
Berderai air mata sesenggukan tanpa bisa menahan tangis hingga membasahi bantal, meringkuk hingga bergetar tubuh Aira dengan tangis tak henti hentinya, Aira merasa sesak tak terperi hingga terasa tekanan sakit di dada hingga kejantung.
Arti tangis yang terasa sakit dirasakan, Aira sendiri tidak bisa mengartikannya, terlintas di tengah tangisnya Aira bertanya tanya apakah aku menyukai Arka ...? kenapa bisa sesakit ini, apakah perhatianmu yang kuartikan dengan senang hati, hanyalah perhatian yang juga kamu berikan kepada orang lain?."
Hingga terlalu lelah menangis menjadikan mata Aira sembab dengan mata memerah Aira tertidur dalam lelahnya. Diwaktu yang sama Arka yang tidak tahu apapun benar benar merasa gelisah terus menerus memikirkan Aira, padahal jelas jelas Arka saat ini masih chatting dengan Aira palsu, sesekali Arka menyakinkan Aira apa benar tidak terjadi apapun seharian ini. Meski aku chat kamu kenapa aku begitu gelisah, Aira dengan tenang membalas chat Arka menyakinkan kalau tidak terjadi apapun.
Malah memberi semangat untuk Arka dalam bekerja dan saat berpamitan tidur Aira mengatakan untuk selalu jaga diri pula .. membuat Arka terlena diperhatikan wanita yang selama ini dia cari dan dia tunggu, sedikit menyakinkan akan mengatakan perasaannya setelah sebulan di kota S.
*******
Hangat mentari pagi yang menenangkan tulang tulang yang sedikit membeku saat malam hari semalam cuaca begitu dingin, Arka yang tumben bangun pagi dengan suasana hati yang cerah dan sedikit berbunga bunga ... Arka dengan baik hati membuatkan salad buah untuk teman temannya yang masih enak terbawa alam mimpi mereka dan Yura masih belum keluar dari kamarnya.
Salad buah sudah usai dibuat Arka menatanya di meja makan dan saat ini segera dibantu Glen yang kelabakan bangun lebih lambat dari pada Tuannya hingga Tuannya sudah selesai bikin salad buah sendiri. Saat Glen meminta ijin Arka untuk membangunkan para teman temannya, Arka menghentikan langkah Glen sebelum jauh dari tempatnya.
“Biar aku saja,”
Bos hari ini begitu bahagia... pasti orang tersebut membuat keadaan jadi sebaliknya, hingga bos tak menyadarinya. Kali ini ... entah di pecat atau pun apa itu ,maafkan Glen bos ... pernah memberi Akses seseorang untuk memfotomu dan mencuri handphone Aira ... Saat ini diri ku tidak lagi berharga dari pada keselamatan istriku, maafkan Glen bos Arka ....” seraya menatap lemah dari belakang Arka yang berjalan menuju kamar teman temannya.
Verru dan kedua temannya exji, Hayden memilih satu kamar dan Key dikamar sebelahnya, Melihat gaya tingkah mereka bertiga yang begitu konyol, Arka begitu ingin ketawa dan membuat kesempatan mengambil sebatang bulu ayam yang dicabut dari kemujing buat gelitikin hidung mereka bertiga.
Arka begitu akrab dengan semua teman temannya ... bagi Arka teman adalah bagian kedua setelah keluarganya karena selama ini Arka tak mengenal cinta dari seseorang sebelum mengenal Aira.
******
Hari ketiga
Inginnya Aira hari ini ambil cuti ... Aira terasa tidak enak badan, ditambah matanya begitu sembab tapi ... pekerjaan bersama desainer seniornya kemaren belum selesai. Dan kalau Aira libur itu tidak mungkin ... karena hari ini bagian Aira yang ditugaskan mengasih desain detailnya pernik pernik batu swarovsky. benar-benar waktu yang tidak bisa dikompromi hingga sangat terpaksa Aira bangun sempoyongan segera mandi air hangat dan memakai make up sedikit tebal bagian kelopak mata.
Menggunakan taxi menuju kantor Arka, Aira saat ini lebih pendiam, masih begitu terbawa perasaan semalam terasa jiwanya yang kosong Aira bawa saat ini. Seusai Aira turun dari taxi Aira segera ke ruang kerjanya dan mengerjakan kerjaannya yang belum terselesaikan kemaren, terlihat badan Aira lesu lemah terbawa perasaannya hingga membuat Aira sama sekali tidak bernafsu makan meski hanya sepotong rotipun.
Segera mengerjakan pekerjaannya tanpa banyak bicara,sesekali geraknya terdiam hatinya hening terpaku saat terlintas foto Arka menggendong perempuan itu yang belum Aira ketahui namanya.
__ADS_1
*******
Siang hari seusai bekerja dan ada waktu longgar lelaki misterius itu berada di kamarnya yang mewah bernuasa black brown, lelaki itu berdiri seraya membungkuk manarik perlahan laci didepannya, mengambil sebuah kotak warna merah hati dibukanya terdapat mini Album waktu dia masih SMP, SMA hingga ke universitas bersama sama wanita berambut pendek yang sangat manis. foto foto di mana lelaki itu memeluk, berlaku jahil bersama mereka lakukan.
Meratapi setiap kenangan yang ada pada dirinya bersama perempuan itu, membuat lelaki itu benafas perlahan lebih cepat jantung berdetak tak beraturan sehingga membuat matanya berkabut dipenuhi emosi yang mendalam.
“Maafkan aku ... aku tidak bisa membiarkan dia Arka hidup dengan kesempurnaannya dengan gampang akan mendapatkan wanita yang dia cintai, maafkan aku ... aku mengingkari janjiku terhadapmu."
Balik menutup foto album mini miliknya dan menyimpannya kembali dalam laci, lelaki itu memeriksa galeri di handphonenya untuk dikirimkan ke anak buahnya dan memerintahkan siang hari harus ada berita yang memuaskan untuk lelaki tersebut.
**********
“Kau sedang kerja?” telfon Arka ke Leon.
“Untuk hari ini dan besok aku masih padat pekerjaan ada bebapa meeting dan berbagai perencanaan lainnya.” Sahut Leon.
“Bukannya kau bisa tanyakan kedaannya lewat telfon?”
“Aku ingin dia benar-benar baik baik saja.”
“Baiklah, aku usahakan kunjungi Aira dalam 3 hari kedepan.”
Beberapa orang segera mengirimkan foto foto lewat beberapa grup sesuai perintah lelaki itu menghindari kalau kalau bos besarnya tidak puas dengan cara kerja mereka yang pasti lelaki itu akan murka dengan sifatnya yang temperamental.
Bukan foto antara kedekatan Arka dan Yura tapi ini malah sebaliknya, foto foto di mana Aira berciuman dengan Arka saat menikmati indah lampu lampu malam di jembatan, foto Aira satu mobil dengan Arka, foto Aira memasuki apartement Arka bersama Aira, menggetarkan hati siapapun yang melihat semua foto tersebut dan mereka sudah terlanjur mengatai Yura dengan cercaan yang amat perih didengar ... dan tidak di sangka dan tidak lain ******* itu ada di antara karyawan baru Arka max.
Tak heran mereka mengatakan Aira bisa lolos seleksi desain Artis Arka tanpa diuji dahulu hasil desainnya. Membuat segunung prasangka buruk siap meletus dikala mereka bertemu dengan Aira secara langsung. Dengan mengikat janji dalam mulut mereka, saat ini Aira tidak akan bisa lari dari cercaan dari setiap mata yang melihat. Mereka benci karena orang yang terlihat polos seperti Aira ternyata seorang gadis penggoda yang dengan sukarela demi pekerjaan, menyodorkan tubuhnya untuk bos mereka.bukannya sangat menjijikkan terlihat polos tapi menjual murah tubuhnya.
Hening
Keheningan terasa begitu kental tapi keheningan yang disetiap sudutnya seakan membawa kilau pisau tajam yang baru saja diasah oleh tuannya, langkah kaki Aira benjalan perlahan dengan membawa perasaan lunglai memikirkan sesuatu sedari tadi tanpa henti.
__ADS_1
Pikirannya terhenti, seperti keganjalan sangat terasa saat setiap mata memandang tajam dan sadis penuh ironis. Sesekali salah seorang karyawan dengan lantang meneriaki, “Ternyata pelacurnya ada di sini ya ... berwajah polos tapi menjual murah dirinya." keheningan terpecahkan dengan suara samar samar kata kata yang buruk untuk seseorang. Aira terdiam sedikit bingung ... seperti teriakan hinaan itu ditujukan buatnya.masih melihat sekeliling yang tampak mencuri curi memperhatikan Diri Aira penuh kecurigaan yang sangat kental.
Tidak mau dalam suasana itu terus Aira segera ketempat kerja teman temannya dan juga tempat duduknya yang biasanya dia bekerja,Teman temannya segera menghampiri Aira dan segera memperlihatkan handphone salah satu dari mereka “Apa kau tidak mengecek handphone mu,Aira ... apa ini benar dirimu?”
Mata Aira langsung terbelalak hatinya tersekad, tangan beberapa kali menggeser geser beberapa foto dirinya dengan Arka, Aira tampak mengerutkan kening tangannya secara refleks memegang kuat bibir meja kerjanya dan sedikit bersandar lemah dengan raut wajah yang begitu resah.
Setiap pertanyaan teman temannya,Aira tidak bisa menjawab apapun karena itu benar adanya. Dengan sedikit kepala terasa pening setelah semalem memikirkan itu semua ditambah lagi yang sekarang ini, Aira perlahan mengambil tasnya yang berada di mejanya dan segera berlari kecil meninggalkan Kantor Arka diiringi beberapa tatapan mata penghinaan disetiap mata menatap.
Memutuskan pulang ke apartemennya Aira Tak bisa berfikir apapun ... membereskan beberapa pakaiannya dalam tas dan Aira meninggalkan apartement dengan berjalan kaki. Hingga hari tampak sore ... Aira masih ditaman kota, segala yang sudah terjadi membuat Aira menatap kosong disetiap sudut jalan tanpa ekspresi apapun.
Memutuskan kembali benjalan kaki ... memasuki gang belakang perumahan elit dipinggir jalan tampak seseorang memakai sepada dan membawa beberapa barang dan tak sengaja Aira menyentuh barang barang itu hingga sedikit oleng sepeda si ibu tadi. Tak sabar dan tak terima si ibu lansung memaki habis habisan kepada Aira.
Aira yang menunduk diam sudah tidak bisa menahan bendungan Air mata yang sudah surut lalu pasang dengan begitu cepat saat sedikit sentakan saja sudah bisa menumpahkan Air matanya.hingga ibu itu pergi....Aira sesegukkan berdiri dalam diamnya, tapi segala yang dia Alami saat ini meruntuh segala pertahanannya sedari tadi.
Siku siku lututnya mendadak melemah sempoyongan hingga Aira terduduk menangis sejadi jadinya tanpa peduli siapapun yang melihatnya saat ini.
Hati yang sudah terluka saat terkena sedikit sayatan saja maka sayatan itu tidak hanya sakit...tapi menyakitkan.
“Ayah ibu ...nandai semua orang percaya bahwa anakmu ini ******* ... tapi tolong percayalah ... Aira bukan wanita seperti itu ...."
*****
"Tugasmu sudah selesai, ambil uangmu dan pergi.” Key
“Kenapa kamu lakukan itu ... bukannya ini terlalu jahat?!” Yura
“Aku jahat ? orang jahat itu orang baik yang tersakiti." Key
__ADS_1