Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 32 - Bayangan Misterius


__ADS_3

Tiba - tiba, terdengar suara keributan dari luar, mereka semua pun langsung melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah luar.


Tiba - tiba, datang lima penjaga di depan pintu kamar Tsuki. " Shimizu-san, harap untuk segera pergi ke ruangan rapat." Ucap salah satu penjaga yang bertubuh besar.


"Memangnya ada apa?" Tanya Shimizu yang penasaran kenapa ia di suruh keluar.


Tiba - tiba, kelima penjaga itu menjadi diam sambil menatap ke depan dengan serius.


"Tsuki-sama!" Teriak Kelima penjaga yang terkejut melihat Tsuki sudah bangun.


Kelima penjaga itu seperti panik melihat Tsuki sudah bangun dari pingsan nya, muka mereka berkeringat dan kaki mereka bergetar cukup kencang.


"Ada apa dengan kalian? " Tanya Tsuki yang bingung melihat sikap kelima penjaga itu.


"Ti-tidak apa, ka-kami ha-hanya te-terkejut melihat Tsuki-sama sudah bangun. " Jawab petniaga yang bertubuh besar itu dengan gugup.


"Ohhh, begitu ya. Memangnya ada apa tadi? Kenapa kalian menyuruh ibuku untuk keluar? " Tanya Tsuki yang penasaran.


"Se-sebenarnya di luar ada Tobi dan juga Zax, dan mereka menyuruh kami untuk memanggil Shimizu-san untuk segera keluar." Jawab penjaga bertubuh besar yang melaporkan keadaan di luar ruangan.


"Tobi-san dan Zax-san kesini?! Lalu apa Asahi juga datang?? Tanya Tsuki yang senang mendengar Tobi dan Zax datang ke rumah nya, sambil bertanya mengenai Asahi.


"Tidak! Asahi tidak ikut! " Teriak seseorang dari luar.


"To-tobi-sama, Zax-sama! " Ucap serempak para pasukan yang terkejut melihat Tobi dan Zax di depan mereka sambil menundukkan kepala mereka.


Ternyata yang teriak tadi adalah Tobi dan Zax yang sudah berada di luar kamar, mereka berjalan sendiri ke arah kamar Tsuki dengan santai.


"Yo, Tsuki!" Ucap Tobi dan Zax yang menyapa Tsuki sambil melambaikan tangan mereka.


"Tobi-san, Zax-san, senang melihat kalian berdua. " Jawab Tsuki dengan semangat sambil ingin berdiri.

__ADS_1


"Syukurlah, kalian berdua sehat - sehat saja. Jadi, ada apa kalian datang ke sini? " Ucap Shimizu yang juga senang melihat Tobi dan Zax sehat sambil bertanya keperluan mereka berdua datang ke sini.


"Boleh kah kami berempat berbicara sebentar di sini? " Tanya Tobi dengan sopan kepada Shimizu dengan wajah yang serius


"Baiklah. Kalau begitu, kalian semua tolong keluar dulu ya." Jawab Shimizu dengan lembut sambil menyuruh para pembantu nya untuk keluar sebentar dari kamar Tsuki.


"Baik, Shimizu-san. Jika ada yang bisa kami bantu silakan panggil kami. " Ucap salah satu pembantu perempuan sambil berdiri dan berjalan ke luar kamar.


"Iya, baik. " Jawab Shimizu dengan lembut.


Para pembantu pun segera pergi dari kamar Tsuki, sambil mengelap air mata mereka yang masih membekas di pipi mereka. Kelima penjaga pun juga ikut pergi dari luar kamar Tsuki.


Setelah mereka semua pergi Tobi dan Zax pun berjalan masuk ke dalam kamar Tsuki dan menutup pintu kamar Tsuki perlahan. Mereka berdua pun langsung duduk di depan Shimizu dan Tsuki.


"Sebenarnya ada apa? Seperti nya ini sangat penting. Apa ada masalah di Edo? " Ucap Shimizu yang merasa ada masalah di Edo sambil menatap kedua mata Tobi dam Zax.


"Eeee... Sebenarnya, Asahi-sama telah menghilang... " Jawab Tobi dengan pelan dan tatapan yang serius.


"Aku mohon, tolong kecilkan suara kalian berdua, karena informasi ini belum di ketahui oleh orang banyak. " Ucap Tobi dengan pelan sambil memohon agar Shimizu dan Tsuki mengecilkan suara mereka


"Ma-maaf. Jadi kapan Asahi hilang? " Ucap mereka yang meminta maaf sambil bertanya tentang Asahi.


"Asahi-sama, sudah menghilang sejak 1 minggu yang lalu, dan sampai sekarang kami belum menemukan Asahi-sama. "


"Kalau begitu, aku akan membantu mencari Asahi bersama kalian." Ucap Tsuki yang panik sambil berusaha untuk berdiri dari duduknya.


Tetapi, tiba - tiba badan Tsuki menjadi lemas dan itu membuat Tsuki kehilangan keseimbangan nya, Tsuki pun terjatuh ke lantai dengan cukup keras.


"DUGH! "


Tobi dan Zax langsung berdiri dan ingin membantu Tsuki, Shimizu langsung memegang tangan kanan Tsuki.

__ADS_1


"Tsuki, apa kau baik baik saja? " Tanya Shimizu yang khawatir melihat keadaan Tsuki.


"Tsuki, kau tidak perlu memaksakan diri, biar kami saja yang mengurus ini. " Ucap Zax yang kasian melihat Tsuki, dan menasehati untuk beristirahat saja dulu.


"Baiklah, aku akan istirahat dulu hari ini, namun saat aku sudah merasa sehat aku akan ikut dengan kalian. " Ucap Tsuki sambil kembali ingin tiduran di kasurnya.


"Iya, nanti kau boleh bergabung dengan kami." Ucap Tobi yang memperbolehkan Tsuki untuk bergabung dengan nya untuk mencari Asahi.


"Tapi tolong rahasiakan ini, karena jika ini tersebar akan ada kekacauan di Edo. " Lanjut Tobi yang meminta Shimizu dan Tsuku untuk merahasiakan informasi hilangnya Asahi, sambil ingin berdiri dari duduknya.


Baiklah, kami akan merahasiakan ini.


"Kalau begitu, aku dan Zax izin pamit dan jika ada yang kalian ketahui tolong panggil kami berdua ya. " Ucap Tobi yang sudah berdiri sambil berjalan ke luar.


"Iya, pasti aku akan memanggil kalian berdua. " Jawab Shimizu dengan lembut dan tersenyum.


Tobi dan Zax pun segera pergi dari kamar nya Tsuki dan langsung menuju ke arah gerbang keluar. Mereka pun langsung pulang dengan menunggangi kuda mereka berdua


Namun, ada seseorang yang dari tadi menguping obrolan mereka berempat, orang itu ada di luar kamar Tsuki dan sedang bersembunyi.


Dia melihat Tobi dan Zax keluar dari kamar Tsuki, tiba - tiba orang misterius itu menghilang menjadi sebuah bayangan dan langsung pergi ke arah ruangan Kuro.


Di dalam kamar Kuro, di sana sangat gelap dan Kuro sedang duduk santai di atas ranjang nya sambil menatap ke arah pintu nya.


Tiba - tiba, seperti ada bayangan hitam yang masuk melewati sela - sela kecil kamar Kuro, Kuro yang melihatnya hanya diam dengan santai. Tiba - tiba, Bayangkan gelap itu berubah menjadi orang tinggi di depan Kuro dan orang itu langsung menundukkan tubuh nya kepada Kuro.


"Kuro-sama, aku membawa informasi yang menarik. " Ucap orang tinggi itu sambil melihat ke Kuro.


"Cepat beritahu aku informasi yang kau bawa itu! Ucap Kuro dengan tegas dan sudah tidak sabar mendengar informasi dari orang tinggi itu.


Orang tinggi itu pun langsung memberitahu semua nya, yang tadi ia dapat saat menguping di kamar Tsuki. Kuro pun mendengarkan nya dengan serius dan sambil tersenyum - senyum sendiri.

__ADS_1


Setelah mendengar ceritanya, kuro pun langsung berdiri dari duduk nya, dan langsung pergi ke luar dari kamar nya. Para pembantu dan penjaga terkejut melihat Kuro berjalan dengan terburu - buru sambil tersenyum seram di wajahnya.


__ADS_2