
Setelah selesai menguping sedikit pembicaraan Tobi dan Zax, Tsuki pun langsung tau kalau perang akan segera terjadi. Tsuki langsung memutuskan untuk segera menemukan Shimizu dan membawanya pergi dari kota Edo secepat mungkin.
Tsuki berlarian sangat cepat di atas genteng perumahan warga, Tsuki berlomba dengan waktu jika ia dapat menemuka ibunya sebelum perang terjadi itu akan membuatnya bisa membantu Tobi dan Zax dalam perang nanti.
"Ayo, semuanya segera minggir! " Teriak seorang prajurit yang langsung membuat Tsuki berhenti berlari di atas perumahan warga.
Prajurit itu seperti sedang mengusir para warga dari jalan, ia seperti ingin membukakan jalan untuk seseorang.
Tsuki melihati dengan teliti prajurit itu, prajurit tersebut memang memakai seragam prajurit kota Edo, tapi entah kenapa Tsuki merasa curiga dengan prajurit tersebut termasuk kepada gerak-geriknya yang cukup aneh.
"Aku memiliki perasaan buruk tentang ini... " Gumam Tsuki sambil memegangi dadanya.
'BRUG... BRUG... BRUG...'
Tiba-tiba terdengar suara roda berputar yang sangat berisik, dengan cepat Tsuki langsung menengok ke sumber suara itu.
"Gerobak apa itu?! " Teriak Tsuki yang langsung menatap serius ke gerobak tersebut.
Gerobak tersebut melaju sangat cepat, membuat orang-orang yang di tengah jalan langsung meminggir karena takut ketabrak.
Tsuki melihat ada banyak bom bulat yang sudah menyala di angkut oleh gerobak itu, gerobak itu melaju sangat kencang ke arah rumah yang sangat besar di depannya.
"Rumah itu bukanya milik anak dari tetua?!"
Tsuki pun dengan cepat langsung berlari di atas perumahan warga lagi untuk mengambil jalan pintas.
Saat Tsuki sudah mendahului gerobak itu, dia langsung melompat turun ke bawah. Tsuki berdiri di tengah jalan sambil mengaktifkan Ki miliknya, ia berusaha untuk menahan gerobak tersebut dengan tubuhnya.
Seluruh tubuh Tsuki di lapisi oleh aura Ki miliknya, ia pun mulai mengulurkan kedua tangannya ke depan dan terus menatap ke arah gerobak tersebut.
Gerobak tersebut semakin dekat, Tsuki juga sudah memperkuat kedua tangannya dan kedua kakinya agar ia tidak terpental.
'BURGHHH... '
Tsuki berhasil menahan gerobak tersebut dengan kedua tangannya, tetapi bom yang di angkut gerobak itu sebentar lagi akan meledak. Tsuki yang tidak kehabisan ide langsung mengangkat gerobak itu, ia menarik nafas yang dalam dan langsung melemparkan gerobak tersebut ke atas langit.
__ADS_1
Semua warga di buat takjub dengan kekuatan dari Tsuki, mereka pun langsung bertepuk tangan.
"Hebat, sekali kau anak muda!"
Untung saja Tsuki sempat menutupi wajahnya dengan bajunya, yang membuat para warga tidak mengenali dirinya. Tsuki segera pergi dari sana, karena ia tau pihak keamanan akan segera datang.
"Sebenarnya siapa yang melakukan hal ini?!" Ucap Tsuki sambil berlari lagi di atas perumahan warga.
"Sudahlah, ini pasti akan segera di atasi sama Zax dan Tobi, lebih baik aku fokus saja mencari ibu. " Ujar Tsuki yang lalu mengaktifkan Shu nya agar bisa mendeteksi aura milik ibunya.
******
"ASAHI-SAMA?!" Teriak Tobi dan Zax yang sangat terkejut melihat sedang ada di dalam kamar Tsuki dan terbaring di atas kasurnya. dengan di penuhi luka.
"Perawat cepat kemari!" Teriak Tobi sangat kencang.
Para pelayan di rumah Tsuki pun langsung bergegas menghampiri Tobi. Mereka semua juga sangat terkejut saat melihat Asahi ada di kamar Tsuki dan di penuhi dengan bekas luka bakar.
"Tobi-sama, Zax-sama biarkan kami yang akan mengurus ini. " Ucap salah satu pelayan.
"Zax, ikut aku ke luar sebentar. " Ajak Tobi
"Baiklah. " Jawab Zax.
Kemudian mereka berdua berjalan ke halaman, di halaman Tobi diam saja dengan raut wajah yang penuh amarah, Zax pun mulai bertanya kepadanya.
"Oi, kau baik-baik saja?" Tanya Zax.
'BURGH!'
Tiba-tiba Tobi langsung meninju batu besar yang ada di halaman sampai hancur berkeping-keping. Zax hanya terdiam melihat itu, ia tau persis perasaan sahabatnya yang sama dengannya sangat kesal, karena teledor membiarkan Asahi sampai terluka parah seperti itu.
Zax, Asahi-sama terluka pasti bukan karena kecelakaan, namun aku yakin ada seseorang yang melukainya.
"Iya, Tobi, aku sependapat dengan mu. Kita harus segera menemukan orang yang melukai, Asahi-sama!" Ucap Zax.
__ADS_1
"Iya, aku setuju. Mari kita lakukan di penyelidikan di Edo." Bala Tobi.
"Aku akan menyuruh parah penjaga untuk menjaga ketat Asahi-sama, agar kita bisa fokus melakukan penyelidikan ini. "
"Ide bagus, kalau begitu aku akan menyiapkan kuda dan kebutuhan kita nanti. "
"Sampai ketemu di gerbang!
Lalu Tobi dan Zax pun berpisah. Tobi membawa beberapa senjata, lalu Zax menyuruh 20 penjaga untuk menjaga ketat kamar Tsuki.
"Ingat perintah ku ini, jangan pernah biarkan Asahi-sama pergi keluar dari rumah ini. Selama aku dan Tobi pergi kalian tolong jaga, Asahi-sama, dengan benar." Perintah Zax
"Baik, Zax-san! "
Kemudian Tobi dan Zax pun bertemu lagi di depan gerbang, mereka berdua sudah sangat sia untuk mencari orang yang berani melukai Asahi sampai seperti itu.
Tobi dan Zax pun pergi, tanpa adanya petunjuk mereka berdua pun memutuskan untuk mengelilingi kota Edo. Ide mereka berdua memang cukup gila, tapi demi membalaskan dendam Tobi dan Zax akan melakukan apapun.
******
Kembali lagi ke Tsuki, ia masih tidak mendapat suatu petunjuk tentang keberadaan ibunya. Namun Tsuki tidak menyerah dan juga tidak kelelahan. Saat Tsuki melewati sebuah gudang yang ada di ladang padi, ia langsung berhenti karena merasakan aura Ki yang sangat kuat dari dalam gudang tersebut.
"Aura Ki ini sangat kuat! " Ucap Tsuki sambil menatap ke arah gudang tersebut.
Tanpa pikir panjang Tsuki langsung berlari ke arah gudang itu, ia sudah menghilangkan aura Ki nya agar tidak bisa terdeteksi oleh orang yang ada di dalam.
Sesampainya di depan pintu gudang yang besar, Tsuki pun mengintip melewati celah kecil yang ada di pintu gudang.
Tsuki melihat ada seorang pria bertubuh besar yang sedang duduk teriak di sebuah kursi kayu dan wajahnya di penuhi oleh darah serta banyak luka di sayatan di pakaiannya.
"Siapa pria itu? Kenapa dia siksa sampai seperti itu? Dan manusia mana yang berani yang menyiksanya? " Batin Tsuki yang sangat terkejut dan keheranan melihat pemandangan sadis di depan matanya itu.
"Hei! Cepat jawab pertanyaan ku! " Bentak seseorang yang tiba-tiba muncul sambil membawa katana.
Orang berbadan besar itu hanya diam saja, tapi ia melihat sinis dan penuh kebencian ke arah orang di depannya.
__ADS_1
Tsuki langsung mengetahui jika orang yang memegang katana itu adalah orang yang tadi aura Ki ia rasakan. Di posisi seperti ini Tsuki hanya bisa menduga-duga, kalau orang yang memegang katana adalah orang jahat yang sedang menyiksa orang berbadan besar di depannya.