
Di dalam rumah bos bandit itu sangat sepi, tidak seperti yang di bayangkan oleh Shogun Ia kira akan banyak penjaga dan ia akan di periksa saat ingin masuk, namun ternyata tidak.
"Rumah ini sangat besar, tapi tidak ada orang di dalam sini. " Gumam Shogun sambil melihat ke sekelilingnya.
Lalu, Shogun dengan santainya berjalan mencari bos bandit itu, ia mencari di setiap ruangan yang ada di rumah besar itu. Dari lantai satu sampai lantai dua semuanya kosong tidak ada orang satupun, yang ada hanya barang-barang mewah saja.
"Bandit ini sangat kaya! Sebenarnya pekerjaan apa yang di lakukan olehnya! " Gumam Shogun yang sangat terkejut dengan kekayaan bandit itu.
"BUGH! BUGH! BUGH!
"ARGH! AMPUNI KAMI TUAN! "
Tiba-tiba terdengar suara pukulan dan teriakan yang sangat kencang di dalam rumah itu.
"Suara apa itu?! " Tanya Shogun yang langsung reflek menyenderkan tubuhnya ke tembok.
Suara itu semakin terdengar kencang, Shogun pun langsung mengatifkan Shu miliknya sambil mencari sumber suara itu berasal. Namun, ia sama sekali tidak menemukan seseorang pun di sekitarnya.
"Sialan! Dari mana suara itu berasal! " Ucap Shogun yang kesal karena tidak menemukan sumber suara itu.
Dia pun diam sejenak dan fokus mendengarkan suara itu, berasal sambil mencari aura manusia yang ada di dalam rumah besar itu.
Shogun akhirnya merasakan sedikit aura manusia yang ada di bawahnya, tapi ia masih tidak menemukan jalan ke sana. Tapi, Shogun tidak menyerah, ia pun lebih fokus lagi mendengarkan suara teriakan itu sambil mencari-cari sumbernya.
Setiap ruangan di rumah itu ia masuki lagi, dan mencari ruangan yang paling terdengar suara teriakan itu.
"ARGH! TUAN MOHON BERHENTI! "
Tiba-tiba terdengar suara teriakan itu lagi dengan sangat kencang di samping Shogun. Shogun langsung menoleh ke sampingnya dan ia melihat sebuah ruangan kecil yang belom ia masuki.
"Apa mungkin di dalam ruangan kecil ini? " Tanya Shogun sambil berjalan perlahan mendekat. Saat Shogun di depan pintu suara teriakan itu semakin terdengar.
Shogun pun langsung membuka pintu ruangan itu sambil mengeluarkan katana nya juga. Namun, tidak ada siapapun di dalam ruangan itu. Shogun hanya melihat kegelapan di dalam ruangan kecil itu, bahkan ia sempat sedikit merinding melihatnya.
"Kenapa kegelapan ini terasa berbeda? " Gumam Shogun yang bingung, ia pun sedikit mundur.
Shogun merasakan kegelapan yang ada di ruangan itu sangat berbeda, karena di dalam kegelapan itu ia merasakan banyak kesedihan, rasa takut, serta kebencian dan kemarahan yang sangat banyak.
'PLAK!'
Shogun tiba-tiba menampar kedua pipinya sendiri
"Kenapa aku takut?! Aku harus segera menyelamatkan mereka!" Ucap Shogun yang langsung berjalan masuk ke dalam ruangan kecil itu.
Karena sangat gelap Shogun pun hanya meraba-raba dinding yang ada di sekitarnya, dan tiba-tiba ia merasakan benda bulat aneh yang menempel di tembok.
"Benda apa ini? " Gumamnya, tapi tidak sengaja Shogun malah menekan benda itu.
__ADS_1
Tiba-tiba, lantai di bawah Shogun bergetar dengan cukup kencang, Shogun pun langsung ingin membuka pintu agar ia bisa keluar. Namun, lantai yang ada tepat di bawahnya malah terbuka dan membuat Shogun terjatuh.
"SIALAN! APA INI?! " Teriak Shogun yang terkejut ia jatuh ke bawah.
Dengan sigap Shogun langsung menggerakkan tangan dan kakinya ke dinding dan memegang erat dinding di sekitarnya, itupun bisa membuatnya menempel di dinding.
"Huuu.... Di mana ini? Ucap Shogun sambil melihat ke bawahnya. " Ada ada di bawah sana? " Lanjutnya.
Shogun menarik nafasnya dengan dalam dan ia mulai perlahan merayap turun ke bawah. Saat sudah dekat Shogun melihat ada cahaya terang di bawah, ia pun mengatifkan Shu miliknya dan juga menambah kecepatannya.
"Sepertinya ini tempat persembunyian bos bandit sialan itu ya"... Ucap Shogun yang baru sampai di bawah. Di bawah ada sebuah lorong yang lumayan besar dan di setiap dindingnya terdapat obor yang menempel.
"Aku merasakan aura seseorang di dalam lorong ini, kayaknya aura ini milik bos bandit itu. " Ucap Shogun yang merasakan aura manusia di dalam lorong itu.
Shogun perlahan berjalan menyelusuri lorong itu, sambil mengikuti aura manusia yang tadi ia rasakan.
'ARRRGGGHHH!! '
Saat di tengah-tengah perjalan terdengar suara teriakan histeris yang sangat kencang di depan Shogun. Shogun langsung berlari sangat kencang ke arah suara teriakan itu dan ia juga mengeluarkan katana miliknya.
Suara teriakan itu semakin terdengar sangat dekat dengannya, Shogun pun langsung tau kalau ia sebentar lagi akan sampai dan dengan cepat Shogun aura Ki miliknya untuk bersiap menyerang.
Persis di depannya terdapat lorong yang sangat gelap berbeda dengan lorong-lorong yang sudah ia lewati.
"Pasti di lorong ini! " Gumam Shogun yang merasakan aura manusia di lorong gelap itu.
Shogun menambahkan kecepatan pada kedua kakinya dan dia juga mengeluarkan banyak aura Ki nya sampai membuat lorong itu bergetar-getar.
Orang-orang yang ada di dalam lorong yang gelap sangat terkejut, melihat lorong di sekitarnya bergetar-getar dengan cukup kencang.
"Tuan... Tolong lepaskan kami... " Ucap orang-orang yang sedang di kurung di balik jeruji besi.
Orang yang i balik jeruji besi itu sangat banyak dari anak kecil, orang dewasa, dan lansia semuanya ada di dalam situ.
"B-bos sepertinya sedang terjadi gempa! " Ucap seorang bandit yang bertubuh sangat besar.
"BUKAN! INI BUKAN GEMPA!' Teriak Bos bandit dengan sangat keras." SEMUANYA BERSIAPLAH ADA SESEORANG SEDANG MENUJU KE SINI!" Lanjut bos bandit yang merasakan aura Ki milik Shogun.
Semuanya bandit pun langsung mengeluarkan senjata mereka dan sudah bersiap untuk menyerang.
"Ca-cahaya terang apa itu?! " Tanya lima bandit yang berada di paling depan.
'SLASSH! '
'ARGH!
Hanya dalam hitungan detik, kelima bandit yang berada di paling depan langsung mati seketika.
__ADS_1
Setelah menebas leher kelima bandit, Shogun langsung berpindah dengan sangat cepat menempel ke atas atap tanpa di lihat oleh satu orang pun. Hal itu membuat para bandit yang terisa sangat kebingungan dan panik dengan orang yang menebas leher kawan nya.
Tersisa 5 bandit dan satu bos bandit di dalam, dan mereka sangat ketakutan melihat kawan mereka di bunuh entah oleh siapa.
"SEMUANYA LINDUNGI AKU! " Teriak Bos bandit.
"Semuanya lindungi bos! Jangan ada yang lengah! Kita harus membunuh orang yang melakukan ini! " Teriak salah satu bandit yang keliatannya seperti komandannya di sana.
Para bandit yang terisa pun langsung mengelilingi bos bandit.
Shogun tersenyum melihat kebodohan para bandit itu, karena mereka sangat bodoh sampai tidak bisa melihat dirinya tepat di atas mereka.
"Dasar bandit-bandit bodoh! " Teriak Shogun dengan sangat kencang sambil melompat ke bawah.
Karena teriakan Shogun, para bandit pun langsung melihat ke atas mereka.
'SLASSH!'
'BUGH!'
'BRAGH! '
Dalam sekejap kelima bandit yang tersisa langsung mati sama seperti kawan mereka tadi, sekarang hanya tersisa Bos bandit yang sedang menutup matanya, karena sangat ketakutan.
"Woi! Apa kalian sudah mengalahkan orang itu? " Tanya Bos bandit karena tidak mendengar suara apapun lagi. Namun tidak ada yang menjawab pertanyaannya, karena sudah muak ia pun langsung membuka kedua matanya.
"BOOM! "
Teriak Shogun yang berada persis di depannya, saking terkejutnya bos bandit sampai terjatuh.
Dia pun langsung melihat mayat para bawahnya yang sudah tergeletak di bawah dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
"Si-siapa kau?! Apa yang kau mau?! " Teriak bos bandit itu yang sangat ketakutan.
"Kau tidak perlu tau siapa aku! Sekarang cepat lepaskan mereka! " Bentak Shogun yang sudah sangat kesal.
Bos bandit pun langsung berdiri dan membuka pintu jeruji besi itu, Orang-orang yang ada di dalam langsung berlarian keluar dari sana.
"Akhirnya kita bebas!!! "
'Tuan, terimakasih karena telah menyelamatkan kami semua!
"Kami sangat berterimakasih kepadamu, tuan!"
Orang-orang itu sangat senang karena telah keluar dari penjara, mereka pun menundukkan kepala mereka dan berterimakasih kepada Shogun dengan sangat tulus.
Shogun tersenyum melihat senang melihatnya, tapi ia ekspresinya langsung berubah ketika melihat bos bandit lagi.
__ADS_1
"Tolong ampuni aku!Aku akan memberikan apapun permintaanmu! " Teriak Bos bandit sambil bersujud dan memohon untuk di ampuni oleh Shogun.
Namun, Shogun tanpa sepatah kata langsung menebas kepala bos bandit itu dan setelah terpisah dari tubuhnya Shogun langsung menginjak kepala Bos bandit sampai hancur.