
Tiba-tiba datang anak panah dari jarak yang sangat jauh, anak panah itu hampir mengenai mereka, tapi untungnya Zax bisa langsung menghindarinya walaupun pipinya terkena goresan sedikit.
"Sialan! Siapa itu?! "Teriak Zax yang sangat emosi.
"Asahi-sama, apa anda baik-baik saja?" Tanya Zax yang khawatir karena tadi ia mendorong Asahi agar tidak terkena anak panah itu.
A-aku baik-baik saja, bagaimana dengan kau?" Jawab Zax.
"Tentang saja, aku hanya terkena sedikit goresan. " Jawab Zax sambil mengelap darah yang ada di pipinya.
Zax pun membantu Asahi untuk berdiri, baru saja mereka ingin mencari orang yang memanah mereka, tiba-tiba langsung muncul banyak sekali anak panah dari depan mereka.
"Asahi-sama, cepat lari ke dalam! " Teriak Zax yang langsung menggandeng tangan Asahi.
Namun mereka berdua sudah sangat telat jika untuk lari sekarang, karena anak panah itu sudah berada sangat dekat dengan mereka berdua.
Tobi tiba-tiba muncul dari dalam, ia langsung mengeluarkan katana nya dan menebas semua anak panah itu. Banyak sekali tebasan yang di keluarkan oleh Tobi untuk menghancurkan anak panah yang banyak sekali itu.
Tobi! Syukurlah kau datang! Teriak Zax.
"Cepat bawa, Asahi-sama ke dalam " Perintah Tobi.
Zax pun langsung menyeret tangan Tsuki untuk masuk ke dalam gedung lagi, Zax terlihat sangat kesal sampai membuat urat di kepalanya keluar semua.
"Zax, bersabarlah! Kau urus itu bersama Tobi, aku akan melaporkan ini ke para tetua!"
"Hei! Apa yang terjadi?! " Tanya beberapa penjaga sambil menghampiri Zax dan Asahi.
"Kalian bawalah Asahi-sama ke para tetua! Aku dan Tobi akan mengatasi ini! " Perintah Zaz yang langsung mengeluarkan katana nya dan mengaktifkan aura Ki miliknya.
Para prajurit yang tadinya ingin bertanya lagi, mereka langsung mengurungkan niatnaya setelah melihat Zax yang sangat kesal dan aura Ki nya yang begitu kuatnya.
Zax language pergi ke luar lagi untuk membantu Tobi.
"Ayo, Asahi-sama, kami akan mengantarmu. "Ucap para penjaga.
Asahi menganggukkan kepalanya dan langsung berlari, para penjaga pun juga langsung menyusul Asahi.
Sementara di luar, Zax yang baru datang melihat Tobi yang sedang diam menatap serius ke arah anak panah itu berdatangan.
__ADS_1
"Tobi, ada apa? " Tanya Zax sambil menghampiri Tobi.
"Zax, sepertinya Edo akan di serang." Jawab Tobi sambil mengambil anak panah yang sudah ia tebas di tanah.
"Hah? Apa maksudmu? Apa serangan ini akan segera datang lagi?" Tanya Zax yang langsung terdiam di belakang Tobi.
"Bukan hanya serangan ini yang akan datang lagi, tapi serangan yang sangat besar akan segera datang juga. " Jawab Tobi yang melihat ada gambar naga di ekor anak panah yang sedang ia pegang.
"Bagaimana kau bisa ta..."
"Lihat ekor anak panah ini! Ini adalah gambar naga yang menandakan akan terjadi peperangan. " Sela Tobi yang langsung menunjukan anak panah itu ke Zax.
Zax terdiam menatap serius gambar naga itu, ia tidak habis pikir ada yang berani melakukan ini apalagi mereka mengirimnya dengan menyerang anak dari seorang Shogun.
"Kita harus segera memberitahu ke semuanya jendral yang ada di Edo! " Ucap Tobi.
"Iya kau benar, tapi bagaimana dengan Asahi-sama? Aku tidak yakin tempat ini akan aman baginya. " Balas Zax.
"Asahi dan para Tetua akan ikut dengan kita, kita akan mengantarkan mereka ke luar dari Edo! " Jawab Tobi yang langsung berjalan masuk ke dalam.
******
"Tsuki apa kau orang kaya? " Tanya Akane dengan wajah polosnya.
"Hahaha, bukan aku yang kaya, tapi ayahku yang memiliki banyak uang. " Jawab Tsuki sambil tersenyum.
Sesaat mereka berdua sudah sampai di depan gerbang rumah, Tsuki pun langsung di sambut ramah oleh kedua penjaga yang berjaga di sana.
"Se-selamat siang, Tsuki-sama. " Sapa sopan kedua penjaga itu sambil menundukkan kepala mereka.
"Selamat siang, ingat kalian tidak perlu sekaku itu dengan ku. " Balas Tsuki.
"Ma-maaf, Tsuki-sama, kami terkejut melihat anda akhirnya kembali ke sini. " Jawab Kedua penjaga itu.
"Hahaha, mau bagaimanapun ini tetap rumahku. Oh, iya, perkenalkan ini Reina Akane, dia teman baru ku jadi perlakuan dis dengan ramah ya!" Ujar Tsuki memperkenalkan Akane yang ada di sampingnya.
"Selamat siang, Reina-sama! " Sapa kedua penjaga itu.
"Ka-kalian tidak perlu memanggil 'sama' kepadaku, cukup panggil aku Reina atau Akane saja." Jawab Akane terbata-bata yang malu.
__ADS_1
"Hahaha, sudah-sudah, ayo Reina kita masuk."
Kedua penjaga itu pun langsung membukakan pintu gerbangnya.
Tsuki dan Akane pun langsung berjalan masuk, baru saja mereka berdua masuk kedua penjaga langsung ingin menutup kembali gerbangnya, namun tiba-tiba ada dua anak panah yang mengenai tepat di dada mereka.
Tsuki pun langsung menoleh kebelakang, karena mendengar suara kedua penjaga itu terjatuh.
"Apa kalian tidak apa? " Teriak Tsuki yang langsung menghampiri kedua penjaga itu.
"Ts-suki-sama, cepat anda masuk ke dalam dan tutup pintu gerbang ini. " Ucap salah satu penjaga yang sudah sekarat.
Reina terdiam tidak berkutik sekalipun, ia sangat ketakutan saat melihat banyak darah yang keluar dari dada kedua penjaga itu.
Tiba-tiba dari semak-semak muncul 10 orang memegang katana dan menyerang langsung ke Tsuki. Tsuki pun dengan cepat menangkis satu-satu serangan-serangan yang di berikan ke 10 orang itu.
"Reina! Cepat masuk ke dalam! Aku akan membawa kedua orang ini! " Teriak Tsuki sambil menatap serius ke 10 orang tersebut.
Teriakan kencang Tsuki langsung menyadarkan Reina dari diamnya, ia yang sangat panik langsung berlari masuk ke dalam sambil berteriak. "TOLONG! TOLONG! KAMI DI SERANG!"
Teriakan Reina yang sangat kencang membuat para penjaga yang ada di dalam langsung menghampirinya.
"Hei! Ada apa?! "
"Tolong bantu Tsuki! Ia sedang di serang!"
Para penjaga yang mendengar itu langsung mengeluarkan katana mereka dan berlarian ke pintu gerbang depan.
Di depan pintu gerbang pun terjadi peperangan antara para penjaga, Tsuki dan ke 10 orang yang terlihat seperti prajurit dari luar Edo.
"Kalian ini sebenarnya siapa?! Apa yang kalian inginkan?!" Teriak Tsuki yang sedang menahan serangan.
Kau tidak perlu tau! Cepat biarkan kami masuk ke dalam, jika tidak akan banyak korban yang berjatuhan!
"Hahaha, kau terlalu meremehkan ku bodoh!' "Balas Tsuki yang langsung mendorong dan menebas orang itu.
"Semuanya penjaga jangan biarkan orang-orang berengsek ini masuk! Bunuh mereka semua! " Teriak Tsuki.
Para penjaga pun terus berperang agar menahan 10 orang itu masuk ke dalam.
__ADS_1
30 menit berlalu 10 orang jahat itu berhasil di kalahkan oleh para penjaga dan juga Tsuki, mereka langsung bersorak-sorai merayakan kemenangan mereka.