
"Hei, sebentar sebelum kita pergi aku ingin melihat mayat tubuh anak Shogun itu.
"Bodoh, sampai mati pun kau tidak akan pernah bisa menemukannya. Tubuhnya pasti sudah hangus menjadi debu setelah terkena ledakan tadi. "
"Tcih, itulah mengapa aku bilang jangan terlalu banyak menaruh peledaknya. "
"Sudahlah, mending kita segera hilangkan ilusi bodoh ini. Kepalaku sudah mulai pusing... "
"Iya, iya, dasar bawel."
Kedua Shinobi itu mulai merapatkan kedua tangah mereka masing-masing, baru saja mereka ingin mengucapkan kata-kata untuk menghilangkan ilusi itu, tiba-tiba sebuah tendangan sangat keras datang menghantam Shinobi yang ada di kanan.
Sontak Shinobi yang di kiri langsung reflek mundur ke belakang beberapa langkah.
"Siapa kau? ! " Teriak Shinobi itu yang tidak melihat seseorang pun di sana, tetapi ia dapat merasakan aura Ki yang sangat kuat. Ia pun melihat sebentar ke temannya yang sudah terkapar tidak berdaya di tanah.
"Aku Siapa? Perkenalkan namaku si bocah lemah. " Jawab Asahi yang entah ada di mana.
"Suara ini? Tapi tidak mungkin... Seharusnya anak Shogun itu sudah mati kan?!. " Batin Shinobi itu, sambil serius mencari sumber suara itu.
"Ayoo, cepat cari aku...! Aku akan menghitung "sampai 10, jika kau tidak menemukanku makan sobatnya yang ada di pojok sana akan mati. " Ucap Asahi yang kemudian menghilangkan aura Ki nya.
Suara Asahi terus berpindah-pindah, Shinobi itu menjadi kesusahan mencari keberadaan Asahi.
Saat sudah kehitung 10 Shinobi itu belum juga menemukan Asahi, tiba-tiba datang sebuah katana dari atas langit yang mengarah ke Shinobi yang sudah terkapar parah di tanah.
Shinobi yang masih berdiri pun berlari sangat cepat ke arah temannya, ia ingin melindungi temannya agar tidak terkena katana tersebut.
Namun tiba-tiba katana itu malah berubah menjadi seorang remaja lelaki yang melesat sangat kencang dengan posisi meninju.
"SIALAN!!!"
'BURGHH! '
Tinjuan yang sangat kencang itu membuat Shinobi tersebut terpental kebelakang mengenai Shinobi yang di belakangnya dan sampai menghancur tembok.
'BURGH!!!'
__ADS_1
Shinobi tersebut pun mengeluarkan seteguk darah segar dari mulutnya, ia lalu menatap ke depannya mencari keberadaan Asahi. Tetapi yang ia dapatkan malah bogeman mentah yang tepat langsung mengenai wajahnya.
'BUGH! '
'AARGH!'
"Hei, hei, apa cuman segini aja kemampuanmu? " Ujar Asahi sambil berjalan santai dengan pose kedua tangannya masuk ke saku celananya.
Kedua Shinobi itu sudah pingsan tidak berdaya di tanah, kedua mata mereka sudah berubah menjadi putih dan banyak luka di badan mereka.
Tiba-tiba rumah-rumah di sekeliling Asahi perlahan menghilang, tanah yang di injak Asahi pun juga berubah menjadi sebuah tanah basah yang di penuhi tumbuh-tumbuhan layu.
"Sialan... Aku bisa-bisanya aku tertipu oleh ilusi rendahan ini. " Ucap Asahi kesal.
Penampilan Asahi di penuhi dengan banyak luka bakar yang sudah dan juga pakainya yang sudah robek-robek akibat terkena ledakan tadi.
Tempat yang sempat di kira Asahi adalah kediaman klan Shinigami, ternyata hanyalah sebuah rumah kosong yang memiliki halaman cukup besar.
"Ke-kepalaku sangat pusing... Sepertinya aku terlalu banyak menggunakan Ki ya..." Ucap lesu Asahi yang langsung pingsan.
Asahi pingsan tepat di halaman rumah kosong itu, tubuhnya tertutupi oleh rumput-rumput panjang yang layu.
Di sisi lain, Tsuki yang sedang melompat-lompat di atas gentes perumahan, tidak sengaja merasakan aura Ki yang sangat besar. Tsuki pun terhenti untuk merasakan aura Ki itu, serta ia juga merasa mengenal aura Ki yang sangat kuat tersebut.
"Aura Ki ini? Sudah pasti ini aura Ki Asahi! " Ujar Tsuki yang langsung berlari mengikuti aura Ki tersebut.
Tsuki semakin dekat dengan aura Ki tersebut, ia pun berteriak memanggil nama Asahi, tapi tidak ada yang membalasnya.
"Asahi! Kau dimana?! Ini aku Tsuki!" Teriak Asahi yang terus mencari Asahi di atas genteng rumah.
Tiba-tiba aura Ki Asahi menghilang, Tsuki langsung mempunyai perasaan yang tidak enak, ia pun langsung turun dan mencari Asahi di rumah kosong yang ada di depannya.
Sesaat baru saja memasuki halaman rumah kosong itu Tsuki langsung terheran-heran karena melihat dua Shinobi yang terkapar di tanah.
"Kenapa bisa ada dua Shinobi di sini? " Batin Tsuki, ia pun perlahan berjalan mendekat sambil memerhatikan sekelilingnya, karena Tsuki takut jika itu adalah jebakan.
DUGH...
__ADS_1
Tiba-tiba kakinya tersandung oleh sesuatu, Tsuki yang terkejut langsung cepat melihat ke bawahnya.
"Sialan! Kaki siapa ini?! " Ucap Tsuki setengah berteriak menatap satu pasang kaki yang tergeletak di tanah.
Tsuki pun melihat serius sepasang kaki itu untuk mencari tubuh dari orang yang punya sepasang kaki tersebut.
Tsuki sangat terkejut setelah melihat wajah pemilik sepasang kaki tersebut.
"Asahi?! Apa yang terjadi padamu?! " Teriak Tsuki yang langsung menyentuh wajah Asahi yang di penuhi luka. Tsuki sangat panik karena melihat tubuh sahabatnya tersebut di penuhi oleh luka bakar.
Lalu Tsuki melirik ke arah kedua Shinobi yang ada tidak jauh di sampingnya, ia pun langsung berasumsi kalau Asahi habis melawan kedua Shinobi tersebut.
Dengan perasaan yang penuh amarah, Tsuki menggendong Asahi dan segera membawanya pergi dari sana.
"Bertahanlah, Asahi. Aku akan segera membawamu ke rumahku. " Ucap Tsuki yang sedang berlari kencang di atas rumah-rumah warga.
Tsuki memutuskan kembali ke rumahnya, tetapi ia hanya ingin menaruh Asahi di dalam halaman rumahnya agar dapat di rawat.
Baru saja ia sampai di depan gerbang rumahnya, Tsuki langsung di buat terkejut setelah melihat banyak sekali penjaga-penjaga di rumah Shogun berada di rumahnya.
"Ada apa ini?! " Batin Tsuki yang sangat terkejut. Namun ua tidak punya waktu itu memikirkan tentang apa yang terjadi, ia pun segera melompat ke belakang rumahnya.
Tsuki menghilangkan aura Ki nya lalu berjalan mengendap-endap masuk ke dalam, untungnya juga aura Ki Asahi yang tadi begitu kuat kini sudah memudar.
Tsuki tidak jadi menaruh Asahi di halaman, Karena banyak penjagaan di halaman dan di depan gerbang, ia pun berjalan perlahan memasuki kamarnya untuk menaruh Asahi di atas ranjangnya.
"Yosh...Selamat tinggal kawan. " Ucap Tsuki yang kemudian berjalan keluar dari kamarnya.
Tsuki sengaja membiarkan pintu kamarnya terbuka, agar ada seseorang yang masuk ke kamarnya untuk menutup pintu dan otomatis orang tersebut pun akan melihat Asahi di ranjangnya.
Sesaat ia sedang memanjat tembok di rumahnya, Tsuki tiba-tiba mendengar suara Tobi dan Zax. Ia pun memutus untuk sedikit menguping pembicaraan mereka berdua.
"Zax, kita harus segera menemukan Asahi-sama."
"Iya, aku juga inginnya seperti itu! Tetapi kan kau tau sendiri Asahi-sama sangat pintar dalam bersembunyi."
"Bagaimana jika kita segera melaporkan kejadian ini kepada Shogun-sama saja. Aku yakin ia akan segera kembali ke Edo setelah mendengar kabar dari kita."
__ADS_1
"Iya, aku setuju denganmu. Lagipula cepat atau lambat akan segera terjadi, kita harus segera mengumpulkan orang-orang terbaik untuk mempertahankan Edo."
Setelah selesai menguping sedikit pembicaraan Tobi dan Zax, Tsuki pun langsung tau kalau perang akan segera terjadi. Tsuki langsung memutuskan untuk segera menemukan Shimizu dan membawanya pergi dari kota Edo secepat mungkin.