Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 71 - Menyusup


__ADS_3

Shogun keluar dari goa dan langsung menutup kembali goa itu. Ia pun langsung menunggangi kuda yang di bawa kedua bandit itu dan pergi ke desa.


Saat Shogun sudah sedikit lagi sampai di desa itu, ia melihat dari jauh ada dua penjaga yang menjaga gerbang masuk ke desa. Seketika Shogun langsung memberhentikan kudanya dan membelokkan ke arah pohon besar yang ada di antara semak-semak.


"Sialan, masih saja ada yang jaga. " Gumam kesal Shogun.


Setelah melihat-lihat beberapa menit, Shogun pun akhirnya mendapatkan ide. Shogun dengan dapat langsung menunggangi kudanya lagi, dan membawanya dengan sangat hati-hati ke dua pohon besar yang ada di dekat pintu masuk desa. Sesampainya di sana, Shogun turun lagi dari kudanya.


"Kuda yang manis, aku minta tolong padamu untuk mengganggu orang-orang jahat yang ada di situ ya. " Ucap Shogun sambil mengelus-ngelus kudanya tersebut. Lalu dengan Shogun langsung memukul pantat kuda itu dengan sangat kencang, kudanya pun langsung berlari sangat kencang ke arah dua bandit itu.


"Woi, kuda itu berlari ke arah kita ya?!" Tanya salah satu bandit.


"Bodoh! Cepat menyingkir! "


Kedua bandit itu langsung tertabrak oleh kuda dengan sangat keras, mereka sampai terpental jauh masuk ke dalam desa.


Sontak para warga bandit yang ada di desa terkejut melihat itu, mereka pun langsung mengambil senjata dan berusaha memberhentikan kuda yang sedang mengamuk di dalam desa.


Di situlah Shogun memanfaatkan kesempatan itu untuk jalan menyelinap masuk ke dalam desa.


"Hahaha, dasar para bandit bodoh. " Ucap Shogun sambil menertawai para bandit itu.


Sambil berjalan Shogun mengambil sebuah jubah coklat yang sedang di jemur, untuk menutupi wajahnya dari para bandit.


Shogun berjalan dengan santai sambil mencari informasi tentang tempat tinggal Bos bandit, tidak sadar ia sudah sampai di tengah-tengah kota. Di situ sangat ramai dengan bandit-bandit, melihat itu Shogun tersenyum licik karena telah menemukan ide.


"Aku akan menculik satu bandit dan menginterogasinya di gang kecil ini. " Gumam Shogun sambil melihat ke gang kecil yang ada di sampingnya.


Lalu Shogun langsung menjalankan rencananya. Tidak butuh waktu lama Shogun langsung menemukan targetnya, ia melihat seorang bandit yang sedang berdiri sendirian di samping jalan.


"Misi, pak... " Ucap Shogun sambil menghampiri pira itu.


"Iya, ada apa? "


"Saya menemukan orang aneh di gang kecil di sana."


"Paling dia hanya mabuk saja, sudah sana jangan ganggu saya. " Jawab bandit itu dengan sinis.

__ADS_1


"Orang itu memakai baju tentara Shogun. " Bisik Shogun di kuping bandit itu.


Seketika bandit itu langsung terkejut, ia pun langsung meminta Shogun untuk menuntun nya ke sana.


Sesampainya di depan gang kecil, bandit itu kebingungan karena tidak ada siapapun di sana.


"Hei! Apa kau membohongiku?! " Bentak bandit itu sambil mencekik kerah baju Shogun ke depan wajahnya.


"A-aku tidak bohong! Co-coba kau lihat ke dalam dulu! " Ucap Shogun yang pura-pura takut.


Bandit itu pun langsung melepaskan cekikikan dan berjalan masuk ke dalam gang. Saat ia sudah ada di tengah-tengah gang, bandit itu baru merasa ada yang aneh, karena ia sama sekali tidak pernah melihat orang itu. Bandit yang baru sadar pun langsung mencoba berteriak, namun Shogun langsung bertindak cepat dengan menutup mulut bandit itu dengan jubahnya dari belakang.


Shogun menarik jubahnya dan itu membuat bandit itu terjatuh ke tanah dengan cukup keras.


"Sstttt, diam! Jika tidak akan ku bunuh kau! " Bisik Shogun di kuping bandit itu sambil mengarahkan pisau ke wajahnya.


Sontak bandit itu langsung terdiam, ia menjadi sangat takut setelah melihat pisau dan tatapan mata Shogun yang siap untuk membunuhnya.


"Bagus... Anak pintar... " Ucap Shogun.


Shogun mengikat kedua kaki bandit itu dengan jubahnya, lalu ia mulai menginterogasinya.


Namun, bandit itu hanya diam saja dan ia juga tidak menatap ke arah Shogun. Shogun pun jadi kesal, ia langsung mengeluarkan katana nya dan mengarahkan ke leher bandit itu.


"Cepat katakan! Jika tidak akan ku buat kepalamu berada di tanah!" Teriak Shogun dengan tatapan yang sangat mengerikan.


Bandit itu langsung bergetar ketakutan melihat sebuah katana tepat ada di depan matanya.


"Ba-baik. akan ku beritahu! Tapi tolong jangan bunuh aku! "


"Itu tergantung jawabanmu! Jika kau bohong maka kau mati! " Bentak Shogun.


"Ru-rumah Bos ada di ujung jalan itu, rumah bos sangat besar dan di sana juga banyak penjaga yang bersenjata lengkap! " Jawab bandit itu yang sangat panik.


"Sudah itu saja?! "Tanya Shogun sambil menatap ke bandit itu.


"I-iya, aku sudah mengatakan semuanya! Jadi tolong sekarang lepaskan aku! " Jawab bandit .

__ADS_1


"Siapa bilang aku akan melepaskanmu bodoh?! Aku memang tidak akan membunuhmu, tapi kau juga tidak akan ku lepaskan!" Ucap Shogun sambil memukul wajah bandit itu dengan sangat kencang.


'BUGH! '


Seketika bandit itu langsung pingsan. Shogun pun langsung mengambil jubahnya lagi dan pergi ke rumah Bos bandit.


Dari jauh Shogun melihat sebuah rumah besar, yang di depannya ada pagar besar dan di jaga oleh banyak bandit.


"Pasti ini rumahnya! " Ucap Shogun sambil berjalan perlahan


Shogun pun langsung berjalan perlahan mendekati rumah besar itu. Saat ia sudah sangat dekat dengan gerbang, Shogun langsung bersembunyi di balik tumpukan box kotak yang ada di sebelahnya.


Setelah melihat-lihat sebentar, Shogun pun mendapat ide cemerlang lagi. Dia langsung berdiri dan mengambil sebuah box kotak yang ada di depannya.


"Permisi, tuan-tuan... Aku ingin mengirim barang ini ke bos. " Ucap Shogun sambil berjalan ke depan gerbang.


Para penjaga pun langsung menatap sinis ke arahnya dan mendatanginya.


Barang apa yang kau kirim? Tanya sapah satu bandit.


"Maaf, tuan. Aku juga tidak tau, karena barang ini sangat rahasia. " Balas Shogun.


Mendengar itu para bandit pun langsung merinding, karena mereka tau barang milik bos tidak boleh ada yang tau isinya dan jika barang itu datang terlambat ia akan mengamuk.


"Baiklah, kau boleh masuk. "


"Woi cepat bukakan gerbangnya. "


Gerbang pun langsung terbuka lebar, namun Shogun malah syok karena tidak terpikir olehnya akan semudah ini.


"Woi, apa yang kau lakukan! Cepat masuk! " Teriak bandit itu ke Shogun.


"Ahhh..Iya maaf tuan! " Shogun pun langsung berjalan masuk ke dalam.


Shogun terkejut melihat halaman di rumah itu yang sangat luas.


"Apa-apaan ini?! Bahkan rumah ku tidak seluas ini?! " Gumam Shogun yang terkejut.

__ADS_1


Shogun dengan santainya masuk ke dalam rumah bos bandit itu, sesampai ia langsung menyelinap dan mencari Bos bandit itu.


__ADS_2