
Namun, tiba-tiba seperti ada sesuatu yang menyerang tubuh Tsuki dan membuat terpental sangat jauh.
"Argh! Sialan! " Teriak Tsuki yang kesakitan.
"Siapa itu?! Dimana kau berengsek! " Teriak Tsuki yang kesal sambil menatap tajam ke sekelilingnya.
Namun, Tsuki pun langsung terkejut setelah melihat kapten Shinobi itu sudah hilang dari depannya.
"Woi! Dimana Shinobi itu?!" Teriak Tsuki dengan sangat kencang.
Tiba-tiba, perut Tsuki terasa sangat sakit dan membuatnya hampir saja terjatuh.
"Oi, seperti serangan tadi menimbulkan luka yang parah ya. " Ucap Tsuki sambil memegangi perutnya.
"Tunggu aku kan tidak bisa terlihat, bagaimana bisa ada yang menyerang ku dan bahkan sampai melukai ku? " Gumam Tsuki yang kebingungan sambil melihat ke tubuh nya.
Tiba-tiba, ada orang yang berlari sangat kencang di depan Tsuki. Sontak itu langsung membuat Tsuki terkejut.
"Woi, Apa itu?!" Ucap Tsuki sambil berusaha untuk berdiri dan mengejar orang itu.
Tsuki pun langsung menggunakan Ki nya untuk menyembuhkan luka di perutnya, setelah itu Tsuki langsung berlari dengan sangat kencang mengejar orang itu
"Woi! Tunggu kau sialan! " Teriak Tsuki dengan sangat kencang sambil berlari.
Tsuki terus mengejar orang itu, tapi orang itu juga terus memberikan perlawanan dengan cara menebang beberapa pohon di depannya.
"Dasar bodoh! Memangnya kau kira hanya dengan menebang pohon bisa menghentikan ku?! " Teriak Tsuki yang kesal sambil terus mengejar orang itu.
Tsuki pun semakin dekat dengan orang itu, ia pun langsung menambah lagi kecepatan nya sambil mengeluarkan Ki nya.
"Oi, oi, oi, ternyata si sialan ini yang membawa Shinobi itu! "Teriak Tsuki yang kesal sambil terus mengejar orang itu.
Sedikit lagi Tsuki bisa mendapatkan orang itu, namun tiba-tiba muncul asap hitam yang tebak dan itu menutupi pandangan Tsuki.
"Woi! Asap dari mana ini sialan! " Teriak Tsuki yang terkejut.
Tsuki pun masih berusaha mencari orang itu dengan menggunakan Shu nya, namun asap itu menutupi penglihatan dan aura Ki nya.
"Asap apa ini sebenarnya?! " Teriak kencang Tsuki di tengah-tengah asap itu.
Namun, Tiba-tiba Tsuki melihat adanya aura merah pekat di depannya.
__ADS_1
"Aura merah apa itu?" Gumam Tsuki yang bingung sambil berjalan perlahan ke aura merah itu.
Tetapi, Tsuki merasakan badanya semakin panas, saat ia sudah semakin dekat dengan aura merah itu.
"Apa aura merah ini api? Tapi seharusnya tidak mungkin api ini bisa membuatku merasakan panas. " Ucap Tsuki yang tambah kebingungan dan terkejut.
Tapi, Tsuki masih terus perlahan-lahan berjalan maju mendekati aura merah itu, walaupun badanya sendiri sudah terasa terbakar.
Tsuki terus menahan rasa panas yang sangat luar biasa itu, sampai ia akhirnya pun sudah berada di samping api itu.
"Aku sudah tidak tahan lagi!" Teriak Tsuki sambil ingin menyentuh aura merah itu.
Namun, tiba-tiba di belakang Tsuki muncul tangan hitam yang sangat besar dan langsung menarik tubuh Tsuki ke belakang dengan sangat cepat.
"Woi, kenapa ini?! Siapa yang menarik aku?! " Teriak Tsuki yang sangat terkejut. Tsuki tidak bisa melepaskan tubuhnya dari tarikan itu, walaupun ia sudah berusaha sekeras tenaga nya.
Seketika Tsuki pun langsung berada di dalam kamarnya lagi, dan di hadapannya sudah ada Beelzebub lagi yang duduk di atas tubuh aslinya Tsuki.
"Akhirnya kau kembali, bocah! " Ucap Beelzebub.
"Woi! Apa kau yang menarik ku tadi?!" Teriak Tsuki sambil menatap kesal ke arah Beelzebub.
"Oi, oi, santai dong. Aku ini baru saja menyelamatkan hidup mu tau. " Jawab Beelzebub sambil menenangkan Tsuki.
"Woi! Kau ini bodoh atau apa sih?! Tadi jika aku tidak menarik mu kau pasti sudah pasti di bunuh oleh aura merah yang ada di depan mu itu!" Teriak Beelzebub dengan sangat kencang sambil memaki-maki Tsuki.
"Hah? Sebentar bagaimana kau tahu ada aura merah di depan ku?" Tanya Tsuki yang bingung karena Beelzebub tau tentang aura merah itu
"Ya, tentu saja aku tau, kan aku selalu mengawasi mu! Aura merah itu sangat berbahaya jika tadi kau menyentuh pasti kau sudah mati sekarang. " Jawab Beelzebub dengan suara yang kencang.
"Ohhh, bearti kau menyelamatkan hidup ku ya? Terimakasih ya! " Ucap Tsuki dengan santai sambil tersenyum.
"Ya iyalah. Dasar bocah sialan! " Balas Beelzebub yang kesal.
Tsuki pun langsung memalingkan tatapannya dari Beelzebub.
"Yosh, baiklah, sekarang apa yang perlu aku lakukan lagi?" Tanya Tsuki sambil merenggang otot-otot nya.
"Tcih, dasar bocah sialan, bahkan kau tidak meminta maaf setelah memarahi ku." Ucap Beelzebub yang menggerutu. "Sekarang kau akan ku kembalikan saja ke tubuh mu yang asli, karena sepertinya para Shinobi itu tidak akan menyerang ke sini lagi. " Lanjut Beelzebub sambil mengulurkan tangannya ke Tsuki.
"Tunggu...Tunggu dulu! Ada yang ingin aku tanyakan dulu. " Ucap Tsuki sambil berjalan mundur ke belakang.
__ADS_1
"Hadehh... Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan? " Tanya Beelzebub dengan muka yang malas.
Jika aku kembali ke tubuh asli apa kekuatan ini juga akan menghi.... "
Belum juga Tsuki menyelesaikan kalimatnya, Beelzebub sudah menarik Tsuki dengan tangannya dan menaruhnya di atas tubuh aslinya.
"SIALAN! DASAR BRENGSEK! " Teriak Tsuki dengan sangat kencang
Teriakan Tsuki pun terdengar ke seluruh penghuni rumah, mereka pun langsung keluar dari kamar karena terkejut.
"Tsuki?! Suara teriakan ini dari kamar Tsuki!" Teriak Asahi sambil berlari ke kamar Tsuki
Para orang-orang yang ada di rumah pun juga langsung berlarian ke kamar Tsuki, mereka semua sudah panik karena mendengar suara teriakan itu.
'BUGH! '
Asahi langsung membuka pintu kamar Tsuki dengan kencangnya.
"Tsuki apa kau sudah sadar?! " Teriak Asahi dengan sangat kencang.
Asahi pun terkejut senang melihat Tsuki yang sedang duduk di kasurnya sambil memegangi kepalanya.
"Tsuki, akhirnya kau sadar juga! " Teriak Asahi sambil menangis dan memeluk Tsuki.
Orang-orang yang ada di luar kamar Tsuki pun juga langsung masuk dan mengelilingi Tsuki.
"Wahhh.... Akhirnya Tsuki-sama, sadar. "
"Syukurlah, Tsuki-sama sudah sadar. "
Ucap para pembantu dan penjaga yang turut senang juga sambil tersenyum.
"Misi... Tolong Minggir. " Ucap Tobi yang tiba-tiba datang dan langsung menerobos kerumunan.
"Tsuki, syukurlah kau sudah sadar... " Ucap Tobi sambil memukul pundak Tsuki.
"Eeeh... Ini sesak tolong lepaskan pelukanmu Asahi. " Ucap Tsuki sambil menepuk-nepuk pundak Asahi agar ia melepaskan pelukannya.
"Ehhh, iya, iya maaf. Aku sangat terharu melihat mu sudah sadar kembali Tsuki. " Balas Asahi sambil melepaskan pelukannya dari Tsuki.
"Iya, iya, tidak apa-apa kok. " Jawab Tsuki sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yosh! Karna Tsuki sudah sadar mari kita membuat pesta! " Teriak Asahi yang sangat bersemangat sambil mengelap air matanya