
Tiba - tiba, ada seseorang laki - laki yang keluar dari balik pohon yang berada tepat di samping mereka berdua.
"Hooo, jadi itu kau ya." Ucap Asahi sambil menatap sinis ke laki - laki yang sedang berjalan ke arah nya.
"Hahahah, sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan anak dari Shogun dan anak dari Shinigami Kuro. " Ucap laki - laki itu sambil memberi salam dan menundukan kepalanya.
Laki laki itu memakai jubah hitam juga, tetapi ia memakai topeng yang berbentuk seperti rubah dan berwarna putih.
"Kau itu sebenarnya siapa?" Tanya Asahi yang penasaran dengan laki - laki di depannya.
"Pertama-tama tolong berikan ketiga orang itu kepadaku. " Jawab Laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya.
Karena kondisi yang sudah terdesak, Tsuki dan Asahi pun langsung berjalan ke arah laki - laki itu sambil menggendong ke tiga orang itu.
"Sekarang taruh ketiga orang itu di tanah, dan kalian berdua mundurlah beberapa langkah." Ucap laki-laki itu sambil menyuruh mereka meletakan ketiga orang itu di tanah.
Asahi dan Tsuki pun langsung menuruti saja perkataan laki - laki itu, tetapi mereka berdua sebenarnya sangat kesal karena di perintah oleh laki - laki itu.
Asahi dan Tsuki memasang muka yang sinis dan ingin sekali membunuh laki - laki itu segera.
Tiba - tiba, Laki - laki menyentuh ketiga orang itu dengan tangannya, dan seketika ketiga orang itu langsung menghilang seperti tersiap ke dalam tangan laki - laki itu.
"Hah?! Apa - apaan kekuatan orang ini! " Gumam Tsuki dan Asahi yang terkejut melihat kekuatan dari laki - laki itu. Tetapi mereka berdua langsung menenangkan diri mereka masing - masing.
"Kami sudah melakukan apa yang kau minta, bearti sekarang giliran kami yang bertanya. " Ucap Tsuki sambil menatap sinis ke orang itu.
"Ya, silakan aku akan menjawab pertanyaan kalian. " Jawab laki - laki itu.
"Kalau begitu biar aku yang pertama bertanya. Jadi kalian ini sebenarnya siapa? " Tanya Tsuki dengan tatapan dingin nya.
"Kami ini adalah organisasi Yakuza. " Jawab laki - laki itu dengan singkat.
"Sekarang giliran ku bertanya. Apa tujuan dari Yakuza itu?" Tanya Asahi dengan wajah serius sambil menatap ke laki - laki itu.
"Tujuan Yakuza hanya satu, yaitu mengubah membunuh kau, Tokugawa Asahi. " Jawab laki - laki itu sambil menunjuk ke Asahi dan menatap nya dengan penuh nafsu membunuh.
Asahi dan Tsuki bergetar terkejut mendengarnya, tetapi mereka langsung menatap sinis ke arah laki - laki itu lagi.
"Karena sudah tidak ada yg perlu di bicarakan lagi, aku akan mundur sekarang. " Ucap laki - laki itu yang tiba - tiba langsung menghilang.
Orang - orang berjubah hitam yang tadi mengepung Tobi dan Zax pun juga ikut menghilang. Begitu juga denganorang - orang yang tadi sudah di kalahkan oleh Tsuki dan Asahi, mereka langsung menghilang dalam sekejap.
__ADS_1
"Tcih, mereka sangat cepat sekali menghilang nya. " Ucap Tsuki yang kesal sambil menggigit bibirnya.
"Tobi, Zax, kalian berdua tidak apa - apa kan? " Tanya Asahi sambil berlari ke arah Tobi dan Zax yang sudah terkapar di tanah.
"I-iya, Tuan muda, aku baik - baik saja. " Jawab Tobi sambil memegangi kepala nya yang pusing.
"Syukurlah, kau baik - baik saja Tobi. Lalu bagaimana dengan Zax? "
"Dia masih saja tidak sadarkan diri, tetapi kita harus segera mengobati Zax, Tuan muda. " Jawab Tobi sambil melihati Zax yang masih tidak sadarkan diri.
Tetapi, Tsuki masih saja kesal, dan ia marah - marah sendiri sambil menendang - nendang tanah.
"Aku pasti akan membunuh dan menghancurkan organisasi Yakuza itu dengan tangan ku sendiri. " Ucap Tsuki yang sudah sangat marah sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Tsuki! Sudahlah tidak usah terlalu di pikirkan yang terpenting kita semua selamat di sini, ayo kita segera pulang!" Ucap Asahi sambil mengajak Tsuki untuk pulang.
"Iya, Asahi. " Ucap Tsuki sambil berjalan menghampiri Asahi.
"Aku akan menggendong Zax, kalian berdua jalan saja duluan. " Ucap Asahi yang ingin menggendong Zax dan menyuruh Tobi dan Tsuki jalan duluan.
Setelah itu mereka berempat pun langsung pergi mengarah ke rumah Asahi, tadinya mereka ingin pergi ke rumah Tsuki saja, namun Tsuki melarangnya, karena tidak ingin membuat ibu nya khawatir lagi jika melihat kejadian ini.
******
Tobi pun langsung membuka pintunya. " Halo, kami pulang. " Ucap Tobi dengan ramah.
Tetapi tidak ada satupun yang menyambut kedatangan mereka. Di dalam rumah keliatan sangat sepi dan sunyi.
"Halo, kenapa di sini sangat sepi sekali. " Ucap Tobi sambil melihat - lihat sekelilingnya.
"Tobi-san, berhati - hati lah." Ucap Tsuki yang ada di belakang Tobi sambil melihat sekelilingnya juga.
'DUGH! '
Tiba - tiba ada suara seperti barang jatuh dari arah ruang makan, mereka berempat pun langsung menghampiri ke ruang makan dengan perlahan.
Saat mereka sudah di depan ruang makan, tiba - tiba ada seseorang yang memukul Tobi dengan panci dari samping nya. Tetapi, dengan cepat Tobi langsung menghindar dan langsung menahan panci itu.
"Siapa kau?! " Teriak Tobi sambil melihat ke wajah orang yang ingin memukulnya dengan panci tadi.
"Tobi-san! "Teriak orang itu sambil menatap mata Tobi.
__ADS_1
Tobi pun terkejut karena yang menyerangnya adalah Kana, wajah Kana terlihat panik dan memerah.
"Kana! Apa ada masalah?! " Tanya Tobi sambil berteriak ke Kana.
Kana tiba - tiba langsung duduk di lantai dengan lemas dan ia mulai mengeluarkan air matanya.
"WUUAAAA! WUAAAA! SYUKURLAH TOBI-SAN SUDAH KEMBALI. " Teriak Kana yang sedang menangis sambil menarik - narik baju Tobi.
Tobi pun menjadi terkejut melihat itu, dia pun langsung menundukkan badan nya sambil berusaha menenangkan Kana yang terus menangis.
"Tobi-san, aku akan mencari lagi orang - orang yang ada di sini. " Ucap Tsuki sambil berjalan mencari yang lain nya.
"Kalau begitu, aku juga ikut dengan kau Tsuki." Ucap Asahi sambil memegang pundak Tsuki.
"Tidak, kau di sini saja Asahi. Sebaiknya kau segera menaruh Zax di lantai saja, agar kau bisa berjaga - jaga di sini. " Jawab Tsuki yang menolak Asahi ikut dan menyuruhnya untuk berjaga saja di ruang makan.
"Hahh... Baiklah. " Jawab Asahi sambil menaruh Zax di lantai dengan perlahan.
Tsuki pun langsung berjalan ke keluar dari ruang makan dan menyelusuri lorong yang ada di rumah Asahi.
"Halo... Apa ada orang di sini?" Ucap Tsuki sambil berjalan dan mengecek setiap ruangan di sana.
"Tek... Tek... Tek.. "
Tiba - Tiba, Tsuki mendengar ada suara langsung dari lorong yang ada di samping nya, dia pun langsung berjalan mundur dan bersembunyi di balik tembok sambil terus mendengar suara langkah kaki itu.
"Suara langkah kaki siapa itu?" Gumam Tsuki yang bingung karena mendengar langkah kaki itu.
Suara langkah kaki itu semakin dekat dengan Tsuki, Tsuki pun langsung menyamarkan hawa keberadaanya.
Saat orang itu lewat di depan Tsuki, tiba - tiba Tsuki langsung menutup mulut orang itu dan langsung membawa nya ke dalam ruangan di dekatnya
"Heemm... Heemm... Heemm. " Orang itu memberontak dan menggigit tangan Tsuki, tetapi Tsuki langsung melempar orang itu ke dalam ruangan yang gelap.
"Brugh... Brugh..."
Tsuki langsung mengeluarkan katana miliknya dan mengarahkan ke orang itu.
'Siapa kau? " Ucap Tsuki sambil menatap sinis ke orang itu.
Orang itu pun langsung menatap Tsuki dengan sinis juga sambil menarik nafas nya.
__ADS_1
"Hah? Perempuan? " Gumam Tsuki yang terkejut melihat orang yang tadi ia sekap adalah seorang perempuan.