Laman Kosong

Laman Kosong
Atmosfer


__ADS_3

Saat sore akan menjemput dengan menghadiahi sinar lembut rembulan. Dari rumah omma ... Arka mengendarai mobilnya sport hitamnya sendiri bersama Aira.


Menyusuri kota malam hari di sambut udara yang tidak lagi sedingin di villa membuat Aira benar-benar lega, hanya berpikir ini adalah kota yang pas buat tubuh Aira ketimbang di villa atau di New York saat Aira sekolah desainer.


Aira yang sedang menikmati indahnya kota di malam hari secara tiba tiba terpikirkan ... kenapa bisa aku sekarang bersama pria ini, pria yang asing, pria yang dulu memperkosa ku, pria yang menungguku 3 tahundan sekarang ada di hadapanku duduk bersamaku terkadang aku termakan pesonanya, ini ... kenapa aku seperti mengikuti alur nasib begitu saja kenapa sekarang tak mengikuti kemauan ku dulu.


“Aaww,”


Tiba tiba Arka sedikit menginjak rem membuat kepala Aira sedikit terpatuk kaca jendela mobil.


“Kok ngerem mendadak.” ujar Aira.


“Kau dari tadi melamun, setidaknya kau perhatikan aku.”


“Kau kenapa?”


“Emm ach,ach aduh mataku sepertinya debu masuk kedalam,” Arka menghentikan mobil dipinggir jalan.


“Bohongnya terlihat jelas.” dengan nada mencela.

__ADS_1


“Aaww ... setidaknya tolong tiup mataku.”


“Huuffff” mata aira melirik kesal.


Tubuh aira sedikit mendekat ke arah Arka, akan meniupkan tiupan lembut ke mata Arka, tangan aira memegang pipi Arka dan wajah yang begitu dekat. Detik detik Aira meniupkan mata Arka dengan cepat Arka menyecup bibir Aira dan menorehkan senyum manis menatap Aira. Aira yang di depannya tampak cemberut Arka berhasil jahilin Arka lagi.


Drrrtt drrttt Arka segera mengecek panggilan pada handphone-nya, Aira yang kembali ke posisi semula nampak masih kesal selalu kena jahilan Arka. Arka mendengarkan telpon dengan sedikit gelisah dari teman temannya sesekali menoleh ke arah Aira dan tangan satunya beraksi menelangkup menyusap dahinya perlahan.


“Baiklah, satu jam lagi aku kesana.” menjawab telfon temannya lalu menutupnya kembali. Mengalihkan pandangannya terhadap Aira, perlahan menggenggam tangan Aira dan menciumnya.


“Aira malam ini, kamu tidur di apartement ku ya! Aku mau keluar, tidur yang nyenyak mungkin aku akan pulang dini hari.”


Arka mengulurkan tangannya memberi ATM tersebut ke Aira, yang pasti Aira tampak bingung.


“Gunakan ini buat keperluanmu, apa saja yang ingin kau beli pakai kartu ini saja dan setiap gajimu aku transfer ke ATM ini.”


“Aku hanya ingin gajiku saja, kau cukup mentransfer ke rekening ku sendiri,”


Arka hendak mengecup kembali tangan Aira tapi dengan cepat menarik tangannya dan mengalihkan pandangannya ke depan "Kita sedang tidak pacaran, dari tadi kau pegangin tanganku.”

__ADS_1


“Aku hendak menggigit tangan gadis kecilku yang selalu menolak diriku, kalau kau tak mau kartu ini aku akan bermain disini,” Arka memberi lirikan senyum jahil terhadap Aira yang membuat akhirnya Aira nurut saja. Aira tidak mau disebut gila melakukan hubungan intim di pinggir jalan yang ramai. Segera Arka melaju dengan cepat menuju apartementnya, setelah melewati pintu apartement Arka tiba tiba meraup tubuh Aira yang sedang berjalan di depannya, Aira begitu terkejut sedangkan Arka cuek begitu saja sambil berjalan menaiki tangga menuju kamar Arka.


Dengan perlahan Arka meletakkan Aira ketempat tidur. Arka segera berganti baju santai tapi tetap modis sesuai gaya Arka yang memang masih muda, Arka menghampiri Aira yang masih duduk di ranjang, dengan cepat ******* bibir merah Aira dengan sedikit nafsu ... Aira sedikit heran dengan sikap Arka saat ini.


“Kau tidur disini dengan nyenyak sayang ... jangan kemana-mana, maaf mungkin aku harus pulang dini hari, jangan lupa makan juga.” ucap Arka dan segera Arka pergi meninggalkan Aira, dan Aira hanya terdiam melihat perhatian Arka yang barusan yang membuat hati Aira begitu resah dengan sikap Arka.


*****


Suara suara musik bergema dengan begitu lantangnya, seakan siap merobek gendang telinga, lampu lampu berkelip dikegelapan dan seakan mengikuti alunan musik. Bau alkohol yang sangat terasa dan beberapa orang sudah hilang kendali termakan pengaruh Alkohol dan lantunan musik kelab malam no 1 di kota A. Bahkan tak jarang para wanita wanita hanya memakai bikini dan menari nari di atas panggung dengan sexy dan lihainya.


Sesaat Arka memasuki ruangan besar itu seperti Atmosfer kegilaan para mata mata kucing liar terhanyut tak segan memandang penuh diri Arka yang sangat dikagumi tampan, kekar dan masih muda dan mereka sudah sangat siap kalau Arka inginkan salah satu dari mereka.


Terlihat dari jauh teman teman setelah Arka memanggil dan menyambut datangnya sang pembawa Astmofer kegilaan kelab kelas 1 itu.


“Hei Arka..! Khusus untukmu tempat ini, teman temanmu ini sangat setia denganmu ... Ada yang special!” seru Verru, Arka duduk ke sofa besar yang begitu nyaman.


“Kalian bawa apa?” tanya Arka


“Aku bawakan gadis kesukaanmu, kau pasti akan suka, dia masih perawan.” bisik pelan temannya kepada Arka.

__ADS_1


Bersambung ... Jangan lupa like ya


__ADS_2