
Tubuh Tsuki berkeringat sangat banyak dan kedua kakinya bergetar wajahnya pun juga ikut pucat, ia menatap kosong ke arah dua tahanan itu.
Tsuki langsung berlari keluar ruangan itu, ia menghampiri Shimizu yang sedang berada di ruangan bersama saudara-saudaranya dan juga ibu-ibu saudaranya.
Tsuki langsung mendobrak pintu ruangan tersebut dengan sangat kencang, para penjaga yang di depan pintu itu pun juga ikut terpental karena mereka berusaha untuk menghentikan Tsuki untuk masuk, yang itu sebenarnya adalah perintah dari saudara-saudara nya untuk tidak memperbolehkan Tsuki untuk masuk.
"Ibu! Apa kau baik-baik saja?! " Teriak Tsuki yang sangat panik sambil mencari keberadaan ibunya.
"Oya, oya, oya... Kenapa budak anak Shogun ada di sini?"
"Apa kau merindukan ibumu anak cengeng? "
Semua saudaranya langsung mengolok-olok Tsuki, tetapi Tsuki tidak memperdulikan perkataan mereka semua.
Ia pun melihat Shimizu yang sedang menunduk sambil mengelap tumpahan air di lantai, seketika amarah Tsuki langsung melonjak melihat ibunya lagi-lagi di perlakuan seperti pembantu.
"Hei! Apa yang kalian lakukan kepada ibu ku?!" Bentak Tsuki yang sudah sangat kesal, ia pun sampai tidak sadar mengeluarkan aura Ki miliknya.
Aura Ki yang di keluarkan Tsuki sangat besar, membuat saudara-saudaranya mundur beberapa langkah kebelakang, ibu-ibu saudaranya bergetar ketakutan. Shimizu juga sangat terkejut melihat anak semata wayangnya terlihat sangat marah, dan ekspresi Tsuki yang sedang marah mengingatkannya kepada Kuro saat ia sedang marah juga.
"Anakku berhenti! " Teriak Shimizu yang langsung berlari dan memeluk Tsuki.
Seketika aura Ki Tsuki yang tadi sangat besar perlahan menghilang, Tsuki pun juga memeluk balik ibunya yang sangat ia rindukan.
"Ibu, apa engkau baik-baik saja? " Tanya Tsuki sambil melihat mata Shimizu.
"Te-tentu saja, aku baik-baik saja. " Jawab Shimizu sambil tersenyum. " Jadi kamu tidak perlu marah lagi ya... " Lanjutnya sambil mengelus-elus dada Tsuki.
"Iya, ibu... Ayo kita keluar dari sini. " Ucap Tsuki sambil mengandeng tangan Shimizu dan membawanya keluar.
'BRUGH! '
"ARGHHH! TOLONG! "
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh yang sangat kencang dan teriakan seseorang di belakang Tsuki dan Shimizu. Mereka berdua yang baru di depan pintu langsung menoleh kebelakang, Tsuki pun sangat terkejut melihat Yona ibu dari salah satu saudaranya sedang di cekik oleh orang aneh di belakangnya.
__ADS_1
"Siapa kau?!" Bentak Tsuki yang langsung mengeluarkan katana nya. "
"Serahkan Shimizu, jika tidak wanita ini akan ku bunuh! " Jawab orang aneh yang memakai baju warna-warni itu yang langsung membuat seisi ruangan menjadi hening. Saudara-saudaranya Tsuki beserta ibunya langsung berlarian ke belakang Tsuki. Para penjaga yang baju saja berdiri pun langsung mengepung orang aneh tersebut.
"Dari mana orang aneh ini datang?
"Hahaha, siapa yang peduli...Jika ia sudah berani masuk ke sini bearti ia juga sudah siap untuk mati. "
"Kau benar, jangan lupakan tugas kita untuk melindungi keluarga, Kuro-sama, dengan nyawa kita. "
Ucap para penjaga yang meremehkan orang aneh tersebut, karena pakaian yang ia pakai sangat norak
Tiba-tiba anak dari Yona menghampiri Shimizu, ia langsung memegang tangan Shimizu.
"Cepat serahkan ibuku! Lalu aku akan memberikan mu pembantu ini! " Teriak anak Yona sambil menarik-narik Shimizu ke depan.
Namun, Tsuki langsung mengarahkan katana nya tepat di wajah saudaranya itu, Tsuki sangat kesal karena beraninya ia menarik ibu nya dengan sangat kasar.
"Lepaskan ibuku! Atau kau yang akan ku bunuh! " Bentak Tsuki sambil menatap tajam ke saudaranya itu.
Tetapi karena fokus Tsuki teralihkan, orang aneh itu melempar Yona dan langsung berlari secepat kilat sambil mengarahkannya katana nya ke perut Tsuki.
"TSUKI-SAMA!" Teriak salah satu pasukan yang langsung memasang badannya tepat di depan Tsuki, akibatnya ia pun terkena tusukan katana dari orang jahat tersebut.
Tsuki menatap ke penjaga yang sudah tergeletak di tanah itu, kedua tangan Tsuki bergetar terkejut, seketika ia sangat bingung harus melakukan apa.
"Gimana ini? Kalau tidak langsung ku tolong pasti penjaga ini akan mati karena kesalahanku... Ta-tapi jika aku melakukan itu aku tidak bisa melindungi ibu. " Batin Tsuki yang sudah sangat tertekan.
"Tcih, dasar brengsek! Tapi yang kali ini pasti akan kena! " Teriak orang jahat itu yang langsung ingin menusukkan pedangnya lagi ke perut Tsuki.
Dia sangat yakin sudah benar-benar menusuk Tsuki tepat di perutnya, namun saat ia melihat lebih jelas ke arah katana nya ia malah di buat terkejut. Karena katana nya telah terhenti persis di depan perut Tsuki, katana itu seperti tertancap di sesuatu yang menghalangi tubuh Tsuki.
"Dasar bodoh! Kau kira bisa menusukku dengan semudah itu kah?! " Ucap Tsuki yang tiba-tiba suaranya berubah menjadi sangat berat dan menyeramkan.
Bahkan karena suara Tsuki yang berubah seisi ruangan langsung berubah menjadi mencekam, aura Ki yang sangat gelap mulai perlahan-lahan keluar dari tubuh Tsuki, di wajahnya pun mulai muncul garis-garis aneh berwarna hitam pekat.
__ADS_1
"An-anaku...? " Ucap Shimizu yang sangat terkejut melihat tubuh Tsuki.
Tubuh Tsuki sekarang sedang di kendalikan oleh Beelzebub, di bawah alam sadarnya Tsuki sedang tidak sadarkan diri, karena ia tadi sangat panik dan membuatnya sangat tertekan, di situlah Beelzebub langsung mengambil alih tubuh Tsuki.
Tubuh orang jahat itu bergetar ketakutan sangat kencang, ia bahkan sampai mundur sangat jauh dari hadapan Tsuki.
"Jangan lari bocah berengsek! Aku akan membalas perbuatanmu! " Teriak Beelzebub yang langsung maju sangat kencang yang bahkan tidak ada yang bisa melinat pergerakan Beelzebub.
"SLASSH! "
Tiba-tiba satu potong tangan manusia melayang di udara dan terjatuh tepat di depan ibu dan saudara-saudaranya Tsuki.
"Tcih, meleset yah... " Ucap Beelzebub sambil membuang ludahnya ke lantai.
"Kau ini sebenarnya siapa?! " Tanya orang aneh itu yang sedang menempel di atas dinding hanya dengan satu tangan.
"Kau akan segera tau kok, karena kau sebentar lagi akan mati... " Ucap Beelzebub sambil tersenyum seperti psikopat.
BUUUSH!
Tiba-tiba muncul banyak asap di dalam ruangan itu, asap itu sangat tebal sampai menyelimuti seisi ruangan.
"Kau kira bisa kabur dari ku hanya dengan menggunakan asap murahan ini! " Teriak Beelzebub yang langsung menggunakan Shu nya.
Tetapi anehnya Shu Beelzebub sama sekali tidak bekerja, ia tidak bisa merasakan aura dari orang-orang, bahkan aura Ki nya juga tidak bisa di gunakan sama sekali.
"Asap apa ini...? Kenapa aku tidak bisa merasakan aura siapapun dan kenapa aura Ki ku semakin melemah? " Batin Beelzebub yang sangat bingung.
Muncul seseorang dari asap tebal itu berjalan santai ke arah Beelzebub yang sudah sedikit lemas. Beelzebub pun langsung maju dan berusaha memukuli orang itu, namun pukulannya tidak ada yang kena satupun.
"Di tubuh anak kecil ini kau hanya akan semakin lemah, Beelzebub. Marilah ikut denganku, aku akan memberimu wadah yang lebih bagus. " Ucap orang itu yang berbicara tepat di kedua kuping Beelzebub.
"Ti-tidak akan pernah..." Balas Beelzebub yang sudah merasa kelelahan.
"Dasar iblis bodoh. Kalau begitu akan aku ambil wanita ini ya... "
__ADS_1
"Tsuki! Jaga dirimu ya! " Teriak Shimizu.
Beelzebub gagal mengejar orang yang membawa Shimizu, karena saat ia ingin berlari tiba-tiba ia langsung terjatuh dan pandangannya langsung menjadi sangat gelap.