Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 33 - Rencana Baru Kuro


__ADS_3

Setelah mendengar ceritanya, kuro pun langsung berdiri dari duduk nya, dan langsung pergi ke luar dari kamar nya, orang misterius itu pun langsung berubah menjadi bayangan kembali dan menyatu di dalam bayangan milik.


Para pembantu dan penjaga terkejut melihat Kuro berjalan dengan terburu - buru sambil tersenyum seram di wajahnya.


Tiba - tiba, ada salah satu pembantu wanita muda yang mendatangi Kuro.


"Kuro-sama, Tsuki-sama telah sadar dari pingsan nya. Apakah engkau tidak ingin melihatnya? " Ucap pembantu muda itu sambil tersenyum manis ke Kuro.


Tetapi, Kuro tidak menghiraukan perkataan pembantu muda itu, dan ia malah melanjutkan berjalan ke arah gerbang rumah nya.


kedua pembantu yang melihatnya langsung menarik pembantu wanita muda itu ke belakang.


"Hei, jangan berbicara tentang Tsuki-sama dihadapan Kuro-sama. " Ucap salah satu pembantu wanita dengan muka yg serius.


"Karena kamu pembantu baru kamu harus mengingat peringatan ini, jika kau tidak ingin di pecat dari sini. " Ucap pembantu wanita yang satu nya.


"Me-memangnya kenapa aku tidak boleh berbicara mengenai Tsuki-sama di hadapan Kuro-sama? Tanya pembantu wanita muda itu dengan wajah yang polos.


"Sudahlah tidak usah banyak tanya lagi, sebaiknya kau segera berkerja kembali lagi. " Ucap kedua pembantu wanita itu serempak.


"Baiklah, aku tidak akan mengulangi nya lagi. " Ucap pembantu wanita muda itu sambil berjalan ke belakang.


Ternyata pembantu wanita itu adalah pembantu baru di kediaman Shinigami, dan ia adalah pembantu yang sangat menghawatirkan Tsuki, saat Tsuki masih belum sadar. Dia selalu menemani Shimizu dan juga membantu Shimizu saat malam - malam.


Para penjaga melihat Kuro sedang berjalan ke arah mereka, mereka pun langsung berdiri tegak sambil menantap ke depan, tetapi mereka merasa aneh melihat wajah Kuro yang tersenyum - senyum sendiri.


"Kuro-sama! " Ucap tegas para penjaga itu sambil menundukkan kepala mereka.


"Bukakan pintu gerbang ini. " Ucap Kuro dengan dingin dan meminta para penjaga untuk membuka pintu gerbang nya.


Para penjaga dengan sigap langsung membuka pintu gerbang nya dan langsung menundukkan kepala mereka kembali saat Kuro lewat. Kuro langsung berjalan lurus ke depan tanpa berkata apa - apa lagi.


Melihat Kuro sudah pergi jauh keluar, para penjaga pun mengangkat kembali kepala mereka dan segera menutup pintu gerbang kembali.


"Ada apa ya dengan Kuro-sama hari ini?" Tanya seseorang penjaga kepada temanya yang ada di sebelahnya.


"Mungkin dia sedang mendapatkan harta karun. Sudah ayo kembali berkerja. " Jawab Penjaga itu sambil mengajak teman - temanya untuk kembali bekerja.


Para penjaga pun segera kembali lagi bekerja

__ADS_1


dan mulai berkeliling lagi di sekitaran gerbang.


.....


Di sisi lain, di luar rumah. Di sana Kuro sudah berada jauh dari rumah nya dan ia sedang menatap tajam ke depan nya sambil berjalan santai, namun tiba - tiba Kuro berhenti di tengah jalan dan langsung memasang muka dingin nya.


"Kage, kau cepat beritahu semua orang di Edo tentang menghilang nya Asahi. Aku masih ada urusan sebentar di sini. " Ucap Kuro dengan pelan sambil menyuruh Kage untuk segera pergi.


"Baik, Kuro-sama. " Kage dengan cepat langsung pergi ke arah pasar yang terdapat banyak orang di sana.


Ternyata ada yang mengawasi Kuro dari belakang, ada dua orang yang sedang bersembunyi di balik pohon - pohon besar dengan berpakaian hitam yang menutupi sampai mulut nya dan sambil membawa Katana di tangan mereka.


"Dengan siapa dia sedang berbicara? " Tanya seorang cowok yang mengawasi Kuro kepada temanya.


"Aku juga tidak tau Atushi, tapi sepertinya dia sedang berbicara kepada seseorang. " Jawab temanya yang seorang perempuan, yang curiga Kuro sedang berbicara kepada seseorang.


"Kalau begitu, sekarang apa yang akan kita lakukan, Akemi? " Tanya Atushi ke Akemi dengan pelan.


"Kita harus menyerang nya, karena kelihatannya dia sedang lengah. " Jawab Akemi yang langsung ingin menyerang Kuro dari belakang, sambil memegang erat Katana nya.


"Baiklah, aku akan selalu mengikuti rencana mu. " Ucap Atushi dengan percaya diri sambil menyiapkan Katana milik nya.


"Hmmm, dua orang itu sudah ingin menyerang ku ya. Baiklah aku akan sedikit bersenang - senang dengan kalian berdua. " Gumam Kuro yang sudah menyadari keberadaan dua orang asing itu sambil tersenyum tipis.


"Satu.. Dua..EKHH!!!"


Tiba - tiba Akemi berhenti menghitung dan suara nya Akemi juga berubah seperti sedang di cekik.


"Ada apa Akemi?! " Tanya Atushi yang panik melihat wajah Akemi berubah menjadi biru, Atushi pun langsung menghampiri pohon Akemi dengan pelan - pelan.


Atushi memegang tubuh Akemi yang sudah terjatuh lemas di belakang pohon, Atushi pun langsung tau kalau Akemi kekurangan oksigen.


"Ce-cepat...La-lari..... " Ucap Akemi dengan lemas sambil memegang dada Atushi dengan tangan kananya yang mulai dingin.


"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan mu! " Jawab Atushi dengan keras sambil menggenggam tangan kanan Akemi. Atushi pun langsung mengalirkan aura Ki nya ke tubuh Akemi, agar Akemi bisa kembali bernafas.


Di tengah - tengah Atushi sedang mengobati Akemi, tiba - tiba yang merasakan aura yang mencekam.


"Aura apa ini? Aura ini benar - benar membuat ku susah untuk bernafas. " Gumam Atushi yang merasakan aura sangat mencekam dari belakang nya.

__ADS_1


"Wahhh... Kalian berdua benar - benar pasangan serasi ya... " Ucap Kuro yang tiba - tiba sudah berada di belakang mereka berdua, sambil tersenyum ramah.


Atushi mendengar suara yang tidak asing di belakangnya, dia pun langsung melihat kebelakang nya dengan cepat. Dia sangat terkejut melihat di belakangnya sudah ada Kuro yang sedang tersenyum kepada nya.


Atushi melihat senyuman Kuro seperti hewan buas yang ingin sekali memakan mereka berdua, tetapi Atushi memendam rasa takutnya dalam - dalam karena ia harus melindungi Akemi dari Kuro.


"Apa yang kau inginkan?! " Teriak Atushi dengan keras sambil mengarahkan Katana nya ke Kuro.


"Hmmm, bukanya aku yang harusnya bertanya begitu kepada kalian berdua?" Ucap Kuro dengan polosnya sambil memegang dagu nya.


"Apa yang kau maksud mu?! " Tanya Atushi sambil menusuk dada Kuro dengan Katana nya.


'TSUKK! '


Darah Kuro pun mulai mengalir keluar, tetapi Kuro tidak menunjukkan ekspresi kesakitan, malahan dia masih tersenyum.


"Kau ini sangat lemah ya. " Ucap Kuro yang tidak merasa kesakitan sama sekali.


Atushi sangat terkejut melihat Kuro sama sekali tidak kesakitan, dia pun langsung mencabut pedang nya.


Tetapi, Katana Atushi malah tertahan di dada Kuro, Atushi pun langsung melepaskan Katana nya dan langsung membawa Akemi di pundaknya.


Kuro tersenyum melihat Atushi yang berusaha kabur dari nya, Kuro pun langsung mencabut sendiri Katana Atushi yang tertancap di dada nya.


'BRUSH! '


Seketika Katana Atushi langsung berubah menjadi abu hitam dan berjatuhan di tanah.


Kuro pun dengan cepat langsung berlari ke arah Atushi yang sudah jauh dari nya, saking cepatnya Kuro sudah berada di depan Atushi dalam sekejap.


"DUGH! "


Atushi pun langsung berhenti dan mundur beberapa langkah dari depan Kuro.


"Apa - apaan kecepatan nya itu?! " Gumam Atushi yang terkejut melihat kecepatan Kuro.


"Hahaha, reflek kau boleh juga anak muda. " Ucap Kuro yang memuji reflek dari Atushi.


Sekarang mereka berdua pun saling bertatapan dengan tatapan yang serius dan tajam.

__ADS_1


__ADS_2