Laman Kosong

Laman Kosong
Gelapnya masa lalu


__ADS_3

Vena begitu marah dengan keluarganya yang akan menjadikannya tumbal untuk perusahan keluarganya sendiri, berulang kali Vena mengatakan kalau hanya Morgan yang vena cintai dan ingin menikah hanya dengan morgan. Keluarga Vena seakan tak berhenti merayu Vena untuk bersedia, hanya Vena harapan mereka saat ini dan sangat memohon kepada Vena.


Biaya sekolah, biaya hidup, nasib perusahaannya yang dikelola keluarga Vena sekarang hanya Rendra Max yang bersedia membantu menyuntikkan beberapa dana dengan jumlah yang amat sangat besar. Keterpurukan Vena seperti tidak ada jalan untuk mundur lagi. Vena meninggalkan morgan Lalu menikah dengan Rendra.


Menikah tanpa cinta, membuat hati dan sikap vyena tak terelakkan untuk bersikap dingin dan ketus. Rendra yang meminta tapi Rendra bersedia menanggung semua resiko dan perilaku Vena hingga sabar sampai akhir. Beberapa bulan kemudian Vena hamil Arka atas kemauan Rendra.Tapi, sikap dan kebencian Vena ke Rendra dia tumpahkan ke Arka demi pembalasan ke Rendra.


Tahun berlalu sikap Vena perlahan berubah sampai Rendra sengaja membuat Vena hamil lagi Rendra berharap Vena bisa lebih sayang ke anak keduanya dan berharap anak itu perempuan.


Sikap Vena memang lebih berubah ... Arka sedikit jarang kena marah dan terkadang pukulan sejak ada Leon.Tapi saat perusahaan Rendra mendapat masalah besar, yang secara berkala membuat hidup agak lebih sulit. Dan semua itu berimbas pada perusahaan ayah Vena juga. Vena seakan lupa pernah lembut ke Rengga dan kembali ke sikapnya dahulu yang dingin dan ketus ditambah lagi Morgan yang tiada henti mengejar Vena untuk kembali. Kecintaan Rendra ke Vena membuat harus terus bertahan tapi tidak untuk Arka remaja yang membenci ibunya yang tetap saja berlaku buruk dengan ayahnya.


Perlakuan ibunya dari Arka kecil dan sampai remaja membuat begitu berakar tertanam kuat karena perilaku ibu ke ayahnya yang sudah sabar dan mengalah, hingga hingga Arka membenci setiap wanita yang tidak tulus dan membuat dendamnya sendiri tidak akan setia ke setiap wanita yang menginginkannya, tapi sebenarnya wanita wanita itu hanya membawa topeng kesetiaan.


Hingga akhirnya terjadi kecelakaan beruntun di sebuah jalan besar perhutanan, Ibu Arka meninggal dalam kecelakaan dan Ayah Arka yang selamat, tapi dengan kondisi yang sangat parah yang membuat Rendra hanya bisa tidur dan di kursi roda dan beberapa tahun kemudian Rendra tidak bisa menahan sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Arka. Arka berjanji akan membangkitkan lagi perusahaan yang tengah terombang ambing kebangkrutan sampai bisa kembali berkuasa.


“Dan janji dia terhadap perempuan sudah kamu goyahkan Aira..., tidak ada dan tidak mungkin Arka tidak menyukaimu ... bersabar menunggu selama 3 tahun tanpa tahu kejelasan keberadaanmu, entah kembali atau tidak bahkan Arka tak mau meniduri wanita lain berharap bisa bertemu denganmu lagi. Hanya saja Arka tidak memahami dirinya saat ini, Arka hanya takut orang yang dia sukai tidak tulus terhadapnya dan hanya memanfaatkan kelemahan Arka saat ini dan kejadian ayahnya dulu takut terulang kembali"


“Sedikit ketakutannya tergoyahkan karna kehadiranmu, dan sampai diluar batas Arka tega memasung kehidupanmu dalam kendalinya”


“Omma punya keyakinan kamu gadis yang baik ... saat cinta itu sudah ada dalam hatimu maka beranikan katakan cinta kepada Arka, yang sebenarnya Arka sudah sangat menunggumu hingga kamu tulus dengannya."


Kepala Aira menunduk dan terlihat kedua tangannya menggenggam sisi atas bantal yang sedari tadi di atas paha Aira, dengan tatapan resah dalam hati dan pikirannya.

__ADS_1


Antara semua yang diceritakan Omma, hati pikiran Aira bercampur aduk tak bisa diungkapkan dan Aira belum sanggup menjawab pernyataan Omma sekarang.


“Omma ... bolehkan Aira tidak mengatakan apapun tentang Arka saat ini ...? Omma terima kasih ... Omma menceritakan sisi lain Arka padaku.


Omma memberikan senyum manis untuk Aira, "Kau pasti lapar. Omma sudah siapkan beberapa makanan untuk kalian dimeja makan, kau panggil dulu Arka dikamarnya pasti dia main game, sudah lama sejak dia mengelola perusaan Arka tak pernah main game,”


“Tap-tapi Omma,”


“Tidak apa, saat Arka sudah membawa perempuan ke rumah ini berarti perempuan itu spesial dan tidak boleh ada kata sungkan untuk perempuan tersebut," tangan Omma sambil mengarahkan dan menunjuk kamar Arka di lantai 2.


Akhirnya Aira menurut apa kata Omma,dan perlahan naik tangga dan sedikit matanya beralih melihat lihat sekitaran ruangan yang begitu bagus dan megah. Sesampai di depan pintu kamar, Aira mengetuk pintu memanggil nama Arka.


“Masuk Aira,” ucap Arka.


“Kamu masuk dulu,”


Serasa ragu membuka pintu, muka Aira mengintip di balik ujung pintu. Arka memalingkan wajahnya ke arah pintu... "Masuk.” Arka memberi isyarat menggelengkan kepala. Perlahan menapakkan kakinya untuk masuk kamar Arka. Aira yang masih berdiri kemudian menyerukan kata, "Di tunggu Omma di ruang makan, kau segera kesana ... sku keluar dulu.”


Arka yang saat ini main game di layar komputernya, tau Aira akan pergi keluar, tangan Arka beraksi cepat menarik lengan Aira. "Disini dulu, kita main disini.” seru Arka.


Terasa tubuhnya membeku dengan ajakan Arka yang gila itu, segera Aira hendak menarik tangannya dan melepaskan genggaman Arka, merasakan penolakan Aira, Arka malah menarik tubuh Aira hingga terduduk dalam pangkuannya segera Arka menenggelamkan mukanya dalam ke sisi samping tubuh Aira bermanja manja disana.

__ADS_1


“Omma lagi cerita apa saja?” tanya Arka seraya tangan Arka memulai masuk menyelipkan jemarinya ke BH dan memainkan tangannya disana, sedangkan kedua tangan Aira menahan tangan Arka supaya tidak berlanjut terus memainkannya.


"Tidak ada, Omma cerita kamu suka French fries juga suka jahilin orang!” Arka bermain lembut memainkan sesuatu di dada Aira lanjut mengangkat kepala mendekatkan bibirnya ke bibir Aira.


“Iya ... aku memang paling suka jahilin kamu,” perlahan Arka mencium lembut bibir Aira.


Aira yang jatuh dalam pesona Arka tidak menolak ciuman lembut Arka


Seakan ciuman penuh rasa sayang


Tidak sadar lengan Aira melingkari leher Arka, dan ketika sadar Aira langsung menarik tangannya lagi.


“Ayo keluar, omma nunggu diluar.” Aira cepat turun dari pangkuan Arka.


"Tunggu, perjalan dari sini ke apartement tinggal 1 jam lagi. Kau mulai nanti malam tinggal di apartementku saja.”


“Tidak ...!! biarkan aku punya privasi ku sendiri." kata penolakan Aira, tampak Arka berpikir yang sebenarnya tidak rela.


“Eemm baiklah asal nanti malam tidur denganku dan bermain denganku secara sukarela.”


Aira menggertakkan gigi giginya Aira kesal selalu disudutkan ke permintaan yang harus memaksa Aira harus menerimanya, Arka ini memang pintar menyudutkan seseorang agar mau berkata mau dan sebenarnya ini terpaksa mengikuti kemauan Arka.

__ADS_1


Setelah itu, mereka berdua turun tangga dan segera duduk bersama Omma di ruang makan. Dan terlihat Omma menyajikan hidangan yang beragam dan sangat banyak semua demi Aira yang baru pertama kali datang ke rumah megah ini.


Bersambung... jangan lupa Like ya


__ADS_2