
Para penjaga terkejut senang melihat Asahi datang di depan mereka, para pembantu meneteskan air mata mereka sambil tersenyum ke arah Asahi.
"Hei, kenapa kalian diam saja? Cepat jelaskan apa yang terjadi di sini?! " Ucap Asahi yang kesal melihat mereka hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaannya tadi.
Tiba - tiba, salah satu penjaga yang bertubuh besar bangun perlahan dari tempat tidurnya.
"Ka-kapten, tolong jangan bergerak dulu. " Ucap Kana sambil memegang lembut pundak penjaga yang bertubuh besar itu.
Tetapi, penjaga bertubuh besar itu menghiraukan perkataan Kana, dia malah turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Asahi.
Sesampainya di depan Asahi, dia langsung bersujud di depan Asahi.
"Asahi-sama! Syukurlah kau telah kembali! Tetapi, sebagai orang yang bertanggung jawab di sini, aku memohon maaf atas kelalaian ku ini! " Ucap orang bertubuh besar itu sambil terus menundukkan kepalanya.
Ternyata orang bertubuh besar itu adalah kapten yang bertanggung jawab di kediaman Shogun saat Tobi dan Zax pergi
Asahi pun langsung bingung mendengar perkataan penjaga itu.
"Apa maksudmu?" Tanya Asahi yang penasaran dengan perkataan orang bertubuh besar yang ada di depannya.
"Sebenarnya setelah Tobi-san dan Zax-san pergi, rumah ini di serang oleh para pemburu bayaran. Tetapi kami berhasil menahannya, walaupun banyak dari kami yang terluka parah. " Jawab Kapten yang merasa bersalah telah gagal menjalani tugas nya.
"Apa kau bilang?!"Ucap Asahi yang terkejut mendengar jawab dari kapten. " Tujuan mereka pasti mencari aku kan?" Lanjut Asahi sambil bertanya.
"I-iya, benar, Asahi-sama. " Jawab Kapten dengan muka yang sedih.
"Tapi kenapa mereka sampai melibatkan kalian semua?! Jika mereka menginginkan ku kenapa mereka tidak datang saja langsung kepadaku?!" Ucap Asahi yang sangat marah dengan orang - orang yang menyerang teman - temannya.
Asahi menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi di sini, dia sangat merasa bersalah melihat orang - orang di sekitar nya terluka karena diri nya.
"Asahi-sama, tolong jangan salahkan diri mu sendiri." Ucap Tobi sambil memegang tubuh Asahi dan memenangkannya.
"Tobi-san, Asahi biar aku saja yang menenangkannya. Lebih baik tolong segera rawat Zax-san. " Ucap Tsuki dengan tenang sambil menyuruh Tobi untuk mengobati Zax.
"Baiklah, Tsuki. " Jawab Tobi sambil melepaskan tangannya dari tubuh Asahi.
Tsuki melihat ada satu kasur kosong di dekat jendela, dia pun langsung berjalan ke sana.
"Tolong rawat Zax-san ya. " Ucap Tsuki sambil menidurkan Zax di atas kasur.
"Tobi-sama, kenapa Zax-san bisa tidak sadarkan diri? " Tanya Kapten sambil melihat ke arah Tobi dengan tatapan yang penasaran.
__ADS_1
"Sebenarnya tadi kami berempat di serang juga oleh para pembunuh bayaran itu, tetapi pembunuh bayaran yang menyerang kami berempat menyebut mereka sebagai Yakuza." Jawab Tobi dengan wajah yang kesal sambil menggenggam kedua tangannya.
"Aku dan Asahi akan keluar sebentar. " Ucap Tsuki sambil mengajak Asahi yang sedang emosi untuk keluar. " Oh iya, Tobi-san sebaiknya kau juga beristirahat. " Lanjut Tsuki sambil berjalan keluar dari ruangan itu bersama Asahi.
Saat sudah keluar dari ruangan itu, Tsuki langsung mengajak Asahi mencari udara segar di taman yang ada di rumah Asahi.
"Asahi coba kau tenangkan dirimu di sini. " Ucap Tsuki dengan santai sambil menepuk punggung Asahi.
Asahi langsung menarik nafasnya sambil melihat pemandangan indah di tamannya.
"AAARGHH! "
Tiba - Tiba, Asahi berteriak dengan sangat kencang dan mengeluarkan air matanya. Tsuki yang ada di dekatnya langsung memegang tubuh Asahi dengan erat dan berusaha untuk menenangkan nya.
"Asahi tenanglah! Ini semua bukan salahmu!" Teriak Tsuki di kuping Asahi sambil terus menenangkan Asahi.
"Ahhh, jika saja aku tidak kabur dari rumah pasti tidak akan ada yang terluka. " Gumam Asahi yang terus menyalahkan dirinya sendiri karena teman - temannya banyak yang terluka.
'BUGH! '
Tiba - Tiba, Tsuki memukul perut Asahi dengan sangat keras, sampai membuat Asahi sangat kesakitan dan langsung bertekuk lutut di depan Tsuki dan berhenti berteriak.
'AGHH! '
"Inilah yang terjadi jika kau tidak mendengarkan perkataan ku, Asahi. " Jawab Tsuki yang marah.
"Sekarang tenangkan lah pikiran mu itu, aku akan menemanimu sampai kau tenang. " Lanjut Tsuki sambil duduk do sebelah Asahi.
Asahi pun langsung menarik nafasnya sekali lagi, sambil terus menahan rasa sakit di perutnya akibat pukulan dari Tsuki.
Saat rasa sakit di perutnya sudah mulai menghilang, Asahi pun langsung duduk bersebelahan dengan Tsuki.
Tsuki pun langsung merangkul Asahi. " Mulai sekarang kita berdua harus melindungi orang - orang yang berharga bagi kita. " Ucap Tsuki dengan lembut sambil tersenyum ke arah Asahi.
"Iya, Tsuki! " Jawab Asahi dengan keras sambil menatap ke arah Tsuki.
******
...Kota Arawaka 1863...
Di dalam kota Arakawa masih saja sepi, dan hanya ada Shogun dan para pasukannya. Sudah satu minggu lebih mereka di sana. Anak kecil yang di temukan waktu itu sudah bisa berbaur dengan para pasukan dan Shogun, luka di anak kecil itu juga sudah sembuh dan dia bisa beraktivitas seperti biasa lagi.
__ADS_1
Tetapi, saat di tanyai mengenai Kota Arakawa anak kecil itu langsung menangis dan bahkan pingsan, karena itu Shogun dan para pasukan berhenti menanya lagi ke anak kecil itu.
"Arata-san, ayo main bersama. " Ucap anak kecil itu sambil menarik - narik tangan Arata.
"Iya, iya, sabar dulu dong." Ucap Arata dengan lembut sambil menggandeng tangan anak kecil itu.
"Gugkhh... Gugkhh... "
Tib - tiba, ada seekor anjing yang menghampiri Asahi dan anak kecil itu. Arata tersenyum melihat anjing itu berlarian di sekitar mereka berdua sambil menggoyangkan ekornya.
"Lisa, ayo ikut dengan kami. " Ucap anak laki - laki itu sambil mengelus kepala anjing itu.
"Souta, memangnya kita ingin kemana? " Tanya Arata yang penasaran dengan tempat main Souta.
"Sudah ikut saja dengan ku, pasti di sana nanti sangat seru loh. " Jawab Souta sambil tersenyum senang ke arah Arata.
Arata pun juga tersenyum melihat Souta yang sangat senang, mereka bertiga pun berjalan bersama.
"Hahaha, lihat Arata-san di sana, dia sangat ramah sekali ya terhadap anak kecil. "
"Hahahah, kau benar sekali. Sifat dia berubah drastis saat di depan anak kecil. "
"Padahal saat di depan kita, Arata-san keliatan sangat menyeramkan dan selalu tegas. "
"Kau benar, hahahahah. "
Para pasukan tertawa melihat sifat Arata yang berubah drastis saat di depan anak kecil, mereka tidak menyangka sifat Arata bisa menjadi lembut seperti itu.
Izumi dan Shogun tersenyum melihat sifat lembut Arata terhadap anak kecil itu. Tetapi, sebenarnya mereka semua saat ini masih sedang mencari para warga yang menghilang.
"Shogun-sama, kita sudah lebih dari seminggu di sini, tetapi kita masih tidak menemukan lagi orang di sini ataupun petunjuk." Ucap Izumi yang kesal karena tidak menemukan apapun di kota Arakawa.
'Iya, tapi aku rasa sepertinya kita akan menemukan petunjuk sedikit lagi." Jawab Shogun dengan yakin sambil tersenyum.
'DUARGH! '
Tiba - tiba ada tombak yang jatuh dari langit, tombak itu tertancap di tanah sampai menghancurkan tanah yang di sekitarnya.
"Dari mana datangnya tombak ini?! " Teriak Izumi yang terkejut melihat tombak itu.
Para pasukan juga terkejut melihat tombak yang tiba - tiba jatuh dari atas langit, mereka semua kebingungan.
__ADS_1
"Semua jangan ada mendekati tombak itu! " Teriak Shogun dengan sangat keras sambil menyuruh pasukannya untuk tidak mendekati tombak itu.