Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 65 - Kadal Yang Sangat Besar


__ADS_3

Mereka bertiga pun langsung berjalan bersama mencari sumber naungan keras itu. Tobi sangat berhati-hati untuk berjalan, setiap saat ia selalu memeriksa sekitarnya.


"Tobi, cepatlah kau jalannya! Kalau begini terus yang ada hewan itu sudah kabur. " Ucap Asahi yang mengeluh karena Tobi sangat lamban.


"Kita harus berhati-hati di saat begini! Jika kita terburu-buru hewan buas itu akan menyadari kita! " Balas Tobi.


"Yang di katakan Tobi-san ada benar nya juga Asahi, namun apa kita tidak terlalu lamban, Tobi-san? " Ucap Tsuki.


"Yaa... Benar juga sih, tapi ini demi keamanan kalian, aku tidak ingin kalian berdua terluka. " Jawab Tobi sambil memutar bola matanya.


"Tobi, kami sudah besar dan kau juga sudah melatih kami dengan baik sehingga kami bisa melindungi diri kami sendiri. Jadi mohon untuk percayalah kepada kami berdua!" Ucap Asahi yang membujuk Tobi untuk percaya kepada mereka berdua.


"Baiklah! Aku akan percaya kepada kalian, tapi jika yang kita temui di sana sangat berbahaya menurut ku, kita langsung mundur! Mengerti?!" Jawab Tobi yang sudah pasrah.


kepada mereka berdua.


"Kami mengerti! " Ucap senang Asahi dan Tsuki.


Setelah perdebatan itu mereka pun melanjutkan perjalanan untuk memeriksa suara naungan itu.


'KREK!...TREK!....KREK!... '


"Oi! Suara apa itu! ? " Ucap Tsuki yang terkejut karena mendengar suara aneh di depan mereka.


"SSST! Cepat ke sini!" Balas Tobi yang langsung menarik Tsuki ke belakang pohon besar.


"Tsuki, Berhati-hatilah sepertinya di hewan buas itu ada di depan sana." Ucap pelan Asahi sambil menunjuk ke arah semak-semak yang ada di depan mereka.


"Astaga kalau gitu tadi hampir saja aku ketahuan yaa... " Ucap Tsuki sambil mengelus dadanya.


"Tcih, padahal aku tadi sedang memancing hewan buas itu untuk keluar dari semak-semak itu. " Gumam Tsuki yang sedikit kesal karena rencananya di gagalkan.

__ADS_1


"Kalian berdua diamlah dulu di sini, aku akan memeriksa ke dekat semak-semak itu. " Ucap Tobi yang menyuruh mereka berdua untuk tetap diam di belakang pohon, ia pun langsung berjalan perlahan sendiri ke arah semak-semak itu.


"Aduh, bisa saja yang di temukan Tobi nanti bukan hewan buas melainkan mayat-mayat para Shinobi yang semalam. Pasti jika Tobi menemukan mayat-mayatnya akan terjadi keributan dan itu akan menghambat pencarian ku terhadap para Shinobi itu. " Gumam Tsuki yang panik dan bingung harus bertindak apa.


"Oi, Tsuki ayo cepat ikuti dia dari belakang. " Ucap Asahi sambil menepuk pundak Tobi, ia ingin mengajak Tsuki untuk mengikuti Tobi diam-diam dari belakang.


"Ta-tapi, tadi Tobi-san sudah menyuruh kita untuk diam di sini, Asahi. " Balas Tsuki yang menyangkal ide Asahi.


"Ide, bagus Asahi! Tapi aku tidak boleh keliatan kalau ingin mengikuti Tobi juga" Gumam Tsuki yang senang akan ide dari Asahi.


"Dia hanya menyuruh kita untuk diam, dia tidak melarang kita untuk mengikutinya kan?" Jawab Asahi dengan pintarnya.


"Iya sih kau benar, tapi apa kau yakin ia tidak akan tau kalau kita mengikutinya dari belakang?" Tanya Tsuki yang masih ragu untuk mengikuti ide Asahi.


"Hahaha, kalau itu tenang saja. Aku tau caranya. " Jawab Asahi sambil tersenyum bangga.


"Hah? Memang bagaimana caranya? Kan jika kita mengikuti dari belakang dia bisa aja merasakan aura Ki milik kita juga. " Tanya Tsuki yang penasaran dengan cara mengikuti Tobi.


"Tapi masih ada kemungkinan Tobi-san masih bisa merasakan aura Ki kita, Asahi. Dia itu adalah salah satu penjaga elit ayahmu." Ucap Tsuki yang menyangkal cara dari Asahi.


"Tenang saja dia tidak akan merasakan, selagi kita tidak terlalu dekat dengannya. Karena aku yakin Tobi sedang fokus mencari-cari letak hewan buas itu" Ucap Asahi yang sangat yakin dengan rencananya.


"Ahhh, baiklah aku akan mengikuti mu saja. " Jawab Tsuki yang akhirnya setuju untuk mengikuti Tobi.


"Nah begitu dong dari tadi. Yasudah ayok cepat kita ikuti dia. " Ucap Asahi sambil mengajak untuk langsung berjalan.


"Kalau begini, aku akan berpura-pura menjadi penakut seperti biasa. " Gumam Tsuki sambil berjalan perlahan-lahan bersama Asahi.


Mereka berdua pun berjalan perlahan mengikuti Tobi dari belakang, mereka sudah menggunakan Shu mereka agar aura Ki mereka tidak di rasakan oleh Tobi.


Tiba-tiba, Tobi berhenti di belakang semak-semak itu.

__ADS_1


"Asahi, apa Tobi menyadari keberadaan kita?" Tanya Tsuki yang terkejut melihat Tobi berhenti.


"Sepertinya tidak, dia seperti sedang mengintip ke depan sana. " Jawab Asahi yang fokus memerhatikan mata Tobi.


"A-apa kau yakin? Bu-buat ku dia seperti menyadari keberadaan kita. " Balas Tsuki yang pura-pura takut


"Sudahlah kau tidak usah takut, jika kau takut fokus mu akan terpecah dan bisa-bisa aura Ki mu di rasakan oleh Tobi. " Ucap Asahi yang memenangkan Tsuki dan menyuruhnya untuk tetap fokus.


"Hmmm... Baiklah aku akan tetap fokus. " Jawab Tsuki sambil fokus kembali.


"Kalau begitu, ayo kita berjalan lagi lebih dekat ke arahnya agar kita bisa melinat apa yang di lihat Tobi!" Ucap Asahi sambil berjalan mendekati Tobi


Tiba-tiba, Tobi mengaktifkan Ki miliknya, sontak itu membuat Tsuki dan Asahi terkejut melihatnya.


"Sepertinya Tobi sudah menemukan hewan buas itu yah? Atau mayat para Shinobi itu yang dia temukan? " Gumam Tsuki yang bingung karena Tobi mengaktifkan Ki nya.


"Asahi, sekarang apa yang Tobi lakukan? Kenapa dia tiba-tiba mengaktifkan Ki nya?! " Tanya Tsuki yang pura-pura panik dan terkejut.


"Sstttt, jangan berisik Tsuki. Tobi sepertinya sudah menemukan hewan buas itu! Kita harus tetap diam di belakangnya! " Jawab Asahi sambil menyuruh Tsuki untuk tetap diam.


"Cepat ke sini, kita harus mencari arah lain untuk melihat hewan buas itu. " Ucap Asahi sambil menyuruh Tsuki untuk berbelok ke kanan.


"Tunggu dulu, Asahi! Tobi-san sudah pergi ke depan sana!" Ucap Tsuki sambil menarik baju Asahi.


"Apa?! Kenapa dia langsung pergi menghampiri hewan buas itu?! Ayo cepat kita lihat!" Teriak Asahi yang panik sekaligus bingung, ia pun langsung berlari ke tempat Tobi tadi.


Mereka berdua pun di buat terkejut dengan penampakan dari hewan buas itu. Hewan buas itu seperti kadal, namun memiliki badan yang besar dan juga tinggi, hewan itu juga memiliki kuku dan taring gigi yang sangat tajam. Dan Tobi persis berhadapan dengan hewan buas itu, tapi di hadapan hewan itu Tobi terlihat sangat kecil.


"Tsuki... Hewan apa itu?! Kenapa hewan seperti ini bisa berada di sini?!" Tanya Asahi yang terkejut dan takut melihat hewan buas itu


"A-aku juga tidak tahu Asahi, tapi ini membuat tubuhku bergetar.... " Jawab Tsuki yang juga merasakan hal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2