Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 74 - Bertemu kembali Dengan Shogun


__ADS_3

Semua penduduk Arakawa pun mengangguk mengerti. Namun sesaat mereka ingin berjalan masuk ke dalam goa, tiba-tiba goa itu bergetar dengan cukup kencang.


"Semuanya mundur! " Perintah Shogun.


Para penduduk Arakawa yang tadinya ingin masuk langsung keluar lagi goa itu, mereka pun langsung berlindung di belakang pepohonan.


Shogun pun mengatifkan Shu miliknya untuk mengecek di dalam goa itu.


******


Di dalam hutan, para prajurit sudah selesai mengeluarkan semua mayat prajurit yang telah mati. Sekarang mereka hanya perlu membawa mayat-mayat itu kembali ke markas.


"Akhirnya selesai juga ya, Izumi... " Ucap Arata sambil mengelap keringatnya.


"Iya... " Jawab Izumi dengan ragu.


"Kenapa Izumi? Apa ada yang salah? " Tanya Arata yang bingung dengan jawaban Izumi yang ragu.


"Pe-perasaan ku mengatakan kalau ini belum selesai. " Jawab Izumi.


"Apa maksudmu? Apa akan terjadi masalah lagi? " Tanya Arata terkejut mendengar jawaban Izumi.


"Se-sepertinya iya... "


Para prajurit yang mendengar percakapan mereka berdua pun juga ikut terkejut, para prajurit langsung saling menatap seperti memberikan isyarat akan terjadi sesuatu yang buruk.


Sementara itu prajurit yang mencari Shogun tadi akhirnya menemukan jejak Shogun, ia menemukan kuda Shogun berada di pinggiran tebing, ia pun langsung menduga kalau Shogun sedang dalam masalah


Prajurit itu pun langsung kembali lagi ke hutan untuk memberitahu ke Arata dan Izumi.


Arata, Izumi, dan para prajurit pun mendengar suara langkah kaki kuda yang cukup jauh di depan mereka. Mereka semua langsung memasang posisi siaga, Arata dan Izumi maju paling depan.


"Semuanya tetap di posisi!" Teriak Arata


"Jangan ada yang menyerang sampai aku perintahkan! " Teriak Izumi.


"Siap Tuan! " Jawab serempak para prajurit.


Mereka pun dari jauh melihat seseorang sedang menunggangi kuda dan mengarah ke tempat mereka. Mereka semua jadi sangat waspada, setelah mendengar percakapan Izumi dan Arata tadi, karena biasanya firasat dari Izumi selalu benar.


"Semuanya Ini aku! Ini aku! " Teriak orang yang sedang menunggangi kuda itu sambil melambaikan tangannya.


Sontak mereka semua pun terkejut mendengar teriakan orang itu.


"Siapa kau?! " Tanya Arata.


"Aku menemukan Shogun-sama! Tapi sepertinya dia sedang dalam masalah! "


Mendengar nama Shogun membuat para prajurit yakin, kalau orang itu bukanlah musuh mereka pun secara tidak sadar melonggarkan posisi siaga mereka.


Namun, tidak dengan Izumi dan Arata mereka berdua tetap mempertahankan posisi siaga mereka, dan tidak akan mempercayai orang itu sebelum mengetahuinya.

__ADS_1


Saat orang itu semakin dekat dengan mereka, Izumi dan Arata pun langsung mengenali dia.


"Arata, orang itu adalah pasukan yang kita suruh untuk pergi ke Shogun. " Ucap Izumi.


"Iya, kau benar, Izumi. Kalau begitu ucapannya tentang Shogun-sama dalam bahaya bearti benar! " Balas Arata.


Mereka berdua pun dengan cepat langsung menunggangi kuda mereka dan pergi ke arah orang itu. Para prajurit terkejut melihat, mereka pun juga langsung menyusul Arata dan Izumi dengan kuda mereka.


*Woi, cepat arahkan kami ke tempat Shogun! " Teriak Izumi.


Prajurit itu langsung memutar balikan kuda nya dan menuntun Arata, Izumi, dan para prajurit ke tempat ia menemukan kuda Shogun.


******


Dengan cepat mereka semua sudah sampai di pinggiran tebing, Izumi dan Arata pun sedang melihat-lihat kuda Shogun sementara para pasukan sedang mencari Shogun di sekitaran tebing.


"Arata, apakah mungkin Shogun-sama jatuh ke sungai di bawah itu? " Tanya Izumi yang khwatir.


"Hmmm...Ya, itu sih mungkin saja, tapi Shogun-sama pasti akan naik kembali lagi ke atas. " Jawab Arata yang sedang melihat ke sungai di bawah.


"Atau mungkin... "


"Atau mungkin apa Izumi? " Tanya Arata yang langsung memotong ucapan Izumi.


"Aku berpikir kalau Shogun-sama sengaja jatuh ke sungai itu, tapi...


"Apa maksudmu? Untuk apa Shogun-sama sengaja menjatuhkan dirinya ke sungai? "Tanya Arata yang lagi-lagi memotong ucapan Izumi.


"Ma-maaf, a-aku hanya terlalu bersemangat..."


"Maksudku tadi bukan jatuh. Lebih tepatnya Shogun-sama turun ke sungai itu, mungkin saja dia tadi sedang mengejar seseorang sampai ke bawa sungai itu. " Ucap Izumi sambil menunjuk ke arah sungai di bawah.


"Menurutmu gimana? " Lanjut Izumi.


Arata diam saja tidak merespon perkataan dari Izumi. Izumi pun kesal padahal ia sudah menjelaskan panjang lebar, tapi Arata malah diam saja seperti tidak peduli.


"Oi... Bodoh, sekarang kau sudah boleh ngomong. " Ucap Izumi sambil menepuk kepala Arata.


"Aduh... Kenapa kau memukul ku? "


"Karena kau bodoh! "


"Ehhh... Kok malah kau yang marah? " Ucap Arata yang bingung dengan sifat temannya itu.


"Sudahlah. Kalau menurut ku kita langi saja turun ke bawah! " Jawab Arata sambil langsung melompat ke sungai di bawah.


Sontak Arata yang ada di dekatnya sangat terkejut, ia langsung reflek ingin memegang tangan Arata, namun tidak sempat Arata pun terlanjur terjatuh ke bawah sungai itu.


Bodohnya para prajurit juga malah mengikuti Arata melompat ke sungai di bawah.


"Ke-kenapa aku selalu bersama orang bodoh... " Ucap Izumi yang kesal dan frustasi.

__ADS_1


Mereka semua mendarat di bawah dengan selamat berkat adanya air sungai, namun beberapa dari mereka hampir saja terbawa oleh arus sungai yang cukup kencang. Tetapi, untung saja mereka semua langsung saling memegang tangan satu sama lain.


"Woi! Apa kalian semua baik-baik saja? " Tanya Izumi yang masih di atas tebing.


"Tentu saja kami baik-baik saja! Sebaiknya kau cepatlah melompat ke bawah sini Izumi! " Jawab Arata dengan suara yang lantang.


Tidak akan aku akan lewat pinggiran tebing ini saja " Jawab Izumi.


"Itu akan memakan waktu yang lama! Jika kau ingin menyelamat Shogun-sama dengan cepat sebaiknya kau melompat! " Teriak Arata yang terus memaksa Izumi untuk melompat.


"BAIKLAH! " Balas Izumi yang langsung melompat ke bawah, ia sangat kesal mendengarkan teriakan dari Arata yang sangat berisik.


"Hahaha, akhirnya mau juga kau! "


"Berisik! Sekarang apa yang harus kita lakukan? " Tanya Izumi ke Arata.


"Lah? Kok tanya aku? Bukanya kau yang punya rencana. " Jawab Arata yang malah bertanya balik.


Izumi langsung menatap sangat kesal ke Arata, ia tidak habis pikir dengan Arata yang selalu melakukan hal nekat seperti ini tanpa mempunyai rencana sedikit pun.


"Pa-pasti nanti kita akan dapat rencananya, Izumi. Yang penting sekarang kita harus naik ke dinding tebing ini dulu. " Ucap Arata yang ketakutan melihat tatapan Izumi. Ia pun memanjat dinding tebing yang ada d depannya.


"Lihat seperti ini caranya, Izumi. " Ucap Arata yang mencoba untuk menghibur Izumi.


Saat ia ingin berpindah ke dinding selanjutnya, tiba-tiba tangannya menembus dinding itu dan ia pun seperti terhisap masuk ke dalam nya.


"ARATA-SAN! "Teriak mereka semua yang sangat terkejut melihat kejadian itu.


Tanpa pikir panjang Izumi yang panik langsung mengejar Arata, begitu juga para prajurit.


Kedatangan mereka yang sangat heboh pun membuat goa yang sudah tua itu menjadi bergetar cukup kencang.


Shogun yang merasakan aura Ki yang tidak asing, langsung masuk lagi ke dalam goa dan mendatangi aura Ki tersebut.


"Hoi! Apa yang kalian lakukan di sini! " Teriak Shogun yang senang melihat para prajuritnya.


"Ehhh, Shogun-sama?! " Balas teriak prajurit yang terkejut dan juga senang.


Shogun pun menghampiri mereka dan memeluk para prajuritnya.


"Anda baik-baik saja kan, Shogun-sama? "


"Kami sudah mencari anda dari tadi, Shogun-sama. "


Ucap para prajurit yang sangat senang dan terharu bertemu dengan Shogun, padahal mereka hanya berpisah beberapa jam dengan Shogun.


"Syukurlah anda baik-baik saja, Shogun-sama." Ucap Izumi dan Arata sambil memeluk Shogun dengan erat.


"Hahaha, aku baik-baik saja. Kalian pasti lelah kan? Ayo, ayo, aku antar ke tempat istirahat. "


Tanpa banyak bertanya mereka pun mengikuti Shogun. Shogun mengantar mereka bertemu dengan para penduduk Arakawa yang ada di luar goa.

__ADS_1


__ADS_2