
Peristiwa sebelum waktu dini hari tiba...
Perkelahian antara anak buah Key dan Arka terjadi malam itu, Arka membekukan segala alat komunikasi mereka untuk meminta bantuan pada Tuannya bahkan beberapa siksaan anak buah Key rasakan karena menerima paksaan dari sejumlah anak buah Arka yang bela dirinya jauh diatas mereka. Memaksa mereka buka mulut tentang keberadaan kota Red blood...Hingga berdarah darah bahkan Arka dan Fay juga berada disitu ikut menghakimi mereka memaksa mereka mengatakan apapun yang mereka tahu tentang kota hilang tersebut, nggak ada yang mengaku dan lebih lebih mereka memang tidak tahu sama sekali... Untuk bawahan kecil seperti mereka.
Ketidak tahuan mereka membuat Arka dan Fay begitu geram dan marah, hingga Arka menendang kuah tubuh mereka saat Arka hendak memasuki kediaman Key yang telah Key tinggalkan sejak pulang dari kantor Arka tadi. Waktu begitu sempit...hanya takut Aira terburu buru sudah dilukai oleh Key, maka Arka harus dengan cepat menemukan petunjuk apapun tentang kota tersebut.
Sudah lewat 3 jam Arka, Fay dan anak buahnya memporak porandakan seisi villa key, dan tak ditemukan tentang keberadaan kota berdarah tersebut hingga membuat Arka depresi memikirkannya... Arka memejamkan matanya seraya kedua tangannya mer*m*s rambutnya kuat kuat...meruntuhkan tubuhnya ke sofa tanda Arka sangat menderita tak kunjung juga menemukan petunjuk yang ada...
Hingga salah satu anak buah Arka menemukan foto feirvy yang ada di kamar key lalu diberikannya pada Tuannya Arka. Arka menerima foto itu sekejab memandang mendiang feirvy lalu sembarangan membalikkan foto tersebut yang hanya ad coretan bolpoin lanjut menaruhnya begitu saja di atas meja. Dalam hati Arka menyeru kata kata Peta, peta, peta..
Hingga Arka berdiri hendak mencari petunjuk lainnya lagi, Arka terhenti...saat tidak sengaja melihat lagi coretan dibalik foto feirvy... Yang sepertinya bukan sengaja tercoret bolpoin...melainkan seperti memang disengaja digambar dibelakang foto tersebut.
Dengan cepat tangan Arka mengambil lagi foto itu...Arka memiringkan kepalanya.. Nampak ekpresi mukanya menerka nerka coretan yang sepertinya sengaja dibuat itu... Setelah berfikir keras Arka meminta Fay untuk melihat peta negara A di beberapa tahun lalu lewat ponselnya. Arka bertujuan ingin mencocokkan...Mungkin bagian coretan ini adalah salah satu potongan dari peta negara A
__ADS_1
Fay yang awalnya tidak percaya tapi apa salahnya di cek siapa tahu dugaan Arka benar, coretan bolpoin ini hanya berbentuk oval dengan lekukan lekukan kecil disetiap sisi.. Dan sedikit sulit dan sedikit memakan waktu mencocokkan garis mana yang pas, dan kalau sedikit saja salah perkiraan maka akan salah juga tujuan penyerangan mereka.
Setelah beberapa menit berfokus ke coretan itu, ada dua kemungkinan kota yang diperkirakan dan ditemukan.. Tapi... Salah satu kota yang sedikit terpisah dari peta ini terlihat lebih mendekati garis garis yang sengaja dibuat dibalik foto feirvy, dan tentu saja.. Saat kota itu ada di peta di tahun 19XX saat di cari di tahun 20XX di Google Earth memang sudah tidak ada, menimbulkan kecurigaan yang sangat melekat ke kota hilang itu Arka segera mencari tahu pasal pasal kota itu terdahulu.
Hingga satu jam berlalu dengan kerja keras mereka sudah memastikan kalau pulau kecil itu tidak lain adalah Red blood, keadaan ini membuat Arka dan Fay yang terlihat akrab sekarang ini, juga para tim IT mereka segera berangkat dengan waktu 3 jam dan diperkirakan sampai sana pagi hari. Saat menaiki helikopter Arka terlihat begitu gusar, resah, gelisah sangat terlihat dari raut wajahnya... Melihat itu semua.. Fay benar benar tidak tega terhadap mereka berdua.. Sempat merasa bersalah pernah memperlakukan Aira dengan tidak sopan, tidak lama tangan key menepuk nepuk halus punggung Arka “percaya lah.. Bahwa Aira akan baik baik saja”.
Perkataan Fay itu begitu masuk kedalam lubuk hati Arka yang sedari siang mencari tanpa henti,tanpa istirahat, tanpa makan pikiran bercampur aduk menjadi satu..ketakutan kehilangan Aira sangat dia rasakan saat ini, satu satunya wanita yang paling ia cintai, membuat Arka tak bisa lagi menahan tangisnya mengeluarkan Air mata begitu derasnya di depan Fay... Kekhawatiran yang amat dalam Arka rasakan, hingga membuat Fay merasa iba hingga Fay mengulurkan tangannya memeluk punggung Arka.
Di sisi lain... Jiwa yang merintih ketakutan begitu dirasakan oleh Aira, larian Aira berhenti di ruang kosong yang terdapat kursi panjang dan luas disitu, Aira yang ketakutan di sudutkan terduduk oleh sang predator Key. Key tersenyum..di simpannya pisau runcing itu ke sakunya, memberi tatapan senyum untuk Aira yang sangat ketakutan diruang yang setengah gelap tersebut.
"maaf membangunkan tidurmu di pagi dini hari begini Key yang masih tengah berdiri kau pasti baru saja melihatku, belum tahu siapa aku, namaku, dan hubunganku dengan suamimu key mengulurkan tangannya perkenalkan dulu... Aku Key.. Sahabat terbaik Arka, aku orang yang mencuri ponselmu, juga menjebak Arka dengan wanita lain waktu di negara S”
Aira sangat tidak mau menerima jabatan tangan dari pria asing itu dan dengan gugup
__ADS_1
Aira duduk meringkuk dikursi itu, dengan menggenggam erat kedua tangannya yang tengah terjalin erat erat, Aira harus memikirkan cara agar Arka bisa menemukannya disini...berpikir dengan rasa kepanikan yang tengah dia rasakan hanya terlintas Aira harus bisa mengulur ulur waktu,ya...pemikiran yang mungkin setidaknya bisa membantu Arka mencarinya,dan satu lagi,harus ada jejak! Aira berfikir lagi,bagaimana cara memikirkan meninggalkan jejak!, terlihat Aira tak sengaja melihat gelangnya dan berfikir keras siapa tahu kamar mandi disini terdapat ventilasi udara langsung ke arah sisi luar gedung.
Mendapati Aira mengabaikan jabatan tangannya... Key menarik lagi tangannya lalu sedikit mengendus tangannya sendiri lalu terduduk tidak terlalu jauh dengan Aira “mungkin tanganku bau darah.. Jadi kau tidak mau berkenalan denganku, Key tertawa lepas melihat Aira tampak berpikir keras nanti.. Nanti aku lepaskan, bahkan aku manjakan, akan aku jadikan putri di istana ku kalau kau... Mau meninggalkan Arka dan pergi bersamaku”
Tubuh Aira refleks cepat mundur menghindari posisi Key, mendengar perkataan Key yang aneh itu, Aira terheran heran dengan lelaki aneh ini. Merasa hanya ini jalan satu satunya untuk mengulur waktu, Aira minta ke kamar mandi "Tuan..to..tolong,saya ingin ke kamar mandi" ucap Aira
"kau mau menggunakan cara lama untuk bisa kabur ya...Key tertawa lepas lagi Arkamu tak akan bisa menemukan keberadaanmu disini" seru Key, Aira ngilu mendengar perkataan pria itu, tapi setidaknya Aira harus berusaha sebelum menyerah "Tuan... apa buang air kecil itu cara lama...??, bukankah manusia akan buang air kecil di setiap bangun tidur" alasan yang dibuat Aira.
Pelan melirik tubuh Aira... bagaimana bisa, Key yang licik bisa terbohongi gadis kecil seperti Aira, Key yang duduk lalu mendekati Aira membisikkan kata kata "kau boleh buang air kecil key menarik gelang Aira tapi aku pinjam dulu gelang ini" Aira sangat terkejut matanya membelakangi besar, bahwa Key bisa membaca apa yang hendak dia lakukan " kau... kau sudah tau maksudku, aku tidak ingin buang air kecil"
"bagus gadis kecil“ seraya Key senyum menunggingkan bibirnya kesamping.
__ADS_1