__ADS_2