Laman Kosong

Laman Kosong
Kebenaran yang belum terungkap


__ADS_3


"Ini gara gara kamu, Arka. Kita telat.” gerutu Aira. Tampak Arka malah membalas dengan senyum manis dan mengusap usap rambut Aira. Tidak membalas senyum, malah Aira membalas dengan tatapan speechless di samping Arka. Arka tertawa kecil dengan satu tangannya terayun menutupi bibirnya.


"Kau, begitu kesal ya?” Arka malah memberi berkali-kali cup-cup-cup-cup-cup kecupan pada pipi Aira. Hingga Aira terenyuh tak bisa berpikir apapun. Di sisi lain yang sebenarnya Arka sadari banyak kamera menyoroti, memotret mereka karena terkagum dengan Arka yang sangat menyukai pacarnya. Dan mereka masih tahunya kalau Aira itu masih status pacar. Karena Arka belum sempat mempublikasikannya, tapi malah keduluan kejadian di kota Red blood dan ditambah lagi Arka hilang ingatan.


Mendapati Aira sedikit bengong. Arka langsung berseru ‘Ayok sayang' saat langkahnya Arka sudah di depan Aira. Dan Aira yang segera tersadar dengan cepat mengikuti langkah kaki Arka. Kenapa aku curiga ya ... Apa dia sebenarnya, ingatannya sudah kembali? Dia perlahan berubah seperti Arka dulu.pikir Aira yang tengah curiga pada Arka.


Begitu terasa bahwa Arka disitu sangat dihargai dan langsung disambut baik temannya yang tidak lain adalah pemilik agensi QR entertainment. Semua kamera seakan tertuju pada Arka juga Aira ditambah lagi Fay juga ikut bersama mereke. Saat itu pula Arka sedikit mencari cari seseorang yaitu Keira yang katanya juga ikut acara ini.


Hingga beberapa menit, Arka yang tak juga melihat Keira, sebentar berpamitan pada Aira yang kini tengah satu meja, makan dengan Fay dan sebelumnya memberi kecupan di kening Aira sebelum dia pergi. “Kau mau kemana?” tanya Aira cepat.


“Sebentar. Kamu sama Fay dulu ya, dan makan yang banyak. Aku sebentar ada urusan. Jagain Aira dulu Fay.” Fay yang sedang memotong steak di piringnya perlahan mengangguk saat Arka memintanya menjaga Aira. Arka Begitu penasaran dengan Keira yang tak terlihat batang hidungnya, membuat Arka harus mencarinya sampai ketemu. Arka berjalan-jalan menyusuri setiap ruang. Wanita merepotkan juga menyebalkan bagi Arka. Dan lagi harus mencarinya saat ini, padahal kemaren sudah ada janji sama Arka.


Ketika di ujung ruangan ada wanita berpakaian sexy terlihat oleh mata Arka yang sedikit mengenal postur tubuh wanita tersebut. Arka menghampiri wanita itu dan ... memang dugaan Arka benar. Itu memang Keira. Seorang gadis yang diangkat keluarga Max jadi salah satu keluarga mereka setelah Keira menyumbangkan darahnya saat ayah Arka mengalami kecelakaan.


“Mau kemana kau.” Tandas Arka yang tengah menghalangi langkah kaki Keira yang mau berlari menghindarinya.


Keira nyengir. “Arka ... biarkan aku pergi.”


“Temui dia sekarang.”


Tiba tiba Keira--wajahnya berubah muram, dan sadis menjawab perkataan Arka. “Kenapa harus menurutimu. Kita sudah tunangan meski tidak resmi tapi ayahmu sendiri yang memintaku. Dan kamu malah menikahi orang lain. Sekarang, ini adalah urusan pribadiku. Lagi pula liontin itu sudah hilang sudah lama. Wajahku juga sudah berubah. Aira tak akan mengenaliku.”


“Karena kau gampang dibodohi. Sampai sampai Leon berhasil menipumu waktu itu, kamu tidak sadar liontin tersebut sudah diambil Leon dan itu aku yang menyuruhnya.”


“hah ...!! Kau selalu seenak jidatmu. Kembalikan liontin itu. Aku tidak mengakuinya pada Aira apa masalahmu. Kau juga saat ini. Ingatanmu juga sudah kembali kenapa kau juga membohonginya. Oh ... Jadi ini kartu As nya hahaha aku bisa simpan kartu As mu kalau kamu juga tak mengatakan apapun pada Aira.”


“Kalau begitu aku jadi Joker nya saja ya. biar kamu bisa nurut omonganku. Sudah ayo iku aku”


“Tidak.” jawab Keira sedikit ketus.


Arka terpaksa harus menarik tangan Keira. Kakak dari Aira yang selama ini Aira cari. Dari awal saat Arka melihat liontin milik Aira. Arka sudah sangat peka, bahwa Arka sangat ingat liontin itu juga dimiliki Keira yang selalu disimpan Keira waktu dulu masih satu rumah dengannya. Dan Keira pernah bilang bahwa liontin ukiran ini hanya dibuat ayahnya buat Aira dan Keira alias Selena. Karena untuk menghargai Keira yang belum berani mengatakan sejujurnya dan juga waktu itu Keira masih dalam kelas pembelajaran menjadi Chef. Arka memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat untuk kakak beradik tersebut.


Dipertengahan jalan, Arka melepaskan genggamannya di pergelangan tangan Keira. Arka tak ingin membuat Aira salah paham lagi. Menyuruh Keira tetap mengikutinya. Sampai beberapa langkah yang sebenarnya Keira begitu enggan- juga takut melangkah ... Karena Keira selama ini sudah jadi pengecut untuk menghadapi kehidupan yang sebagaimana harusnya dia jalani. Keira lari dari kenyataan tersebut. Rasa iri dan rasa seperti terabaikan semasa remaja. Membuat Keira lebih ikut keluarga Arka dari pada keluarganya sendiri yang diwaktu itu Omma dan Ayah Arka sangat baik padanya layaknya anak sendiri.


Tapi bukanlah Keira kalau dia harus memperlihatkan guratan mimik wajah tak percaya dirinya. Keira sempat sedikit menarik kemeja Arka dari belakang karena dia sedang tak percaya diri. Sesampai di meja makan Keira alias Selena langsung memasang topeng sinis nya pada Aira. Efek rasa iri meski sebenarnya Keira juga kangen sama Aira saat semasa kecil bersama dan yang kini masih tersisa meski sedikit karena ditambah lagi yang sebenarnya Arka akan jadi miliknya. Lagi-lagi dimiliki Aira seperti sebelum-sebelumnya.meski hanya 10 % penyesalannya tapi tetap saja secara tidak langsung Aira selalu dapatkan apa yang Keira mau.


Aira langsung menatap curiga saat Arka, bersama Keira yang tengah berjalan dibelakang Arka. Tapi Aira lebih memilih diam seakan acuh dengan kedatangan mereka berdua. Aira benar benar nggak habis pikir kenapa juga Arka mengajak wanita ini, apa maksudnya coba. Dan lebih terkejut lagi Arka menyuruh Keira duduk di samping Aira.


Fay yang yang duduk bersama mereka hanya bisa terpaku seraya matanya melirik ke setiap mimik wajah mereka bertiga selagi melanjutkan makan steak dipiringnya. Enggak habis habis yah steak nya kak Fay ... hehehe. Fay sambil berfikir permainan apa lagi ... yang ada di otak si perampas ini. Awas saja berani sakiti Aira. Aku ambil lagi entar baru tahu rasa dia.

__ADS_1


“makan yang banyak ya.” Arka menghadap ke posisi Aira dan memberi suapan sushi salmon untuk Aira. Aira yang sedang menghadap pada Arka malah seakan memberi tatapan sinis untuk suaminya kali ini. Dan sangking jengkelnya dalam hati Aira, tak pelak membuat Aira menginjak kaki Arka sedikit keras dengan sepatunya.


“Aaakkkhhhh sakit.” Arka memasang wajah memelas seraya mengusap usap kakinya, dan dengan cepat memahami saat istrinya melototinya dan Arka sudah pasti mengira kalau Aira akan seperti itu karena dia tiba-tiba membawa Keira dengannya. Dan ditambah lagi malah duduk disamping Aira.


“Aku dan Fay sebentar lagi ada sesi wawancara. Aku bawa Keira kesini buat temenin kamu sayang. Kalau dia gigit kamu. Kamu teriak saja. Kalau tidak getok saja kepalanya he-he, tapi sekarang Keira sudah jinak kok.” Arka mencium tangan Aira. "aku sama Fay pergi dulu ya! Ayo Fay. Kau makan enggak selesai-selesai! Daging apa karet yang kau makan itu.” Perkataan Arka membuat Aira tersenyum dan membuat Arka sedikit lega dan bertambah cinta dengan Aira. Disisi lain saat mau menjauhi mereka. Arka menatap tajam penuh ancaman pada Keira. Seolah memberi isyarat untuk tidak menyakiti istri kesayangannya itu.


1 menit. 5 menit. 17 menit. suara isi hati Keira, Arka ... kenapa kau brengsek sekali. Sumpah Demi apapun aku kepingin lari dari sini. Ini anak juga cuek. Diam saja. Hah apa-apaan ini. Si kucil juga (kucing kecil nama panggilan Keira pada Aira waktu kecil) memakan makanan berlemak dari tadi, sampai besar pun dia selalu bikin aku ingin marah dengan kebiasaan buruknya itu. Aira membuat Keira begitu geli, yang sedari tadi makan tanpa peduli kalau ada orang disampingnya. Dan membuat Keira ingin sekali menegur adiknya yang sedikit doyan makan tersebut.


“hya! Berhenti! Kau tau akibat terlalu banyak makan lemak.”


“Jelas tahu. Kata kakakku kebanyakan lemak akan menimbulkan


1.Gangguan sistem pencernaan.


2.Merusak bakteri baik di usus.


3.Memicu munculnya jerawat.


4.Meningkatkan risiko obesitas.


5.Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.


6.Meningkatkan risiko kanker.”


“Kakakku sedang tidak ada.”


... Ke-kenapa anak ini selalu buat jengkel yach...!


“Aku bilang berhenti. Ya berhenti.”


Aira terhenti makannya, lalu meletakkan sendok ke atas meja hingga sedikit bersuara. “Kenapa kau yang jadi cerewet sekali--!”


Keira balik menatap Aira. “Apa kau tahu. Aku sangat peduli kesehatan.”


“Apa urusanmu. Aku yang makan, kamu yang rempong. Dasar nenek lampir.” Gerutu Aira lirih.


“hya! Aira aku mendengarnya.hah! Kau menyebalkan sekali. Sini biar aku saja yang makan makananmu.” Keira mengambil cepat piring Aira.


Aira yang terkejut piringnya diambil, akhirnya mengumpat. “Kau memang mirip sekali nenek lampir.” Aira sedikit tersenyum.


“Terserah-lah. Aku makan saja semua milikmu.”

__ADS_1


“Makan sana sudah.”


Tapi setiap kali Keira ingin makan. Saat sendok nya ingin mendekati bibir Keira dengan cepat Aira menurunkan sendok itu kebawah. Begitu-- terus. Lagi kebawah. Lagi Keira ingin makan, lagi Aira jahilin diturunin lagi hingga Aira tak bisa menahan tawanya saat ini.


Arka dan Fay saat dari kejauhan. Arka begitu senang sampai tertawa-tawa melihat tingkah kakak beradik tersebut. Berharap mereka berdua bisa lebih dekat lagi. Fay yang hanya mengamati tingkah laku Arka begitu terheran juga bertanya-tanya. Apa setelah benturan keras dikepalamu, otakmu ikut konslet Arka—membuat istri dan calon tunangannya dulu, jadi satu meja dan sekarang kau malah ketawa puas melihatnya. Kurasa aku besok butuh dokter yang lebih ahli lagi dari yang saat ini.


“Mereka lucu ya Fay.”


“Yah... terserah kamu dach.”


Secara refleks Arka merangkul bahu Fay. Fay sedikit tertegun, Arka sepupunya yang dulu membencinya tersebut. Kini mau merangkulnya. Tapi tak lama Arka juga ikut terjengit telah sadar tangannya merangkul bahu Fay.


“Hoh- Apa ini tadi. Sejak kapan aku dan dirimu baikan.”


Fay tersenyum manis. “Kalau begitu aku saja yang memelukmu ya,” Fay berusaha menarik dan memeluk Arka yang tengah menghindar. “aku juga lama sekali tidak pernah mencium seseorang. Biar aku cium kamu saja dach.”


Arka tertawa geli. “Kau kelamaan menjomblo Fay, jadi hasratmu berpindah ke pria, sekarang hah? Hahahahaha.”



Jangan lupa kasi VOTE pakai POIN ya.


Supaya, setidaknya novel ini masih bisa terlihat di bagian atas meski belum bisa dapat rangking 😄😄. Tapi kalau dapat rangking Alhamdulillah seperti bonus buat saya 😅😄


Sementara sistem VOTE masih bisa digunakan di aplikasi NOVELTOON, tapi setelahnya masih bisa baca lewat MANGATOON.


👇


👇


Untuk NOVEL selanjutnya. cover dibawah ini mungkin akan diubah lagi. Entah mana yang mau rilis duluan.


tentang prolog, nanti ada bocoran di akhir cerita my madness at you. bocor!! no drop aj kak😄😅 Author iklan nie yee😁


Yang gak sabaran ingin mana yang rilis duluan bisa komen dibawah y


thanks you🌹🌹💐


Tentang karakter n jalan cerita juga bisa dinilai dari warna huruf & gambarnya


__ADS_1



__ADS_2