Lahirnya Keturunan Dewa Bulan

Lahirnya Keturunan Dewa Bulan
Chapter 24 - Pencarian Asahi


__ADS_3

Kabar Asahi menghilang sudah tersebar ke masyarakat yang tinggal di tengah - tengah Edo dan para petinggi di Edo. Sementara itu di markas para petinggi berkumpul.


Para petinggi berkumpul di sebuah ruangan besar yang berwarna putih terang, di sana mereka sedang rapat mengenai kasus Arakawa dan menghilang nya Asahi.


"Apa yang di lakukan oleh Tobi dan Zax?! Kenapa mereka berdua bisa membiarkan Asahi pergi begitu saja! "


"Ya, kau benar ini tidak bisa di biarkan begitu saja! "


"Sebenernya apa yang di lakukan oleh para penjaga di rumah Shogun! "


"Jangan sampai berita ini tersebar lebih luas lagi!"


Di dalam ruangan para petinggi sedang marah - marah, karena berita menghilang Asahi. Mereka sedang sangat kerepotan tentang di serang nya Arakawa, namun sekarang malah muncul masalah baru.


'BRUAK!'


Tiba - tiba seseorang mendobrak pintu ruangan besar itu dengan sangat keras. Sontak membuat orang - orang yang ada di dalam menjadi terkejut, dan langsung menatap ke arah pintu.


"Kalian semua berisik sekali ya! " Ucap Seorang kakek tua dengan mata sebelah mata berwarna merah, sambil berjalan masuk ke dalam ruangan.


Kakek tua itu berambut putih, sebelah matanya berwarna merah terang, dan hawa kehadiran dari kakek itu sangat lah kuat.


Para petinggi pun terkejut melihat kakek tua itu datang, dalam sekejap mereka semua langsung menjadi diam dan menatap ke kakek tua bermata merah itu.


Kakek tua itu adalah salah satu petinggi juga, namun ia adalah petinggi yang paling tua dan sangat di hormati oleh para petinggi lainya. Umur kakek tua itu sudah mencapai 120 tahun sekarang, namun tubuh dari kakek tua itu masih sangat bagus dan sehat.


Kakek tua itu pun duduk. " Ini bukanlah kesalahan dari Zax atau pun Tobi. Namun, ini adalah kesalahan kita semua. " Ucap Kakek itu dengan sangat serius.


"Tapi, Asahi berhasil kabur karena lengah nya penjagaan di sana! " Balas seorang nenek tua yang tidak setuju dengan perkataan kakek tua bermata merah tadi.


"Iya, dia benar"


"Ya, ada benarnya juga"


Ruangan itu kembali ramai kembali, beberapa petinggi setuju dengan perkataan dengan nenek tua tadi, tapi ada juga yag setuju dengan perkataan kakek tua tadi.


Kakek tua bermata merah tetap saja diam sambil melihat ruangan menjadi ramai kembali. Namun, ruangan itu malah semakin ramai, karena perdebatan yang tidak ada habisnya antara kedua belah pihak.


Kakek tua itu mengambil nafas panjang." "BERISIK! Asahi kabur juga karena kesalahan kita yang terus mengurungnya di dalam kamar tanpa alasan yang jelas! DASAR BODOH!" Teriak Kakek tua itu yang sudah sangat kesal, karena para petinggi di depannya tidak sadar akan kesalahan mereka sendiri.

__ADS_1


Para petinggi lain pun langsung menjadi diam setelah mendengarkan perkataan Kakek tua bermata merah itu. Mereka langsung mendudukkan kepala mereka kebawah, karena tidak ingin melihat aura Ki yang sangat kuat keluar dari Kakek tua itu saat dia marah.


Setelah itu Kakek tua bermata merah pun langsung pergi ke luar ruangan, dia pergi dengan wajah yang marah ke para petinggi yang lain.


Setelah Kakek tua itu keluar, suasana di dalam ruangan menjadi lebih baik, namun beberapa Petinggi ada juga yang ikut keluar dan menyisakan tujuh petinggi sekarang di dalam ruangan itu.


*****


Di atas pohon yang tinggi, ada sebuah rumah. coklat kecil di atasnya. Rumah itu tertutup oleh daun - daun yang ada di pohon tinggi itu. Ada seorang lelaki remaja yang sedang tiduran di dalam


Asahi menguap. "Sekarang sudah siang ya, baiklah aku segera makan siang." Ucap Asahi yang sudah berdiri.


Ternyata lelaki tadi adalah Asahi, Asahi sudah pindah ke tempat persembunyian di atas pohon.


Dia pindah saat masih subuh, dia berlari dengan sangat kencang ke arah Rumah Tsuki, namun ia melewati rumah dan terus berlari ke depan.


Tidak terlalu jauh dari rumah Tsuki, di sana ada banyak sekali pohon - pohon besar dan tinggi. Dan ada salah satu pohon yang ada seperti tanda silang di batangnya. Asahi pun dengan cepat langsung memanjat pohon tinggi itu. Dan dia langsung tidur sampai siang hari.


*****


Di sisi lain, di dalam bawah sadar Tsuki. Tsuki sudah masuk ke dalam kurungan ilusi nya sendiri, untuk mengalahkan Beelzebub dengan cepat dan dia sudah membangkitkan Ki miliknya sendiri.


"NAMUN KENAPA TUBUH ANAK INI TIDAK HANCUR SAAT MEMAKAI KI DARI DEWA SIALAN ITU?"


Karena ia mengingat di masa lalu, pernah ada orang yang di pilih oleh Dewa, namun saat ia memakai Ki dari Dewa tubuhnya langsung hancur tidak tersisa. Karena Ki milik Dewa sangat istimewa, manusia tidak bisa menggunakan nya.


"AHHH! LAGI PULA IA AKAN MATI SEKARANG, JADI TIDAK ADA GUNANYA AKU MEMIKIRKAN HAL INI. " Gumam Beelzebub, dia pun langsung menatap Tsuki dengan tatapan membunuhnya lagi.


Namun Tsuki masih melihati tubuhnya yang sudah bisa membangkitkan Ki miliknya sendiri, sambil senyum - senyum sendiri.


Beelzebub merasa kesal melihat Tsuki yang seperti itu, karena ia merasa tidak di pedulikan oleh Tsuki.


"WOI, BOCAH SIALAN!!!" Teriak Beelzebub dengan keras, untuk menyadarkan Tsuki yang dari tadi hanya senyum senyum sendiri saja.


Tsuki yang terkejut langsung melihat ke arah Beelzebub di depannya. "Hah? Hah? Ada apa? "


"BOCAH SIALAN ITU, DIA BENAR - BENAR MENGHIRAUKAN KU DARI TADI!! " Ucap Beelzebub yang semakin marah ke Tsuki, bahkan urat - urat dari kepala Beelzebub sampai keluar.


Beelzebub pun langsung menyerang saja Tsuki dengan cepat, ia langsung berlari ke arah Tsuki sambil mengarah Katana nya ke arah jantung Tsuki.

__ADS_1


Tsuki melihat Beelzebub berlari kencang ke arahnya, dia pun langsung melapisi badanya dengan Ki miliknya dan mengeluarkan Katana dari dalam tangannya juga.


Setiap Ki milik Dewa atau Iblis mempunyai kekuatan untuk membuat barang dari pikiran saja,dan bisa langsung mengeluarkannya dari dalam tangannya. Namun, jika ingin membuat sesuatu senjata yang besar atau memiliki daya hancur yang kuat, harus menggunakan energi Ki yang cukup banyak.


'TANG!'


'TING!'


Mereka berdua langsung mengadu Katana mereka sambil saling memandang dengan tatapan membunuh mereka, dan mengeluarkan aura Ki.


'TANG'


TING!


'TANG!'


'TING!'


Pergerakan mereka dalam menggunakan Katana sudah sangat cepat dan lihai, bahkan Katana mereka berdua sampai sedikit terkikis.


"AKU AKAN MEMBUNUH MU SEKARANG JUGA! " Teriak marah Beelzebub dengan keras sambil menatap ke arah Tsuki.


"Hahaha, coba saja jika kau bisa sialan! " Teriak Tsuki yang menantang Beelzebub untuk membunuhnya segera, sambil menguatkan aura ki pada kedua tangannya.


Namun, Beelzebub juga langsung menguatkan Aura Ki pada kedua tangan nya. Mereka pun saling mengadu Katana mereka lagi, namun kali ini lebih kuat dari sebelumnya.


'SLASH!'


Beelzebub terkena goresan Katana Tsuki di bagian tangan kanan nya, dan ia langsung mundur ke belakang dengan cepat.


"Hahaha, apa kau sudah lelah, Iblis tua?! " Tanya Tsuki sambil tertawa yang melihat Beelzebub langsung mundur setelah terkena serangan nya.


"HAHAHAHA! HANYA DENGAN GORESAN KECIL INI SAJA KAU SUDAH SOMBONG YA! WOI, BOCAH SIALAN, KAU SAMA SEPERTI MANUSIA - MANUSIA YANG BIASA KU BUNUH DAN KU MAKAN TAU! KAU HANYA BERUNTUNG SAJA TIDAK LANGSUNG MATI DI SINI." Jawab Beelzebub yang menyuruh Tsuki, agar dia tidak sombong dengan kemampuan nya.


Tiba - tiba, aura mengerikan keluar dari tubuh Beelzebub dengan sangat banyak, aura itu sangat mengerikan bahkan sampai membuat Kurungan ilusi Tsuki menjadi retak - retak.


'CRACK!'


'CRACK! '

__ADS_1


'CRACK! '


Tsuki pun terkejut melihatnya, namun ia langsung memasang posisi bersiap untuk menyerang Beelzebub, sambil mengumpulkan Aura Ki yang banyak pada tubuhnya.


__ADS_2