
Para penjahat pun juga langsung ikut menyerang balik, dengan jumlah yang banyak mereka dapat memojokan Asahi dan Tsuki.
Dari yang tadinya hanya tersisa tiga orang, sekarang datang 5 orang lagi dari semak - semak. Mereka berlima tadinya bersembunyi di sana untuk langsung membawa Asahi pergi dari sana.
Tetapi, karena kondisinya sudah terdesak, mereka pun langsung keluar dari semak-semak itu dan membantu ketiga orang temanya.
"Hahaha, lihatlah sekarang siapa yang akan terbunuh di sini?! " Ucap salah satu penjahat sambil menodong katana nya ke Tsuki dan Asahi.
Para penjahat sudah mengepung Asahi dan Tsuki, mereka semua menertawakan Asahi dan Tsuki yang tadi sudah bersikap sombong kepada mereka.
Tetapi, Tsuki dan Asahi malah tersenyum dan tidak terlihat panik sama sekali.
"Hahaha, kalian pikir dengan berhasil memojokkan kami bearti kalian sudah menang?!" Ucap Tsuki dan Asahi sambil memancarkan aura yang luar biasa.
Para penjahat itu pun mulai gentar dengan aura dari Asahi dan Tsuki, mereka secara tidak sadar mundur ke belakang karena takut.
"Ja-jangan kau kira kami akan takut hanya karena kalian mengeluarkan aura seperti itu! " Teriak serempak para penjahat itu sambil menyerang Tsuki dan Asahi dengan Katana mereka.
'BUARGH! '
Tetapi seketika Katana mereka bertiga langsung hancur berkeping-keping sebelum berhasil menyerang Asahi dan Tsuki.
"Kenapa ini?!" Teriak serempak penjahat yang sangat terkejut melihat Katana mereka hancur. "Apa yang kalian berdua telah lakukan?!" Tanya para penjahat sambil perlahan berjalan mundur kebelakang.
"Asahi, sisakan tiga dari mereka, agar kita bisa menginterogasi mereka nanti." Ucap Tsuki sambil menatap dingin ke para penjahat.
Seketika Tsuki langsung menyerang para penjahat itu hanya dengan tangan kosong saja.
'BUGH'
'BUGH'
'ARGH! '
Dengan cepat tiga orang langsung di tumbangkan oleh Tsuki, dan menyisakan lima orang lagi. Sontak melihat keahlian bela diri dari Tsuki, membuat Kelima orang itu pun langsung berniat kabur dari sana
"Hei, hei, apa kalian berniat melarikan diri sekarang?! " Ucap Asahi sambil memukul salah satu dari mereka.
"BUGH! "
Seketika orang yang di pukul oleh Asahi langsung tidak sadarkan diri dan tergeletak di tanah.
__ADS_1
"Dan kau lah yang berikut nya! " Teriak Asahi sambil memukul lagi orang yang ada di sebelah kirinya. Orang itu pun langsung tergeletak lemas di tanah.
Ketiga orang sisanya pun terkejut melihatnya, tetapi mereka malah langsung menyerang balik Asahi hanya dengan tangan kosong saja.
"Sialan kau! " Teriak kedua orang itu sambil memukul Asahi.
'BUGH!! '
Tetapi Asahi berhasil menghindari ketiga pukulan itu, dan langsung balas memukul orang yang berada di tengah dengan sangat keras sampai membuatnya tidak sadarkan diri.
Kedua orang sisanya pun langsung berusaha untuk memukul Asahi lagi, namun pukulan mereka berdua langsung bisa di tahan oleh Asahi dengan mudah.
'DUGH! '
'DUGH!'
Tangan mereka berdua pun langsung di pegang dengan erat oleh Asahi. Kedua orang itu berusaha menarik tangan mereka kembali, tetapi tetap tidak bisa.
"Lepaskan tangan Ku! " Teriak serempak mereka berdua sambil ingin menendang Asahi.
'BUARGH!'
'ARGH! '
'ARGH!'
Kedua orang itu pun berteriak kesakitan sambil memegangi wajah mereka yang baru saja terkena pukulan keras oleh Tsuki.
"Oya, oya, oya, apa hanya segini saja permainan nya? " Ucap Tsuki dan Asahi sambil mengejek kedua orang itu dan berjalan mendekati mereka yang sudah terjatuh di tanah dan kesakitan.
Saat sudah di dekat kedua orang itu, Tsuki membungkukkan badannya dan langsung mencekik salah satu orang itu. "Kalian ini sebenarnya siapa?! " Teriak Tsuki tepat di depan wajah orang itu.
"Wa-walaupun kalian menyiksaku, aku tidak akan mengatakan sepatah kata apapun! " Jawab orang itu dengan lemas sambil tersenyum sinis ke arah Tsuki.
"Hahaha, jadi begitu ya. Kalian sudah di sumpah untuk tidak membocorkan informasi apapun, karena jika kalian membocorkan nya kalian akan di bunuh kan?! "Teriak Tsuki dengan sangat keras sambil menebak kenapa mereka berdua tidak memberitahu siapa mereka sebenarnya.
Salah satu orang yang ada di depan Asahi langsung melotot ke arah Tsuki setelah mendengar perkataan nya.
"Ohhh, jadi benar ya..." Ucap Tsuki sambil melihat ke orang yang ada di depan Asahi.
"Hahaha, Seperti biasanya kau sangat hebat dalam menebak, Tsuki. " Ucap Asahi sambil tersenyum ramah dan sedikit tertawa. Tiba - tiba Asahi berhenti tersenyum dan tatapan langsung Asahi menjadi dingin. " Jadi apa yang akan kita lakukan terhadap mereka berdua, Tsuki? "
__ADS_1
"Hmmm, bagaimana jika kita menyiksa mereka saja dulu. Siapa tau nanti mereka menjadi berubah pikiran. " Jawab Tsuki dengan santai sambil menatap sinis kedua orang itu "Lagian kau masih belum puas juga kan, Asahi? " Lanjut Tsuki sambil melirik Asahi sambil tersenyum licik.
"Hahahaha, kau tau saja ya, Tsuki." Jawab Asahi sambil tertawa dengan kencang. "Baiklah ayo kita bawa mereka bertiga ke balik pohon yang besar itu. " Ucap Asahi sambil menunjuk pohon besar yang ada di depannya.
"Baiklah, ayo kita bawa mereka ke sana. " Jawab Tsuki sambil membawa orang yang tadi ia cekik.
Asahi pun juga langsung membawa kedua orang sisanya yang sudah terkapar di tanah menuju ke pohon besar itu.
"Berhenti! " Teriak seseorang dengan sangat kencang entah dari mana.
Tsuki dan Asahi terkejut mendengar teriakan yang sangat kencang itu, mereka langsung berhenti berjalan dan langsung mencari sumber teriakan tersebut.
"Siapa kau! " Teriak Asahi sambil melihat sekelilingnya.
"Cepat kau keluar! " Teriak Tsuki dengan keras.
"Aku akan keluar, jika kalian melepaskan orang - orang yang sedang kalian bawa itu. " Ucap seorang laki - laki.
"Hei, hei, kenapa kami harus menuruti perintah mu, hanya untuk membuat mu menunjukkan diri mu itu?!" Balas Tsuki yang sudah emosi sambil menatap dingin mencari keberadaan laki-laki itu.
"Hahaha, ternyata kau cukup pintar juga ya, Shinigami Tsuki. Baiklah, jika kalian menuruti perintah ku, aku akan menjawab dua pertanyaan dari kalian berdua. Bagaimana apa kalian mau? " Ucap laki laki itu sambil membujuk Asahi dan Tsuki untuk menuruti perintah nya.
"Hmmm, kalau kami menolaknya apa yang akan kau lakukan? " Ucap Asahi sambil memandang sinis ke sekeliling nya.
"Kedua orang yang ada di belakang kalian akan mati. " Jawab laki-laki itu dengan santai.
Tsuki dan Asahi pun langsung menengok kebelakang mereka, mereka pun terkejut melihat Tobi dan Zax yang sudah di keliling oleh orang berjubah hitam dan membawa Katana di tangan nya.
"Tcih, kau ternyata cukup pintar juga ya. " Ucap Asahi yang kesal.
"Hahaha, sebuah kehormatan bagiku, karena mendapatkan pujian dari anak Shogun. " Ucap orang itu sambil tertawa
"Asahi, sebaiknya sekarang kita turuti saja perkataan orang itu. " Ucap Tsuki yang berbisik di telinga Asahi.
"Hmmm...Baiklah." Jawab Asahi sambil menghela nafasnya. 'Woy, baiklah kami akan turuti perintah mu itu!" Teriak Asahi sambil memandang ke sekeliling nya.
Tiba - tiba, ada seseorang laki - laki yang keluar dari balik pohon yang berada tepat di samping mereka berdua.
"Hooo, jadi itu kau ya." Ucap Asahi sambil menatap sinis ke laki - laki yang sedang berjalan ke arah nya.
"Hahahah, sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan anak dari Shogun dan anak dari Shinigami Kuro. " Ucap laki - laki itu sambil memberi salam dan menundukan kepalanya.
__ADS_1