Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 51 - Latihan Baru Tsuki Dan Asahi


__ADS_3

Setelah itu Shogun dan para pasukannya pun berjalan pulang ke markas mereka dengan wajah yang senang.


******


...KOTA EDO 1863...


Para pasukan yang terluka sudah mulai pulih kembali, tetapi mereka masih di suruh untuk beristirahat sebentar lagi agar mereka bisa pulih total. Tetapi Zax masih belum pulih, tubuh dia masih lemas dan masih perlu banyak istirahat lagi untuk kembali seperti biasanya.


"Asahi, di mana kau? Sudah waktunya untuk kita latihan!" Teriak Tsuki yang sedang mencari Asahi di lorong rumah.


'Duk!'


'Duk!'


'Duk! '


"Suara berisik apa itu? " Gumam Tsuki yang bingung mendengar suara aneh di depannya. "Asahi apa itu kau?" Tanya Tsuki sambil berjalan menghampiri ke suara itu.


Tsuki terdiam terkejut melihat Asahi sedang memukuli pohon besar yang ada di halaman belakang.


"Asahi?! Apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Tsuki yang terkejut sambil menghampiri Tsuki.


"Ehh, Tsuki. Aku hanya sedang melatih kedua tanganku agar bertambah kuat. "Jawab Asahi dengan santai sambil melihat ke Tsuki.


"Hah?! Kau memukuli pohon besar sudah berapa menit?!" Teriak Tsuki dengan kencang sambil menatap ke arah Asahi dan ke pohon besar itu.


"Hmmm, sepertinya sudah satu jam lebih aku memukuli pohon besar ini. " Jawab Asahi sambil melihat ke Tsuki.


"Apa?! Satu jam?! Coba sini aku lihat kedua tanganmu! " Teriak Tsuki sambil menarik tangan Asahi.


"Asahi, Apa kau sudah gila?!" Teriak Tsuki yang terkejut melihat kedua tangan Tsuki penuh dengan luka. Tsuki pun langsung melirik ke arah pohon besar itu juga, dan ia tambah terkejut melihat batang pohon besar itu sudah banyak yang rusak.


"Ayo, Tsuki, kita berlatih lagi." Ucap Asahi sambil mengajak Tsuki pergi dari sana.


"Asahi! Kedua tanganmu itu perlu di obati dulu! " Teriak Tsuki yang kesal sambil menarik baju Asahi masuk ke dalam rumah lagi.


"Woi! Lepaskan aku, Tsuki! " Teriak Asahi yang kesal karena bajunya di tarik Tsuki.


"Sudahlah kau diam aja! " Teriak Tsuki yang sudah sangat kesal sambil menatap tajam ke arah Asahi.


Asahi pun langsung terdiam, Tsuki pun langsung menarik Asahi lagi untuk di obati di dalam.


"Bibi! Tolong obati bocah satu ini! " Teriak Tsuki sambil meminta dua pembantu yang sedang mengobrol di depannya.

__ADS_1


Dua pembantu itu pun langsung terkejut, mereka langsung berlari ke arah Tsuki.


"A-apa yang terjadi dengan Asahi-sama?" Tanya kedua pembantu itu yang terkejut melihat kedua tangan Asahi penuh luka.


"Bocah bodoh ini memukuli pohon besar yang ada di belakang sana. " Jawab Tsuki yang sudah sangat kesal. "Tolong segera obati kedua tangan dia. " Lanjut Tsuki sambil menyerahkan Asahi ke pada dua pembantu itu.


"Hei, tidak usah berlebihan! Luka segini tidak sakit sama sekali buat ku! " Teriak Asahi sambil memberontak untuk di lepaskan.


Ke dua pembantu itu pun langsung memegang Asahi, dan membawanya ke dalam ruangan pengobatan.


"Asahi! Aku akan tunggu di halaman depan bersama, Tobi-san. " Ucap Tsuki sambil berjalan pergi ke halaman.


Tsuki berjalan dengan wajah yang penuh kekesalan. "Selamat pagi, Tobi-san. " Ucap Tsuki sambil memberi salam ke Tobi dan menundukkan kepalanya.


"Ohh, pagi juga, Tsuki... Eh apa yang terjadi dengan mu? " Tanya Tobi yang terkejut melihat Tsuki yang sepertinya sedang marah.


"Si Asahi itu dia membuat ulah! " Jawab Tsuki yang kesal


"Membuat ulah? Memangnya apa yang dia lakukan sampai membuat mu sangat marah seperti ini? " Tanya Tobi dengan penasaran.


"Dia memukuli pohon besar yang ada di halaman belakang sampai kedua tangannya penuh dengan luka. " Jawab Tsuki sambil menunjukkan ke arah pohon besar itu.


"Pohon besar yang itu? Hahaha apa yang di pikirkan oleh, Asahi-sama, sampai memukuli pohon besar itu!" Ucap Tobi sambil tertawa kencang.


Tobi pun langsung terkejut, ia langsung menundukkan kepalanya dan menyilangkan kedua tanganya.


"Asahi-sama! Ma-maaf. " Ucap Tobi dengan suara pelan.


"Hee, kau cepat juga ya, Asahi. " Ucap Tsuki sambil melihat ke belakang nya.


"Tcih, diam kau, Tsuki. Karena kau aku di perlakuan seperti anak kecil di sana. " Jawab Asahi dengan wajah yang kesal.


"Hahaha, rasakan itu! Makanya lain kali pakai otak kecil mu itu. " Ucap Tsuki sambil tertawa dan meledek Asahi.


"Tcih, sudah ayo cepat kita mulai latihannya! " Balas Asahi dengan wajah yang kesal sambil menyuruh untuk segera memulai latihan nya.


"Ba-baik, Asahi-sama. " Jawab Tobi sambil berjalan ke depan mereka berdua.


Mereka bertiga pun pemanasan terlebih dahulu. Setelah pemanasan mereka bertiga pun langsung memulai latihan.


Asahi dan Tsuki di latih cara menggunakan Shu oleh Tobi.


"Mulai hari ini kalian berdua fokus untuk menguasai dasar - dasar dari Shu, agar kalian nantinya bisa merasakan aura keberadaan musuh kalian. " Ucap Tobi sambil memberitahu latihan hari ini.

__ADS_1


"Baik, Tobi-san! " Jawab mereka berdua dengan tegas.


"Langkah pertama, tutup kedua mata kalian dan fokus dengarkan suara yang ada di sekitar kalian berdua." Ucap Tobi dengan pelan.


Asahi dan Tsuki pun langsung menuruti perintah dari Tobi. Mereka berdua menarik nafas mereka dan mencoba fokus untuk mendengarkan suara di sekitaran mereka berdua.


"Hmmm... Bagus mereka berdua sudah lebih berkembang dari sebelumnya. " Gumam Tobi sambil berjalan mengelilingi Tsuki dan Asahi."Aku akan mencoba menyerang Tsuki pakai kayu ini." Lanjut Tobi sambil mengambil kayu panjang kecil yang ada di bawah nya.


Tobi pun langsung memukul dengan kencang tepat ke arah bahu Tsuki.


'DUGH! '


"Argh, sialan apa itu?! " Teriak Tsuki yang terkejut kesakitan, ia langsung jatuh ke tanah karena terkejut.


"Tsuki! Apa yang terjadi? " Teriak Asahi yang terkejut mendengar teriakan Tsuki, ia pun langsung ingin membuka kedua matanya untuk melihat keadaan Tsuki.


"Jangan membuka matamu, Asahi-sama! " Teriak tobi dengan sangat kencang.


Seketika Asahi langsung tidak menjadi membuka matanya, ia langsung menutup kedua matanya rapat - rapat.


"Me-memangnya ada apa, Tobi? " Tanya Asahi yang kebingungan.


"Sekarang tolong fokus untuk mendengar dan merasakan apapun yang ada di sekitarmu. " Jawab Tobi sambil berjalan mengelilingi Asahi.


"Ba-baiklah, Tobi. " Ucap Asahi.


Asahi pun langsung menuruti perkataan dari Tobi, ia langsung berusaha untuk fokus lagi.


Tobi pun langsung mulai memukul lagi, ia memukul Asahi tepat di pundaknya sama seperti Tsuki tadi.


"Apa ini? Aku merasa seperti ada benda yang mendekat ke arahku! " Gumam Asahi sambil menghindar ke samping dengan sangat cepat.


Asahi pun berhasil menghindari serangan dari Tobi, Tobi juga terkejut saat Asahi berhasil menghindari serangan dengan begitu cepat


"Hahaha, anda semakin hebat Asahi-sama. " Ucap Tobi sambil memberi pujian ke Asahi.


"Hahaha, Ternyata yang tadi itu serangan mu ya Tobi. Tapi Aku senang, karena sudah semakin berkembang. " Jawab Asahi sambil tersenyum senang.


Tsuku yang melihatnya pun juga langsung ingin mencoba nya lagi. "Tolong sekali lagi, Tobi-san! " Teriak Asahi sambil membukukan badannya ke Tobi.


"Hahaha, tentu saja kita akan lanjut lagi " Jawab Tobi sambil tertawa.


Selama seharian penuh mereka bertiga selalu berada di halaman, Tobi mengajari Tsuki dan Asahi dengan cukup keras dan sangat disiplin.

__ADS_1


__ADS_2