Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 8 - Kebohongan Akan Terbongkar?


__ADS_3

Sesampainya Asahi dan Zax di sana, mereka pun terkejut melihat api yang sangat besar di depan mata mereka. Namun, tiba - tiba mereka berdua melihat seperti ada orang yang berusaha keluar dari kebakaran itu.


"Ehh, apa itu? Kenapa seperti ada orang yang keluar dari sana?! Ucap Asahi yang terkejut."


"I-iya, Tuan Muda benar, seperti ada orang yang berusaha untuk keluar dari sana!"


Mereka yang terkejut pun, hanya diam saja sambil menatapi kobaran api yang besar itu. Mereka diam, karena mereka kira bahwa mereka hanya salah liat saja.


Namun Asahi tiba - tiba tersadar dari diamnya, karena dia merasakan aura aneh dari dalam kobaran api itu. Dan dia langsung memerintah Zax untuk memadamkan api itu.


"Zax-san, Ayo cepat padamkan apinya! " Perintah Asahi ke Zax-san.


"Si-siap! " Jawab Zax.


Zax adalah salah satu penjaga Shogun yang sudah bisa menggunakan Ki miliknya, Zax membangkitkan Ki kayu, jadi dia bisa Mengeluarkan Kayu dari tubuhnya. Ki kayu tersebut bisa berubah-ubah menjadi apapun yang Zax mau, dan Ki kayu ini mempunyai kekuatan spesial, yaitu bisa menyembuhkan luka - luka dari makhluk hidup.


Zax pun langsung mengaktifkan Ki kayunya, dan dia langsung mengarahkan nya ke kobaran api yang besar itu. Namun, sayangnya Ki kayu dari Zax langsung terbakar dengan sangat cepat.


"Apa?!! Kenapa Ki kayu ku langsung terbakar habis?!!"


Kalau begitu, coba kau arahkan Ki kayu mu ke sana. " Ucap Asahi sambil menunjuk ke sesuatu.


"Ke sana? Apa kau yakin, Tuan Muda?" Tanya Zax yang ragu.


"Ya, aku sangat yakin!"


Melihat keyakinan dari asahi, Zax pun langsung menuruti perintahnya, dan tanpa pikir panjang dia langsung memanjangkan Ki kayunya ke arah yang di tunjuk oleh Asahi.


"Apa sasaran ku sudah tepat, Tuan muda?"


"Ya sudah tepat, kau memang hebat Zax! Ucap Asahi sambil memuji Zax. "


Zax pun tersenyum setelah di puji oleh Asahi, dia sangat senang karena di puji Asahi. Tiba - tiba, ada yang menarik kayu dari Zax, Zax pun terkejut karena ada yang menarik kayu nya.


"Ehh? Tuan Muda! ada yang menarik kayu ku! Teriak Zax.


"Baik, kalau begitu, coba kau tarik kayu mu lagi sini. "


"Ohh, siap! "


Zax pun langsung menarik kayu nya dengan Sekuat-kuatnya, dan seketika kayu yang panjang tersebut kembali lagi ke Zax, namun ada seseorang yang berpegangan di kayunya Zax.


"Ehh?!! Ada orang yang berpegangan di kayu ku! Ucap." Zax yang terkejut.


"Ya, kau benar!" Jawab Asahi.


Asahi pun langsung memeriksa orang yang berpegangan di kayu Zax, dia pun terkejut setelah melihat orang yang berpegangan tadi. Ternyata orang itu adalah Tsuki.


"Tsu-tsuki!! Apa kau tak apa?!!" Tanya Asahi yang terkejut.


Namun Tsuki sudah pingsan, dan tubuh tsuki di penuh dengan luka - luka.


"Za-zax! Cepat bantu Tsuki!!! Teriak Asahi yang panik."


"Si-siap, Tuan muda! "


Zax pun langsung mengobati Tsuki dengan menggunakan Ki kayunya. Zax menyelimuti tubuh Tsuki dengan Ki kayunya.

__ADS_1


"Heal!"


Ucap Zax, tiba - tiba kayu yang menyelimuti Tsuki berubah menjadi warna hijau, dan luka - luka di tubuh Tsuki mulai sembuh dengan perlahan-lahan.


Di saat yang bersamaan, Shogun dan yang lainya melihat ada nya asap tipis di udara.


"Shogun-sama, ada asap! Teriak Tobi yang melihat lebih dulu asap itu.


"Ya, kau benar. Tobi coba kau periksa sumber asap itu! "


"Siap! "


Shogun pun langsung memerintah Tobi untuk memeriksa sumber dari asap tersebut, Tobi pun langsung melaksanakan perintah dari Shogun, dia langsung keluar dari ruangan tersebut dengan cepat.


Setelah Tobi pergi, Shogun langsung memerintahkan Kuro untuk memberitahu keluarganya di rumah, bahwa ada kebakaran.


"Kuro! Kau harus memberitahu keluarga mu bahwa ada kebakaran di sini, cepat!" Perintah Shogun ke Kuro "


Kuro sebenarnya tidak mau untuk memberitahu keluarganya bahwa ada kebakaran, tetapi karena itu perintah dari Shogun, Kuro pun secara terpaksa harus melaksanakan perintahnya.


"Baiklah. Tapi kalian juga ikut. "Ucap Kuro sambil menyuruh petinggi klan shinigami untuk ikut dengannya.


"Si-siap, Kuro-sama!" Jawab mereka dengan serempak.


Setelah Kuro dan yang lainya pergi dari ruangan itu, tidak lama kemuadian, Shogun pun juga keluar dari ruangan itu. Di saat yang bersamaan, Shogun juga melihat Tobi yang sedang mencari Zax.


"Zax! Kau ada di mana?!" Teriak Tobi yang sudah ada di luar.


Karena tidak ada yang menjawab panggilan dari Tobi, Tobi pun segera mengaktifkan Ki nya untuk melacak keberadaan Zax. Dan dia menemukan aura keberadaan Zax dan Asahi yang ada di belakang. Tobi pun segera ingin pergi kesana, tiba - tiba ada Shogun di samping Tobi yang sedang memegang bahunya.


"Ehhh?? Sho-shogun-sama!"


Tobi pun terkejut dengan adanya Shogun di sampingnya. Karena tadi ia tidak merasakan hawa keberadaan dari Shogun.


"Ke-kenapa anda ada di sini?!" Tanya Tobi yang terkejut.


"Ya tentu saja aku ingin membantu mu. Ekspresi terkejut mu ternyata lucu juga ya Tobi Hehehe." Jawab Shogun sambil tertawa karena melihat ekspresi dari Tobi yang terkejut.


Tobi merasa malu setelah Shogun bilang seperti itu kepadanya, wajah Tobi yang malu seperti anak kucing yang sedang jatuh cinta.


"Hahaha, kau tidak perlu malu begitu dong Tobi. Ayo kita segera ke sana. "


"Si-siap, Shogun-sama!"


Mereka pun berjalan bersama ke tempat Zax dan Asahi berada. Mereka berdua pun sampai di sana dengan cepat, dan mereka di buat terkejut sekaligus bingung dengan apa yang terjadi.


"A-apa yang terjadi di sini Zax?!" Tanya Tobi yang terkejut melihat keadaan di sana.


Nanti saja aku beritahu, sebaiknya kau cepat padamkan api itu! Teriak Zax ke Tobi.


"Bai..."


"Api nya sudah padam kok...."


Belum juga Tobi menjawab perintah dari Zax, tiba - tiba api itu sudah di padamkan oleh Shogun dengan sangat cepat. Zax, dan Tobi pun terkejut melihat nya. Karena api yang besar tadi tiba - tiba saja padam.


"Aaaa..... "

__ADS_1


Mereka berdua tidak bisa berkata apa - apa lagi, saat melihat kehebatan dari Tuan mereka sendiri.


Sementara itu Asahi sedang sibuk menjaga Tsuki, dia menatap Tsuki terus - menerus, Karena asahi sangat khawatir dengan Tsuki yang terluka. Walaupun Asahi lebih tua dua tahun dari Tsuki, Asahi sangat perhatian terhadap Tsuki. Dan Asahi sudah seperti kakaknya bagi Tsuki.


"A-sa-hi."


Tsuki tiba - tiba memanggil Asahi, Asahi pun terkejut dan dia langsung memeluk Tsuki.


"Asahi, sudah cepat lepaskan pelukan mu. Tsuki harus segera di obati lagi. " Ucap Shogun yang ada di depanya.


"Baik, Ayah."


Asahi pun langsung melepas pelukanya nya dari Tsuki, dan sedikit menjauh dari Tsuki. Setelah itu, Shogun langsung memeriksa tubuh Tsuki, Shogun pun tiba - tiba mengeluarkan cahaya yang kecil dari tangan kananya. Cahaya kecil itu masuk ke tubuh Tsuki, dan seketika luka - luka di badan Tsuki pun langsung menghilang. Namun setelah itu Shogun merasakan ada yang aneh dengan Tubuh Tsuki, karena dia merasakan aura iblis dari tubuh Tsuki. Tetapi aura iblis itu tidak terlalu kuat, jadi yang bisa merasakannya hanya Shogun saja.


"Hmmm... "


Shogun hanya diam saja sambil berpikir aura iblis dari dalam tubuh Tsuki, dan dia juga bingung dengan luka - luka di tubuh Tsuki.


Tobi dan Zax yang melihat Shogun diam saja, mereka pun bertanya ke pada Shogun.


"Shogun-sama, apa ada yang salah?


"Ti-tidak apa, ayo cepat bawa Tsuki masuk kedalam. "


Zax, Tobi, dan Asahi segera membawa Tsuki ke dalam. Sementara itu Shogun pergi lagi ke taman sendirian.


Di sisi lain


Kuro dan para petinggi sudah masuk ke dalam, Namun Kuro tidak melaksanakan perintah dari Shogun, dia malah menyuruh para petinggi klan tadi untuk memberitahu ke yang lainnya.


"Kalian semua saja yang memberitahu yang lainya, bahwa ada kebakaran, dan suruh mereka semua pergi ke taman. Ucap Kuro. "Oh iya, satu lagi jangan memberitahu Shogun dan anak buahnya, tentang kejadian semalam. Beritahu yang lainya juga ya. " Lanjutnya sambil menatap sinis ke arah para petinggi klan.


"Ba-baik, Kuro-sama. " Jawab para petinggi.


Para petinggi ketakutan dengan Kuro, karena mereka tau kekuatan dari Ki kegelapan milik Kuro yang sangat luar biasa.


Para petinggi pun langsingpergi untuk memberitahu yang lainya, bahwa ada kebakaran dan memberitahu juga perintah dari Kuro tadi.


Setelah para petinggi pergi, Kuro pun langsung pergi lagi ke tempat Shimizu. Saat sudah sampai di depan kamar Shimizu, tiba- tiba terdengar suara berisik dari dalam. Kuro yang mendengar nya pun, langsung membuka pintu kamarnya dengan keras.


'DUAHG!'


"Ada apa di sini?! Tanya Kuro dengan keras."


Saat Kuro sudah masuk ke dalam, dia pun di buat terkejut, karena Shimizu sudah sadar dan dia berusaha untuk keluar, tapi dia di tahan oleh 1 pembantu perempuan.


"Ku-kuro-sama, saya minta maaf karena keributan ini. " Ucap pembantu perempuan itu, sambil menahan tubuh Shimizu yang berusaha untuk berdiri.


Kuro hanya menganggukkan kepalanya, dan setelah itu dia langsung menghampiri Shimizu.


"Hei, kau saja lepaskan dia, dan cepat keluar dari sini!" Ucap Kuro kepada pembantu perempuan itu.


"Ba-baik, Kuro-sama. "


Pembantu wanita itu pun langsung keluar dari kamar itu.


Sekarang yang berada di kamar itu, hanya ada Kuro dan Shimizu saja.

__ADS_1


__ADS_2