Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 67 - Datangnya Asahi


__ADS_3

Tiba-tiba, terdengar banyak suara langkah kaki kuda di depan mereka, sontak itu membuat keduanya langsung berwaspada dan menatap serius ke depan.


Suara langkah kaki kuda itu pun terdengar semakin mendekat, jantung Tsuki dan Tobi pun berdetak kencang karena mereka berdua mengira yang datang itu adalah perompak.


"Tsuki, sebaiknya kau cepat lari dari sini. Aku yang akan menahan mereka. " Ucap Tobi menyuruh Tsuki untuk cepat lari.


"Huh? Lari? Tidak akan! Jika hanya melawan para perompak itu aku lari mau di taruh di mana harga diriku?! " Jawab Tsuki yang tidak menyetujui suruhan Tobi. Walaupun kedua kakinya sudah bergetar karena kelelahan, namun Tsuki tetap tidak ingin berlari meninggal Tobi.


"Tcih, dasar keras kepala. Terserah kau saja, pokoknya aku akan membunuh para perompak itu." Ucap Tobi sambil menatap sinis ke depannya


"Kalau begitu, yang paling banyak membunuh para perompak itu akan dapat 3 mangkuk ramen yah! " Balas Tsuki sambil tersenyum.


"Baiklah, aku setuju! " Jawab Tobi yang juga ikut tersenyum.


Tiba-tiba, muncul seekor kuda melompati mereka berdua. Tsuki dan Tobi terkejut mereka langsung menatap ke arah orang yang menunggangi kuda itu.


"TSUKI, TOBI!" Teriak orang yang menunggangi kuda itu.


"ASAHI?! " Teriak Tsuki dan Tobi sambil menjatuhkan katana mereka ke tanah.


"Syukurlah kalian berdua baik-baik saja!" Ucap Asahi turun dari kudanya dan menghampiri mereka berdua.


"Ahhh... Aku kira tadi perompak yang datang..." Ucap Tsuki menghela nafasnya.


"Iya, padahal kita sudah bersiap untuk melawan!" Balas Tobi mengerutkan dahinya.


"Melawan? Padahal kondisi kalian saja sudah kelelahan begini... " Ucap Asahi sambil menatap ke mereka berdua.


"Tidak kok! Ka-kami tidak kelelahan!" Teriak Tsuki.


"Sudahlah tidak perlu berbohong. Tsuki. Memang aku tidak lihat kedua kaki ku sudah bergetar begitu." Ucap Asahi sambil menunjuk ke kedua kaki Tsuki


"Hahaha, kau benar, Tuan muda. Aku baru menyadarinya." Ucap Tobi menertawai kaki Tsuki yang bergetar.


Tsuki pun langsung merasa malu, karena dia sendiri juga tidak menyadari kakinya bergetar dari tadi.


Saat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba muncul para pasukan lagi dari belakang mereka.


"ASAHI-SAMA! " Teriak para pasukan yang baru saja datang


"Asahi, apa kau yang menyuruh mereka ke sini? Tanya Tsuki sambil menunjuk ke arah para pasukan.

__ADS_1


"Tentu saja! Aku menyuruh mereka untuk membunuh hewan buas itu! Oh, iya, di mana hewan buas itu?" Jawab Asahi sambil mencari di mana hewan buas tadi.


"Dari tadi ada di belakang kami bodoh! " Teriak Tsuki sambil memukul pundak Asahi.


"Astaga, aku sampai tidak melihat hewan buas ini. Apa kalian yang membunuh


nya?" Tanya Asahi yang terkejut sambil menghampiri mayat hewan buas itu


"Hahaha, tentu saja dong, Tuan muda. Walau kami sedikit kesusahan tadi... "


Para pasukan pun juga terkejut melihat mayat hewan buas itu, karena mereka sama sekali tidak pernah melihat hewan seperti itu.


"Sebenarnya hewan apa ini?"


"Seperti kadal yang memiliki badan yang sangat besar."


"Tapi kenapa hewan ini bisa ada di sini?


"Dia sepertinya sedang mencari makan di sekitar sini."


Para pasukan kebingungan, karena selama mereka hidup tidak pernah ada hewan buas yang tinggal di pepohonan ini, dan mereka juga bingung dari mana datangnya hewan buas ini.


"Siap, Tobi-sama! " Jawab serempak para pasukan, mereka langsung mengambil dari yang sangat panjang dari tas mereka.


Para pasukan pun langsung mengikat mayat hewan buas itu ke kuda mereka.


"Baiklah, ayo kita pulang. "Ajak Asahi untuk pulang ke rumah.


Setelah itu mereka semua pun pulang dengan membawa hewan buas itu, Tobi dan Tsuki yang kelelahan pun langsung beristirahat di rumah.


"Oi, apa yang kalian bawa?!" Tanya Zax yang sedang duduk di teras rumah. Ia sangat terkejut melihat hewan buas itu, karena penampilan hewan buas itu tidak pernah ia liat sebelumnya.


"Ini oleh-oleh untukmu Zax. " Jawab Tobi bercanda sambil berjalan masuk ke dalam.


"Hahaha, iya, ini oleh-oleh untukmu agar kau cepat sembuh, Zax-san. " Balas Tsuki sambil berjalan masuk ke dalam juga.


"Sialan, kalian berdua. Asahi-sama, sebenarnya apa hewan yang kalian bawa itu?" Tanya Zax ke Asahi.


"Aku juga tidak tau ini hewan apa, kami menemukannya di pepohonan sana, dan dia berusaha untuk memangsa kami. Tobi dan Tsuki pun membunuh hewan ini. " Ucap Asahi yang menjelaskan kejadian tadi.


Bagaimana mungkin ada hewan sebesar ini di pepohonan itu?! Tanya Zax lagi yang masih bingung dengan hewan buas itu.

__ADS_1


"Kami juga tidak tau, Zax. Namun, kalau menurut ku mungkin hewan sedang mencari makan di pepohonan itu. "


"Baiklah, terimakasih, Asahi-sama sudah menjelaskannya. Kau pasti lelah kan, istirahatlah di dalam aku dan para pasukan yang akan mengurus hewan ini. " Balas Zax sambil menundukkan kepalanya dan menyuruh Asahi untuk beristirahat.


"Hehehe, kau tau saja, Zax. Baiklah tolong urus hewan jelek itu yah... " Jawab Asahi menepuk pundak Zax dan berjalan masuk.


Hewan buas itu langsung di hampiri oleh Zax, ia melihat hewan buas itu dengan cukup serius.


"Hei, kalian lepaskan tali ini dari tubuhnya dan tolong ambilkan aku pisau yang sangat tajam. " Perintah Zax ke para prajuritnya.


"Siap!"


Mereka pun langsung melepaskan tali yang mengikat hewan buas itu dan juga mengambil kan pisau yang di minta Zax.


Zax pun langsung ingin memulai memotong daging hewan buas itu, namun saat ia ingin menusuk kulitnya, pisau yang di pakai Zax langsung terpental ke belakang dan hampir mengenai kepalanya.


"Sial, hampir saja... "


"Zax-sama, apa kau tidak apa-apa?! " Teriak para prajurit yang terkejut sambil menghampiri Zax.


"Santai saja, aku tak apa. Tapi tolong ambilkan Katana ku. Aku akan melakukan operasi besar-besaran di sini! " Jawab Zax sambil tersenyum dan menatap ke mayat hewan buas itu.


Para prajurit pun langsung mengambil Katana Zax dan memberikannya.


"Terimakasih. Sekarang kalian sedikit menjauh, aku akan mulai operasi ini." Ucap Zax sambil mengeluarkan katana nya dari sarungnya.


"Siap, Zax-sama!" Jawab para prajurit sambil menjauh ke belakang.


Zax pun mulai mengaktifkan Ki miliknya dan menyalurkan aura Ki nya ke katana miliknya. Setelah aura Ki nya sudah terkontrol di katana, ia pun langsung menusuk perlahan kulit hewan buas itu yang sangat keras.


Kulit hewan buas itu pun bisa tertembus oleh katana Zax, Zax pun tersenyum senang melihat itu, namun para prajurit malah melihat senyuman Zax sangat mengerikan.


Zax dengan senang mulai memotong kulit hewan buas itu, setelah selesai menguliti ia langsung membedah perutnya. Para prajurit hanya bisa diam menonton Zax yang sangat asyik memotong mayat hewan buas itu.


Sementara itu di dalam Tobi, Tsuki, dan Asahi sedang di obati oleh para pembantu wanita, badan mereka berti banyak sekali luka-luka lecet.


"Sialan, jika aku tidak terjatuh tadi pasti kakiku tidak akan bengkak seperti ini. " Ucap Tobi yang mengeluh karena kakinya bengkak.


"Hahaha, santai saja Tobi-san, pasti besok luka mu sudah sembuh. " Balas Tsuki sambil tertawa.


"Hahaha, semoga saja, walaupun itu tidak mungkin yah... " Balas Asahi.

__ADS_1


__ADS_2