Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 68 - Kemarahan Shogun-sama


__ADS_3

...Kota Arawaka 1863...


Dua Minggu berlalu sejak kejadian Arata dan Souta, sekarang pasukan Shogun sudah genap satu bulan di kota Arakawa, namun mereka masih belum juga menemukan para penduduknya satupun. Mereka semuanya hanya di buat pusing oleh para bandit yang belakang ini sering muncul di kota Arakawa, para pasukan Shogun juga sudah banyak yang merindukan keluarga mereka dan membujuk Shogun untuk pulang saja ke Edo. Tetapi, Shogun selalu menolak bujukan para pasukannya itu, karena ia masih yakin kalau warga Kota Arakawa masih ada dan mereka sedang menunggu pertolongan dari Shogun.


"Shogun-sama, ayo kita pulang saja ke Edo, dan menyuruh pasukan yang lain untuk bergantian berjaga di sini. " Ucap para prajurit yang masih berusaha membujuk Shogun untuk pulang.


"Tidak! Jika kita melakukan itu yang ada hanya membuang waktu kita saja. Lebih baik kita menetap di sini dan terus mencari petunjuk!" Jawab Shogun dengan tegas.


Para pasukannya pun hanya bisa diam saja karena itu sudah ke 5 kalinya Shogun menjawab seperti itu terus.


"Hahaha, sudah sebaiknya kalian menyerah saja. " Ucap Arata sambil menertawai para prajuritnya.


"Jika kalian ingin cepat-cepat pulang, mending sekarang kalian mencari petunjuk ke mana hilangnya warga kota ini. " Ucap Izumi dengan sinis yang sedang membersihkan kudanya bersama Arata.


Para prajurit pun langsung terkekeh mendengarnya, mereka semua langsung kembali lagi mengerjakan tugas mereka.


"Hahaha, kalau kau yang ngomong pasti mereka langsung diam, Izumi. " Ucap Arata


"Tentu saja, karna aku tidak selembek kau, Arata. " Balas Izumi dengan sinis.


"SHOGUN-SAMA! "


Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat kencang, sontak Shogun, Izumi, dan Arata pun langsung mencari sumber teriakan itu.


"Dari mana asal teriakan itu?!" Tanya Shogun yang terkejut sambil melihat ke sekelilingnya.


"Shogun-sama, para prajurit itu yang berteriak-teriak! " Teriak Arata sambil menunjuk ke tiga prajurit yang sedang menaiki kuda mengarah ke tempat mereka.


Sesampainya di tempat Shogun para prajurit itu pun langsung turun dari kudanya dan menunduk kepala di depan Shogun


"Ada apa? Apa ada serangan dari musuh? " Tanya Shogun menatap ke prajurit itu.


"Ka-kami menemukan beberapa anak kecil di dalam hutan! " Jawab prajurit itu.


Tanpa banyak tanya lagi, Shogun dengan cepat langsung menaiki kuda prajurit itu dan pergi ke hutan.


"Shogun-sama, tunggu kami! " Teriak Izumi dan Arata sambil menaiki kuda milik dua prajurit itu


"Oi, kalian berdua ikut kami, dan kau beritahu semua pasukan untuk bersiap-siap!" Ucap Izumi menyuruh dua pasukan itu naik ke kudanya dan menyuruh satu prajuritnya untuk memberitahu prajurit yang lain.


Mereka berempat pun langsung pergi menyusul Shogun yang sudah berada jauh di depan.


******

__ADS_1


Sementara itu, di dalam hutan. Para prajurit yang di sana sedang mengurus para anak kecil agar mereka tenang. Para prajurit membawa para anak kecil masuk ke dalam tenda dan menyuruh ke empat anak kecil itu untuk makan. Para prajurit pun berbincang di luar tenda mengenai ke empat anak kecil tadi.


"Apa mereka sudah tenang? "


"Sudah, tapi setelah makan mereka langsung tidur di tenda. "


"Baguslah, kita hanya perlu menunggu kedatangan Shogun saja. "


Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki kuda, para prajurit pun langsung menghampirinya karena mereka mengira yang datang adalah Shogun.


"Hei, apa itu Shogun? " Tanya seorang prajurit yang keluar dari tenda


"Tentu saja itu, Shogun-sama. Memangnya siapa lagi yang akan datang ke sini? " Jawab prajurit yang sedang melambaikan tangannya.


Namun, tiba-tiba ada anak panah yang mengenai prajurit yang sedang melambaikan tangannya itu.


'ARGH!'


"Hei, apa yang kau lakukan!" Teriak para pasukan.


Setelah di lihat lebih jelas lagi, ternyata itu bukan Shogun sama.


Woi, itu bukan Shogun-sama! Tapi itu bandit gunung!!!


Tiba-tiba banyak sekali orang yang menaiki kuda datang dan mereka semua bersenjatakan lengkap.


"Kita harus bisa bertahan sampai Shogun-sama datang! " Teriak para prajurit.


Pertempuran pun di mulai, namun para pasukan Shogun langsung di kalahkan hanya dalam waktu singkat karena kalah jumlah.


"Jangan biarkan ada satu orang pun yang masih hidup! Ini perintah langsung dari beliau!"


"Bos! Kami sudah keempat anak kecil itu.!"


"Bagus! Cepat bawa keempat anak kecil itu! "


"Baik, Bos!"


"Ternyata ada untungnya juga memakai pakaian tentara kerajaan ini, pasti para pasukan bodoh ini mengira kalau kami tadi adalah teman mereka. Hahahaha." Gumam Bos bandit itu sambil tertawa kecil.


"Semuanya bersiaplah kita akan pergi dari tempat menjijikkan ini! "


Setelah mendengar perintah dari bos mereka, para bandit pun langsung menaiki kuda mereka dan juga membawa ke empat ajak kecil itu.

__ADS_1


******


Di sisi lain, Shogun dan yang lainya sedikit lagi tiba di hutan itu.


"Kenapa perasaan ku sangat tidak enak?" Gumam Shogun yang tiba-tiba keringat dingin. Karena perasaannya sudah sangat tidak enak, ia pun menambahkan kecepatan ke kuda nya. Izumi dan Arata yang ada di belakang Shogun pun kebingungan dengan tingkah Shogun.


Arata dan Izumi saling menatap di atas kudanya, mereka pun langsung menyusul Shogun secepat mungkin karena mereka khawatir dengan Shogun


"Shogun-sama! Tunggu kami!" Teriak Izumi dan Arata yang sedang mengejarnya. Namun Shogun sama sekali tidak merespon teriakan mereka berdua, Shogun malah terus menambah kecepatan pada kudanya dan meniggalkan Izumi dan Arata di belakangnya


Shogun pun sampai duluan di depan hutan itu, ia langsung turun dari kudanya dan masuk ke dalam hutan.


"Semuanya! Aku sudah datang! Dimana kalian?! " Teriak Shogun yang sedikit panik sambil terus berjalan. Namun tidak ada yang menjawabnya, Shogun pun menjadi semakin panik, banyak keringat mulai keluar dari badan Shogun.


"Ke mana mereka? Lalu di mana tenda mereka kenapa aku tidak melihatnya dari tadi? " Gumam Shogun yang panik dan kebingungan.


Tidak sengaja Shogun melihat bekas jejak kaki di tanah, ia pun langsung mengikuti jejak kaki itu.


Saat sedang fokus mengikuti bekas jejak kaki itu, tiba-tiba Shogun tersandung oleh sesuatu dan itu hampir membuatnya terjatuh.


"Apa itu?! Aku tidak melihatnya karena terlalu fokus!" Teriak Shogun sambil melihat ke belakangnya.


Seketika wajah Shogun langsung menjadi pucat, ternyata yang membuatnya tersandung adalah tangan dari prajuritnya sendiri yang sudah terbaring tak berdaya di tanah.


"Prajurit! Apa yang telah terjadi?! " Tanya Shogun yang terkejut dan panik. Ia langsung menatap luka tusukan yang ada di perut prajurit itu. Namun, prajurit sudah mati karena luka tusukan di perutnya


"Siapa yang menyerang kalian?! " Teriak Shogun yang marah sambil melihat ke sekitarnya


Shogun melihat tenda, ia pun langsung berlari menghampiri tenda itu. Wajah Shogun pun seketika langsung pucat melihat banyak prajuritnya yang sudah mati, karena di serang oleh seseorang.


"Siapa orang yang berani menyerang para prajuritku?! " Ujar Shogun yang sangat marah.


"Shogun-sama?! Apa kau baik-baik saja?! " Tanya Arata dan Izumi yang sedang berlari ingin menghampiri Shogun.


"ARATA! IZUMI! " Teriak Shogun.


"Iya, Shogun-sama!" Jawab serempak Izumi dan Arata.


Sontak Arata dan Izumi langsung terdiam di belakang Shogun, mereka berdua terkejut karena pertama kalinya mendengar suara Shogun yang seperti itu.


"Kalian berdua ku perintahkan untuk mencari orang yang berani melakukan ini! Jika kalian sudah menemukan bawa orang itu ke padaku! Kalian mengerti?! " Ucap Shogun yang sudah sangat marah


"SIAP! SHOGUN-SAMA!" Jawab mereka berdua dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2