Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 80 - Tsuki Menghilang


__ADS_3

Beelzebub gagal mengejar orang yang membawa Shimizu, karena saat ia ingin berlari tiba-tiba ia langsung terjatuh dan pandangannya langsung menjadi sangat gelap.


Para penjaga, beberapa pelayan dan Akane berdatangan ke tempat itu, wajah mereka terlihat panik dan bingung setelah melihat kekacauan yang terjadi di dalam ruangan itu.


"Tsuki! " Teriak Akane histeris yang langsung berlari ke arah Tsuki yang sudah terbaring lemas di lantai.


Para penjaga pun juga langsung membawa saudara-saudara Tsuki beserta ibu nya untuk keluar dari ruangan itu, mereka semua terlihat sangat syok dan panik.


"Tsuki, bangun! Apa yang terjadi padamu, Tsuki! " Teriak Akane yang terus memanggil Tsuki berharap ia segera sadar.


"Reina-san, sebaiknya kita bawa dulu, Tsuki-sama, ke tempat yang lebih baik. " Ucap salah satu pelayan yang ada di belakangnya.


Salah satu penjaga langsung menggendong Tsuki membawanya keluar dari ruangan itu.


******


Sementara itu di alam bawah sadar Tsuki.


Tsuki sekarang sedang berdebat dengan Beelzebub, Tsuki sangat kesal setelah mengetahui ibunya berhasil di bawa kabur oleh orang-orang itu.


"Ini semua salah kau! Jika saja kau tidak mengambil alih tubuhku, pasti aku bisa mengalahkan orang-orang tadi! Bentak Tsuki yang sangat emosi.


"Hahaha, salah ku? Bukannya itu salah mu karena terlalu lemah ya? Jika aku tidak mengambil alih tubuhmu saat itu pasti sekarang kau sudah mati, dasar bodoh! " Balas Beelzebub yang tidak terima ia di salahkan oleh Tsuki.


Namun, ucapan dari Beelzebub ada benarnya juga, Tsuki tau dirinya terlalu lemah dan sangat tidak terlatih. Tsuki menyadari kesalahannya jika saja ia tidak diam saat itu pasti ibunya sekarang masih berada di sisinya.


Seketika kepala Tsuki langsung terasa sangat sakit, air matanya pun juga ikut berjatuhan ke bawah. Tsuki tidak bisa lagi membendung rasa, sedih, kesal, dan kebencian yang ia rasakan saat ini.


Tetapi, Beelzebub sangat menikmati pemandangan yang ada di depan matanya, karena Beelzebub adalah Iblis maka ia sangat menyukai saat manusia merasa kesedihan, dan kebencian yang mendalam. Rasa kebencian,amarah, dan kesedihan Tsuki menambah kekuatan dalam diri Beelzebub, Beelzebub seperti mendapatkan kekuatan baru yang sangat kuat.


Namun, tiba-tiba tubuh Tsuki perlahan menghilang dari hadapannya, mulai dari kaki Tsuki yang mulai menghilang lalu lanjut ke tangan dan sampai ke tubuhnya ikut menghilang.


"Dia sudah mulai sadar ya... " Ucap Beelzebub yang sudah tau Tsuki akan segera kembali ke tubuhnya lagi.


******

__ADS_1


"IBU! IBU! " Teriak Tsuki yang baru saja sadar dari pingsannya.


Perlahan Tsuki pun mulai ingat kalau ibunya sudah di culik oleh orang-orang jahat itu. Tsuki mengatur nafasnya yang menggebu-gebu, tubuh nya sangat berkeringat. Saat Tsuki melihat ke sebelahnya, ia terkejut melihat Akane yang sedang duduk tertidur di sebelahnya.


"Reina... Maafkan aku. " Ucap pelan Tsuki yang merasa bersalah kepada Akane.


Perlahan Tsuki bangun dari tempat tidurnya, ia membuka pintu dengan perlahan-lahan agar Akane tidak terbangun. Tsuki yang baru sadar langsung ingin mencari keberadaan ibunya, entah dengan cara apa dia akan menemukan ibunya, namun Tsuki juga tidak berdiam diri saja.


******


Beberapa menit kemudian Akane terbangun, ia langsung sangat terkejut saat melihat Tsuki tidak ada di tempat tidur.


"Tsuki! Kamu dimana?! " Teriak Akane yang langsung melihat ke sekelilingnya mencari keberadaan Tsuki.


Tsuki pun tidak di temukan di kamar itu, Akane langsung berlari ke luar sambil berteriak sangat kencang. " Tolong! Tsuki telah menghilang! "


Sontak para penjaga dan pelayan yang mendengar teriakan itu langsung menghampiri Akane.


"Apa maksudmu? " Tanya dua penjaga yang sampai duluan.


"Kami tidak melihatnya, Reina-san. " Jawab salah satu pelayan perempuan.


"Tsuki-sama, pasti belum terlalu jauh dari sini! Ayo segera kita cari! " Balas Seorang penjaga.


Para penjaga dan pelayan pun juga ikut panik mereka semua langsung mencari-cari Tsuki di dalam rumah dan juga di luar.


Akane mengetahuinya jika Tsuki kabur pasti ia sedang mencari ibunya, namun Akane sangat khwatir dengan keadaan Tsuki. Walaupun ia dan Tsuki baru saja bertemu, tapi Akane merasa bahwa Tsuki adalah pria yang selama ini ia inginkan.


Berjam-jam mereka semua mencari, namun mereka tidak menemukan Tsuki atau petunjuk apapun.


"Reina-san, ayo kita beristirahat dulu. " Ucap pelayan sambil memberikan teh hijau hangat ke Akane yang sedang duduk di pinggir taman.


"Terimakasih, bi... " Jawab Akane dengan suara lemas sambil mengambil teh hijau itu.


Pelayan itu pun ikut duduk di samping Akane.

__ADS_1


"Tenang saja, Reina-san. Tsuki-sama pasti akan kembali ke sini bersama dengan Shimizu-sama. Kami semua yakin! " Ucap pelayan itu yang berusaha menenangkan kegelisahan Akane.


Setelah mendengar ucapan pelayan itu hati Akane merasa lebih tenang, apalagi saat ia telah meminum teh hijau panas yang sangat harum itu.


******


"Asahi-sama! Ayo kita cepat keluar dari sini! " Bujuk Zax yang sedang mengendarai kuda nya.


"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan Edo tanpa Tsuki! " Balas Asahi yang juga sedang mengendarai kuda di depan Zax dan Tobi yang mengikutinya di belakang.


Asahi, Zax, dan Tobi sekarang sedang menuju rumah Asahi. Asahi menolak meninggalkan Edo tanpa Tsuki, setelah para tetua berhasil sampai di perbatasan kota Edo, Asahi langsung mengendarai kudanya pergi dari sana. Zax dan Tobi yang melihat nya pun langsung cepat menyusulnya.


Saat sudah di depan pagar Asahi langsung menyuruh kudanya melompati pagar itu, lalu sesaat kudanya baru mendarat Asahi langsung turun dan mendobrak pintu depan.


"Tsuki! Dimana kau?! " Teriak Asahi.


Para penjaga dan pelayan yang sedang makan siang di dalam langsung meninggalkan makanan mereka dan menyambut kedatangan Asahi.


"Selamat datang, Asahi-sama!" Sapa mereka semua sambil menundukkan kepala mereka.


"Dimana Tsuki?! " Tanya Asahi lagi yang tidak menghiraukan sapaan para penjaga dan pelayannya.


"Tsuki-sama, tadi pagi pulang ke rumahnya, Asahi-sama. "


"Apa?! Kenapa dia tidak bilang kepadaku dulu?! "


"Se-sepertinya, Tsuki-ssma, sangat merindukan ibunya, jadianya tidak Tsuki-sama sempat bilang kepada anda. "


Asahi yang baru saja sampai langsung keluar lagi dari rumahnya, ia pun menaiki kudanya lagi. Tobi dan Zax yang baru saja sampai langsung memblokade jalan Asahi.


"Anda sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi, Asahi-sama! " Ucap Tobi dan Zax.


"Diam! Jangan memerintahku! Aku akan pergi ke kediaman Klan Shinigami sekarang! " Balas Asahi sambil menatap sinis ke Zax dan Tobi.


"Hah? Untuk apa anda ke sana? " Tanya Tobi.

__ADS_1


"Tsuki berada di sana, aku akan membawanya bersama ku pergi dari kota Edo! "Jawab Asahi.


__ADS_2