Laman Kosong

Laman Kosong
isi hati


__ADS_3

Kerinduan yang terbayarkan sudah,kelegaan hati yang tak ternilai lagi ... mendapatkan kembali wanitanya yang sekarang tertidur kelelahan di pelukan Arka, meski untuk tidur di dalam pelukannya harus dipaksa hingga mau. Iya, ini bukan kata kata yang salah telah berani mengungkapkan isi hati Arka yang sangat lama terpendam dan tidak ingin sampai Aira menerima duluan pernyataan cinta dari orang lain.


*******


Keterkejutan Fay begitu sangat perih kehilangan wanita yang begitu berharga, karena penculikan tidak meninggalkan jejak apapun dan akhirnya membuat Fay menyuruh managernya untuk semua para bodyguard kembali untuk bekerja malam ini juga. Untuk malam ini mungkin Fay belum bisa menemukan atau mengetahui siapa yang membawa Aira. Entah kalau besok pagi.


**********


memandang lembut wajah Aira jemari Arka mengusap lembut pipi Aira dan memberikan kecupan sayang ke bibir manis Aira yang masih membengkak. Secara tiba tiba pandangan Arka menggelap terpenuhi emosi, Lantas memikirkan dengan keras siapa yang berani mengusik hubungan mereka saat ini, dan dengan berani tampa takut apapun.Tidak mau meninggalkan Aira yang saat ini, Arka menyuruh Leon yang bisa dipercaya untuk mengurus semua penyelidikan yang ada hingga menyuruh mengerahkan semua bodyguard memeriksa semua CCTV setiap sudut kantor Arka hingga sampe ke negara S sampai sedetail mungkin. Karna ini kemungkinan orang yang mengambil foto Arka dan Aira yang jelas ada campur tangan orang dalam.


Arka begitu erat memeluk Aira yang sedang tertidur lelap kelelahan atas hubungan intim kerinduan Arka yang mendalam dan ini yang pertama kali bagi Arka merindukan seseorang begitu kuat dalam hatinya. Hingga pagi mulai tampak sinar matahari ... Lamat lamat Aira membuka mata yang masih merasakan begitu berat tubuhnya untuk bergerak.


Ketika mata terbuka dengan menghadap kesamping, Aira sedikit terkejut wajahnya begitu dekat hingga hanya berjarak beberapa centimeter saja, refleks tubuh Aira sedikit mundur dia sangat tampan ... Bagaikan lukisan, pikir Aira dalam kekagumannya saat menatap wajah Arka yang begitu mengagumkan.


Lagi Aira sebentar memejamkan mata dan mengumpulkan sisa-sisa tenaganya. Sadar bahwa Aira tak mengenakan pakaian satupun dan hanya tertutup selimut. Aira hendak beranjak pergi dari tempat tidurnya yang begitu dekat dengan Arka.


Gerakan Aira saat pergi sedikit memalingkan muka ..., Arka dengan cepat meraup leher belakang Aira. Dengan cepat Arka arahkan muka Aira ke depan mukanya sendiri. Arka mendadak mencium Aira ... lembut sedikit kasar dan benar benar menikmati ciuman di pagi hari itu.


Tangan Aira sedikit menahan menolak di dada Arka hingga Arka mau melepaskan ciumannya secara perlahan ... Selang beberapa detik saat Arka mau melepaskan tangan dan ciumannya, Aira terduduk lalu hempasan tangan lembut dan kecil perlahan terhempas ke pipi Arka sedikit keras.


“Aauww!” Arka mengelus pelan pipinya.


Aira langsung mengarahkan pandangannya menunduk tak berani memandang Arka. “Kau kenapa menamparku sayang ...?” tanya Arka.


“Itu buat kamu yang selalu memaksa diriku untuk mau berhubungan denganmu.” nada sinis Aira. Aira mengambil posisi duduk di sisi sandaran kasur dan membalutkan selimut ke tubuh putih langsat nya.


“Apa ini jawaban atas pernyataanku semalam?” Sembari Arka ikut duduk bersandar di sandaran kasur dekat dengan posisi Aira.


Arka miringkan tubuh Aira dan memegang pasti kedua sisi sisi bahu Aira, “Dengarkan baik baik ... saat aku membawamu dalam kehidupanku, mengenalkan mu dengan keluargaku dan aku memaksa kau tinggal di apartementku, aku sudah bersungguh-sungguh ingin memulai hubungan denganmu. Tapi butuh keyakinan penuh dan benar benar dapat dipercaya apakah kau juga menyukaiku bahkan aku berharap kau mencintaiku. Tapi, saat aku tahu kau akan meninggalkanku aku tidak peduli lagi atas keyakinanku. Aku hanya ingin kau selalu bersama dan membalas cintaku. Apa ini belum cukup untuk menyakinkan mu tentang yang aku rasakan?”


Tatapan mata yang saling berhadapan membuat mata Aira sangat mudah dibaca, mata Aira memandang dengan bingung, bibir sedikit menganga karena tidak percaya Arka akan berkata seperti itu saat ini. Di mana malam sebelumnya kak Fay yang Aira sayangi karena sudah lama dekatnya dengannya juga mengatakan hal yang sama, pernyataan cinta yang ingin sama sama memilikinya.

__ADS_1


Sejenak Aira berpikir dalam diamnya dan selang beberapa waktu Aira sedikit mendongakkan kepala dan pandangannya mengarah ke mata Arka, “Bolehkan aku sedikit terbebas darimu ...? Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan ... aku takut sukaku ini karena terbawa nafsuku, kalau hasratku hilang dan yang tersisa bukanlah kasih sayang bukannya kamu nantinya malah kecewa sudah mencintai orang yang belum tau apa yang dirasakan ini cinta atau bukan?”


“Apa ada orang lain di hatimu? apapun yang kamu rasakan, kamu akan tetap jadi milikku,” ketegasan Arka.


Aira menunduk terdiam sejenak setelah pertanyaan Arka tidak lama Aira membalas pertanyaan Arka lagi memandang raut muka Arka yang tengah menunggu jawaban Aira. “Bukankah kau seperti seakan merampas hak orang” jawaban Aira.


Terkejut dengan perkataan Aira, mata Arka membelalak Seakan bunyi lonceng besar menerpa hati Arka hingga Arka tersekad dalam pikirannya berulang ulang terpikir kata yang diucapkan Aira


merampas hak orang, merampas hak orang lain....ayahku dulu...aarrggghhh aku tidak ingin seperti ayah yang merampas hak ibu untuk dipaksa menikah dengan ayah pikir Arka


Arka menunduk memejamkan mata di depan Aira, yang tangannya masih di kedua sisi bahu Aira, lalu menghela nafas panjang untuk kembali berkata dengan Aira. “Baiklah ... aku akan berikan kamu waktu dan pilihan untuk keputusanmu. TAPI, kau harus ingat tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku!!” Perintah Arka.


Aira melengos begitu saja, “Itu bukan kebebasan namanya, maksudku juga jangan lakukan hubungan seperti ini. Lagi pula tidak ada yang menyentuh aku, hanya kamu saja seperti mafia sex denganku!” Arka tersenyum memandang Aira yang mengalihkan pandangannya ke Arka.


"Sayangnya aku tidak bisa, untuk tidak menyentuhmu ... aku cuma kasi kamu kesempatan untuk memikirkan apa yang kamu rasakan." sahut Arka.


Lamunan Aira tiba tiba tersekad oleh sebuah ingatan yang membuat rasa penasaran memenuhi otaknya yang sebelum Arka datang dan membuyarkan segala yang ingin Aira ucapkan dan tanyakan perihal dari mana Arka tau kalau Aira ada di rumah kak Fay. Aira sedang memandang menerka-nerka penasaran ke diri Arka dan segera mengungkapan apa yang ada dipikirannya dengan cepat dan tegas. “Dari mana kau tau... Kalau aku ada dirumah kak Fay?”


Ekspresi Aira tiba tiba berubah resah. “Ahh. kak Fay seperti kakakku."


“Heh- kakak kau bilang?! nanti aku jelaskan, sekarang aku mandi dulu setelah mandi ... makan di bawah, aku sudah suruh anak buahku beli makanan, nanti q tunggu di meja makan.”


Flashback*


Ya... Dialah Fay, kakak sepupu Arka dari keluarga ibunya Vena. Sebelum lahir Arka, Fay berumur 3 tahun lebih tua... Vena yang sering terpuruk oleh masalah keluarganya bersama Rendra Max, Vena sering berkunjung kerumah tantenya ibu Fay dan Fay satu satu satunya penghibur Vena... Anak lelaki yang lembut dan sangat imut. Meskipun Arka lahir.. Vena tetap sayang Fay dan malah melebihi Arka.. anak yang nggak pernah diinginkan bersama Rendra ayah Arka. Dari situ Arka dan Fay tidak pernah akur dan Arka sering sekali meneriaki pencuri ke Fay kecil.


*****


Seusai mandi Arka beranjak ke ruang tengah sedang menonton TV sembari menunggu Aira turun dan tampak makanan yang di pesan sudah terletak di mini bar dapur Arka.


Aira yang selesai mandi segera berpakaian dress santai memakai make up tipis-tipis dengan bibir di pulas lipstik warna coral membuat Aira begitu cantik alami dan segera turun melewati tangga karena rasa penasarannya ... Dengan jawaban Arka tentang pertanyaan hubungan Arka dan Fay.

__ADS_1


Arka yang yang duduk-duduk santai di sofa berpaling muka ke arah Aira yang baru datang ... Pipi-pipi Arka tampak merah tersipu-sipu dan dengan cepat berpaling lagi kenapa dia tampak begitu segar dan sangat imut hari ini ... pikir Arka mengagumi kecantikan Aira.


“Aku sudah selesai,” Aira.


“Makan dulu, kita siapkan makan dahulu. Makanannya ada di atas mini bar.”


Sebelum Arka menyusul Aira ke dapur tampak handphone Arka berdering, panggilan dari bodyguard nya yang di luar pintu apartement Arka.


“Tuan ada lelaki bernama Tuan Fay ingin bertemu dengan Anda, Tuan. Dia sudah ada di luar sini bersama saya.” ujar bodyguard Arka.


Dalam pandangan satu arah.. Arka tersenyum menunggingkan bibirnya kesamping, “Tunggu 3 menit, suruh dia masuk.” perintah Arka


Setelah menutup telfon.


Arka menghampiri Aira yang tengah menyiapkan makanan pagi. Mendadak dari belakang Arka mengangkat tubuh Aira dan mendudukkan Aira ke mini bar, Aira begitu terkejut dengan sikap Arka yang begitu tiba-tiba.


“Kau ini kenapa?"


“Kau dari belakang tampak menarik dan cantik, ijinkan aku sebentar saja menciummu tolong kali ini jangan menolak.”


Tak ada jeda lagi Arka langsung mencumbui Aira, tampak Aira sedikit terkejut dan sedikit menolak permintaan Arka.


Dari arah pintu apartement Arka terbuka perlahan, terdengar langkah kaki Fay langkah demi langkah menuju ruang tengah apartemen Arka hingga sampai keruang tengah yang tidak jauh dari dapur.


Fay melihat pemandangan yang sangat memakan emosi membuat aliran darah Fay memanas tak tertahan lagi.


Fay menggenggam erat tangannya hingga kuku kukunya memutih.


Dilihatnya Arka menciumi Aira dengan lihainya ... dibalik itu yang membuat lebih geram lagi Arka seperti sengaja memperlihatkan ciuman itu saat Fay datang dengan melirikan mata Arka ke Fay saat Arka masih menikmati ciuman bersama Aira.


Bersambung.....

__ADS_1


Chapter ini sudah terevisi bagian vulgarnya ..., agar pembaca lebih nyaman membacanya. maksie...


__ADS_2