
Seketika ada badai angin yang datang dari belakang Beelzebub, angin badai itu langsung menghantam tubuh Tsuki. Dalam sekejap Tsuki langsung menghilang dari hadapan Beelzebub.
Pandangan Tsuki langsung menjadi gelap.
"Tsuki! Tsuki! Sadarlah! " Teriak Asahi sambil menggoyangkan tubuh Tsuki.
Tsuki seperti mengenal suara itu, ia pun perlahan membuka kedua matanya.
"Asahi... " Ucap Tsuki dengan suara yang lemas dan pelan
"Tsuki! Akhirnya kau sadar! Semuanya Tsuki sudah sadar! " Asahi yang sangat senang melihat Tsuki sudah sadar.
Ia pun langsung memegang tangan Tsuki dan membantunya untuk duduk.
"Apa?! Tsuki-sama sudah sadar! " Teriak semua orang yang terkejut sambil berlari ke arah pemandian itu.
"Asahi-sama, bagaimana keadaan, Tsuki? " Tanya Tobi sambil berjalan ke arah mereka berdua.
Para pasukan dan pembantu juga berjalan ke arah Asahi dan Tsuki, mereka juga penasaran dengan keadaan Tsuki.
"Sepertinya tubuh Tsuki sangat lemas, kita harus segera membawanya ke kamar! " Jawab Asahi sambil memegangi tubuh Tsuki.
"Tolong yang perempuan keluar dulu, Tsuki akan memakai pakaian dulu!" Lanjut Asahi sambil menyuruh para pembantu perempuan untuk keluar.
5 menit berlalu, Tobi pun keluar dari pemandian air panas itu sambil menggendong Tsuki di punggungnya, di ikuti dengan Asahi di belakangnya.
Mereka pun langsung membawa ke kamar Tsuki yang sudah di rapihkan oleh para pembantu.
Tobi pun langsung meletakkan Tsuki dengan perlahan di tempat tidurnya.
"Fiuuh... Ayo kita keluar Asahi-sama, kita biarkan Tsuki beristirahat. " Ucap Tobi sambil mengajak Asahi untuk keluar dari kamar Tsuki.
"Tidak, aku ingin menemani Tsuki. " Jawab Asahi sambil melihat ke arah Tsuki.
Tiba - tiba, Tobi langsung menggendongnya Asahi dan membawanya keluar.
"Eee...Turunkan aku!" Teriak Asahi yang terkejut Tobi tiba - tiba menggendong nya.
"Asahi-sama, tolong jangan berisik nanti kau malah mengganggu Tsuki. " Jawab Tobi sambil terus berjalan ke luar dari kamar Tsuki.
Saat sudah di luar kamar Tsuki, Tobi langsung menurunkan Asahi lagi, namun ia langsung menutupi pintu kamar Tsuki dengan badannya.
"Tcih, sial, apa maksudnya ini, Tobi-san? " Tanya Asahi yang kesal sambil menatap sinis ke arahnya.
"Asahi-sama, aku melakukan ini agar Tsuki bisa beristirahat dengan nyaman. Jika ada orang berada di sana nanti Tsuki merasa terganggu dan malah menghambat pemulihan nya. " Jawab Tobi dengan suara yang lembut dan tenang sambil menatap mata Asahi.
__ADS_1
Asahi pun langsung menangkan dirinya dan menjadi merasa bersalah terhadap Tobi, karena sudah berkata yang tidak sopan kepadanya.
"Ba-baik aku mengerti. Ma-maafkan aku, Tobi-san. " Jawab Asahi sambil meminta maaf dan menundukkan kepalanya.
"Hahaha...kalau kau sudah mengerti tidak apa, Asahi-sama. Mari kita pergi ke depan. " Ucap Tobi sambil tersenyum dan mengajak Asahi untuk pergi.
Setelah itu mereka berdua pun langsung pergi ke halaman, sambil meminum teh panas yang sudah di sediakan oleh para pembantu.
"Jadi Tobi-san, menurutmu bagaimana keadaan, Tsuki? " Tanya Asahi sambil menyeruput teh miliknya.
"Ya... Menurutku dia akan segera sehat lagi, namun aku masih kepikiran saat dia kejang - kejang di pemandian air panas tadi." Jawab Tobi sambil menggaruk kepalanya.
"iya sih, saat Tsuki kejang - kejang aku juga sangat terkejut bahkan aku langsung menjadi sangat panik. " Balas Asahi sambil mengingat kejadian tadi.
"Bukan... Bukan itu yang aku maksud, Asahi-sama." Ucap Tobi.
"Hah? Lalu apa yang kau maksud, Tobi? " Tanya Asahi yang kebingungan dengan perkataan dari Tobi.
"Saat Tsuki kejang - kejang, sebenarnya aku melihat sesuatu aura yang sangat kuat dan seram keluar dari tubuhnya. " Jawab Tobi sambil menjelaskan perkataannya yang tadi.
"Aura aneh apa yang kau maksud? Jika aura itu sangat kuat pasti aku juga merasakannya kan? " Tanya Asahi yang semakin kebingungan sambil menatap Tobi dengan serius.
"iya, seharusnya anda bisa merasakannya juga. Namun para pembantu seharusnya juga bisa merasakannya dan mereka bisa saja pingsan seketika. " Jawab Tobi dengan wajah yang serius.
"Tetapi, kenapa aku tidak merasakan apapun dan para pembantu juga tidak ada yang pingsan tadi? " Asahi bertanya lagi, karena dia masih kebingungan.
Tetapi Asahi malah tambah merasa kesal mendengar jawaban dari Tobi, ia masih merasa kesal karena tidak bisa merasakan ataupun melihat aura seram itu yang padahal keluar dari tubuh Tsuki.
"Sudahlah, aku akan menghampiri Tsuki saja dan melihat aura itu di tubuhnya! " Ucap Asahi yang sudah kesal sambil berlari ke arah kamar Tsuki.
"Asahi-sama, tunggu!! " Teriak Tobi sambil mengejar Asahi yang sudah berlari jauh di depannya.
Asahi pun sampai duluan di depan pintu kamar Tsuki, ia langsung menarik nafasnya dan langsung ingin mendobrak pintu kamar Tsuki.
'BUGH!'
"Asahi... Tobi-san... "
Namun tiba - tiba, Asahi mendengar suara sesuatu jatuh dan mendengar namanya di panggil dari dalam kamar Tsuki.
"Suara Tsuki! " Gumam Asahi sambil mendobrak pintu kamar Tsuki dengan sangat kencang.
'DUAGH!'
"Tsuki! Ada apa?! " Teriak Asahi yang terkejut melihat Tsuki sudah terjatuh di bawah dan sedang bersusah merangkak.
__ADS_1
Asahi pun langsung membantu Tsuki berdiri dan berusaha menidurkan nya di kasur lagi.
Tidak lama kemudian datang Tobi dari luar.
"Asahi-sama, ada apa aku mendengar suara teriakan mu tadi!" Ucap Tobi di depan pintu kamar Tsuki sambil melihat Asahi sedang membantu Tsuki untuk berdiri.
"Eh? Ada apa ini? " Tanya Tobi yang kebingungan sambil langsung membantu Asahi memegangi tubuh Tsuki yang masih sangat lemas.
"Aku juga tidak tau, Tobi... Tapi saat aku baru masuk Tsuki sudah terjatuh di lantai sambil ingin merangkak ke depan. Jawab Asahi.
Mereka berdua pun dengan mudah langsung menarik Tsuki di atas kasur lagi.
"Terimakasih... Kalian berdua... Kenapa badanku terasa sangat lemas ya... " Ucap Tsuki dengan suara yang pelan dan lemas, namun ia juga kebingungan karena badannya menjadi sangat lemas.
"Kami berdua juga tidak tau Tsuki ,tapi sejak kau pingsan di pemandian air panas badanmu menjadi sangat lemas. " Jawab Asahi dengan perlahan.
Tiba - tiba, muncul firasat buruk di dalam pikiran Tobi, ia pun langsung mengaktifkan Shu dan langsung melihat ke tubuh Tsuki.
Tobi pun menemukan sesuatu aura aneh di dalam tubuh Tsuki, ia langsung berusaha untuk lihat lebih jelas aura aneh itu. Namun, seketika aura aneh itu langsung menyebar ke seluruh tubuh Tsuki dan aura aneh itu mengeluarkan aura yang lebih besar lagi.
"Aura aneh apa ini? Kenapa rasanya sangat kuat dan menakutkan?! " Gumam Tobi yang sangat terkejut melihat aura yang sangat kuat di dalam tubuh Tsuki.
Secara tidak sadar tubuh Tobi bergetar dan tubuhnya juga mengeluarkan keringat yang banyak.
"Tobi!Tobi! ada apa?!" Tanya Asahi yang khawatir melihat Tobi yang seperti ketakutan.
"Aahh... A-aku tak apa..." Jawab Tobi sambil terus menatap ke arah Tsuki.
"Tak apa gimana? Kau seperti sedang ketakutan loh Tobi. " Balas Asahi sambil menatap Tobi.
"Beneran aku tak apa, Asahi-sama, mungkin karena aku sudah lelah saja. Ayo kita segera keluar dan membiarkan Tsuki beristirahat lagi. " Ucap Tobi sambil mengajak Asahi untuk keluar dari kamar Tsuki.
"Ehhh, tapi Tsuki apa kau tidak apa - apa jika aku tinggal? " Tanya Asahi yang masih khawatir juga dengan keadaan Tsuki.
"Ahh, iya aku tidak apa. Aku juga tiba - tiba sudah merasa baikan, mungkin besok aku bisa ikut latihan. " Jawab Tsuku sambil tersenyum senang.
"Ya tentu saja kau pasti sudah merasa baikan setelah menerima aura yang sangat kuat itu. " Gumam Tobi.
"Hahaha, kalau begitu syukurlah. Ayo Tobi kita keluar. " Jawab Asahi yang senang sambil tertawa dan berjalan ke luar dari kamar itu.
"Tsuki, kalau kau butuh sesuatu bilang ya, nanti kami akan langsung datang! " Ucap Asahi sambil tersenyum.
"Hahaha, iya, terimakasih ya. Selamat malam, Asahi, Tobi!" Jawab Tsuki sambil melihat ke Asahi.
"Selamat malam, tidurlah dengan nyenyak. " Balas Tobi dan Asahi.
__ADS_1
Setelah itu Tobi pun langsung menutup pintu kamar Tsuki dan langsung pergi dengan cepat dari sana.