Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 42 - Mengobati Zax


__ADS_3

"Hah? Perempuan? " Gumam Tsuki yang terkejut melihat orang yang tadi ia sekap adalah seorang perempuan. "Tapi keliatannya dia sudah tua. " Lanjut Tsuki sambil sedikit melihat ke arah rambut wanita itu


Walaupun di dalam ruangan itu gelap, tetapi masih ada sedikit cahaya dari luar, dan membuat Tsuki sedikit bisa melihat wajah wanita itu.


"Kau ini pembunuh bayaran ya?! " Teriak wanita itu sambil menatap sinis ke Tsuki.


"Hah?! Bukanya kau yang pembunuh bayaran?!" Jawab Tsuki sambil menuduh wanita itu dan menatap sinis juga ke arahnya


"Tentu saja bukan! Aku ini pembantu di rumah ini lo." Teriak pembantu wanita dengan kencang ke Tsuki.


Ternyata wanita itu adalah pembantu di rumah Asahi. Pembantu itu keliatan sudah tidak muda lagi, karena ada sedikit rambutnya yang sudah berubah menjadi putih dan wajahnya sudah mulai sedikit keriput.


"Sialan aku dengan sengaja telah membanting pembantu tua ini, aku harus segera meminta maaf kepadanya. " Gumam Tsuki yang panik karena telah membanting orang ya


"Ohhh, begitukah ternyata kau bukan orang jahat ya. Yaa, maaf, maaf, ku kira awalnya kau adalah penjahat yang menyusup ke sini. " Ucap Tsuki sambil memasukan pedangnya lagi dan meminta maaf ke wanita itu dan menundukkan kepalanya.


"Anak muda zaman sekarang memang sangat ceroboh sekali ya. " Ucap pembantu wanita itu yang marah terhadap Tsuki sambil berusaha berdiri.


Tsuki pun langsung membantu pembantu wanita itu untuk berdiri, karena ia merasa bersalah telah melukai pembantu wanita itu.


"Ja-jadi tadi apa yang sedang kamu ingin lakukan? " Tanya Tsuki dengan gugup karena masih merasa bersalah ke pembantu itu.


"Aku tadi hanya ingin memeriksa ke ruang makan, karena aku seperti mendengar suara tangisan dari sana. " Jawab Pembantu wanita itu sambil melihat ke arah Tsuki.


"Ohhh, jadi begitu ya, pantas saja tadi langkah kaki mu terdengar terburu - buru. " Ucap Tsuki.


"Sekarang tolong minggir, aku ingin keluar dari ruangan ini. " Ucap Pembantu wanita itu sambil berjalan melewati Tsuki.


Tsuki pun langsung mengikuti pembantu perempuan itu dari belakang. Setelah mereka berdua keluar dari ruangan, mereka berdua langsung pergi lagi menuju ke ruang makan.


"Ada apa ini?! Ucap Pembantu wanita itu yang terkejut melihat keadaan di ruang makan.


Di sana Kana masih saja menangis sambil memeluk Tobi, dan Asahi hanya diam saja melihat kelakuan mereka berdua.


"Asahi-sama?! " Teriak pembantu wanita itu yang terkejut melihat Asahi di depan matanya.


Asahi pun mendengar teriakan dari pembantu wanita itu, dia langsung menengok ke belakang nya dan menatap pembantu wanita itu.

__ADS_1


"Amaya-san!" Teriak Asahi sambil menghampiri pembantu wanita itu.


Asahi langsung memeluk pembantu wanita itu sambil sedikit mengeluarkan air mata.


"Asahi-sama, dari mana saja kamu, kami semua di rumah sangat menghawatirkanmu. " Ucap Pembantu wanita itu sambil menangis juga dan memeluk Asahi.


"Maafkan aku, Amaya-san. " Jawab Asahi yang menyesal telah kabur dari rumah.


Kana mendengar suara Asahi dan Amaya dari sampingnya, Kana pun langsung menoleh ke samping nya dan Kana terkejut melihat Asahi yang berada di depan matanya.


"Asahi-sama!! " Teriak Kana yang terkejut melihat Asahi. Kana tidak melihat Asahi dari tadi, karena ia sedang menangis dan sedang memeluk Tobi.


Kana pun langsung melepaskan pelukan dari Tobi dan mengelap air matanya. Dia langsung cepat - cepat berdiri dan langsung menghampiri Asahi dari belakang.


Asahi mendengar teriakan dari Kana, dia pun langsung sedikit melonggarkan pelukannya dari Amaya dan melihat kebelakang nya.


Tiba- Tiba, Kana langsung melompat ke arah Asahi. " Asahi-sama, akhirnya kamu sudah di rumah!"Teriak Kana yang senang.


'Burgghh! '


Asahi terkejut melihat Kana melompat ke arahnya. Kana pun menabrak Asahi dan Amaya sampai terjatuh ke bawah.


"Hei kalian berdua berhati - hatilah! " Ucap Tsuki yang membentak Asahi dan Kana.


"Hah? Aku juga di salahkan?! " Ucap Asahi yang bingung, karena diri nya juga di salahkan oleh Tsuki sambil menunjuk ke dirinya sendiri.


"Ma-maafkan a-aku, Asahi-sama! " Ucap Kana sambil berdiri dan menundukkan kepalanya ke Asahi.


"Sudah, sudah, tidak apa kok. " Jawab Asahi dengan ramah sambil berusaha berdiri dan mengelap bekas air matanya.


"Ahhh, iya! Kita harus segera mengobati Zax-san! " Teriak Tsuki dengan sangat kencang sambil berlari ke arah Zax yang sedang tidak sadarkan diri.


"Ahhh, iya benar juga! " Balas Asahi sambil berlari juga ke arah Zax. Amaya dan Kana pun langsung mengikuti mereka berdua dari belakang.


"Zax-san!" Ucap Tsuki sambil menundukkan badan nya dan memeriksa tubuh Zax sekali lagi.


Tsuki langsung menaruh tangan kananya di dada Zax, dia pun langsung mengatifkan energi Ki miliknya.

__ADS_1


"Hmmm... Jantung Zax-san masih berdetak dengan normal. " Ucap Tsuki yang baru saja mengecek keadaan jantung Zax denhan energi Ki nya.


"Asahi, tolong beritahu ke pembantu mu untuk menyiapkan satu kamar untuk Zax-san dan Tobi-san. " Ucap Tsuki sambil menoleh ke arah Asahi.


"Kalau begitu, Amaya-san, Kana tolong siapkan satu kamar kosong dan tolong panggil para pembantu yang lain ke sini. " Ucap Asahi sambil menyuruh Amaya dan Kana untuk menyiapkan satu kamar kosong.


"Baik, Asahi-sama! " Jawab mereka berdua sambil berjalan ke belakang menuju ke lorong


Asahi kembali bersuara. "Oh iya, jangan lupa untuk panggil dokter ke sini. "


Tsuki pun langsung menggendong Zax dan Asahi juga langsung membantu Tobi untuk berdiri.


"Arghhh! "


Tiba - tiba, terdengar suara teriakan yang sangat kencang dari belakang mereka berempat. Tsuki, Asahi, dan Tobi langsung berlari ke belakang dan melewati lorong yang tadi Kana dan Amaya lewati.


"Kana! Amaya! " Teriak Tobi.


Mereka mencari sumber suara itu sambil terus memanggil Kana dan Amaya.


"Kenapa di sini sangat sepi sekali. " Ucap Asahi yang bingung dengan rumahnya yang sangat sepi.


"Kemana para penjaga? Apa mereka di panggil oleh para petinggi ya. " Gumam Tobi yang bingung tidak melihat satupun penjaga di dalam rumah.


Mereka sampai di sebuah kamar, kamar itu cukup besar dan suara teriakan itu terdengar persis di dalam kamar itu. Tsuki pun langsung maju duluan ke depan pintu kamar itu dan langsung membukanya.


"Apa yang terjadi di sini?!" Teriak Tsuki yang terkejut melihat di isi di dalam kamar tersebut. Tobi dan Asahi pun juga terkejut melihat isi dari kamar tersebut.


Di dalam kamar tersebut banyak sekali para penjaga yang terluka dan sedang di obati oleh parah pembantu. Amaya dan Kana ada di sana juga dan sedang merawat seorang pria bertubuh besar yang terluka.


"Kalian semua kenapa?!" Tanya Tobi dengan suara yang kencang sambil melihat orang - orang yang terluka.


Semua orang pun langsung menengok ke arah mereka berempat.


"Sebenarnya apa yang terjadi di sini?! " Tanya Asahi sambil berjalan masuk ke dalam.


"Asahi-sama!"

__ADS_1


"Asahi-sama! "


Para penjaga terkejut senang melihat Asahi datang di depan mereka, para pembantu meneteskan air mata mereka sambil tersenyum ke arah Asahi.


__ADS_2