Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 47 - Misi Menyelamatkan Arata


__ADS_3

"Iya! Ayo kita segera cari dia! " Ucap Izumi dengan tegas dan tersenyum sambil berjalan pergi mengikuti sisa - sisa aura Ki Arata.


Izumi pun mengikuti sisa - sisa aura Ki arata dengan di ikuti juga oleh kedua prajuritnya, tetapi mereka bertiga meninggalkan kuda mereka bertiga di pinggir sungai itu.


Yang bisa melihat sisa - sisa aura Ki Arata hanya Izumi saja, karena sisa aura dari Arata sangat sedikit dan kecil. Untuk merasakan aura dari Arata harus bisa benar - benar bisa menguasai Sh


Mereka bertiga memilih untuk berjalan kaki saja, karena menurut Izumi itu akan lebih efisien untuk menemukan Arata dengan cepat.


Mereka pun keluar dari sungai yang panjang tersebut dan berjalan di ladang hijau yang sangat luas. Angin terus berhembus dan hari sudah mau menjelang malam, tetapi mereka masih belum menemukan keberadaan dari Arata.


"Izumi-san, bagaimana ini? Kita sudah lama berjalan di ladang hijau ini, tetapi sama sekali bel menemukan keberadaan, Arata-san." Ucap salah satu prajurit sambil yang sudah kelelahan.


"Apa kita harus mencari tempat beristirahat dulu, Izumi-san? " Tanya prajurit yang satunya yang juga sudah kelelahan.


"Tidak, jika kita beristirahat sekarang sisa -sisa aura Ki dari Arata pasti akan menghilang besok. Dan aku juga merasa kalau kita sedikit lagi akan bertemu dengan Arata." Jawab Izumi dengan wajah yang serius sambil melihat ke depannya.


"Baik, Izumi-san! " Ucap kedua prajuritnya yang senang mendengar ucapan dari Izumi


Kedua prajuritnya pun menjadi bersemangat kembali, mereka pun langsung melanjutkan pencarian Arata lagi.


Saat di tengah perjalanan, tiba - tiba Izumi berhenti berjalan dan ia mulai menatap ke depannya dengan sangat tajam.


Kedua prajurit yang ada di belakang Izumi menjadi bingung melihat nya.


"Izumi-san, ada apa? "


"Apa ada yang salah, Izumi-san? "


Tanya kedua prajurit sambil memegang kedua bahu Izumi. Tetapi, Izumi masih aja diam membeku dan hanya fokus melihat ke depannya saja. Kedua prajurit pun menjadi semakin bingung, karena di depan mereka hanya ada batu besar saja.


"Sebenarnya apa yang di lihat oleh Izumi-san dari tadi? " Tanya prajurit itu ke temannya sambil menatap mata dari Izumi.


"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya dia melihat sesuatu yang tidak bisa kita lihat. " Jawab prajurit yang satunya sambil berjalan ke depan Izumi.


"Kalian berdua mundur lah! " Tiba - tiba Izumi berteriak dan menyuruh kedua prajurit untuk mundur.


Sontak kedua prajurit langsung mundur beberapa langkah kebelakang Izumi.

__ADS_1


"Izumi-san! Sebenarnya ada apa?! " Tanya kedua prajurit sambil menatap ke arah Izumi yang ada di depan mereka.


"Ada banyak sekali bom - bom kecil di depan kita. " Jawab Izumi sambil melihat ke bawahnya.


"Apa ada bom?!!" Teriak kedua prajurit yang terkejut mendengar ucapan Izumi sambil saling menatap satu sama lain.


"Sssttt, kecilkan suara kalian. Aku takut jika bom yang ada di bawah ini akan meledak karena ada suara yang kencang. " Ucap Izumi sambil menyuruh kedua prajuritnya untuk diam, dan ia juga berjalan mundur dengan perlahan ke arah kedua prajuritnya.


Kedua prajurit itu langsung reflek menutup mulut mereka, dan mereka langsung menatap ke bawah mereka.


"Izumi-san, apa sebaiknya kita pergi dari sini?"


Tanya seorang prajurit dengan suara yang pelan.


"Tetapi di bawah batu besar itu ada Arata dan souta juga." Jawab Izumi dengan santai sambil memberitahu Arata dsn Souta ada di bawah batu besar itu.


"Arata-san dan Souta, ada di bawah batu besar itu?! " Tanya kedua prajurit itu yang kembali terkejut lagi karena ucapan Izumi.


"Sssttt, sudah ku bilang untuk kecilkan suara kalian kan? " Ucap Izumi sambil melihat ke kedua prajurit nya dan membentak mereka.


"Ma-maaf, Izumi-san. " Jawab kedua prajurit sambil menundukkan kepala mereka." Tapi Izumi-san, apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Arata-san dan souta sekarang?" Lanjut kedua prajurit itu sambil bertanya ke Izumi.


"Baik, Izumi-san." Ucap Kedua prajuritnya sambil berjalan mengikuti Izumi.


Mereka bertiga pun beristirahat di bawah pohon yang berada tidak jauh dari tempat Arata.


Di sana kedua prajurit langsung bersandar ke pohon itu dan mulai mengistirahatkan tubuh mereka.


"Izumi-san, sebaiknya kau juga cepat beristirahat. " Ucap prajurit itu sambil menyuruh Izumi beristirahat.


"Ya, aku akan segera beristirahat setelah mengirim surat ini ke, Shogun-sama. " Jawab Izumi yang sedang menulis surat untuk Shogun.


Setelah suratnya sudah jadi, Izumi pun langsung memanggil burung merpati nya dan langsung mengikat surat tersebut di kaki burung merpati itu. Setelah burung merpati itu pergi, Izumi pun langsung bersandar ke pohon itu juga dan mulai tertidur.


******


"Shogun-sama! Shogun-sama! Izumi-san mengirim surat kepada kita. " Teriak para pasukan yang heboh sambil memanggil Shogun yang ada di dalam rumah.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut sekali padahal masih pagi. " Teriak Shogun yang baru saja keluar dari rumahnya, karena suara berisik dari para prajurit nya.


"Shogun-sama! ini Izumi-san mengirim surat kepada kita." Teriak salah satu prajurit sambil menyerahkan surat Izumi ke Shogun.


Shogun tanpa bicara langsung mengambil surat itu dan membacanya di dalam hatinya.


Para prajurit sangat penasaran dengan isi surat dari Izumi, tetapi mereka terus menunggu Shogun untuk memberitahu isi surat tersebut.


Wajah Shogun tiba - tiba berubah menjadi aneh dan tangan Shogun menjadi gemetar sambil memegang surat tersebut.


Para prajurit menjadi semakin penasaran dengan isi surat dari Izumi tersebut.


"Shogun-sama, ada apa? Apa isi surat dari Izumi-san? " Tanya salah satu prajurit yang ada di barisan depan.


Tetapi, Shogun masih aja diam sambil terus melihat ke arah surat itu.


Semuanya! Ku perintah kalian untuk mempersiapkan diri sekarang, karena kita akan pergi ke tempat Arata berada! " Teriak Shogun dengan sangat kencang.


Para prajurit yang mendengarnya langsung terkejut, namun mereka semua dengan cepat langsung mempersiapkan diri untuk pergi ke tempat Arata. Mereka semua pun langsung berjalan pergi ke tempat Arata yang ada di dalam surat Izumi.


Ada beberapa prajurit yang tinggal di tengah kota Arakawa, untuk menjaga kota Arakawa tetap aman.


******


Akhirnya Shogun dan para prajurit pun sampai di tempat itu, mereka langsung mencari Izumi dan kedua prajurit yang bersamanya.


"Shogun-sama! Lihat di sana ada Izumi-san! " Teriak salah satu prajurit sambil menunjuj ke arah Izumi.


Shogun pun langsung menghampiri Izumi dengan menunggangi kudanya, dengan di ikuti oleh parah prajurit di belakang nya.


"Shogun-sama! " Ucap Izumi dan kedua prajurit sambil menundukkan kepala mereka.


"Yoo, jadi apa kau memiliki rencana Izumi? " Tanya Shogun sambil turun dari kudanya.


"Mengenai itu aku hanya pun satu rencana saja untuk menyelamatkan Arata dan Souta." Jawab Izumi dengan sopan.


Kalau begitu, lakukanlah aku dan para prajurit akan percaya dengan rencana mu Izumi. " Ucap Shogun sambil memegang bahu Izumi.

__ADS_1


"Siap, Shogun-sama!" Jawab Izumi dengan tegas dan senang.


__ADS_2