
Ternyata kedatangan kedua Shinobi itu untuk mencari Shinobi yang kemarin malam menyusup ke rumah Asahi.
Karena masih siang hari dan masih banyak sekali orang yang di rumah Asahi, kedua Shinobi itu pun memutuskan untuk mundur.
"Oy, kita mundur dulu dari sini, nanti malam kita akan balik lagi dengan membawa banyak pasukan. " Ucap Shinobi yang bertubuh kekar itu sambil melihat ke arah para pasukan di rumah Asahi.
"Baik, kapten. " Jawab Shinobi yang satunya.
Seketika kedua Shinobi itu langsung menghilang dari pohon.
******
Di sisi lain, Kedua Shinobi itu pergi ke sebuah kuil yang sudah sangat tua. Mereka pun masuk ke dalam Kuil tua itu, di dalam sangatlah gelap gulita, tapi kedua Shinobi itu terus berjalan lurus ke depan dengan wajah yang tenang. Mereka berdua pun sampai di depan patung Buddha yang sangat besar.
Kedua Shinobi itu pun berdoa di depan patung Buddha itu, setelah berdoa kedua Shinobi itu langsung memegang tubuh patung Buddha itu.
'JGLEK!'
Seketika langsung ada terowongan yang terbuka di bawah patung Buddha itu. Mereka berdua langsung masuk ke dalam terowongan itu. Tidak lama kemudian mereka sudah ada di ujung terowongan dan melihat ada cahaya di depan. Di luar terowongan sudah ada empat orang yang memakai topeng rubah, yang memiliki corak warna yang berbeda-beda.
"Hahaha, akhirnya sampai juga jagoan kita... " Ucap orang yang memakai topeng rubah yang bercorak biru." Jadi bagaimana? Apa kau sudah menemukan teman mu yang hilang itu? " Lanjutnya sambil bertanya ke dua Shinobi itu.
"Iya, kami sudah menemukanya Tuan, tapi... " Ucap Kapten Shinobi.
"Tapi? Tapi apa? " Tanya orang topeng rubah merah itu dengan berteriak.
"Tapi kami belum bisa membawanya pulang ke sini! Karena ia ada di dalam Kediaman Shogun dan di sana di jaga oleh banyak pasukan." Jawab serempak kedua Shinobi itu sambil menundukkan kepala mereka.
"Hahahaha, apa kalian takut dengan para keras - kera itu?! Kalian ini sudah di berikan kekuatan dari Beliau! Untuk apa sekarang kalian takut?!"
Keempat orang bertopeng rubah itu menertawai kedua Shinobi itu dan mengejek mereka.
"Ka-kami tidak takut! Kami berdua berencana ingin kembali lagi ke sana saat malam hari, agar tidak membuat keributan dan tidak ketahuan!" Balas kapten Shinobi itu sambil menatap tajam ke empat orang bertopeng rubah itu.
Keempat orang itu pun tersenyum melihat tatapan tajam dari kapten Shinobi itu.
__ADS_1
"Kami suka tatapan mata mu itu! Kami akan memberikan mu bantuan, jadi bilang saja apa yang kau perlukan. " Ucap keempat orang bertopeng rubah itu.
"Terimakasih Tuan!" Ucap serempak kedua itu sambil menundukkan kepala mereka.
Keempat orang bertopeng rubah itu adalah para petinggi dari kelompok Yakuza, mereka biasa di sebut sebagai Empat Pilar Neraka.
Kapten Shinobi itu pun langsung mengatakan apa saja yang ia butuhkan, dari pasukan dan juga senjata semuanya langsung di sediakan oleh Empat Pilar Neraka itu.
******
Kembali lagi ke Kediaman Shogun. Para pasukan yang tadi sedang berjemur pun sudah masuk ke dalam dan sekarang mereka sedang mandi di pemandian air panas.
"Di mana aku? " Gumam Tsuki yang sedang pusing. Ia pun bangun perlahan dari kasurnya sambil memegangi kepalanya. "Aku sudah di kamar ya... " Ucap pelan Tsuki yang sudah menyadari dia ada di kamarnya.
Setelah itu Tsuki pun langsung berjalan ke arah pintu kamarnya dan membukanya perlahan.
"Kenapa di sini sangat sepi...? " Ucap pelan Tsuki sambil melihat ke sekitarnya. "Yang lain sedang pergi ke mana? Apa mereka sedang di ruang makan ya. " Lanjutnya yang kebingungan karena tidak melihat orang satupun di dalam rumah.
Tsuki pun berjalan perlahan ke luar dari kamarnya dan pergi ke ruang makan.
"Oii! Semuanya! Kalian ada di mana sih?! " Teriak Tsuki sambil terus berjalan ke arah halaman.
"Ehhh...?! Di sini juga tidak ada orang?! Apa aku sendirian di rumah ini?" Teriak Tsuki yang merasa kesal karena tidak menemukan satu orang pun.
'BYUUR!'
'BYUUR! '
Tiba - tiba ada suara berisik dari tempat pemandian
"Suara ini berasal dari tempat pemandian kan?! " Ucap Tsuki sambil berjalan dengan cepat ke tempat pemandian.
'BRUAK! '
Tsuki langsung mendobrak pintu tempat pemandian air panas itu, dan ia pun melihat banyak sekali para pasukan yang sedang mandi di sana, bahkan Asahi dan Tobi pun juga ikut.
__ADS_1
"Semuanya! Kalian ada di sini ya ternyata... " Ucap Tsuki yang lega melihat mereka semua.
"Wahhh, angin dari mana ini kenapa sangat kencang sekali? " Ucap Asahi yang terkejut melihat pintunya terbuka dengan sangat kencang.
"Sepertinya di luar sedang ada badai kecil ya... Hahaha. " Ucap para pasukan sambil tertawa.
Tobi pun langsung berjalan ke arah depan pintu dan segera ingin menutup nya.
"Hei, semuanya itu aku yang membuka pintunya. " Ucap Tsuki yang bingung karena ia merasa seperti tidak di lihat oleh mereka semua.
Tsuki pun langsung berusaha untuk menyentuh Tobi yang sedang berjalan ke arahnya.
"Eh? Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya? " Gumam Tsuki yang panik karena tangannya menembus tubuh Tobi.
Namun, Tobi malah tidak bisa di sentuh oleh Tsuki dan Tobi berjalan menembus tubuh Tsuki dan langsung menutup pintunya lagi.
"Ini gak mungkin kan?! Akan ku coba sekali lagi! " Ucap Tsuki sambil ingin menyentuh Tobi yang sedang berjalan balik.
Tapi tetap saja tangan Tsuki malah menembus tubuh Tobi lagi, Tsuki pun langsung menatap panik ke arah tubuhnya sendiri.
"Tobi-san, ayo cepat ke sini kita berendam bersama! " Teriak Asahi yang sedang berendam.
"Iya, Asahi-sama. " Jawab Tobi sambil berjalan ke Asahi.
"Ahhh, i-iya pa-pasti Asahi bisa aku sentuh! " Ucap Tsuki sambil berjalan ke arah Asahi.
Saat sudah di dekat Asahi yang sedang berendam, Tsuki menenangkan dirinya terlebih dahulu, lalu ia pun langsung ingin menyentuh Tubuh Asahi.
Namun tetap saja tubuh Asahi pun tidak bisa di sentuh oleh Tsuki.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan tubuhku?! " Teriak Tsuki yang sangat panik dan kebingungan. "Mereka tidak bisa mendengar suara ku dan aku juga tidak menyentuh mereka, apa aku di kutuk?! " Lanjut Tsuki sambil meneteskan air matanya.
"Sebentar... Apa aku coba tidur saja lagi, siapa tau bisa kembali seperti normal. " Gumam Tsuki sambil berlari ke kembali ke kamarnya.
Saat sudah di depan pintu kamarnya Tsuki pun langsung membuka pintunya, namun ia langsung tercengang saat melihat tubuhnya sedang tertidur di atas kasur.
__ADS_1
"Hah? Kenapa tubuhku bisa ada di atas kasur?" Seketika kepala Tsuki langsung pusing dan ia pun langsung terjatuh ke lantai.