Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 49 - Keluarnya Aura Aneh Dari Dalam Batu


__ADS_3

Seketika tanah di dekat batu besar itu langsung hancur, dan bom - bom yang ada di bawah tanah langsung ke angkat oleh pedang cahaya yang sangat panjang dan tajam.


Shogun pun langsung melemparkan bom - bom itu jauh ke depannya. Para pasukan takjub melihat kekuatan dari Shogun.


"Shogun-sama, anda benar - benar sangat hebat. " Teriak para pasukan dari belakang sambil tersenyum dan berlari ke arah Shogun.


Para pasukan langsung mengerumuni Shogun, mereka sangat senang akhirnya bisa membebaskan Arata.


"Shogun-sama, ayo kita selamatkan, Arata-san!" Ucap salah satu prajurit sambil menatap ke arah Shogun.


"Tidak, yang akan pergi ke sana hanya aku dan Izumi. Kalian semua tunggulah di sini sampai aku memberi perintah. " Jawab Shogun sambil berjalan ke arah batu besar itu.


Para pasukan langsung memasang muka cemberut nya, karena tidak terima dengan perintah Shogun.


"Me-memangnya kenapa, Shogun-sama, kami kan juga ingin menyelamatkan, Arata-san! " Teriak para pasukan sambil protes ke Shogun.


"Ssttt, kalian semua jaga cara bicara kalian! " Ucap Izumi yang membentak para pasukan.


Para pasukan pun langsung diam seketika, mereka langsung menundukan kepala mereka, karena merasa malu telah berbicara seperti itu ke Shogun.


"Ma-maafkan kami, Shogun-sama. " Ucap para pasukan yang menyesal telah berteriak ke Shogun.


"Hahaha, sudah tidak apa. Aku tau kalian sedang semangat sekali, namun aku melarang kalian ikut juga demi kebaikan kalian semua. Karena aku takut jika masih ada jebakan di batu besar itu. " Jawab Shogun sambil tertawa dan tersenyum.


Para pasukan pun langsung tersnyum kembali, dan mereka pun langsung berbaris dengan rapih di belakang Shogun.


"Kalau begitu, ayo Izumi kita segera jalan ke sana. " Ucap Shogun sambil mengajak Izumi jalan bersamanya.


Izumi pun langsung berjalan di samping Shogun, sambil terus waspada dengan sekitarnya.


Shogun dan Izumi masih terus mengaktifkan Shu nya karena ia khawatir masih ada bom yang tersisa di bawah tanah.


Mereka berdua pun sampai di depan batu besar itu, Shogun langsung memegang batu besar itu untuk merasakan hawa keberadaan dari Arata.


"Arata dan Souta masih ada di bawah batu ini, tetapi denyut jantung mereka semakin melemah. " Ucap Shogun dengan wajah yang serius.


"Kalau begitu, ayo kita langsung hancurkan saja batu besar ini, Shogun-sama. " Ucap Izumi yang panik sambil mengarahkan katana nya ke batu besar itu.


"Izumi, jangan panik!" Teriak Shogun sambil menahan kedua tangan Izumi yang sudah ingin menyerang batu besar itu. " Izumi, tenangkan dirimu! Jika kau hanya langsung memukul batu besar ini, kemungkinan juga Arata dan Souta juga akan tertimpa oleh batu besar ini! " Ucap Shogun sambil menatap mata Izumi.


Izumi pun langsung merasa malu terhadap dirinya sendiri, ia langsung menurunkan katana nya dan menundukkan kepalanya.


"Ma-maafkan aku, Shogun-sama... " Ucap Izumi dengan lemas dan meneteskan air matanya.


"Hei, ada apa dengan, Shogun-sama dan Izumi-san?"


"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya mereka sedang berbicara hal serius, namun kenapa tiba - tiba Izumi-san menundukkan kepalanya ya? "

__ADS_1


"Izumi-san, seperti sedang menangis di sana ya. "


'Iya, pasti terjadi sesuatu di sana. "


Ucap para prajurit yang kebingungan dengan tingkah laku Shogun dan Izumi, mereka khwatir ada hal buruk yang terjadi di sana.


"Shogun-sama! Apa ada masalah?! " Teriak para pasukan yang penasaran dengan keadaan di depan sana.


"Hah? Ti-tidak ada masalah kok di sini! " Jawab Shogun yang panik dan terkejut


"I-iya, benar tidak ada masalah, kami hanya sedang mengingat masa lalu saja. " Balas Izumi sambil tersenyum panik ke arah para pasukan.


"Ohhh, baiklah. Kalau perlu bantuan silakan panggil kami kapan pun, Shogun-sama! " Ucap para pasukan yang sudah tenang.


Para pasukan pun langsung menjadi tenang kembali, setelah mendengar jawaban dari Shogun dan Izumi. Mereka semua pun langsung kembali ke barisan mereka masing - masing.


"Ahhh, untung saja mereka itu tidak panik dan berlari ke arah sini. " Ucap Izumi sambil menghela nafasnya.


"Hahaha, ya kau benar, Izumi. Sudah ayo kita fokus memikirkan cara untuk membebaskan Arata." Ucap Shogun sambil memegang batu besar itu lagi.


"I-iya, Shogun-sama. " Jawab Izumi.


Izumi pun langsung mengelilingi batu besar itu dan mencari - cari celah untuk membebaskan Arata.


"Shogun-sama, aku menemukan sedikit celah di sini. " Ucap Izumi yang berada di belakang batu besar itu.


"Di situ, Shogun-sama. Aku kepikiran untuk mengangkat batu besar itu. " Ucap Izumi sambil menunjukkan letak celah kecil itu yang berada di bawah batu besar itu.


"Hmmm, seperti nya ide mu bisa kita coba Izumi." Ucap Shogun sambil menepuk punggung Izumi.


"Ta-tapi kita memerlukan banyak tenaga, Shogun-sama. "


"Hahaha, kalau itu kau tenang aja, kan kita mempunyai orang gila yang banyak di sana. " Ucap Shogun sambil menunjuk ke arah para pasukan yang ada di belakang.


"Hahaha, benar juga ya, Shogun-sama. " Ucap Izumi sambil ikut tertawa dan melihat ke arah para pasukan.


Para pasukan kebingungan, karena tiba - tiba Shogun dan Izumi menatap mereka dengan tajam.


"A-apa kita melakukan hal yang salah ya? " Tanya seorang prajurit dengan suara yang pelan kepada temannya.


"A-aku juga tidak tau, tapi sebaiknya kita menundukkan kepala kita saja. " Jawab prajurit itu sambil perlahan menundukkan kepalanya.


Para prajurit yang lain pun juga langsung menundukkan kepala mereka, sambil berdoa tidak ada hal yang berbahaya menimpa mereka.


"Ada apa dengan mereka, Shogun-sama? " Tanya Izumi sambil menatap ke para pasukannya.


"Aku juga tidak tau, Izumi. Apa mereka sedang tidak enak badan ya. " Jawab Shogun sambil menggaruk rambutnya.

__ADS_1


Izumi dan Shogun malah menjadi bingung melihat para pasukan menundukkan kepala mereka


"Hei, kalian cepat ke sini! " Teriak Shogun dari depan mereka.


Tubuh para pasukan langsung bergerak semua, mereka takut kena hukum oleh Shogun dan Izumi. Namun, para pasukan pun langsung saja berjalan ke depan sambil terus menundukkan kepala mereka.


"A-ada apa, Shogun-sama?" Tanya seorang prajurit yang ada di barisan depan.


''Ada apa? Ya tentu saja aku ingin meminta bantuan dari kalian! Jawab Shogun dengan suara yang keras. "Lagian kalian ini kenapa sih? Dari tadi kalian hanya menundukkan kepala kalian saja dan tidak melihat ke kami. Apa kalian tidak enak badan? " Lanjut nya sambil bertanya ke para pasukan


Para pasukan langsung menjadi lega dan senang setelah mendengar jawaban dari Shogun, karena tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan tadi.


"Ti-tidak, Shogun-sama. Kami semua baik - baik saja kok." Ucap para pasukan sambil tersenyum ke arah Shogun dan Izumi.


"Hmmm, baiklah. Kalau begitu langsung saja kita mulai. " Ucap Shogun sambil berjalan ke celah yang ada di batu besar itu.


"Kalian semua kelilingilah batu besar itu bulat ini dan pegang bawah batu besar ini dengan semua tenaga yang kalian miliki. " Ucap Shogun dengan tegas sambil memberi perintah ke pasukannya.


"Aku akan memberi aba - aba, nanti kalian angkat batu besar ini keatas ya. " Ucap Shogun sambil mengeluarkan banyak aura Ki nya dan mengambil Katana nya. Ia pun langsung menusukan Katana miliknya ke dalam celah kecil itu.


"Baik, Shogun-sama! " Jawab para prajurit dengan tegas.


"Oh iya, Izumi nanti kau masuk ke dalam batu besar itu dan selamatkan Arata dan souta dengan cepat. " Lanjut Shogun sambil tersenyum ke arah Izumi.


"Baik, Shogun-sama, serahkan saja kepadaku." Jawab Izumi yang sudah sangat serius.


Setelah semuanya sudah siap, Shogun pun mulai memberikan aba - aba.


"Satu... Dua... Tiga! Sekarang! " Teriak Shogun dengan sangat keras sambil mengangkat batu besar itu dengan Katana nya.


Batu besar itu pun langsung terangkat ke atas dan membuka celah untuk Izumi masuk ke dalam lobang yang ada di bawah batu besar itu.


Izumi dengan gesit langsung masuk ke dalam lobang itu dan langsung mencari Arata dan Souta.


Ia pun langsung melihat Arata dan Souta yang sedang tergelak di ujung, ia langsung menggendong mereka dan langsung ingin lompat ke atas.


'SHUUSK! '


"Argh! Tolong kakiku! " Teriak seorang prajurit yang kesakitan.


'SHUUSK! '


"Argh! Kaki ku! "


Banyak prajurit yang terkena serangan aneh dari bawah kakinya, dan itu menyebabkan batu besar itu akan menutup kembali.


Izumi pun menjadi bingung dan panik, karena jalan keluar ia satu - satu nya sudah mulai tertutup.

__ADS_1


__ADS_2