Laman Kosong

Laman Kosong
Naluri hati


__ADS_3



Beberapa hari berlalu. Tentang kabar niat Fay yang ingin minta maaf dengan Keira selalu gagal. Keira jarang bisa dihubungi oleh Fay. Seolah-olah tengah menghindari seorang yang berbuat mesum pada Keira malam itu. Yang ada dalam hati Fay ‘Yang jelas pasti Keira marah'. Kalau Fay tahu ... Keira kalau sudah sama maunya, marah itu tidak mungkin. Lebih tepatnya karena malu bertemu dengan Fay.


Karena sifat Fay yang cenderung selalu tidak enak hati dan terkadang jiwanya yang lembut itu, memicu Fay harus bisa mengatakan maaf. Suatu hari Fay melihat daftar tayang acara terbaru yang tak lain adalah acara cooking ala chef. Dijadwalkan 1 hari lagi pengisi acaranya tak lain adalah Keira. Fay ingin memanfaatkannya dengan menjadi salah satu bintang tamu acara itu, agar bisa bertemu Keira dan meminta maaf pada seorang Keira.


******


Di jam sore, diwaktu jam pulang kerja. Di ruang jalan menuju apartemen milik Arka dan Aira. Mereka berdua tengah berjalan tapi, tubuh Aira berjalan sedikit membungkuk, lunglai dan saat ini tangan Arka memijit-mijit punggung Atas Aira. Karena membuat gaun pernikahan harus lebih cepat diselesaikan atas permintaan Arka.


“Disini.pijit sebelah sini. Kapan Pernikahannya? Kenapa buat gaunnya harus dipercepat? Habis ini langsung makan ya. Hari-hari ini aku sering lapar.” ucap Aira.


“Benarkah. Apa istriku sudah hamil?! 3 hari lagi periksa ke dokter ya. Dokter spesialis ku ada kerjaan ke luar negeri. Jadi besok ke rumah sakit saja. Mungkin satu minggu lagi acara pernikahannya. Tentang gaunnya, nanti aku suruh desainer lainnya buat bantuin istriku,” Arka membuka pintu apartemen nya, menunggu Aira masuk lalu ganti Arka dan menutup pintunya kembali. “kau ingin makan apa, aku pesan antar saja.”


“Aku rasa aku lapar Arka. bukan berarti aku hamil.”


“Kalau begitu nanti aku buat hamil beneran ya!" Arka tersenyum dengan menundukkan kepalanya pada Aira. Lalu Arka dengan cepat meraup tubuh Aira. Digendongnya menaiki tangga. "mandi barengan yuk, sudah lama enggak lakuin itu.”


“Gosokin punggung ku ya.” Senyum jahil Aira.


Arka tertawa kecil. “Ya--”


Entah apalah yang terjadi dikamar mandi. Mungkin di sensor aj dulu ya-- enggak bagus kebanyakan manga hehehe


Sehabis mandi dan makan. Arka kembali ke kamar setelah menelfon anak buahnya untuk datang ke apartemennya. Tak lama Aira yang masih di ruang tengah. Segera membukakan pintu yang dia baru tahu anak buah Arka datang atas suruhan Arka Max. Aira langsung mempersilakan masuk anak buah Arka. Dan segera memanggil, bersuara lantang memanggil nama Arka dari lantai bawah.


“ARKAAA ...! pegawai mu sudah datang ...!” suara lantang Aira.


“SURUH KE KAMAR SAYANG ...!"


“Bapak naik saja. Arka meminta bapak langsung ke kamar. Dia ada didalam kamar.”


Ucapan sopan Aira untuk pegawai Arka. Tidak peduli siapa itu, entah Cuma pegawai biasa atau yang mungkin luar biasa. Arka memanglah sangat disegani dengan beberapa aset dan saham di berbagai kota yang tengah dimilikinya saat ini. Tapi dengan orang lain dan apalagi yang lebih tua, sebuah keharusan bagi Aira untuk sopan dengan siapapun. Yang seperti ini adalah tidak kepura-puraan karena ingin mengambil simpati nya seorang Arka. Itu hanyalah rasa jujur yang dimiliki Aira. Tidak perlu alasan lain. Arka menilai Aira sebagian dari mimik wajah Aira, begitu juga gerak-gerik Aira selama ini. Dan ini apa adanya ada pada gadis kecil ini. Yang membuat Arka tak ingin berbagi ke siapapun tentang Aira. Dan selamanya gadis kecil itu hanya miliknya.


“Permisi ya, nyonya.” ucap anak buah Arka. Penasaran sih—tapi Aira tahan dulu, karena harus bersihin piring bekas makan mereka berdua. Memang betul Arka sengaja tak punya pembantu. Arka tidak suka satu rumah dengan orang lain kecuali seperti Aira yang sudah jadi pacar dan sekarang sudah berstatus istrinya. Untuk masalah bersih-bersih Arka sudah punya seorang yang dari Arka remaja, sudah bekerja menjadi cleaning servis di apartemen nya. Saat Arka kerja biasanya orang itu yang mengurus segalanya tentang kebersihan.


Karena hanya cuci piring, mending dikerjakan sendiri toh ini bukan kerja yang berat. Setelah Aira membuka kulkas, memakan camilan pasta coklat, terlihat tak peduli kenapa Arka menyuruh anak buahnya ke kamarnya. Bukan tak peduli ternyata Aira mengambil beberapa camilan dan minuman buat anak buah suaminya. Arka mungkin tengah beruntung. Dapat gadis, yang awalnya di paksa tidur dengannya dan karena pesona dan perhatian Arka. Gadis kecil itu bisa jatuh dalam pelukannya. Padahal laki-laki yang diharapkan Aira dulu adalah Fay.

__ADS_1


Aira sebenarnya juga belum tahu, kenapa Arka menyuruh anak buahnya ke kamar pribadi Arka. Pintu yang terbuka, Aira masuk dengan membawa nampan berisi camilan juga minuman di tangannya. Terlihat bapak itu mondar-mandir mengumpulkan beberapa dan mungkin semua wine, sampanye dan masih banyak minuman beralkohol yang harganya tidaklah murah. Semua harga diatas jutaan dan ada juga yang berharga fantastis hingga puluhan juta. Semua minuman itu dikumpulkan dalam kardus-kardus dengan rapi. Tapi ada 1 botol yang membuat Aira penasaran dan ingin sekali dalam pikirannya bertanya. Botol sampanye yang Arka bersihkan sendiri dan tampak Arka menatap pilu botol sampanye tersebut hingga Arka tak sadar Aira masuk ke kamar dan meletakkan nampan tersebut di atas meja. Aira mempersilahkan anak buah Arka untuk minum dan memakan beberapa camilan yang Aira tengah bawakan untuknya.


“Serius sekali dengan botolnya.” sapa pelan Aira.


Arka yang tengah tersadar. Berpaling memandang pada wajah Aira lalu kembali lagi menorehkan senyum pada botol sampanye pemberian Key semasa awal-awal kenakalan mereka saat remaja. Dimana Key yang sangat suka dengan sampanye. Key membeli 2 sampanye langka 1 untuk dirinya sendiri dan yang satu untuk Arka. Padahal masa itu Key masih belum sekaya sekarang tapi untuk Arka dia tidak mau berhemat kalau untuk berbagi.


Disitu masa masa yang tak bisa dilupakan Arka. Meski sadar Key pernah berbuat jahat pada Aira dan dirinya. Rasanya ingin memaafkan mungkin ada, tapi mungkin lain waktu, saat Key sendiri sudah berani muncul dihadapannya.


“Ah. Yang ini mau aku simpan.”


“Ini semua kenapa disimpan dalam kardus?”


"Aku kasi semua pada anak buahku, biar mereka bisa jual dan uangnya bisa buat mereka."


"Alasan tepatnya?" Terlihat Aira masih begitu penasaran. Karena Arka sangat suka minum-minum juga perokok."


“Ternyata istriku makin cerewet sekarang," Arka tersenyum manis juga memandang Aira. "karena aku ... ingin jadi ayah yang baik untuk anakku. Aku harus memberi contoh yang baik buat anak-anakku nantinya.” Sambil memandang wanita yang paling Arka sayangi dan itu ucapan dari lubuk hatinya yang paling dalam.


Ditempat yang sama, Aira yang terdiam mendengar kata-kata Arka. kata ketulusan itu menghilir perlahan meresap kedalam lubuk Hati Aira, hingga Aira terenyuh dengan Kata-kata yang baru saja dia dengar. baru kali ini Aira yang mendengarkannya, menjadikan matanya seakan berkabut embunan air mata. Ingin menetes tapi masih tertahan. Kebahagian juga rasa haru sangat terasa. Kaulah yang terbaik Arka. Dalam hatiku sendiri, aku memohon padamu agar kau selalu mencintaiku dan selalu bersamaku.Hanya untuk sampai akhir nanti.suara hati Aira.


Mereka yang berkomunikasi, tapi malah anak buah Arka yang tersipu-sipu malu hehe. Mendengar kata kata Arka seperti itu membuat anak buahnya begitu kagum dan ini namanya diluar dugaan. Bahwa Tuannya ternyata mempunyai sisi hati yang lembut dan benar juga tuan Arka bisa sukses di usia muda karena pemikirannya yang bijaksana bisa membuat dia mengambil keputusan yang lebih tepat dalam masalah apapun.


Arka keluar kamar membawa botol sampanye yang dia bawa tadi. Arka ingin meletakkan botol itu di lemari ruang tengah. Sementara itu Aira ingin membantu pegawainya Arka beres-beres. Hingga beberapa menit Aira menemukan botol sampanye yang sama dengan yang Arka bawa tadi. Takut kalau ini juga mungkin akan disimpan suaminya, maka Aira turun kebawah menyusul Arka di ruang tengah dengan membawa sampanye ditangannya.


Tidak terdengar suara Arka. Arka juga tak kelihatan di manapun juga. Penasaran karena Arka kok tidak ada di dalam. Aira berjalan mentolah-tolehkan kepala mencari-cari, seraya bersuara nama Arka. Hingga di balik lemari besar Aira memanggil sedikit keras. “Arka ...!”


Begitu mendadak Arka menarik tangan Aira juga suara bisikan “Ssstttt.....,” suara dari samping lemari besar miliknya dan di samping lemari tersebut terdapat kamar tamu yang juga luas. Arka mendorong Aira mundur membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali. Mendorong balik tubuh Aira hingga terpojok ke sisi pintu yang sudah tertutup. “Kita bercinta.” Kata Arka yang ternyata sudah kalut dalam nafsunya dan barang Arka sudah menegang.Aira masih tak percaya Arka menarik tubuhnya ke kamar tamu, dan lagi menginginkan bercinta disaat masih ada pegawainya di ruang atas untuk beres beres.


"Tapi masih ada orang diatas--”


“Dia tidak akan dengar.”


“Bukankan dikamar mandi tadi sudah lakukan ini.”


Arka mengambil sampanye yang dibawa Aira. Membuka tutup botolnya lalu meminumnya tanpa gelas di dekat Aira, seteguk sampanye pikir Arka ini yang terakhir yang bisa membuat Arka tambah bernafsu dengan wanita di depannya. Arka meletakkan botol itu di meja lalu kembali pada Aira yang masih disisi pintu. Tak lama Arka mencumbui sedikit kasar bibir Aira dengan penuh gairah hingga menyusuri ke leher. Tangan Arka setengah membuka kancing Aira dan kembali melumat bibir Aira penuh hasrat. Aira yang sedikit terbawa nafsu malah seakan tak mau kalah. Aira membalas ciuman bibir Arka dan yang tak pernah disangka sangka oleh Arka. Sangking bergairahnya Aira. Aira mencium kuat bibir Arka dan yang tak pernah Arka duga Aira berani menggigit-gigit bibir bawah Arka tanda nafsunya mulai mendidih dalam tubuhnya. Arka yang tengah terkejut. Membuat Arka melepaskan ciuman Aira. Hingga terlepas Arka memandang Aira. Matanya seakan menerawang wajah dan tubuh Aira yang ternyata sudah sangat bergairah. “Gadis kecilku sudah berani menggigit ya sekarang. Istriku jadi ganas sekarang.”


Kedua tangan Aira melingkari leher Arka, seakan menggelantungan kan tubuhnya dalam pelukan Arka. “Arka si pria mesum yang mengajarinya.”


“hahahaha itu pujian atau hinaan."

__ADS_1


"Kau bisa memilihnya sendiri." Aira tersenyum.


Tak sabar Arka mencium mendorong tubuh Aira ke ranjang yang tak jauh dari mereka. “Kita bercinta disini sampai puas sayang.” Aira mengangguk angguk pelan.


*******


Esok harinya di acara cooking alam chef. Ternyata bukan secara kebetulan bintang tamunya adalah Fay. Fay yang merencanakan ini semua dan dijadwalkan chef saat ini adalah Keira. Fay hanya ingin bertemu dan meminta maaf pada Keira tentang malam itu.


“Oke--, 10 menit lagi dimulai ya cin...! Ambyar.” Crew TV.


“Dibelakang kalimat harus pakai kata ambyar ya.” Candaan Keira saat di make up.


“Seru kan cin ... Dalam hidup ini kita jangan sampai. Ambyar.”


“Hahahahaha. Eh terus bintang tamunya di acara ku nanti siapa?”


“Oh—itu. Siapa lagi kalau bukan si pangeran berkuda putih alias si Fay yang paling, HAH!! dech cin. Ambyar.”


“APA!!,” Keira mendadak berdiri dan kembali terduduk pasrah. “ambyar sudah...”


“Hahahahaha benar kan. Fay itu memang bikin hati kita ambyar. Hahahahaha."


“Huuffff.” Keira.




Tebak sendiri nama gambarnya ya. Ambyar 😆😄😅


mungkin tinggal 10 bab lagi novel ini akan tamat.


Sempatkan Votmen ya alias vote and komen.


Berikan dukungan kalian juga, mungkin rasa suka. Rasa Terima kasih atau Rasa menghargai kerja Author lewat Votmen.


karena Votmen gak harus keluar uang hanya tinggal berbagi dan ketik-ketik sedikit 😅😅😜


thanks dan salam baca by ulanZu 🐒🙉🙈🙊🐵🐸🐥🐣🐦🐤🐞🦋🐌🦉🐺🐗🦅🦆🐝🐜

__ADS_1


__ADS_2