Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 66 - Membunuh Hewan Buas


__ADS_3

"Tsuki... Hewan apa itu?! Kenapa hewan seperti ini bisa berada di sini?!" Tanya Asahi yang terkejut dan takut melihat hewan buas itu


"A-aku juga tidak tahu Asahi, tapi hewan ini membuat tubuhku bergetar.... " Jawab Tsuki yang juga merasakan hal yang sama.


Sementara itu Tobi sedang bertatapan dengan hewan buas itu, ia sama sekali tidak bergerak dia hanya memegang Katana nya, tapi dia menyerang hewan buas itu.


Tiba-tiba, hewan buas itu mengeluarkan suara naungan yang sangat kencang, Tsuki dan Asahi pun langsung terkejut dan langsung menutup kedua telinga mereka.


Namun, Tobi sama sekali tidak menutup kedua kupingnya, tapi ia malah mengarahkan Katana nya ke hewan buas itu dan Tobi seperti sedang bersiap untuk menyerang.


Dan benar saja setelah hewan buas itu menutup mulutnya, Tobi langsung melesat dengan sangat cepat ke depan hewan buas itu, sambil mengarahkan ujung Katana nya ke perut hewan buas itu.


Namun, hewan buas itu cukup pintar ia langsung mengibaskan ekornya yang sangat panjang ke depan, dan itu hampir mengenai Tobi. Tapi untung saja berkat reflek Tobi yabg cepat, ia dapat menghindari ekor itu dan juga menusuknya.


"Sialan, ekor itu mengejutkanku, tapi tidak lama lagi dia pasti akan melemas karena ekornya telah tertusuk oleh Katana beracun ku." Gumam Tobi yang menatap ke ekor hewan buas itu.


Namun, ternyata tidak ada bekas tusukan di ekor hewan buas itu, Tobi pun langsung terkejut melihatnya


"Bagaimana mungkin tidak ada bekas tusukan di ekornya, aku yakin aku telah menusuknya. " Ucap Tobi yang sangat terkejut dan kebingungan.


Hewan buas itu pun sekarang menyerang balik ke Tobi, ia membuka mulutnya dengan sangat lebar dan ingin melahap Tobi hidup-hidup.


Namun, Tobi langsung melompat dengan sangat tinggi ke atas dan ia pun mendarat tepat di atas kepala hewan buas itu.


Sontak hewan buas itu langsung meronta-ronta, agar Tobi turun dari atas kepalanya dan itu membuat Tobi kesusahan untuk mempertahankan keseimbangannya.


Tsuki dan Asahi yang dari tadi melihatnya pun ingin membantu Tobi, mereka berdua langsung mengeluarkan Katana mereka dan berlari dengan sangat kencang ke arah hewan buas itu.


"Tobi, kami datang untuk membantumu! " Teriak Asahi dengan sangat kencang


Sontak Tobi pun terkejut melihat kedatangan mereka berdua, tapi sebenarnya dia juga sudah sedikit menduga kalau Asahi dan Tsuki akan datang ke tempatnya.


"Kalian berdua! Kalian telah melanggar perintah! " Balas Tobi yang sangat kesal melihat Tsuki dan Asahi datang.

__ADS_1


"Berisik, kami di sini untuk membantumu! Bukanya untuk mendengar ocehanmu! " Jawab Asahi sambil menatap sinis ke Tobi. Sontak Tobi langsung terkejut melihat tatapan mata Asahi.


"Tsuki! Kau serang kaki kirinya aku menyerang kaki kanannya!" Teriak Asahi sambil mengarahkan katana nya ke kaki hewan buas itu.


"Siap, Asahi!" Jawab Tsuki yang juga melakukan hal yang sama.


'TRING!'


'TRANG! '


Namun, katana mereka berdua tidak bisa menusuk hewan buas itu karena kulitnya yang sangat keras seperti batu.


"Asahi! Kulit hewan ini sangat keras! Katana ku tidak bisa menembusnya!" Teriak Tsuki yang terkejut.


"Iya Tsuki, katana ku juga tidak bisa menembusnya kulitnya! " Jawab Asahi yang kesusahan.


Hewan buas itu pun tidak tinggal diam melihat kaki besarnya di serang oleh dua bocah, hewan itu langsung berlari ke depan dengan sangat kencang dan hampir saja menginjak Asahi dan Tsuki, tapi untungnya mereka berdua berhasil menghindarinya dengan cepat.


"Woi! Perhatikan langkahmu hewan bau! " Teriak Tsuki yang kesal karena hampir saja terinjak.


"Oi, Tsuki, bukanya ini waktunya untuk kita lari ya? " Bisik Asahi yang menyarankan ke Tsuki untuk lari.


"Huh! Lari? Apa kau takut Asahi hanya karena hewan ini menatap tajam ke arah kita? " Balas Tsuki sambil menunjuk ke hewan buas itu


"Tentu saja tidak! Tapi aku punya firasat buruk jika kita tidak lari dari sekarang, Tsuki... " Balas Asahi sambil bersiap untuk berlari.


Firasat Asahi pun benar, hewan buas itu langsung berlari ke arah mereka dengan sangat kencang. Seketika Asahi dan Tsuki juga langsung berlari menjauh dari hewan buas itu.


"TUH, KAN, BENER DIA BENERAN NGEJAR KITA! " Teriak Asahi yang panik sambil berlari dengan sangat kencang. "Tsuki! Di depan kita belok ke arah sana! " Lanjut Asahi sambil menyuruh Tsuki untuk berbelok.


Namun, Tsuki tidak mendengar perkataan Asahi karena dia juga sangat panik di kejar oleh hewan buas itu.


Asahi yang sudah berbelok pun kebingungan melihat Tsuki yang tidak ikut belok juga, ia malah terus berlari lurus dengan sangat kencang.

__ADS_1


"Hei! Tsuki! Belok sini! " Teriak Asahi tapi Tsuki sudah berlari jauh di depannya. Asahi pun menggelengkan kepalanya, karena tidak menduga bahwa Tsuki tidak mendengar perkataannya. " Sialan kau Tsuki, kalau sudah begini aku akan ke rumah untuk memanggil bantuan. " Ucap Asahi sambil berjalan pergi.


Sementara itu, Tsuki sudah merasa lelah, namun ia masih di kejar oleh hewan buas itu. Tobi pun peka, karena melihat lari Tsuki mulai melambat.


"Tsuki! Tenangkan dirimu! Dan atur nafasnya secara perlahan! Itu akan membantu menambah stamina mu! " Teriak Tobi yang masih bergalayutan di tubuh hewan buas itu.


Tsuki pun mendengar teriakan dari Tobi, ia pun langsung melakukan apa yang Tobi suruh. Seketika Tsuki mulai merasa staminanya bertambah dan itu juga membuat dirinya menjadi tenang.


Tobi yang melihat Tsuki sudah melakukan yang dia suruh, ia pun langsung berusaha lagi untuk naik ke atas kepala hewan buas itu.


"Tsuki, bertahanlah sebentar lagi, aku akan menyelesaikan ini! " Gumam Tobi sambil masih berusaha untuk naik ke atas kepala hewan buas.


Tobi pun berhasil naik ke atas kepala hewan buas itu, ia langsung berpegangan ke kuping hewan buas itu dan langsung juga mengeluarkan katana nya.


Tobi pun langsung mengeluarkan aura Ki yang sangat besar dan langsung menusuk mata hewan buas itu.


'KRAGGG!'


Seketika hewan buas itu langsung berhenti berlari, dan ia keliatan sangat kesakitan setelah terkena tusukan dari Tobi.


Namun Tobi tidak berhenti di situ saja, ia pun juga langsung mengambil bom racun yang ada di sakunya dan melemparkannya masuk ke dalam mulut hewan buas itu. Tsuki yang melihatnya pun langsung terkejut, ia juga langsung berhenti berlari dan menatap serius ke arah Tobi.


Dalam beberapa detik saja hewan buas itu langsung terjatuh, Tsuki pun langsung menghampiri hewan buas itu.


"Tobi-san! Apa kau baik-baik saja?! " Teriak Tsuki yang khwatir dengan keadaan Tobi. Ia pun langsung terkejut melihat Tobi yang sudah terbaring di tanah. Tobi! Apa kau mati?! " Teriak Tsuki lagi yang panik melihat Tobi terbaring di tanah


"Tentu sana tidak bodoh!" Ucap Tobi yang langsung menampar pipi Tsuki.


"Aww, syukurlah kau baik-baik saja... " Balas Tsuki dengan pipinya yang merah.


Tobi pun langsung berusaha untuk berdiri, Tsuki yang melihatnya langsung membantu Tobi. Namun tiba-tiba Tobi hampir terjatuh, untungnya Tsuki langsung cepat menangkap Tobi.


"Tobi-san? Ada apa? " Tanya Tsuki yang terkejut.

__ADS_1


"Sepertinya aku terlalu banyak menggunakan Ki, tubuhku menjadi lemas... " Jawab Tobi dengan kedua matanya yang sayu.


Tiba-tiba, terdengar banyak suara langkah kaki kuda di depan mereka, sontak itu membuat keduanya langsung berwaspada dan menatap serius ke depan.


__ADS_2