
Mereka berdua pun berbincang-bincang di depan toko teh itu, sampai akhirnya Tsuki berani mengajak Akane untuk meminum teh bersamanya. Akane dengan senangnya menerima tawaran Tsuki, ia langsung mengandeng tangan Tsuki dan membawanya masuk ke dalam toko teh.
"Paman! Tolong teh hijau nya dua!" Teriak Akane sambil mengangkat satu tangannya.
"Paman! Tolong kue dango nya dua juga! Teriak Tsuki yang juga ikut memesan.
"Siap! " Jawab paman itu.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka berdua berbincang-bincang mengenai kehidupan mereka.
"Kamu baru pindah ya ke sini? " Tanya Tsuki sambil menatap mata Akane.
"Iya, aku baru saja pindah dari kota Asuke ke kota edo ini. " Jawab Akane.
"Kalau kamu sudah lama ya tinggal di sini? " Balas tanya Akane.
"Hahaha, iya, dari kecil aku sudah hidup di kota ini. " Jawab Tsuki.
Di saat mereka sedang asyik mengobrol, paman itu pun datang membawakan pesanan mereka.
"Pesanan datang! " Ucap paman itu dengan penuh bersemangat, ia pun menaruh pesanannya di meja.
"Terimakasih paman. " Ucap Akane sambil tersenyum lebar.
"Wahhh, tuan, kamu adalah pria yang beruntung ya. Bisa mendapatkan wanita secantik ini. " Ucap paman itu yang di buat kagum dengan senyuman manis dari Akane.
"Hahaha... Ma-makasih... " Jawab Tsuki yang tersenyum getir.
Sementara Akane tersipu malu mendengar pujian itu, wajahnya memerah dan ia jadi salah tingkah.
Tsuki tersenyum dan tertawa kecil melihat ekspresi wajah Akane, menurut Tsuki kecantikan Akane di tambah berkali-kali ketika tersenyum.
Akane yang masih tersipu malu langsung meminum teh nya yang masih sangat panas.
" PANAS! " Teriak Akane yang merasakan lidahnya seperti terbakar setelah minuman teh panas miliknya.
"Cepat makan dango ini! " Ucap Tsuki yang langsung memberikan satu tusuk dango ke Akane.
Akane pun langsung memakan habis satu tusuk dango dengan hanya sekali lahap. Satu tusuk yang ada di tangan Tsuki langsung habis tak tersisa, Tsuki pun tertawa melihat kelakuan Akane.
"Kamu hebat juga bisa memakan satu tusuk dango dengan sekali lahap. " Ucap Tsuki sambil tersenyum melihat mulut Akane yang penuh dengan tiga buah dango yang di makannya.
__ADS_1
Akane langsung menundukkan kepalanya, ia sangat malu di lihat oleh Tsuki.
"Hahaha, kau tidak perlu malu. " Ucap Tsuki.
Mereka berdua dua pun berbincang-bincang di toko teh cukup lama, Tsuki sangat menikmati moment itu sampai saat mereka ingin keluar tiba-tiba muncul ide di otak Tsuki.
"Hei, Reina, apa kau ingin ikut denganku? " Tanya Tsuki yang sedang membayar pesanan mereka tadi.
"Ikut kemana? " Tanya Reina yang sedikit terkejut.
"Ikut ke rumah ku! Aku akan memperkenalkan mu kepada ibu ku! " Jawab Tsuki dengan penuh semangat.
"Ba-baiklah, aku akan ikut. " Jawab Akane yang tidak tega menolak ajakan dari Tsuki.
Tsuki langsung tersenyum senang mendengarnya, ia jadi sangat tidak sabar untuk memperkenalkan Akane kepada ibunya.
"Ayo kita segera jalan!" Teriak Tsuki.
******
"Tuan, tuan, aku membawakan perintah dari Beliau. " Ucap pelayanan dengan sangat sopan, ia sekarang sudah tiba di markas persembunyian para Yakuza.
Pelayan itu sedang berada di dalam sebuah rumah bertingkat dua, dan dia sekarang bertemu dengan ke empat orang petinggi Yakuza di lantai dua.
"Apa ini sudah saatnya? " Tanya seorang pria dengan suara berat yang memakai topeng berbentuk wajah singa.
"Iya, benar, tuan! Ini sudah saatnya kita bergerak. " Jawab pelayanan dengan sangat sopan.
"Hahaha, akhirnya aku bisa membunuh anak kecil sombong itu! " Teriak seorang pria yang memakai topeng harimau.
"Jangan terlalu gegabah! Ingat anak itu di jaga oleh Tobi dan Zax"! " Balas seorang wanita yang memakai topeng burung merpati.
"Kita harus segera melaksanakan perintah dari Beliau! Ayo cepat, kita jangan membuat beliau menunggu! " Balas seorang pria yang memakai topeng rubah berwarna putih dan memakai jubah berwarna hitam.
"Ya, kau benar! Aku akan mengumpulkan. para pasukan. "
Keempat petinggi pun langsung pergi dari tempat itu, dan mereka mengumpulkan pasukan mereka sendiri untuk menghancurkan kota Edo.
******
Asahi sekarang sedang menghadiri rapat yang di adakan oleh para Tetua di Edo. Rapat ini berjalan sangat lamat, hampir sudah lima jam rapat ini terus berjalan tanpa adanya jam istirahat.
__ADS_1
"Zax... Sampai kapan rapat ini terus berjalan?" Bisik Asahi yang sudah merasa lelah dan bosa.
"Sabarlah sedikit lagi, Asahi-sama. " Jawab Zax dengan suara pelan.
"Dua jam yang lalu kau juga bilang begitu... Aku sudah tidak bisa sabar lagi, aku sudah sangat bosan sekarang. " Balas Asahi yang merasa dirinya akan meledak karena saking bosannya.
"Hmmm... Ada apa, Asahi-sama? " Tanya salah satu Tetua yang melihat Tsuki dari tadi berbisik ke Zax. Tetua ini memiliki wajah yang awet muda, dan ia sangat berbeda dengan para tetua yang lain yang sangat serius dan tidak bisa di ajak becanda.
"Ti-tidak ada apa-apa. Ma-maafkan kami te-" Ucap Zax
"Aku sudah bosan di sini! Aku ingin pertemuan ini segera di selesaikan! " Sela Asahi sambil berdiri dan berteriak ke arah para tetua.
Sontak hal itu membuat seisi ruangan terkejut. Zax sangat panik melihatnya, ia ingin sekali menampar mulut Asahi yang sangat tidak sopan menurutnya.
Tobi malah tersenyum melihat sifat Asahi yang sama nekatnya seperti ayahnya.
'"Sepertinya benar juga ya... Baiklah, kita akan segera akhiri pertemuan ini! Anda setuju kan, Asahi-sama? " Ucap tetua tadi.
Asahi pun langsung menganggukkan kepalanya dan ia duduk lagi di samping Zax.
Para tetua yang lain pun juga setuju untuk mengakhiri pertemuan pada hari ini, mereka langsung menutup dan keluar duluan dari ruangan tersebut.
"Asahi-sama...! " Panggil Zax yang sangat marah dengan Asahi.
Asahi yang mengetahui itu langsung berlari dengan sangat kencang keluar dari ruangan.
"Asahi-sama, tunggu! " Teriak Zax yang juga langsung mengejar Asahi.
Tobi pun tertawa melihat mereka berdua, ia juga langsung berjalan menyusul mereka berdua.
"Akhirnya aku bisa keluar juga!" Teriak Asahi yang langsung menghirup udara segar di luar.
Di susul dengan Zax yang langsung menangkap Asahi dan menjewer telinganya.
"Arrgh! Sakit Zax, lepaskan! "
"Ini hukumannya karena kau berperilaku tidak sopan tadi! " Bentak Zax yang masih menjewer telinga Asahi.
'SHUUSH! '
Tiba-tiba datang anak panah dari jarak yang sangat jauh, anak panah itu hampir mengenai mereka, tapi untungnya Zax bisa langsung menghindarinya walaupun pipinya terkena goresan sedikit.
__ADS_1
"Sialan! Siapa itu?! "Teriak Zax yang sangat emosi.