Laman Kosong

Laman Kosong
Tindakan Omma Nena


__ADS_3


"Bagaimana rasa teh ini ...? Ini gyokuro tea dari Jepang dengan ciri khas rasa yang gurih bisa membuat siapapun lengah setelah meminumnya. 20 hari sebelum daun dipetik, tanaman ditutup dengan shakoami atau semacam jaring tertutup yang gelap sehingga tanaman hanya mendapatkan sinar matahari sebanyak 10 persen. Proses penutupan ini membuat daun tanaman mulai merunduk dan menjadi halus."



Omma yang duduk dengan elegan bisa membuat siapapun akan menghormatinya yang terlihat bukanlah orang biasa.


“Bagaimana rasanya ...? Apa kau suka?” tanya Omma ke Aira yang tengah duduk dengan sopan dan didampingi Arka Max. “siapa namamu? kau sangat cantik dan punya kulit yang bagus.”


“Aira Tante.” jawab Aira sopan.


“Panggil Omma saja Aira. Oh, tehnya sudah habis ya?"


“Sudah! Omma balik ke sikap asli saja!” Arka yang tengah dalam tatapan cueknya dan perlahan bersandar ke punggung sofa ruang santai di apartemen Arka. Yang terdapat TV, sofa bulu yang menghangatkan dan di sisi-sisi dinding ada beberapa lukisan minimalis koleksi Arka.


Seketika Omma seperti berubah 360°℅ yang tadinya anggun berwibawa tiba-tiba mengangkat kakinya ke punggung sofa dan tiduran terlentang di sofa.Aira yang begitu heran dengan sikap Omma masih dengan tatapan kosong.


“Hahhh ... meminum teh segelas saja sudah membuat punggung omma capek harus berduduk tegap, saat minum teh kita harus menghargai teh yang disajikan Tuan rumahnya dengan etika meminum teh dengan benar."


Omma memulai obrolannya mengenai Aira. Siapa Aira, tinggal dimana dan apakah Aira kekasih Arka.


“Kau kekasihnya Arka, Aira?"


“Bukan omma ...." kepala Aira sedikit menunduk dengan sedikit menggigit bibir bawahnya.


“Bukan ... kau tampak bukan seperti wanita panggilan. Lantas apa hubungan kalian? orang tuamu tinggal dimana?"


Pertanyaan pertanyaan semua itu membuat Aira bingung dalam diam karena Setelah kecelakaan 8 tahu lalu identitas Aira yang tidak bisa dijelaskan. Orang tua Aira dulu hanya mengontrak rumah sederhana, mereka berasal dari panti asuhan dan menjalin kasih yang akhirnya memutuskan untuk hidup mandiri membuat Aira berarti tidak punya keluarga dan satu satunya keluarga yaitu Selena yang belum juga bisa ditemukan meski Aira sebenarnya sudah melapor ke polisi tempat kejadian kecelakaan, namun segera Arka yang mengambil Alih saat Aira ingin menjawab semua pertanyaan Omma Nena saat itu.


“Omma jangan tanyakan semua itu, Aira belum bisa menjawabnya. Aku yang paksa Aira tinggal bersamaku. Dia juga bukan cewek panggilan."


Aira mengalihkan pandangannya ke Arka dan sedikit terlihat Aira menghembuskan nafas lega, mata Arka yang mencuri-curi menatap Aira nampak tersenyum tipis.


Omma Nena meski humoris dia juga bukan sembarangan orang biasa yang tak bisa menilai gerak-gerik 2 anak muda di depannya sekarang.


“Bufff ... Kau punya makanan apa Arka.”


“Sebenernya Omma tiba tiba kesini itu kenapa?”


“Oma pengen cucu Arka ...! bagaimana kalau Omma mati duluan sebelum melihat lucu imutnya penerus perusahaan ayahmu." Omma berjalan membuka lemari es yang isinya hanya minuman dan roti saja. "Aira kamu lapar...?"


Aira yang membereskan cangkir cangkir teh segera berseru menjawab pertanyaan Omma "Sedikit omma. Omma mau aku bikinin sandwich ...?


Dengan tenang, wajah cerah dan tatapan yang sopan Aira mencuci cangkir membereskan meja yang sedikit kotor. Omma sepintas melihat Aira yang polos seperti tak punya maksud apa apa ke Arka bisa membuat Omma menipiskan bibir dan tersenyum tipis dengan pemikirannnya dalam hati yang menilai Aira sepertinya bukan gadis nakal.


“Jangan kita jalan jalan saja. Ikut Omma belanja sayuran juga baju; baju buat omma ya.” Mendadak tangan omma pengelus rambut atas kepala Aira. Bukannya Aira menunduk dan malu. Aira malah berpandangan mata dengan omma bersamaan sebuah tatapan binar dengan senyum manis. seolah Aira dan Omma bisa langsung Akrab.

__ADS_1


Omma bisa begitu senang, Aira selalu mau menemani memilih milih baju yang cocok buat omma dan tentu karena sudah keahlian Aira sebagai seorang desainer.


Omma beberapa hari di apartemen Arka sudah bisa menilai gadis cantik ini dan yang membuat omma semakin suka. Aira terlihat melakukannya dengan kejujuran benar-benar tanpa dibuat buat. Tidak lupa juga omma bertanya ke cucunya yang imut Leon tentang gadis cantik ini cerita demi cerita membuat omma sedikit tertegun mengetahui cerita Arka sedikit mirip dengan mendiang ayahnya dulu.


Di ruang tamu dengan TvVmenyala, sesekali bunyi game android cooking mama terdengar. Kaki terlentang dan juga dandanan yang kusut dan juga beberapa makanan berantakan tak beraturan.


“Omma ... Arka pulang....!” Sekejab mata Arka melebar. Tahu Apartemennya yang biasanya steril jadi antahbarantah barang barang makanan dan kantong makanan ada di mana-mana.


“Omma ... apa yang Omma lakukan." Arka masih tak percaya.


“Cucu Omma begitu jahat sama Omma ... Omma Cuma ingin ketempat karaoke.Kenapa selalu dilarang...hiks hiks.” Dengan wajah memelas.


“Omma masih sakit ... tenggorokan omma juga belum sembuh total."


“Dimana Aira."


“Diapartemennya”


“Minggir, aku ajak calon menantuku saja."


“Omma..!" Arka Menutup mata dengan satu tangan lanjut menyibak rambut depan kebelakang Arka.


Aira yang baru saja selesai mandi. Segera memakai baju. Terdengar omma manggil manggil.


“Iya omma."


“Kemana omma?”


"Kita senang senang Aira, melonggarkan tenggorokan.”


Aira yang masih bingung dengan ajakan omma, segera ganti baju lalu mengikuti omma yang nampak berjalan lebih cepat sedangkan Arka hanya ngikut aja perkataan ommanya mau kemana aja. Omma yang suka hal mewah kali ini memakai mobil lemosine salah satu koleksi mobil Arka. Omma mengarahkan ke sopir berhenti di karaoke terbesar di kota A yang juga termasuk studio karaoke artis ternama Starla yang juga di bawah naungan agensi Arka Max dan juga cukup dekat dengan Arka hingga mereka pernah menghabiskan malam mereka di hotel berkelas.


Setelah memasuki ruangan VVIP khusus tamu member, pikir Aira omma apa bener mau bernyanyi ... belum sempet selesai berpikir suara musik berdengung dengan keras membuat gendang telinga Aira dan Arka yang tengah duduk berjauhan berdenyut keras.


Ketawa lepas Omma Nena yang akan mulai bernyanyi tidak terasa membuat Arka menghilangkan kekwatirannya akan tenggorokan omma yang sakit tenggorokan faringitis 2 minggu yang lalu.



Nyanyian demi nyanyian legend suaranya terasa menggemma bercampur dengan ketawa lepas nenek yang begitu bahagia dan rocker omma yang kocak, membuat Aira dan Arka tercenung melihat Aksi rocker omma yang sudah tua tapi berenergi. Sesekali Arka saling menoleh heran dan sedikit menghela nafas. Aira yang senyum senyum aj sambil tepuk tangan berirama tiba tiba tangan Aira ditarik omma untuk ikut bernyanyi dengan omma.


Paksaan yang menyiksa batin Aira yang harus terpaksa ikut bernyanyi membuat Arka tersenyum dengan mata sedikit berkabut seakan mendung di kelopak mata yang tak terelakkan lagi. Baru kali ini Arka tersenyum bahagia melihat seorang gadis bisa akrab dengan keluarganya tanpa alasan apapun dan dengan senyum keaslian keluar dalam hati.


Mungkin saat ini hati Arka mulai terbuka tapi masih belum dia sadari


Sedang seru serunya bernyanyi terkadang tampak Aira mengelus leher, kening dan terlihat Aira sedang menahan sesuatu. Arka yang tampang senang terbawa suasana lengah akan sikap Aira yang seakan ditutup tutupi.


Jam 01.00

__ADS_1


“Hahh ... akhirnya sampek apartemen juga.., udara diluar sangat dingin. Kamu enggak pake jaket tadi Aira ... “ Omma nena


“Enggak Omma.” Tampak senyum yang tertahan yang berusaha tak memperlihatkannya.


“Kamu tidur sini saja ... Ttemeni Omma ya." Ajakan Omma.


Arka tampak melihat geligat Aira yang mencurigakan.


“Kau tidur di kamarku saja Aira."


Aira menggelengkan kepala. "Enggak Arka. Aku ke apartemen ku dulu, pamit dulu omma.” segera Aira berjalan cepat dan menutup pintu apartemennya.


Arka nggak percaya dengan sikap Aira barusan, setelah Arka berganti baju santai Arka yang begitu cemas segera mungkin membuka pintu apartemen Aira.Terdengar samar samar dari arah kamar mandi Arka segera lari membuka pintu kamar mandi. Terlihat didepan Arka Aira muntah muntah dengan tangan memegang erat bibir wastafel tak lama Aira lalu terjatuh Arka yang seketika itu begitu panik terjadi apa apa dengan gadis ini. Arka meraup tubuh Aira dan merangkulnya dalam pelukannya terlihat Aira begitu pucat badannya panas segera Arka berjalan cepat membawa Aira yang pingsan ke kamar Arka, terlihat jelas raut Arka yang begitu panik dan muram yang baru ini Arka tunjukkan didepan Omma nya.


Segera mungkin Arka menyuruh dokter terbaiknya yang sudah lama ikut keluarga Arka max yang tahu betul akan kesehatan Arka dan Leon selama ini.Omma tersenyum heran dengan tingkah cucunya saat ini.


“Arka ... mungkin Aira sedang hamil anakmu."


“Enggak mungkin omma.”


“Tapi gejalanya seperti orang yang sedang hamil."


“Arka selalu berhati hati dalam hal itu."


“Omma berharap Aira gadis yang kamu sukai, omma melihat Aira gadis yang baik dan yang dia kerjaan begitu tulus apa adanya dalam hatinya tanpa ada alasan apapun terhadapmu, omma tidak ingin Keira yang bersamamu. Arka... Segera lupakan trauma itu. Omma ingin lihat cucu omma yang ini lebih bahagia bersama istrinya."


Arka yang duduk di kursi dekat ranjang dan juga tak henti menatap Aira berbaring lemah di tempat tidurnya.


“Omma ... Biarkan ini seperti ini dulu, Arka tidak ingin seperti Ayah.”


Memahami perkataan cucunya Omma tidak ingin mengganggu Arka yang sekarang. Keluar dari pintu kamar Arka Max Omma sedikit membalikkan pandangannya lagi ke arah Arka. Arka yang begitu cemas terlihat memegangi tangan Aira, memasangkan kompres ke kening perempuan lunglai didepannya tersebut, sembari tidak sabar menunggu dokter segera datang.


Arka... Bertanya dalam hatinya ... Apa aku menyukai gadis ini, aku terbiasa dengan banyak perempuan mana yang aku suka mana yang hanya nafsu belaka, tapi saat ini aku hanya ingin menciummu ..." pikir Arka.


"Aira, aku sangat mencemaskanmu." ucap Arka.


Omma melihat semua itu segera memikirkan sesuatu.


“Leon sayang ... kali ini bantu Omma, ya?!"





__ADS_1


__ADS_2