Laman Kosong

Laman Kosong
Antara perpisahan dan Orang baru


__ADS_3

Salah satu teman baik Arka, Key datang. Tapi, tidak sendiri Key terlihat jalan dengan menarik perempuan cantik dan dan bertubuh kecil tapi lekukan tubuhnya terlihat sexy sesuai dengan selera Arka selama ini terlintas gadis itu terlihat agak mirip dengan Aira.


“Lama tidak bertemu teman ... aku jauh-jauh kesini hanya untuk bisa ngumpul kayak gini lagi, kapanlah kita bisa setiap hari seperti dulu lagi yang mau kemana saja bebas.” ujar Key


Arka tersenyum dan juga memeluk Key, Arka menjelaskan perusahaannya sekarang butuh Arka dan sebuah keharusan Arka meneruskan perusahaan Ayahnya. Sementara gadis cantik itu masih duduk dekat Key dengan sedikit merundukkan kepala, tangan saling menggenggam dengan erat dan sedikit terbangun dari sikapnya tadi gadis kecil itu tangannya tertarik tangan key dan mengarahkan ke sebelah Arka yang tengah duduk bersandar sofa dengan tangan memegang gelas berisi Alkohol.


“Arka sedikitlah bermain malam ini, sepertinya kau sudah lama tak bermain main, nikmati malam ini Arkaaa ... hahahaha,” teman-teman Arka.


Key beranjak dari duduknya dan berdiri tubuhnya yang terpengaruh Alkohol menikmati mengikuti musik musik Dj yang dipastikan saat enak dan menghanyutkan pikiran untuk diikuti setiap musiknya.


Bibir Arka yang tengah meminum Alkohol setengah melirik gadis tersebut yang tengah diam seperti baru pertama kali di tempat seperti ini.


“Mendekatlah kesini gadis,” Arka


Arka setengah membungkuk bibirnya sedikit mendekat ke telinga gadis itu yang segera menyerukan.


"Diam dan jangan lakukan apapun, bersikaplah biasa aku akan tetap memberi imbalan kepadamu."


Gadis itu sedikit tertegun dan menolehkan wajahnya ke Arka yang sangat dekat dengannya dengan mata terpaku gadis itu tidak berani berkata apapun dan hanya memberi anggukan kepada seruan Arka Max. Malam berlalu begitu saja Arka dan keempat temannya begitu menikmati malam ini dan gadis itu sedikit meminum minuman keras atas suruhan Key.


Jam dua terlihat Arka sudah tidak tahan lagi meneruskan kegilaan teman temannya, Arka segera bersandar ke sofa dekat gadis tadi terlihat Arka memegang tangan gadis tersebut dan menyeret gadis itu dari tempatnya duduk tadi.


“Aku bawa oleh-olehmu, Key."


“Apa ini Arka, kau biasanya rajanya minum. Apa selara minummu menurun? sangat tidak asyik lah,Teman ....” Key melirik tangan Arka yang menggandeng gadis itu.


“Wah wah wah ... jiwamu benar benar sudah membara Arka ... hahaha, oke lah. Kau nikmati sampe puas malam ini dengannya.” seruan Key.


Arka segera membawa gadis itu ke lantai atas, yang menyediakan kamar bak hotel khusus untuk tamu VIP kelab malam mewah tersebut. Sedikit menyeret langkah kaki gadis itu tangan Arka yang masih menggenggam erat lengan kecil itu, setelah sampai dikamar hotel yang mewah, Arka dengan cepat melempar gadis itu ke ranjang yang begitu luas dan halus.


Segera raut wajah Arka berubah, Yang tadinya terlihat seperti kepayahan karena mabuk, seakan bisa berubah menjadi normal. Gadis itu nampak bingung dengan raut wajah Arka yang bisa cepat berubah normal.


“Kenapa kau memandangku seperti itu?! aku tidak akan mudah mabuk hanya karena pesta kecil tadi." Arka mengeluarkan cek dalam jumlah besar dari dompetnya lalu menyodorkan ke gadis itu.


“Ambil ini saat mereka tanya kau cukup bilang kalau sudah lakukan hal itu denganku."


Setelah selesai memberi cek tersebut Arka beranjak ingin pergi tapi sebelum jauh dari tempat berdirinya tadi, gadis itu sedikit menarik jaket Arka hingga sedikit condong ke arah gadis tersebut, dengan cepat gadis itu mengecup bibir Arka Max. Tersadar dengan tingkah gadis itu Arka mendorong kuat bahu gadis tersebut tangan Arka seakan setengah mencekik leher gadis didepannya saat ini, yang begitu lancang menyentuh Arka saat Arka tidak berminat dengannya.


“Jangan berani bertindak kurang ajar kepadaku tanpa seijinku atau aku sendiri memang menginginkanmu.” nada tegas dan Ancaman Arka Max.

__ADS_1


“Sa-saya-- ingin berterima kasih ke Tuan, bolehkan kita bertemu lagi,” gelagat antara malu dan takut. Arka segera meninggalkan kamar itu dan menuju pintu keluar. Segera sebelum Arka keluar gadis itu berteriak.


“Namaku Yura, Tuan ...." teriak Yura.


Tanpa dihiraukan seruan gadis itu Arka segera pergi keluar kelab malam menuju mobilnya yang terparkir hingga jam 03.00 pagi. Dengan cepat laju mobil Arka pulang ke apartementnya. Sadar bahwa tidakan Arka membawa Yura ke kamar hotel hanya untuk mengelabui teman temannya agar bisa pulang lebih cepat dan belum terlalu mabuk di buat teman temannya ... Selama perjalanan pulang hanya nama Aira yang terlintas dalam hatinya, seakan ini adalah perbuatan yang salah dan segera ingin meminta maaf kepada Aira.


Sesampai di apartement langkah Arka cepat segera membuka pintu dan masuk ke kamar Arka. Arka membuka pelan pintu kamarnya ... takut akan membangunkan tidur Aira. Memang benar ... Aira tertidur pulas memakai selimut memejamkan matanya dengan lembut dan membuat paras muka Aira yang tanpa make up ... Tetap begitu cantik.


Hati Arka begitu lega, Aira memilih tidur di tempatnya sesuai yang diperintahkan Arka padanya. Perlahan Arka menaiki ranjang dan tidur terlentang dekat dengan Aira lalu


Arka tidur dengan posisi miring menghadap ke arah Aira ... Memandang lembut wajah Aira, tangan Arka bergerak membelai lembut setiap untaian rambut Aira dan menyelipkan setiap untaian rambut Aira ke balakang daun telinga Aira.


“Aira aku sangat rindu denganmu ... Entah kenapa hatiku merasa sesak yang tak bisa aku jelaskan, entah kenapa malam ini aku seakan berbohong dan membuat kesalahan yang aku takut kalau kamu marah denganku. Aku yang sekarang ini ... Apa benar benar menyukaimu bahkan mencintaimu, aku takut mengungkapkannya, bagaimana kalau hatimu sebaliknya bahkan aku belum tahu pasti perasaanmu saat ini. Bagaimana kalau kamu tahu aku hanya menyukaimu dan kamu memanfaatkan perasaanku demi kepentinganmu ... aku belum siap kalau aku, kamu sakiti Aira ... maafkan aku ... saat ini aku harus menahan ungkapanku menunggu sampai hatimu hanya untukku.”


Seraya memikirkan semua ini tangan Arka yang saat ini sedang membelai rambut Aira lembut, Arka menghadiahi kecupan di pipi Aira. Sedangkan bau Alkohol yang sangat kuat perlahan terhirup nafas Aira dan membuat Aira terbangun dari tidur lelapnya. Mata Aira terbuka tapi pikiran dan ingatannya masih di dasar alam tidurnya, hanya termenung melihat Arka di dekatnya dengan posisi wajah yang begitu dekat.


“Tampaknya nyawamu belum terkumpul semua, kamu tidur lagi sayang." suara lirih Arka menenangkan ... kembali membuat mata Aira terpejam kembali ke alam tidurnya. Arka memeluk erat Aira menyusupkan kepalanya antara dada dan leher Aira seperti anak kecil yang memeluk ibunya saat tidur demi mendapatkan kenyamanan saat tertidur.


****


Pagi yang masih berembun dengan sinar mentari yang masih redup dan hangat terlihat Aira sudah terbangun dari mimpinya. Tapi, gerak Aira tertahan pelukan Arka yang kuat sebagian tubuh Arka menindih tubuh Aira. Aira terlihat terkejut dan segera berpaling melihat wajah Arka yang ternyata sudah terbangun. Aira sedikit menggeser tubuhnya dan segera ingin pergi, seketika tangan Arka menahan lengan Aira dan sedikit mencengkeram lengan kecil Aira.


“Kau sakit? kau sangat bau Alkohol.”


"Iya aku sakit, bahkan aku menahannya dari semalam." Arka memanfaatkan suasana ini karna Arka tahu Aira sangat perhatian dengan seseorang yang kesakitan.


“Aaarrgghh ... disini Aira, tolong sakit ...," Arka begitu terlihat kesakitan, meringkuk dalam selimut, matanya terpejamkan dengan erat tangan Arka mencengkram erat tangan Aira.


Benar benar akting yang luar biasa, mungkin Arka terlalu sering lihat artis artisnya latihan akting dan jadi paham... Haha.


Aira menipiskan bibir dan juga mengerutkan kening tampak heran dengan tingkah laku Arka saat ini. Aira dulu menilai Arka sedikit menakutkan, entah kenapa Arka sekarang begitu terlihat manja, Aira tidak ingin tertipu lagi sudah terlalu sering Arka menipu Aira dengan sempurna sebagai Aktor gadungan.


Tapi reaksinya saat ini terlihat seperti beneran kesakitan, merintih rintih kesakitan. Membuat keraguan Aira berubah menjadi kekhawatiran dalam pikirannya.


“Apa perutmu kram?”


Arka menganggukkan kepala dengan pasti. “Tolong elus perutku Aira ... siapa tau sakitnya berkurang." Aira begitu ragu tapi ...,


“Aaaggrrhhh sakitnya ....” dalam pejaman mata Arka sedikit mencuri-curi melirik Aira yang hendak memasukkan tangannya dalam selimut yang perlahan menyentuh perut Arka lembut.

__ADS_1


“Di sini?” tanya Aira.


“Bukan, aku rasa sedikit kebawah ..., Arrrggghhh sangat nyeri,”


Sedikit ragu Aira menurunkan tangannya yang tak terlihat ditutupi selimut jadi Aira tidak terlalu paham arah tangannya kemana.


“Di sini ya?”


“Bukan juga ... tangan Arka bergerak masuk kedalam selimut memegang tangan Aira dan mengarahkan di bagian yang akan menipu Aira saat ini.


Tangan Aira yang terpaksa ngikut saja dan ... seperti menempel ke benda yang aneh dan keras begitu cepat sadar mata Aira membulat dengan sempurna seraya menggertakkan gigi giginya lanjut dengan sengaja dan cepat kaki Aira menendang dengan kasar pinggul Arka hingga terjatuh dari ranjangnya hingga terjungkal membentur lantai.


“Awww-- Airaa ....” rintihan lembut Arka. Arka meringkuk membungkuk seraya tangannya mengelus'elus pantatnya dan kembali tidur terlentang mendekati posisi Aira.


“Yang ini baru sakit ... tendangannya sangat kuat sayang.”


Tidak lama kedua tangan Arka meraup tubuh Aira hingga tubuh Aira sampai ke atas tubuh kekar Arka, kaki kaki Aira dijepit kaki Arka yang menyilang diatasnya. Untaian rambut Aira yang tergerai nampak menghempas wajah Arka lembut tampak Aira menunduk dan mengerjakan matanya dengan erat pas posisi di atas wajah Arka.


“Kau sangat cantik Aira.” Aira perlahan membuka mata dan bertatapan muka dengan jarak yang amat sangat dekat.


“Sssttt ... jangan berontak atau melawan dulu. Aira ... aku siang ini harus ke luar negeri dan mungkin ada sebulan aku di sana. Gunakan kartu semalam untuk keperluanmu jangan menghemat, gunakan apa saja yang ingin kau beli, jaga dirimu dengan baik jangan sampai kabur dari sisiku dan lagi ...," Arka membalikkan tubuh Aira dan menindihnya menatap lembut menikmati pemandangan yang begitu diinginkannya. Dan terlintas dalam senyuman manis Arka,


Kau sangat cantik Aira ..., "Tolong jangan melawan sedikitpun saat ini, aku akan lama tidak melihatmu."


Aira yang terhanyut kedalam tatapan lembut dan pesona Arka, secara refleks mengikuti kemauan Arka saat ini yang begitu menenggelamkan dalam pelukannya dan setiap sentuhan Arka yang begitu lembut yang tidak seperti biasanya yang bermain begitu kasar dan menyakitkan. Terbuai dirasakan saat ini ... hubungan intim saat ini dirasakan begitu berbeda oleh insan berdua kali ini.


*****


Seperti hari biasa Aira berangkat kerja jam 08.00 pagi, Arka yang melanjutkan tidurnya hingga hampir siang lanjut terbangun segera perkaian rapi, dijemput Glen asistennya yang sudah mempersiapkan segalanya yang di perlukan Arka keluar negeri memakai jet pribadinya sendiri. Arka ternyata tidak sendiri tapi dari kejauhan 4 temannya segera masuk dalam kabin pesawat dan segera menyapa Arka. Mata Arka sedikit terpaku tertuju kepada gadis yang dibawa Key, gadis semalam yang bersama Arka di hotel.


Gadis itu duduk menunduk dan diam, Key memberi tempat duduk kepada Yura dan mengambil tempat duduk dekat Arka.


“Kenapa kau bawa dia?” nada datar Arka.


“Haha ... Yura semalem berkata kau sangat terpuaskan olehnya dan aku sengaja membawa dia sebagai hiburanmu di luar negeri.” bisik Key dengan senyum misterius nya.


Heh- Senyum Arka menyeringai menatap gadis itu.


Bersambung...

__ADS_1


Bab ini sudah terevisi bagian vulgar-nya.


__ADS_2