Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 64 - Hewan Buas


__ADS_3

"Siapa orang gila yang berani melakukan ini?!"


Teriak Asahi dan Tsuki yang terkejut sekaligus panik melihat itu.


"Semuanya cepat berpencar dan cari pelaku yang berani menghancurkan rumah ku! " Teriak Asahi yang langsung memerintah para penjaganya.


"SIAP, ASAHI-SAMA!! "


Serempak para penjaga menjawab, mereka pun langsung melaksanakan perintah dari Asahi.


"Kau cepat cari di sana!"


"Jika kau melihat orang yang mencurigakan segera tangkap orang itu!"


"Kumpulkan bukti-bukti yang bisa di jadian petunjuk! "


Teriak para penjaga yang sedang mencari dalang yang menghancurkan ruangan itu. Asahi, Tobi, dan Tsuki juga langsung mencari di pepohonan yang ada di dekat rumah Shogun.


"Jika mereka berdua mencari di area pepohonan ini pasti mereka akan menemukan mayat para Shinobi yang tadi malam sudah ku bunuh. " Gumam Tsuki yang ada di belakang Tobi dan Asahi.


"Tsuki ayo cepat! Kita harus mencari ke pepohonan di sana mungkin saja kita bisa menemukan orang yang menghancurkan rumah ku!" Teriak Asahi sambil menyuruh Tsuki untuk cepat.


"Iya, iya, aku datang. " Jawab Tsuki sambil berlari menyusul Asahi.


Dengan cepat mereka bertiga pun langsung sampai di area pepohonan itu.


"Tsuki, Tobi, kita akan berpencar mulai dari sini dan jika kalian menemukan seseorang segera lempar bom ini ke atas setinggi mungkin. " Ucap Asahi sambil menyerahkan bom itu ke mereka berdua.


"Baik, Asahi, kalau gitu aku cari sebelah sana." Ucap Tsuki yang langsung ingi berlari ke arah kanan.


"Sebentar dulu, Tsuki... Bom ini kau dapat dari mana, Asahi-sama? " Tanya Tobi yang bingung karena Asahi bisa mempunyai bom itu.


"Eee... Su-sudahlah itu tidak penting! Ayo cepat kita harus segera mencari orang itu. " Jawab Asahi sambil langsung berlari ke lurus ke depan.


Asahi mencari di depan, Tsuki mencari di kanan, dan Tobi mencari di sebelah kiri.


Mereka bertiga mencari dengan sangat teliti, jika ada suatu yang mencurigakan langsung mereka hampiri.


"Kalau tidak salah aku mengalahkan para Shinobi itu di sekitar sini deh... " Ucap Tsuki yang ternyata sedang mencari mayat para Shinobi yang tadi malam ia bunuh.

__ADS_1


"Nah, ini kan bekas pertarungan ku tadi melawan para Shinobi itu. " Ucap Tsuki yang menemukan bekas pertarungannya. "Tapi kok tidak ada satupun mayat Shinobi? Apa mereka di makan hewan buas? Namun, mana mungkin di sekitar pepohonan ini ada seekor hewan busa... " Lanjutnya yang sangat bingung karena mayat para Shinobi itu menghilang.


Karena masih penasaran, Tsuki pun meneruskan pencariannya terus, ia banyak menemukan bekas-bekas pertarungannya tadi, tapi tetap sama sekali tidak ada mayat dan kunai-kunai yang di lemparkan oleh para Shinobi, yang ada hanyalah bekas kunai-kunai itu tertancap di tanah dan di pohon.


"Bahkan bukan hanya mayat para Shinobi itu yang menghilang, tapi kunai-kunai yang mereka lemparkan pun juga menghilang. " Ucap Tsuki yang terkejut melihatnya.


"DUARRR!!! '


Tiba-tiba ada suara ledakan di langit Tsuki pun langsung melihat ke langit dan benar saja ada asap yang tebal di langit


"Ledakan bom itu berasal dari tempat Asahi! " Teriak Tsuki yang langsung tahu ledakan asal ledakan bom itu. "Sepertinya ia menemukan sesuatu, aku akan cepat ke sana! "Tsuki pun langsung berlari dengan sangat kencang ke tempat Asahi.


Di satu sisi Tobi yang melihat ledakan Bom itu pun juga langsung berlari kencang ke tempat Asahi.


Tsuki dan Tobi sampai bersamaan di tempat Asahi, mereka pun saling melihat satu sama lain.


"DIMANA ASAHI?!"


"DIMANA ASAHI-SAMA?!"


Mereka berdua langsung bersamaan berteriak menanyai keberadaan Asahi.


"Tentu saja tidak! Kita kan beda arah! " Jawab Tsuki.


Setelah itu mereka berdua pun langsung pergi lagi mencari Asahi, mereka berdua sangat panik karena mengira ada sesuatu yang terjadi ke Asahi.


Di sisi lain, ternyata Asahi menemukan beberapa jejak kaki yang sangat besar. Asahi pun mengikuti jejak kaki itu sampai, ia tidak menyadari bawah ia sudah berjalan terlalu jauh dari tempat awal dia melemparkan bomnya.


"Jejak kaki siapa ini? Apa ada manusi dengan kaki sebesar ini?" Gumam Asahi yang bingung sambil menatap ke jejak kaki itu.


Tidak lama kemudian pun Tobi dan Tsuki datang di belakang Asahi, mereka langsung teriak memanggil Asahi.


"Asahi kau ternyata di sana! "


"Asahi-sama, tunggu kami! "


Mereka berdua pun langsung berlari dengan sangat kencang menghampiri Asahi, sontak itu membuat Asahi terkejut, karena melihat wajah mereka berdua yang terlihat panik.


"Ke-kenapa kalian terlihat sangat pani?! " Tanya Asahi yang bingung.

__ADS_1


"Tentu saja kami panik, kau tiba-tiba melemparkan bom itu, tapi saat kami ke sana kau tidak berada di sana! " Jawab serempak mereka berdua.


"Hahaha, maaf, maaf, tadi aku sedang serius mengikuti bekas jejak kaki ini." Balas Asahi sambil tertawa.


"Haduh, Asahi.... Jadi jejak kaki apa yang kau temukan? " Tanya Tsuki


"Aku menemukan jejak kaki yang sangat besar, tapi tidak mungkin kan seorang manusia mempunyai jejak kaki sebesar ini. "Jawab Asahi sambil menunjuk ke arah bekas jejak kaki itu.


"Asahi-sama... Jejak kaki ini bukan milik manusia, tapi milik hewan buas!" Teriak Tobi yang terkejut melihat jejak kaki yang sangat besar itu.


"Hah? Tidak mungkin ada hewan buas yang berukuran sebesar itu di sini! " Balas Asahi yang menyangkal pendapat Tobi.


"Iya, benar yang di katakan Asahi, mana mungkin ada hewan buas di sini. " Ucap Tsuki yang juga ikut menyangkal pendapat Tobi.


"Tapi, tidak menutup kemungkinan jika ada hewan buas yang menyasar ke sini. " Jawab Tobi yang masih yakin dengan pendapatnya.


Mereka bertiga pun bingung memikirkan bekas jejak kaki besar itu. Tiba-tiba, terdengar suara naungan yang sangat kencang di depan mereka.


"Suara apa itu?!" Teriak serempak mereka bertiga yang terkejut.


Seketika suara naungan itu membuat mereka bertiga merinding, Tobi yang paling berpengalaman di sana pun langsung ingin berjalan mendekati suara naungan itu.


"Kalian berdua tunggu di sini, aku akan melihat di depan sana! " Ucap Tobi yang menyuruh Tsuki dan Asahi untuk menunggu di sana.


"Tidak Tobi, kami ikut! " Jawab serempak mereka berdua yang ingin ikut.


"Hah? Apa kalian sudah gila? Bisa aja hewan buas ini sangat berbahaya! " Teriak Tobi yang kesal mendengar jawab Tsuki dan Asahi.


"Lalu? Ayah tidak pernah mengajarkanku untuk takut, Tobi. "


Mendengar jawab dari Asahi, Tobi pun langsung terdiam seribu kata, ia tidak bisa membantah perkataannya jadi ia pun menuruti nya saja.


"Ba-baiklah kalian boleh ikut. Tapi, dengan satu syarat kalian harus terus berada di belakangku! " Ucap Tobi yang sudah pasrah.


"Iya, kami berjanji. Ayo kita segera ke sana. " Jawab Asahi sambil membuat janji.


"Hahaha, jawab yang bagus, Asahi. " Ucap Tsuki yang berbisik di kuping Asahi.


Mereka bertiga pun langsung berjalan bersama mencari sumber naungan keras itu. Tobi sangat berhati-hati untuk berjalan, setiap saat ia selalu memeriksa sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2