Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 45 - Arata Di Serang Shinobi


__ADS_3

"Souta! Dimana kau?" Teriak Arata yang bingung dan panik tidak melihat Souta berada di sana.


"Apa-apaan asap ini? Kenapa aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan Souta lagi? Dan lagi dari mana datangnya Asap yang sangat tebal ini? " Gumam Arata yang panik sambil terus bertanya - tanya sendiri tentang asap tebal itu.


'SHUSSSH! '


'SHUSSSH! '


'SHUSSSH!'


Tiba - tiba, ada banyak sekali kunai yang menyerang Arata, kunai itu menyerang secara acak.


Dari mana datangnya kunai - kunai ini! Teriak Arata sambil terus menghindari setiap kunai yang menyerang nya.


'TSUUK! '


"Argh! Sialan! "


Tangan kanan Arata terkena kunai yang sangat tajam itu, tetapi Arata langsung mencabut kunai itu yang tertancap pada tangan kanannya.


"Tcih, sialan tadi aku lengah. Sepertinya ada banyak sekali musuh di luar ya. " Ucap Arata yang kesal sambil berusaha menghentikan pendarahan di tangan kanannya.


Arata pun mulai menenangkan dirinya dan langsung serius memerhatikan arah datangnya kunai - kunai itu. Arata juga langsung mengeluarkan Katana miliknya dan melapisinya dengan aura Ki miliknya.


SHUSSSH! '


'SHUSSSH! '


'SHUSSSH!'


Arata berhasil menangkis dan menghindari semua kunai yang menyerang ke arah dia.


"Sepertinya sudah waktunya untuk menggunakan itu. " Ucap Arata sambil memasang posisi untuk menyerang dengan Katana nya.


Kunai, kunai semakin banyak yang bertangan ke arah Arata, tetapi Arata tidak malah diam sambil memegang katana nya dengan sangat kuat.


"Pernafasan Angin! Jurus Pertama! Tebasan Satu Arah!" Ucap Arata dengan sangat serius.


'BRUGHGH!!! '


Seketika asap tebal yang ada di depan Arata langsung terbelah menjadi dua dan membuat asap tebal yang di depan Arata perlahan menghilang. Bahkan, kunai- kunai yang tadi mengarah ke Arata langsung terpental kemana - mana.


'DUAGH! '


Tetapi pohon - pohon tinggi yang ada di depan Arata juga ikut terbelah dan berjatuhan ke tanah.


Setelah itu Arata langsung menarik nafasnya dengan dalam sambil menatap tajam ke depannya. Arata pun langsung berlari ke depan sambil menggunakan Shu miliknya, untuk mencari keberadaan Souta dan musuh yang ada di sekitarnya.


"Souta! Jawab Aku! " Teriak Arata yang sudah keluar dari asap tebal itu sambil melihat ke sekelilingnya.

__ADS_1


Tetapi, sama sekali tidak ada jawaban dari Souta dan Arata juga masih tidak merasakan hawa keberadaan Souta.


Di ujung sungai itu hanya aja bebatuan yang menumpuk sampai ke atas saja, karena Arata tidak merasakan hawa keberadaan dari Souta, ia pun langsung memanjat satu pohon tinggi yang tadi tidak terkena serangannya.


Arata dengan cepat sudah berada di atas pohon tinggi itu, dia langsung berdiri di salah satu batang pohon yang besar dan kuat. Arata pun langsung menatap ke bawah dengan serius, sambil terus menggunakan Shu miliknya.


"Aku punya firasat buruk tentang ini. " Ucap Arata yang gelisah karena masih tidak menemukan Souta.


Arata pun terus melihat ke bawah sambil terus mencari petunjuk di sekitar nya.


'KREKKK! '


Tiba - Tiba ada suara aneh dari pohon yang ada di depan Arata, ia pun langsung menengok ke depannya.


"Apa itu?! " Ucap Arata yang terkejut melihat tiba - tiba ada benda bulat aneh yang melayang ke arahnya.


'BUARGH! '


Tiba - Tiba, benda bulat itu meledak di udara dan tepat mengenai wajah dari Arata. Batang yang jadi tempat pijakan Arata langsung hancur, ia pun juga ikut terjatuh ke bawah.


'ARGH! '


'DUGH!'


DUGH'


'DUGH! '


Tiba - tiba, muncul dua orang shinobi di depan yang tadi sedang mengamati Arata dan Souta dari pohon. Arata tiba - tiba berhenti bergerak, dan ia tergeletak di tanah sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


"Kakak, sepertinya dia sudah sekarat. " Ucap salah satu Shinobi yang ada di depan Arata. Shinobi yang ada di depan Arata memakai ikat kepala merah dan seperti ada lambang aneh di tengahnya.


"Yuta! bukanya sudah ku bilang jangan memanggil ku Kakak di saat kita sedang menjalankan misi. " Teriak Shinobi yang baru saja turun dari pohon sambil membentak Shinobi yang ada di depannya. Shinobi yang ada di belakang memakai ikat kepala berwarna biru dan ada lambang aneh juga di tengahnya.


"Maaf... Tapi tadi baru saja kakak menyebut nama ku. " Ucap Shinobi yang ada di depan Arata sambil menundukkan kepalanya.


"Gekh! Dasar bocah sialan! " Ucap Shinobi yang ada di belakang sambil memukul Shinobi yang ada di depannya. "Kenapa kau itu selalu saja begitu! Sekali-sekali fokus lah saat menjalan misi! " Lanjut Shinobi itu sambil memarahinya.


"Iya, iya, maaf. " Ucap Shinobi yang di depan sambil meminta maaf dan memegang kepalanya sendiri.


Setelah itu mereka berdua pun memeriksa keadaan dari Arata, tetapi Arata masih sama sekali tidak bergerak.


"Tuh kan, benar dia sudah mati. " Ucap Shinobi yang memakai ikat kepala merah, sambil menendang pinggang Arata.


"Tidak, dia sepertinya belum mati." Ucap Shinobi yang memakai ikat kepala warna biru, sambil menatap tajam ke arah Arata." Aku akan menggendongnya dan kau bawa anak kecil yang tadi." Lanjutnya sambil bersiap untuk menggendong Arata dengan kedua tangannya.


"Baiklah, Kakak. " Jawab Shinobi yang memakai ikat kepala merah sambil berlari ke belakang.


"Yosh, aku akan mengangkat mu sekarang pria besar. " Ucap Shinobi itu sambil ingin mengangkat tubuh Arata.

__ADS_1


Saat tangan Shinobi itu sudah memegang tubuh Arata, tiba - tiba Arata membuka kedua tangannya dan langsung meludah ke arah mata Shinobi itu.


'CIUH!'


"Sialan! " Ucap Shinobi itu yang terkejut sambil mengelap ludah Arata yang ada di kedua matanya.


"Rasakan ini! " Teriak Arata sambil memukul perut Shinobi itu dengan sangat keras.


'BUGH! '


"Argh! Dasar sialan! " Teriak Orang itu sambil menyerang balik Arata dengan mata yang masih tertutup.


Tinjuan dengan mudah di hindari oleh Arata, Arata pun langsung meninju pinggang dari Shinobi itu dengan keras.


Shinobi itu pun langsung mundur beberapa langsung sambil memegangi pinggangnya yang terkena pukulan Arata, sambil membukanya kedua matanya.


'BUGHH! '


Dalam sesaat Arata sudah ada persis di depan Shinobi itu dan langsung memukul dagu Shinobi itu dengan sangat keras.


'ARGH! '


Shinobi itu mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya, dan dia pun langsung terjatuh ke tanah dengan keras.


Seketika tubuh dari Shinobi itu langsung menjadi susah di gerakan dan susah untuk bernafas.


"Haa... Haa.. Huu.. Haa.. " Shinobi itu berusaha untuk mengatur nafasnya dan menggerakkan tubuhnya perlahan.


Arata tersenyum seram melihat Shinobi yang sudah tidak berdaya itu, ia pun mendatangi Shinobi itu perlahan sambil mengeluarkan Katana miliknya.


'TSUUKK! '


Arata langsung menusuk tangan kanan Shinobi itu dengan Katana nya. Saat Shinobi itu ingin berteriak Arata langsung menutup mulutnya, dan membiarkan Katana nya tertancap di tangan kanan Shinobi itu.


"Hemm! Hemm! "


"Sekarang cepat katakan apa yang kalian rencanakan?" Ucap Arata dengan pelan sambil menatap sini ke Shinobi itu.


Shinobi itu ketakutan melihat mata Arata, dan ia juga semakin ketakutan saat melihat aura Arata yang sangat mencekam.


Arata yang melihat orang di depannya sudah ketakutan, dia pun langsung melepaskan tangannya dari mulut Shinobi itu. Tetapi, ia langsung mencekik leher Shinobi sambil semakin banyak mengeluarkan aura dari Ki nya.


"Cepat katakan! " Ucap Arata yang sudah kesal sambil sedikit mencekik leher dari Shinobi itu.


Namun, Shinobi itu masih tidak mau menjawab pertanyaan Arata, ia malah menutup matanya dan kepalanya.


Amarah Arata semakin memuncak, dia pun langsung mengambil pisau kecil yang ada di saku nya dan langsung ingin menusuk tenggorokan Shinobi itu.


"Jangan Bergerak! " Teriak seseorang dari belakang Arata.

__ADS_1


Arata pun tidak jadi menusuk tenggorokan Shinobi itu, dan langsung menengok kebelakang nya.


"Souta! " Teriak Arata yang terkejut melihat Souta sedang menangis sambil ingin di tusuk oleh orang di belakangnya.


__ADS_2